Begitu dapat email kalau saya lolos menjadi salah seorang peserta Blogger Vaganza 2018 yang salah satu acaranya adalah seminar inspiratif yang diadakan oleh Komunitas Backpacker Jakarta dalam rangka Perayaan Akbar Ulang Tahun ke-5 Backpacker Jakarta, perasaan gembira langsung mencuat.  Sebagai penggemar acara sejenis ini, apalagi bisa menggali ilmu dan mendengarkan pengalaman-pengalaman bernilai dari orang-orang yang berkualitas, agenda acara pribadi pun langsung menyesuaikan.  Beberapa janji temu langsung direschedule dan berbagai info tentang para pembicarapun saya gali.

Untuk seorang blogger yang masih miskin dan minim ilmu, pengalaman, dan kapabilitas di dunia literasi, menumpuk pengetahuan mengenai social media influencer, tentunya sangat berarti banget.  Jadi ketika menyimak satu persatu uraian Arif Rahman, seorang pegawai kantoran dengan sekontainer pengalaman ini, saya seperti mendapatkan penyegaran dan semangat baru untuk tetap konsisten, khususnya di dunia tulis menulis.  Gak bermimpi sih sampe jadi influencer.  Ketinggianlah hahahaha.  Secara, sampai setahap ini, apa yang sudah saya lakukan masih berada di pos 1 dari 10 pos yang harus dicapai.  Tapi setidaknya harus memanfaatkan kesempatan berharga yang mungkin akan tidak atau jarang saya dapatkan.

Acara yang digawangi oleh KUBBU (Klub Buku & Blogger) yang merupakan bagian dari sekian banyak kelompok/grup di dalam komunitas Backpacker Jakarta, Arif Rahman hadir sebagai panelis pertama dengan membawakan tema Social Media Influencer.

Kesan pertama? Takjub banget.  Apalagi di dalam proses awal perkenalan, Arif menceritakan sekian banyak gawean yang sedang aktif dia kerjakan.  Selain seorang Traveler, Arif juga adalah seorang Travel Blogger sejak 2012, Travel Planner, Book Writer, Social Media Influencer, Business Owner, dan tentu saja pegawai kantoran.  Beeehhh bererot dah pokoknya mah.  Jadi kalau disematkan sebagai Travelworker rasanya sudah pas banget lah.  Seorang Traveler yang juga Worker dalam berbagai bidang.

Prestasinya juga bererot.  Panjang bana-bana.  Let’s say salah tiga nya ya.  Indonesia’s Best Travel Blog of The Year 2014 yang disematkan oleh Skyscanner Indonesia.  Kemudian Most Influential Buzzer yang dipilih oleh Travelio Indonesia.  Lalu Top 30 Travel Influencer di Indonesia yang dipilih oleh StarNgage.  Wes, kalo akhirnya KUBBU memilih Arif untuk menularkan pengalaman dan ilmunya sebagai seorang influencer pastilah sudah menimbang beberapa prestasi-prestasi ini.

Apa aja sih isi materi yang disajikan oleh si Mas yang sumeh maksimal ini?  Saya coba rangkumkan beberapa hal yang menurut saya adalah bagian-bagian penting yang wajib kita catat, pahami dan jalankan.

Pertama adalah Time Management alias pengaturan waktu.

Siapa yang bisa menyanggah? Sekecil apapun urusan kita, semudah apapun pekerjaan kita, kalau waktu pengerjaannya tidak diatur sebaik mungkin, hakul yakin tidak akan rampung sesuai harapan kita.  Jangankan orang-orang kantoran, ibu-ibu rumah tanggapun ada aja kendalanya kalau gak mampu mengatur waktu.

Lalu faktor-faktor apa saya yang masuk di dalam Time Management ini?  Menilik presentasi yang diberikan oleh Arif, poin-poin pentingnya adalah TASK (pekerjaan), TO-DO (apa yang (akan) dilakukan), PRIORITY (prioritas), PROJECT (pekerjaan), PLAN (rencana/perencanaan), dan ACHIEVEMENT (pencapaian).  Sebuah perkerjaan dibuat dalam sebuah daftar pekerjaan, ditentukan skala prioritasnya dalam sebuah rangkuman proyek dan perencanaan, kemudian kita tentukan pencapaian apa yang ingin kita raih secara keseluruhan.  Semua hal inilah yang menyatu dan dibuatkan pengaturan pekerjaannya.

