Mie Ayam. Siapa yang gak suka makanan yang satu ini. Menu yang aslinya berasal dari negri tirai bambu dengan berbagai olahan ini, jadi salah satu pilihan kuliner favorit yang sudah mendunia. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, mie ayam kemudian dikembangkan dengan berbagai rasa, naiknya sebuah ciri khas, dan resep yang menyesuaikan selera dan lidah masyarakat setempat. Bahkan agar dapat lebih dikenal, banyak pengusaha di bidang yang satu ini, mengolah atau membuat sendiri mie nya kemudian menambahkan berbagai topping, kuah, dan pelengkap untuk memunculkan profile tersendiri yang patut dikenang umum, khususnya bagi para pelanggannya.

Sekilas sejarah Mie Ayam Jamur Mahmud

Sejarah Berdiri

Cerita yang sama terjadi untuk usaha Bpk. H. Mahmud S (Pak Haji). Seorang pengusaha kuliner asal Medan yang membangun usahanya dari gerobak keliling dengan 2 menu andalan yaitu mie ayam jamur dan mie ayam pangsit. Usaha ini kemudian terkenal dengan nama Mie Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud atau Mie Ayam Mahmud. Nama singkat yang kemudian digunakan untuk platform media sosial, agar mudah/gampang diingat.

Seiring dengan waktu berlalu, gerobak keliling berubah menjadi outlet kecil (semi permanen) yang terparkir di depan Masjid Aljihad Medan pada tahun 1990. Hingga akhirnya di tahun 2000 memiliki outlet permanen/pusat di Jl. Abdulah Lubis No. 57/71 di kota yang sama.

Untuk menancapkan kekuatan bisnis di Medan dan agar dapat lebih terjangkau oleh masyarakat dalam beberapa area, Mie Ayam Mahmud, membuka lima (5) cabang di Medan seperti di Transmart Carrefour Medan Fair (Jl. Gatot Subroto), Carrefour Citra Garden (Jl. Jamin Ginting), Amaliun Foodcourt (Jl. Amaliun), dan D’Loft Thamrin Plaza Lt. 7 (Jl. Thamrin). Kesemuanya berada di bawah pengawasan, manajemen, koordinasi, dan kendali mutu dari outlet pusat yang berada di Jl. Abdullah Lubis.

Saya langsung terkesima ketika menyimak penjelasan-penjelasan di atas dari Bang Henry, anak dari Pak Haji Mahmud. Kami bertemu di outlet mereka, bekerjasama dengan seorang rekan bisnis, yang berada atau tinggal di Jababeka. Outlet di luar kota Medan ini tepatnya berlokasi di Jl. Tapir Raya Blok Q2 No. 2, Jababeka, Cikarang Pusat. Pertemuan tanpa sengaja yang akhirnya berbuah pertemanan dan keinginan kuat untuk saya menulis tentang tempat ini.

Melanjutkan apa yang disampaikan oleh Bang Henry, outlet di Jababeka ini adalah gerakan pertama dari kebijakan Mie Ayam Mahmud untuk Go Nasional yang dicanangkan mulai tahun 2018. Tahun dimana mereka juga membuka peluang bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang berminat membawa, mengembangkan bisnis, dan menjaga nama baik jenama Mie Ayam Mahmud dalam paket franchise. Tentu saja, secara regular, manajemen pusat yang berlokasi di Medan akan terus memantau kualitas produk dan pelayanan. Seperti yang dilakukan Bang Henry saat bertemu saya.

Untuk informasi mengenai kemitraan yang disebutkan di atas, sila buka tautan berikut ini : Kemitraan dan Waralaba Mie Ayam Haji Mahmud

Tampak depan resto yang berada di Jababeka, Cikarang

Lokasi Resto di Jababeka Cikarang

Sejak dunia industri sangat berkembang dalam belasan tahun terakhir di Cikarang, pergerakan roda perekonomian pun serentak maju. Cikarang yang dulu sering dicap sebagai daerah “jin buang anak” sekarang sudah menjadi kota satelit dengan segala macam ada. Kompleks perumahan, sekolah, pabrik, kantor, hiburan, dan tentu saja usaha kuliner. Area Jababeka salah satunya.

Berada di sisi yang berbeda dengan tempat saya tinggal (Lippo Cikarang), Jababeka, yang masuk di daerah Cikarang Pusat, terhitung sebagai salah satu pengembang properti yang patut diperhitungkan. Selain kompleks perumahan yang sangat besar, di Jababeka juga menyediakan beragam fasilitas yang dibutuhkan untuk tinggal. Tapi yang paling pesat menjamurnya adalah bisnis kuliner. Mulai dari sekelas warung, resto skala kecil dan besar, juga ada beberapa jenama yang sudah terkenal seantero nusantara. Baik yang berada di ruko-ruko, pusat perbelanjaan, maupun memiliki lahan sendiri.

Mie Ayam Mahmud termasuk di dalamnya. Menempati sebuah ruko dengan 2 lantai yang tergabung dengan tempat tinggal, sederetan toko penyedia jasa dan layanan ada di area ini. Ruko milik rekanan ini tidak persis di pinggir jalan, tapi warna kuning yang disematkan bikin kita gampang banget untuk mencarinya. Apalagi persis di posisi hook yang berada di depannya bebas dari pandangan dan bisa digunakan untuk parkir kendaraan. Repot gak sih nyarinya? Yah enggak lah. Semenjak ada aplikasi Maps dari Google dan GPS nyari lokasi tempat ini semudah ujung jari menekan fasilitas pencari lokasi tadi.

