Sumber: solovent.id

SOLO.  Siapa yang belum kenal dengan kota kecil yang menjadi bagian dari Provinsi Jawa Tengah ini?  Berbatasan dengan Kabupaten Karangayar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di Timur dan Barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah Selatan, Solo adalah salah satu dari 3 kota terbesar di bagian Selatan Pulau Jawa setelah Bandung dan Malang, berdasarkan jumlah penduduknya.

Kotamadya yang dulu dikenal dengan nama Surakarta ini, ternyata mempunyai daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.  Dengan luas hanya 44km2, Solo menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah dengan 3 daya tarik utama yaitu wisata kuliner, wisata belanja dan wisata budaya yang bersejarah.  Tiga unsur inilah yang semakin hari semakin membuat Solo tidak pernah sepi dari pengunjung.

 

Wisata Kuliner

Sumber: wikipedia.org

Setiap berkunjung ke suatu daerah, yang paling seru untuk ditelusuri dan pertama kita lakukan adalah berwisata kuliner.  Biasanya sih, sebelum berangkat ke tempat tujuan, apalagi itu adalah kunjungan pertama saya, beberapa hari sebelumnya saya sudah sibuk bertanya sana sini dan browsing kesana kemari mengenai kuliner yang wajib saya coba. Predikat si jago jajan dan ratu kuliner wajib dong dipertahankan.  Catet!!

Naahh untuk Solo, salah satu kuliner yang membuat kota ini istimewa adalah TIMLO.  Eiitss jangan berfikir tentang grup lawak yang cukup populer di Indonesia loh ya hahahaha. Timlo ini adalah makanan berkuah seperti soto dengan kuah yang cenderung bening.  Jika soto memakai suiran daging ayam atau sapi, Timlo berisi jeroan seperti ampela, telor rebus, dan tentu saja sosis solo.  Kuahnya yang bening dan relatif ringan, menjadikan timlo tidak terlalu “berat” di lidah.  Dan salah satu warung timlo yang terkenal dan wajib kunjung adalah yang berlokasi di Pasar Gede Kota Solo.

Obyek memamahbiak lainnya dan tak kalah legendaris adalah Serabi Notosuman.  Berdiri sejak 1923, cita rasa legit yang menjadi keistimewaan serabi ini, tidak berubah sepanjang masa.  Walaupun sudah memiliki beberapa cabang di luar daerah seperti di Bumi Serpong Damai (BSD) – Tangerang Selatan, dan Bandung, mengunjungi mother-store di Solo adalah wajib bukan sunnah.  Berada di Jl. Moh. Yamin No. 28, serabi yang cenderung tipis, lembut, dengan kuah santan yang legit ini, tak pernah sepi dari para pembeli.

Ada tempat lain untuk meneruskan pesta makan-makan? Ada dong.  Coba deh main ke Jalan Gajah Mada.  Tahu kupat Solihin ada di area ini.  Warung ini juga sangat legendaris dan populer akan kelezatan tahu kupatnya.  Disajikan bersama dengan tahu goreng, kol, mie kuning, bakwan, dan kacang, ketupat yang dipotong kemudian disiram dengan kuah kecap yang sangat legit, kupat Solihin bikin kita ketagihan.

 

Wisata Belanja

Sumber: whatsnewjakarta.com

Puas mengisi lambung dengan berbagai panganan yang endes, buat emak-emak pejalan apalagi sih kalo bukan belanja.  Bukan hanya mencari sesuatu yang unik dan bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan, ngukur jalan sambil belanja juga menjadi agenda wajib selama berwisata.  Begitupun ketika kita menginjakkan kaki di Solo.

Ada beberapa pasar atau tempat perbelanjaan warisan jaman penjajahan yang masih dirawat dengan baik.  Tidak hanya itu, keunikan dari wisata belanja di Solo bisa ditemukan dari keunikan dari barang yang ditawarkan.  Pasar Triwindu contohnya.  Di pasar ini kita dapat menemukan berbagai barang antik.  Antik bukan sembarang antik loh ya.  Tapi barang-barang antik milik kerajaan Surakarta, seperti keris, patung, topeng dan lampu.  Keunikan lain yang bisa kita temukan di Pasar Triwindu adalah adanya sistem barter.  Jadi kamu bisa menukar barang antik koleksimu dengan barang antik lain yang ada di pasar ini.

Tempat wisata belanja lainnya adalah Pasar Klewer.  Pasar yang sudah ada sejak 1942 ini menjual berbagai macam pakaian dan kain.  Lebih menarik lagi, terutama buat pecinta budaya kain khas Indonesia, Pasar Klewer menyediakan aneka batik.  Dan jangan salah loh, bukan hanya batik Solo yang ditawarkan di sini, ada juga batik Yogjakarta, batik Pekalongan, dan masih banyak lagi.

Ada satu lagi pasar tradisional yang berdiri sejak 1930 yaitu Pasar Gede.  Pasar ini dirancang oleh arsitek asal Belanda bernama Thomas Kartsen.  Dibangun dengan 2 lantai, kita dapat menemukan aneka buah, sayur, jamu dan peralatan rumah tangga di lantai dasar, sementara di lantai atas kita akan melihat para penjual daging.  Keistimewaan dari Pasar Gede adalah keramahannya bagi penyandang disabilitas.  Ketersediaan jalur khusus bagi pengguna kursi roda adalah salah satu bukti yang patut diacungi jempol untuk pasar ini.

 

Wisata Budaya

Sumber: solopos.com

Keistimewaan kota Solo selain wisata kuliner dan wisata belanja adalah komitmen kuat untuk menjaga dan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal hingga saat ini.  Hampir di setiap tahunnya, Solo selalu dipadati oleh agenda rutin Kirab Budaya, seperti pertunjukkan tari kolosal yang menceritakan asal usul kota Solo, Festival dolanan bocah yang mengenalkan anak-anak jaman sekarang pada permainan jaman dulu, Grebeg Maulid, Kirab Pusaka, Kirab Malam 1 Suro, dan masih banyak lagi.

Prosesi-prosesi budaya ini adalah wujud dari kecintaan masyarakat Solo atas kekayaan budaya yang mereka miliki.  Pun dengan demikian, mewariskan seni dan budaya kepada generasi penerus, mempertunjukkannya kepada khalayak luas, menjadikan event kesenian menjadi salah satu obyek wisata yang dapat dipersembahkan kepada para pelancong yang bertandang ke Solo.

Yok, mari berwisata ke Solo.  Banyak keseruan yang bisa kita temukan di kota yang dikelilingi oleh Sungai Bengawan Solo ini.  Keistimewaan Solo sudah tidak diragukan lagi.  Mulai dari kuliner, wisata belanja, dan wisata budaya, dapat kita nikmati sekaligus hanya dalam satu tempat.

Facebook Comment