BJOY STEAK 2-crop

Liburan tahun baru 2015 ini saya dan keluarga besar suami habiskan dengan “mondok” di salah satu villa di daerah Lembang – Jawa Barat.  Kok dibilang mondok sih? Yoa .. “mondok terpaksa” lebih tepatnya.  Tempat menginap yang ternyata jauh dari mana-mana akhirnya bener gak bisa kemana-mana karena di depan jalan villa tersebut “terkunci” kemacetan.  Letak villa yang kebetulan berada di atas bukit, bener-bener butuh effort yang luar biasa jika ingin mencapai pintu keluar.  Belum lagi titik-titik wisata yang harus melewati jalan naik turun dan macet tak berkutik. Duh, malesin banget deh.  Mau jalan kaki kok ya jauh banget.  Mau bawa kendaraan juga gak bakalan bergerak karena macet yang berjam-jam tak terurai.  Walhasil jadilah waktu yang ada kami gunakan untuk mengobrol ria, makan-makan, dan berkaraoke.

Menghabiskan waktu mondok 3hari 2malam di villa tersebut, tibalah waktunya kami pulang.  Tadinya saya berfikir jalan raya di depan villa sudah lancar kembali karena waktu itu sudah tanggal 2.  Tapi ternyata …wwuuaaahh …macetnya tetap bertahan.  Di depan gerbang keluar galau pun melanda.  Belok kanan ke arah Setiabudi jelas gak mungkin.  Posisi mobil-mobil tak bergerak walaupun sebenarnya lewat jalan ini kami lebih dekat untuk pulang.  Belok kiri berarti menuju Cimahi.  Itupun banyak angkot yang nutup jalan, muter dulu ke Cimahi kota, baru setelah itu masuk tol Cileunyi di Padalarang.  Jarak tempuh yang lebih jauh tentunya.  Tapi ya apa boleh buat, daripada gak bergerak sama sekali, mending melewati rute yang lebih jauh tapi merambat.

Karena waktu check-out yang harus pas jam 12 siang, kami sekeluarga berencana makan siang bersama di salah satu resto yang kami temui di sepanjang jalan menuju pulang.  Alih-alih menghindari macet dengan harapan bisa nemukan resto dengan gampang, ternyata malah harus menghabiskan waktu berlipat-lipat karena banyak motor yang maksa ngambil jalur kami.  Ketemu beberapa resto juga gak bisa parkir sama sekali, saking penuhnya kendaraan yang tidak bergerak dan banyaknya orang-orang yg akhirnya menyerah dengan nongkrong berlama-lama di resto. Haddeehh….

Walhasil perut yang sedari pagi cuma diisi roti bakar, sudah melilit gak karuan.  Naga, pengemis, ular dan segala macam peliharaan di lambung juga mulai menjerit-jerit.  Beberapa rumah makan yang tadinya kami harapkan buka, ternyata malah tutup liburan tahun baru.  Akhirnya cuma bisa beli gorengan tahu yang itupun kudu rebutan sama segerombolan pelibur yang lain.

Muter sana sini mencari celah menuju tol Padalarang, dengan sistem buka tutup jalan di sana sini, akhirnya menggiring kami ke Mall Cimahi yang berada di Jl. Gandawijaya.  Di tengah hujan rintik-rintik dan terpaksa parkir di luar gedung, kami pun turun dan berharap bisa menemukan tempat makan yang menyenangkan.  Yah, jikapun harus menikmati fast food, apa boleh buat lah, daripada menahan kelaparan sepanjang sisa perjalanan yang masih 2-3 jam lagi.

Mall ini sebenarnya bukan hal baru bagi kami, karena sebelumnya sudah pernah berkunjung kemari.  Setting up mall lebih ke konsep trade centre dengan kios-kios yang sudah dikelompokkan berdasarkan jenis produk jualan.  Perjuangan mencari makanpun di sini ternyata gak mudah.  Beberapa fast food yang ada dikerumuni pengunjung.  Antrian mengular di sana sini.  Gak hilang akal, saya bertanya kepada satpam tentang tempat makan yang ada di dalam mall.  Dari referensi beliaulah akhirnya menemukan B’JOY CAFE & STEAK yang berada di mezzanine lantai 1-2.  Alhamdulillah tanpa kesulitan kami pun mendapatkan tempat duduk menghadap ke jalan raya di depan mall.

