GOHU biasa disebut sebagai Sashimi ala Tidore karena diolah mentah layaknya sashimi.

Sebagai anak kelahiran Sumatra (baca: Palembang), makan ikan sebenarnya sudah jadi kebiasaan sehari-hari.  Jangankan ikan yang dimasak langsung, pempek yang adalah olahan ikan saja jadi favorit dari lahir.  Tapi tentu saja, semua ikan di tempat kelahiran saya diolah masak alias ketemu kompor, seperti digoreng, dikukus, dipanggang, masak santan, dipepes, dan yang paling saya sukai adalah dipindang (masak kuning lengkap dengan aneka rempah-rempah).  Diolah bareng tempoyak (durian yang difrementasi) pun saya suka, walaupun ya secara penampilan luar, maaf, seperti pup bayi.  Tapi ya semuanya benar-benar dimasak walaupun dengan beda-beda cara olahan.

Jadi ketika pertama kali melihat Gohu, yang katanya cuma dikudek-kudek saja, mata saya sempat micing-micing dan taste pun tidak serta merta naik.  Pernah beberapa kali saya merasakan sashimi (masakan ikan tanpa ketemu kompor).  Tapi terus terang Gohu sama sekali tidak terlihat seperti sashimi yang warnanya masih cerah ceria.  Gohu pucat berpupur putih dan masih kenyal seperti marshmallow.  Teriakan “enak” dari para hadirin lah yang akhirnya mengalahkan keraguan saya.  Mosok sih dari sekian banyak orang yang bilang enak, saya gak berani nyoba.  Secara yaaaa, dalam kamus hidup pemamahbiakkan, makanan itu hanya digolongkan menjadi 3 yaitu enak, sangat enak dan enak banget.  Catet!!

Dengan langkah tegap kayak tentara siap perang, saya pun ngumpul bareng di meja makan, ngambil nasi anget cukup 1 centong dulu, dan malu-malu (baca: sedikit takut) menyendok Gohu.  Dikit dulu aja dah.  Sesendok kecil ikan berbedak itu pun hinggap di piring saya.  Sendokan pertama pun lewat tenggorokan dan dalam sekejap saya pun tersenyum-senyum girang karena keenakan.  Eiiitsss, secepat kilat, akhirnya bersendok-sendok Gohu pun pindah ke piring saya.  Jangan sampe kehabisan hahahaha.

Dan ternyata pemirsah, gak sampe 15menit ke depan, lambungpun terasa begah, mulut pun gak bisa terkunci karena kekenyangan.  Ampun dije!!  Barusan tadi makan, ngamuk apa kesetanan hahahahahaha.  Jadi judulnya, sejak saat itu, setiap dihindangkan makan dan ada Gohu diantaranya, saya pun mendadak norak dan rakus luar binasa (padahal aslinya juga rakus).  Biarin dah.  Kalo bukan di Tidore, kapan lagi bisa makan Gohu senikmat ini.

Rasa penasaranpun membuncah.  Gimana sih bikin Gohu itu sampe enaknya sejagad raya.  Baiklah.  Berikut adalah resep Gohu yang berhasil saya catat dan sempat saya videokan.

Hal pertama yang jadi RUMUS UTAMA membuat Gohu adalah IKANNYA HARUS FRESH alias baru ditangkap langsung diolah.  Pake ikan apapun sebenarnya bisa.  Asal ya itu, harus masih dalam kondisi segar bugar, tidak dibiarkan nganggur atau sudah tersimpan di kulkas.

Bahan-bahan lain yang diperlukan adalah: lemon cui (lemon kuning yang biasa dijual di pasar) atau bisa juga jeruk nipis, bawang merah yang sudah diiris tipis-tipis, potongan cabe, garam secukupnya, daun kemangi dan minyak kelapa.

Cara membuat Gohu

Pertama, potong daging ikan ukuran dadu sedang.  Kemudian masukkan garam kira-kira 2-3 sendok teh, aduk hingga garam terserap dengan baik.  Setelah itu masukkan perasan lemon cui atau jeruk nipis dengan komposisi 2/4 banyaknya ikan, aduk kembali hingga merata.  Dalam tahap ini saya perhatikan, Gohu selalu dicoel dulu untuk mengetahui apakah campuran-campuran di ke-3 langkah ini sudah mencukupi.

Setelah semua sudah terasa pas, masukkan daun kemangi, irisan bawang merah dan irisan cabe.  Aduk rata kembali hingga sampai pada tahap akhir yaitu menyiram Gohu yang sudah dikudek-kudek tadi dengan minyak kelapa mendidih yang banyaknya sekitar 2/3 dari tumpukan ikan.  Desisan layaknya minyak goreng pun terdengar seru di telinga.  Pertanda bahwa kita harus melanjutkan mengaduk ikan sampai bagian luar ikan terlihat putih seperti berbedak dan suara desisan minyak kelapa menghilang.

Gak lebih dari 5menit sashimi ala Tidore ini pun siap disantap.

So temans, besok-besok kalau sempat main ke Tidore, jangan lupa nyobain Gohu ya.  Salah satu kekayaan kuliner khas Nusantara ini layak banget dicoba.  Selain teman yang pas untuk nasi anget, Gohu juga pasangan yang baik untuk Popeda, tapi yang pasti bukan sahabat setia untuk timbangan badan.  Jadi, kalo sudah niatan makan Gohu di Tidore, ringankan dulu badan kita biar gak kepikiran kalo tetiba ngamuk saban hari makan Gohu dan ngabisin beras berliter-liter.  Catet!!

 

Setelah mencoba Gohu beberapa kali, menurut pendapat saya, ikan yang pas untuk Gohu adalah ikan yang tidak banyak serat (apapun jenis ikannya).  Proses campur mencampur dan mbolak mbalik daging ikan yang dipotong dadu, seringkali mengakibatkan daging ikan memecah.  Perbanyak cairan lemon untuk menghindari amis.  Waktu kapan saya pernah minta lemonnya dilebihkan.  Rasa kecut-kecut dari lemon menurut saya justru bikin kita melek mata hahahaha.  Terakhir, pastikan minyak kelapa, yang disiram di tahap akhir, benar-benar mendidih ya.  Supaya ikan matang dan layak dimakan.

Mau nyoba bikin Gohu atau menjadi penikmat dan penjelajah lidah? Yok main ke Tidore

Contacts: Anita Gathmir – 0815.1433.7014, Gathmir – 0816.829.959, Annie Nugraha – 0811.108582

Emails: anitagathmir99@gmail.com, gathmir@yahoo.com, annie.nugraha@gmail.com, visittidore@gmail.com

 

 

Facebook Comment