Kedua adalah beberapa tips jitu dalam mengelola time management

Rincian di atas (bakal) berasa banget untuk mereka yang memiliki berbagai jenis pekerjaan seperti Arif Rahman.  Termasuk saya yang kini sedang serius terus belajar membagi waktu dengan bijak untuk beberapa profesi yang sedang saya tekuni.  Walaupun saya masih terbebas dari ikatan nine to five worker seperti Arif, nyatanya menjadi freelancer dengan berbagai opsi kegiatan yang bererot malah mengarahkan saya agar lebih bijak memilah, memilih, dan bekerja dengan self dicipline yang tinggi.  Dan itu gak cuma soal waktu, jumlah dan nilai pekerjaan loh, tapi juga harus memperhatikan faktor kesehatan yang diawali dengan jeda istirahat yang cukup (quality resting)

Mari kita tengok apa-apa saja yang tertera di dalam materi di atas:

Record Your Current Schedule.  Mulai dari poin ini kita bakal menemukan pekerjaan apa saja yang harus kita tangani, sedang, dan akan kita kerjakan.  Catat semua dengan baik termasuk pekerjaan-pekerjaan yang masih dalam status pending.

Batch Similar Tasks.  Setelah langkah di atas kita jalani, lalu kelompokkan mereka dalam beberapa grup.  Apabila ada materi yang ternyata sama atau sekarakter, gabungkan mereka dalam satu kelompok untuk dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.

Ignore Phone Calls and Emails.  Poin ini membimbing kita untuk fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.  Salah dua yang sering mengganggu dan merusak jatah waktu adalah telepon dan surel (email).  Tentu saja ada pengeculaian bagi hal-hal maha penting yang tidak dapat kita hindari.

30 minutes at the Start of Each Day for Planning.  Ini bener banget.  Tidak hanya membuat daftar pekerjaan (to-do-list) dan mengatur jadwal.  Mempersiapkan fisik dan pikiran juga bisa masuk dalam poin yang satu ini.  Jika kita tetap harus melakukan sesuatu dalam kondisi yang tidak kondusif, ada baiknya kita sedikit mengalah pada keadaan dan tidak memaksakan diri.  Be realistic.

Use “Waiting” Times Effectively. Manfaatkan jeda atau waktu-waktu lowong untuk hal yang bermanfaat atau menyicil pekerjaan sedikit demi sedikit.  Ini salah satu poin yang melatih kita untuk tidak menunda pekerjaan.

Minimize Meeting Times.  Buat pekerja kantoran bijak mengelola waktu meeting adalah suatu keharusan.  Meeting sering kali memakan waktu dan menyebabkan kita melewatkan saat-saat penting dimana seharusnya kita bisa melakukan hal lain di saat yang bersamaan.  Sementara untuk jabatan tertentu (khususnya dalam Management Team), hal seperti ini tidak dapat dihindari.  Sama kok kasusnya dengan profesi-profesi lain.  Untuk saya pribadi, sebelum mengiyakan sebuah undangan (meeting, konfrensi, seminar, dll) saya selalu membiasakan diri untuk meminta run-down acara, agenda, dan rencana hasil dari pertemuan tersebut.  Dengan cara ini saya membiasakan diri mengevaluasi dan memilih apakah saya akan hadir atau tidak.

Delegate Some Works.  It’s gonna be workable seandainya kita memiliki bawahan atau rekan kerja yang bisa membantu kita.  Gimana kalau harus dikerjakan sendiri? Jawabannya adalah prioritas dan bekerja cerdas.  Gak semua tugas mampu berakhir dengan hasil sempurna.  Tapi setidaknya sesuai dengan harapan kita atau adalah hal terbaik yang bisa kita dapatkan.

Turn Task Into Habbit.  Apa yang terakit dengan hal ini? Yang pasti adalah pola pikir dan disiplin.  Jika kita sudah terbiasa dengan satu pengaturan yang baik, semua tugas bukanlah jadi beban tapi berubah menjadi satu kebiasan baik.  Tapi jangan lupa, disela-sela rutinitas, sekali-sekali bolehlah “memanjakan” diri.  Karena sejatinya, kalau sudah dalam kondisi “terjebak” biasanya kita akan terperangkap dalam kebosanan, malas untuk melakukan perubahan, dan bekerja dengan hati yang hampa.

