Estafet dari acara keliling di Supertree Grove dan OCBC Skyway serta taman yang luas banget di bagian luar, saya dan Meli, melanjutkan episode jalan-jalan di Gardens By The Bay (GBTB) ke wahana bunga bernama Flower Dome, salah satu conservatory yang kalau difoto dari sudut bird-eye-view bentuknya seperti keong.

Baca juga : Gardens By The Bay | Destinasi Wisata Dunia Berteknologi Tinggi di Singapore

Berjalan pelan sambil menikmati kemegahan GBTB dan melewati Floral Clock, beberapa signage yang sangat informatif membantu mengarahkan kami ke Flower Dome.  Lumayan juga jalannya (baca: lumayan pegel maksudnya).  Pengunjung juga mulai membludak.  Sebagian besar berombongan dari beberapa negara.  Terlihat dari beberapa bendera negara atau Tour Agency ukuran sedang yang dilambai-lambaikan dan tegak terus menerus oleh seorang atau beberapa Tour Leader.  Pemandangan biasa yang selalu bisa kita lihat jika berada di destinasi wisata yang (cukup) luas.

Walaupun diserbu oleh ribuan pengunjung, saya tidak mengalami hambatan yang berarti untuk membeli tiket.  Garis pembatas yang tegas, antrian yang disiplin, dan kecepatan pelayanan, menjadikan semuanya teratur, efektif, dan efisien.  Di samping loket, tersedia flyer dan keterangan harga tiket.  Untuk 1 conservatory dikenakan biaya S$ 12/orang.  Sementara tiket terusan 2 conservatories (including Cloud Forest yang berada di sebelah Flower Dome) dikenakan biaya S$ 20/orang.  Belum mengetahui medan yang akan kami hadapi, kami memutuskan untuk ke Flower Dome aja dulu.  Kalaupun nanti betis dan dengkul masih kuat, boleh lah ke tetangganya.

Menyimak tulisan yang tertera di tiket yang diterima, saya mengernyitkan dahi melihat kalimat Cooled Conservatories.  Wew.  Sedingin apa ya?  Sementara kami tidak mengenakan jaket atau sweater sama sekali.  Tapi ternyata cool yang dimaksud baru setahap 23 derajat Celcius.  Jadi ketika gerbang utamanya terbuka, angin sejuk pun langsung menampar muka.  Aaaahh segernya.  Buat saya yang memang beraliran “mending kedinginan daripada kepanasan”, masuk ke tempat ini bagaikan surga.

Kesan pertama yang langsung mampir ke hati adalah struktur bangunan.  Dengan luas sekitar 1.2 hektar (mungkin lebih dari 2 lapangan bola), saya melihat tidak ada tiang penyanggah di tengah-tengah bangunan.  Kaca atap pun terlihat luwes meliuk dengan penahan cahaya yang gak bikin silau.  Kagum banget sama kepintaran rancang bangunnya.  Gimana ya caranya menyanggah tempat yang luas dengan hanya tiang pancang di bagian pinggirnya aja? Luar biasa.  Apa gak roboh ya bagian tengahnya? Duuhhh takjub apa norak ini hahahahaha.

Lepas melongok ke atas, dalam pandangan lurus ke depan, tampak taman yang begitu indah dengan alur jalan yang sudah diatur sangat apik.  Seperti di luar, signage kayu di dalam wahana juga mengarahkan kita untuk mengenali beberapa area yang sudah dinamakan sedemikian rupa, seperti Australian Garden, South African Gardern, Californian Garden, dll.  Persis seperti denah/layout yang saya intip lewat official website mereka www.gardensbythebay.com.sg.

Sumber: www.gardensbythebay.com.sg

Terus terang karena tidak mendalami dunia flora, saya tidak hafal dan tidak tahu persis apakah penamaan ini disesuaikan dengan asal usul bunganya.  Tapi di saat kami berkunjung, tidak ada tema atau perayaan tertentu yang sedang diadakan Flower Dome.  Melihat puluhan, mungkin ratusan, jenis bunga dan tanaman aja bikin kami berdecak kagum tiada henti, boro-boro mau mikirin lahirnya dimana dan datangnya dari mana.  Dahlah nikmatin aja satu persatu dengan cara berjalan pelan.  Pandangin. Ujung-ujungnya berdamai dengan hati, merasakan kenikmatan dari salah satu ciptaan Allah SWT yang indah tak terkira.

Yang saya lakukan adalah jepret sana jepret sini sampai lupa waktu. Pokoknya gak ada yang terlewat dari pandangan.  Saya sampai harus mengganti baterai kamera karena banyaknya foto sementara tak sedetikpun kamera saya off  kan selama di dalam.  Waktu waktu meng-edit foto pun saya masih tak lepas dari rasa kagum.  Semua foto kok sayang banget ya kalo gak diupload.  Ini loh hasil jepretan pemotret ecek-ecek a.k.a anak bawang.  Gimana kalau terkena sentuhan photographer professional ya?

Satu lagi yang menjadi catatan penting untuk pengunjung adalah setiap bunga punya keunikan tersendiri.  Mulai dari ukuran, warna, hingga bentuknya.  Gak melulu kelopaknya lebar-lebar.  Tapi juga ada yang melintir keriting.  Ada yg lancip-lancip.  Bahkan ada berbentuk corong dengan kepala putik yang memanjang keluar.  Ah sutralah.  Mewakili apa yang saya rasakan, mari kita biarkan foto-foto berikut bicara dengan sendirinya ya.

