Atas undangan Dinas Pariwisata Way Kanan, Lampung, saya berkesempatan mengunjungi salah satu desa transmigrasi yang bernama BALI SADHAR yang berada di Kabupaten Way Kanan. Menilik dari namanya, kita akan langsung berfikir ke Pulau Bali.  Yak betul.  Desa ini adalah komunitas dari warga Bali yang melakukan transmigrasi sekitar lebih dari 50 tahun yang lalu karena meletusnya Gunung Agung di Bali.

Penetrasi budaya pun pelan-pelan terjadi seiring dengan pergantian tahun.  Merekapun menyatu dengan budaya dan kearifan lokal Lampung, tapi dengan tetap mempertahankan kekayaan seni, ciri khas, dan kebijakan-kebijakan adat Bali.  Salah satu contohnya adalah warna gerbang Pura yang sangat kental dengan sentuhan kain tapis Lampung.  Seperti foto yang digunakan oleh Sriwijaya Air untuk rubrik Discover – Village ini.

Ketika tim kami bertemu dengan para pemuka Adat dan Desa pada saat kunjungan kami ke sana di akhir April 2017 di Pura Kayangan, saya mendapatkan informasi bahwa masyarakat Bali Sadhar sudah menyatakan diri sebagai bagian dari Provinsi Lampung, dan menganggap Lampung adalah kampung asal ke-2 mereka.

Tulisan lengkap mengenai Bali Sadhar akan saya tampilkan terpisah

Terimakasih untuk Sriwijaya Air yang sudah untuk ke-3 kalinya berkenan menampilkan artikel dari saya, setelah Tidore (artikel mengenai Salloi) dan Pesisir Barat, Lampung (artikel mengenai Pulau Pisang).

A bunch of love untuk semua pihak yang terus mendukung saya untuk menulis dan berkarya.  This is actually for all of you.

Facebook Comment