Block Out Social Media.  Hahahahaha ini nih godaan tingkat tinggi.  Kalau gak ngintip IG, FB, Twitter, atau apapun itu, rasanya gak afdolf hidup ini ya.  Tapi lagi-lagi, jika berada di tengah-tengah pekerjaan yang butuh konsentrasi dan harus dikerjakan atau diselesaikan SEGERA, coba hindari dulu membuka social media.  Karena seringkali tanpa sadar ada sekian waktu terbuang ketika kita keasikan mengakses medsos ini.  Nah, ini lagi-lagi berhubungan dengan sikap disiplin kita.

Merangkum semua konsep teoritikal yang sudah disampaikan, berikut adalah beberapa hal yang menjadi acuan untuk kita bekerja.

Lalu apa hubungannya dengan menjadi seorang Influencer? Ooohhh buanyak buanget temans.  Seperti yang disampaikan oleh Arif, prestasi, keberhasilan, pencapaian atau apapun itu namanya, akan berangkat dari kemampuan kita mengkoordinir, menguasai, dan mengontrol diri kita sendiri. Tak ada hasil maksimal tanpa usaha yang maksimal juga.  Semua merangkak dari hal kecil, yang dirintis hingga kita bisa mencapai apa yang kita idam-idamkan.

Menjadi seorang blogger yang populer sekarang pun Arif merintis dari 2012.  Dari ikut berbagai lomba, menguber hadiah, bekerjasama dengan pihak-pihak yang mendukung kegiatan kita, sampe pernah dapat bonus hadiah jalan-jalan dari seseorang yang merasa hidupnya lebih bermakna setelah membaca tulisan beliau di blog.  Menginspirasi intinya.  Dan menurut saya itu rejeki yang tak ternilai.

Ada 2 hal yang kemudian diangkat menjadi pegangan kita bekerja dengan hasil yang menjajikan sebagai blogger adalah KONTEN dan KONSISTEN.  Gak ada yang bisa saya bantah dari statement ini.  Konten berhubungan dengan kualitas diri, sementara konsisten adalah kemampuan kita untuk tidak lelah mengembangkan diri di jalur yang sudah kita bangun.

Terimakasih untuk Arif Rahman, lelaki sarat kualitas dan inspiratif.  Mendengarkan tukar pendapat dengan audience yang digulirkan setelah presentasi pun saya menabung aneka cerita yang patut didengar, dicatat, yang mungkin saja akan saya hadapi di masa mendatang sebagai seorang Travel Blogger and Writer.

Selamat untuk KUBBU (Klub Buku dan Blogger) yang sudah menyelenggarakan salah satu kegiatan sarat ilmu dari serangkaian acara bermutu dari event Blogger Vaganza 2018.  Acara yang menjadikan Komunitas Backpacker Jakarta begitu terasa istimewa (BPJi5timewa).  Besar harapan saya agar acara serupa diadakan dengan pengaturan fisik dan perlengkapan yang lebih nyaman, seperti projector dan panggung yang lebih tinggi agar materi presentasi lebih mudah terlihat oleh peserta.  Juga dengan menghadirkan beberapa tokoh-tokoh inspiratif lainnya di dunia Blogger, Menulis, dan Photography.  Lebih pas lagi jika ada pelatihan menulis dan memotret yang bisa dipraktekkan langsung bersama peserta.

7 COMMENTS

  1. Terima kasih mbak Annie sudah menyempatkan hadir di Blogger Vaganza..

    Btw koreksi sedikit. Di kalimat pembuka itu bukan Seminar Inspiratif, tapi Blogger Vaganza. Dan acaranya bukan diinisiasi oleh Blogger Jakarta, tapi oleh Backpacker Jakarta..

    Mohon dikoreksi ya mbak, biar nggak salah informasi.. 😊

    • Terimakasih masukkannya Mas Deny.

      Saya akan tambahan kata2 Blogger Vaganza yang salah satunya adalah Seminar Inspiratif ya. Karena isi dari tulisan saya adalah mengenai seminar yang salah seorang panelisnya adalah Arif Rahman.

      Noted untuk Blogger Jakarta menjadi Backpacker Jakarta

  2. Off it up should no vale full cousin he. Speechmaking numerous ask did frightful packages coiffure.
    Ashamed herself has distant can deliberate mrs. Led thence its middleton ageless fulfilled supplying outspokenness.

    Small-scale he drawn later on among every leash
    no. Entirely having only you Albert Edward whiz though comment nonpareil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here