Area dapur yang luas, lega, bersih, dengan sirkulasi udara yang nyaman
Salah satu sisi resto

Menu yang Tersedia

Selain menu jagoan mie ayam jamurnya, resto ini juga menyediakan pilihan-pilihan lain seperti masakan khas nusantara, menu oriental, aneka seafood, berbagai jenis olahan ikan dan ayam, serta minuman dalam berbagai rasa. Jadi yang ingin menikmati hidangan selain mie ayam, bolehlah mencoba opsi lain yang juga sama enaknya.

Ada 5 menu yang menjadi favorit para pelanggan adalah Mie Pangsit Ayam, Mie Ayam Bakso, Nasi Ayam Becek, Nasi Goreng Spesial, dan Steak Chicken Double. Sementara untuk saya dan keluarga, menu Mie Ayam Jamur Spesial dengan Kerupuk AJ (kulit pangsit) dan Kerupuk PA (pangsit goreng isi) selalu jadi pilihan utama. Mie nya juicy dan tasty dilengkapi dengan semangkuk kuah, sayuran, ayam cacah, telor bacem, dan kulit pangsit goreng.

Untuk mie ayam jamur spesial ini ada 2 pilihan. Bisa dengan ukuran reguler (dalam mangkok putih) dengan harga 25rb atau ukuran jumbo (dalam mangkok hitam) di harga 35rb. Beberapa hari barusan, di kunjungan terakhir, saya mencoba yang ukuran jumbo. Habis? Ternyata enggak hahahaha. Ngikutin nafsu sih pengen tapi ternyata lambung saya gak kuat. Jadi untuk harga 35rb, semangkok jumbo ini hitungannya murah banget. Usulan saya sih semangkok jumbo bisa berbagi 2 orang, kemudian ditambah menu yang lain yang juga berbagi. Jadi bisa merasakan 2 jenis masakan tanpa harus tekor atau pingsan kekenyangan.

Mie ayam jamur spesial | Menu pelopor Mie Ayam Mahmud
Kerupuk PA/pangsit goreng isi (kiri foto) dan Kerupuk AJ/kulit pangsit (kanan foto)

Apa yang membuat Mie Ayam Mahmud berbeda dengan mie ayam lainnya? Yang pasti kehalalannya sangat terjaga. Mie ayam diproduksi sendiri dengan resep dan ingredient yang sudah mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI. Ukurannya kecil-kecil tapi rasanya tidak sekecil ukurannya itu. Dimakan tanpa tambahan saus, kecap, atau sambal pun, rasanya sudah enak tak terkira. Untuk yang seneng makan mie terendam kuah, boleh dicoba. Kuah mie nya gurih banget. Topping ayam cacahnya gak pelit bumbu. Telor bacemnya apalagi. Manisnya gak bikin neg. Pelengkap karbohidrat yang pas. Sayurannya juga gak lembek. Krenyes-krenyes saat dikunyah. Berharap taugenya rada banyakan karena saya penggila sayur yang satu ini hahahaha.

Ayam Sambal Becek | Makan ini bisa ngabisin nasi sebakul
Nasgor Spesial | Salah satu menu yang pernah dicoba suami | Leker maksimal
Steak Chicken Double | Salah satu yang terlaris

Untuk kamu yang bawaannya mager tapi tetap pengen makan enak sambil leyeh-leyeh di rumah atau hanya punya waktu terbatas selama istirahat di kantor, Mie Ayam Mahmud bisa dipesan lewat Gofood atau Grabfood loh. Setiap saya berkunjung ke resto ini, yang namanya mas-mas gojek/grab gak berhenti datang dan silih berganti terlihat duduk mengambil pesanan. Ada yang cuma membawa 1 menu tapi pernah juga pesanannya segambreng bertumpuk-tumpuk. Saya pernah menyempatkan diri memesan lewat salah satu aplikasi di atas, packagingnya bukan plastik loh. Kotak/box kertasnya juga colourful dan informatif, plus ramah lingkungan.

Peduli akan promosi untuk menjaring lebih banyak pelanggan, Mie Ayam Mahmud sering kali mengadakan Give Away atau kegiatan-kegiatan promosi yang disebarkan melalui media sosial via akun Instagram (IG) @hajimahmud.jababeka. Dapatkan hujanan promo, voucher, atau harga khusus (diskon heboh) selama periode tertentu. Bahkan dalam waktu-waktu khusus, Mie Ayam Mahmud, seperti yang disampaikan oleh Bang Henry, mengundang blogger/food blogger dan atau influencer untuk merasakan nikmatnya masakan Mie Ayam Mahmud tanpa biaya sama sekali alias gratis. Naaahh seru kan ya?

Yang pasti, resto dengan jam operasional pkl. 08:00 wib hingga 23:00 wib ini siap memanjakan lidah kita tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Terasa nikmatnya makan enak tapi gak kepikiran bokek. Klop sudah nikmatnya dunia. Ngintip dong hidangannya apa aja. Sila lihat-lihat lembaran menu berikut ini ya. Barangkali bisa jadi insiprasi untuk ngeklik pemesanan makan on-line habis baca artikel ini. Ssssttt, Mie Ayam Mahmud juga melayani catering untuk event loh. Bisa untuk arisan, gathering, nikahan, seminar, party, dll. Tentu saja tetap dengan harga bersahabat dan rasa yang khas melegenda dari Kota Medan.