BJOY STEAK 1-crop

Membuka lembar demi lembar buku menu yang diberikan, saya tercenung-cenung menatap rangkaian foto-foto makanan dan minuman yang ada.  Perut yang sudah sekarat jadi tambah koma menanti diisi (lebay!!).  Alhamdulilah, setelah melewati perjuangan menempuh perjalanan yang panjang, ternyata di cafe ini saya bisa menemukan makanan favorit saya.  IGA.  Yes, IGA…horeee.

Sebagai penggemar iga sejati, berbagai opsi menu yang lain pun langsung lewat hahahahaha.  Yang bikin saya semangat adalah tawaran penyajian iga nya pun bermacam-macam.  Mulai dari yang penyet, hidangan sop, barbeque sampe ke iga bakar.  Setelah heboh tanya bolak balik, akhirnya saya putuskan untuk pesan iga bakar yang sudah dihidang dalam mangkok dengan kuah pindang campur asem manis dan dilengkapi dengan sayur-sayuran segar.  Di fotonya sih menyelerakan buanget. Ddduuuhh gak sabar rasanya pengen ngeliat hasilnya hahahaha.

Tidak sampai 15-20 menit kemudian, iga yang saya pesan pun datang. Olalala …ternyata sajiannya sama persis dengan foto di dalam menu.  Wah kesan pertama yang jarang saya dapatkan di kebanyakan resto di Indonesia. Coelan pertama saya putuskan untuk menikmati kuahnya.  Maknnyyuusss …edan …endes pol.  Taste pindang kecap berbaur dengan asem manis dan tom yam. Potongan-potongan sayurnya pun masih segar-segar terutama tomatnya.  Wortelnya pun direbus masih krenyes-krenyes.  Suka banget.  Daging iga yang dibakar well-done juga sangat empuk dan mudah dipotong.

Walaupun daging iga yang dihidangkan ada beberapa yang terisi lemak di sana sini, koki cafe ternyata pintar banget menyiasati lemak tersebut agar tidak eneg dimakan.  Ketika melewati kerongkonganpun gak seret dan susah dikunyah.  Setiap potongan daging bener-bener saya nikmati.  Sendok demi sendok kuah yang seger pun bikin mata merem melek hihihihihi.  Pujian pun mengalir selama kami makan, sampe akhirnya saya ketawa ketika suami nyeletuk “Halah, kamu itu, makan apapun, yang ada kan enak dan sangat enak aja” …. saya pun ngakak terpingkal-pingkal.

Iiiissss, tapi ini beneran loh ….this is the best iga bakar kuah yang pernah saya coba seumur hidup.  Yang justru bisa saya nikmati di sebuah resto yang awalnya cuma pelarian karena kelaparan yang amat sangat…hahahahaha.  Ternyata ya…perjuangan menahan lapar berjam-jam berbuah hasil yang luar biasa.

Oia, selain iga, resto ini juga menghidangkan aneka makanan pembuka, makanan penutup dan minuman yang beraneka ragam.  Anak perempuan saya yang memang gemar dengan sandwich atau burger lengkap pun puas dengan pesanannya.  Sementara anak cowok yang kalo belum makan nasi berarti belum makan, memesan ayam goreng kriuk yang ternyata juga endes.  Suami yang harus membatasi makanan berat dengan memesan gado-gado juga puas dengan apa yang dipesan.  Jadi intinya …pesanan-pesanan kami gak ada yang gagal.

BJOY STEAK 3-crop

Minuman pun bisa request keasaman ataupun kemanisannya.  Saya yang memang sudah manis (awas muntah!!) dan tidak suka minuman yang manis-manis, meminta pelayan menaruh sedikit gula cair di juice kedondong yang saya pesan.  Dan benar, rasanya pas sesuai permintaan.  Begitupun teh yang diminta suami.  Aromanya wangi dan kualitas tehnya pun disukai oleh suami.

Rangkaian makan di jam yang serba tanggung itu kami tutup dengan memesan ice cream coklat dan vanilla.  Mmmmm…yummi …bener-bener cafe & steak resto berkualitas yang tidak kami duga….  Once, jika punya kesempatan ke Cimahi kembali, bisa dipastikan kami akan nongkrong di sini lagi.

BJOY STEAK 4-crop

Facebook Comment