 

 

 

Untuk saya yang senang membuat bunga-bunga dari kertas, mengabadikan bentuk dari setiap bunga di sini jadi kesenangan tersendiri.  Bisa gak ya bentuknya ditiru.  Setidaknya walau jauh dari aslinya, lekukan dan bentuk lembaran kelopaknya bisa jadi ide yang fresh untuk berkarya.  Bener gak sih?

 

 

Kalau dulu saya (cuma) ngefans nya sama bunga mawar putih dan merah, di sini semuanya berubah jadi favorit saya.  Terutama beberapa bunga dengan warna gradasi seperti cat air yang bercampur dan diluruhkan pelan-pelan bagai lukisan.  MasyaAllah.  Hebatnya Dia yang sudah menciptakan.  Betapa tinggi rasa seni Nya.  Jangankan manusia dengan cap jempol yang berbeda dalam ratusan juta, kelopak kecil pun tak luput dari pikiran Nya.

 

 

Menyempurnakan rasa seni yang sudah terbangun, Flower Dome juga menyediakan satu tempat khusus untuk beberapa tanaman buah.  Letaknya di sebuah mezzanine dengan tangga landai yang bersahabat dengan tungkai kaki.  Di samping tangga semen yang ada, dibuat juga travelator dongkrak turun naik untuk pengguna kursi roda.  Walaupun tidak begitu luas, di tempat ini, kita bisa duduk-duduk di bangku panjang, sambil menikmati beberapa macam anggur yang tampak siap dipetik, menyelerakan, dan menjuntai-juntai dari akarnya yang merambat.  Ada juga berbagai jenis jeruk yang tadinya saya kira cuma dekorasi.  Tapi begitu dilamati, laaahh asli toh ternyata.

Di bawah tangga ini, ada 3 buah patung tembaga (Ayah, Ibu, dan anak) yang tampak sedang menggeret koper.  Saking banyaknya pengunjung yang ingin berfoto di sini, adalah suatu keniscayaan untuk kita mendapatkan foto tanpa “bocor” atau gangguan.  Sutralah ya, anggap aja figuran hidup.  Anywaybusway saya suka banget loh berfoto di sini.  Bukan hanya karena mengenakan kaos “Damn I Love Indonesia” di negara lain (yang diperhatiin terus sama orang lain), tapi juga kuat menahan lirikan barisan pengantri yang tampak sabar melihat saya dipotret berkali-kali hahahaha.  Biarin aaaahhh.

Oia, buat yang gak kuat terus-terusan berjalan kesana-sini, kita dengan mudah akan menemukan bangku-bangku cantik (besi atau kayu) untuk rehat sejenak hampir di setiap sudut.  Ada beberapa yang dilengkapi dengan hiasan bunga.  Aaaahh mari kisanak, kita berfoto lagi ya.  Walau sudah dengan wajah lunglai, berfoto di tempat keceh itu wajib hukumnya.

Saya sempat kepikiran.  Seandainya ada resto kecil di dalam Dome, keknya asyik juga ya.  Setidaknya cafe kecil untuk menikmati potongan kue dengan teh atau kopi.  Waaahhh saya bakal betah banget di sini.

Kunjungan kami akhiri ketika kaki-kaki sudah tidak kompromi dan perut mulai berteriak nyaring. 2 jam berlalu tidak terasa.  Mamak-mamak jelita mulai keok dan batere di belakang punggung sudah berputar pelan.  Tapi di balik rontoknya body, setiap menit berada di dalam Flower Dome adalah kegiatan wisata yang sangat berkesan.  Ruangan maha besar yang dapat menampung 1.000 pengunjung dalam 1 hari ini, cocok banget untuk mereka yang menyukai keindahan flora dan menyukai keindahan alami.

Bener seperti apa yang sudah disampaikan teman saya di awal, kalau ke GBTB itu gak bisa 1 harian penuh.  Kudu balik lagi supaya bisa menikmati setiap wahana dalam kondisi santai, tidak terburu-buru, dan tentu saja tidak memaksakan diri.  Next trip saya ingin melengkapi kunjungan ke beberapa wahana lain, yang belum sempat saya datangi, dengan seperangkat peralatan photography yang lebih mumpuni.  Plus kemampuan memotret yang juga lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

3 COMMENTS

  1. Facebook Liker, Auto Like, Autoliker, Increase Facebook Likes, Autoliker Facebook, autoliker, Auto Liker, Photo Liker, Status Auto Liker, auto like, Photo Auto Liker, Status Liker, Autoliker, Facebook Auto Liker, Facebook Autoliker, Working Auto Liker, facebook auto liker, auto liker, Fb Autoliker, autolike

  2. ปั๊มไลค์เพจ, เพิ่มไลค์แฟนเพจ, ปั้มไลค์แฟนเพจ, ปั้มเพจ, เพิ่มไลค์เพจ ราคาถูก, ปั๊มไลค์เพจ, ปั้มไลค์เพจ, ปั๊มไลค์เพจ facebook, ปั๊มไลค์แฟนเพจ, เพิ่มไลค์เพจ, ไลค์เพจ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here