Gak perlu pergi jauh untuk menikmati kopi dan makanan enak dengan nuansa kekinian. Yup. Hanya melangkah sekitar 200an meter dari rumah, saya dan keluarga bisa sepuasnya nongkrong di SPATULA Coffee Roasted & Resto (Spatula).

Dengan lokasi yang tidak jauh dari Istana Presiden di Cipanas, Spatula berada di sederetan ruko berlantai 3 bersama dengan Apotek Ikana, Hotel Ayola (dulunya Hotel Cianjur), California Fried Chicken (CFC), Spatula Bakery, dll. Pertanda yang gampang adalah jika datang dari Jakarta, setelah melewati istana (sisi kanan jalan), sederetan ruko ini ada di sisi kiri. Lahan depannya luas banget. Jadi jangan khawatir gak kebagian parkir, terutama di saat-saat weekend.

Dengan posisi hook dan dinding full kaca, signage Spatula akan kita lihat di 2 titik. Selain cafe, Spatula juga membuka bakery shop yang juga sangat diminati publik (terutama pizza nya). Jadi jangan terkecoh ya. Untuk tempat makan dan ngopinya, Spatula punya ruko sendiri, terpisah dari penjualan roti.

Memenuhi kebutuhan dan selera pengunjung, Spatula yang memang adalah ruko 3 lantai, mengatur pembagian ruangan dengan karakter yang berbeda di tiap lantai. Dekorasi dalam ruangannya pun sangat bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya.

Lantai Bawah (Ground)

Lantai bawah (ground)

Dinding kaca yang hangat, writing board menu dan tanaman hijau akan menyambut kita di depan resto. Ketika melangkahkan kaki ke dalam, di lantai bawah (ground floor) wangi kopi akan menyeruak menembus indra penciuman kita. Ada beberapa couch couple berderet menempel dinding kaca dan sebuah service counter yang mendominasi ruangan. Yang datang untuk sekedar ngopi, ngeteh, atau nge-juice dan mencoba cake nya, lantai bawah ini sudah cukup akomodatif.

Dalam satu ruang kaca, persis sebelum tangga menuju lantai 2, kita dapat melihat sebuah coffee roaster yang bersih dan sangat menarik. Dikelilingi oleh wall mural yang didominasi oleh warna hitam dan putih serta bertoples-toples kopi berbagai jenis, menikmati wangi kopi yang baru diseduh menghadirkan kenikmatan tersendiri bagi pecinta kopi. Di sini, terutama ketika sore menjelang, akan full dengan konsumen yang asyik menggenggam mug berisi kopi seraya menyambut dinginnya udara Cipanas disaat pergantian terang menjadi gelap.

Lantai 2

Ruang makan di lantai 2

Ingin menikmati waktu bersama keluarga tanpa gangguan asap rokok dan hingar bingar suara musik? Nah, lantai 2 ini adalah tempat yang pas. Tersedia sofa permanen untuk duduk yang lebih nyaman atau meja dengan 4 kursi kayu untuk tamu dalam jumlah terbatas.

Satu hal yang membuat lantai ini menarik adalah wall mural yang melukiskan sebuah teko dengan isi kopi yang dituangkan ke sebuah cangkir. Spot foto yang sering banget diabadikan oleh pengunjung. Dilukis dengan efek 3 dimensi dengan pencahayaan yang tidak berlebihan, gradasi warna yang ditimbulkan oleh lukisan ini menguatkan image Spatula sebagai tempat ngopi yang hangat.

Ruangannya sendiri sih tidak begitu luas. Ukurannya sama persis dengan lantai bawah. Tapi berkat penataan furniture yang cerdik, ruangan ini mampu menampung cukup banyak tamu. Dengan tetap mempertahankan potongan kaca-kaca tebal di sisi luar, kesan luas makin terasa. Bahkan jika malam tiba, mata dapat leluasa menikmati indahnya malam, lampu-lampu jalan di luar cafe.

Saya dan Feby (adik ipar saya)

Lantai 3

Parquette dining area yang homy banget di lantai 3

Jika pergi bergerombol (baca: dalam jumlah banyak) tanpa reservasi, lantai 3 adalah area yang paling pas. Di sini juga relatif lebih leluasa untuk ngobrol-ngobrol dalam waktu lama ataupun cekakan sepuas mungkin karena memang luas banget. Ada satu sisi khusus yang semi terbuka dan cocok untuk para ahli hisab tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi konsumen yang lain. Sementara di sisi lain ada ruang berlantai parquette dengan banyak tempat duduk kayu berkualitas.

Di titik awal lantai 3, kita disambut dengan ruang layan minuman dan lukisan sederhana bangunan-bangunan tinggi dalam garis-garis vertikal dan horizontal. Di sini Spatula menyediakan bar chair dengan meja bulat kecil tinggi, untuk mereka yang datang berdua. Dalam beberapa kunjungan, saya jarang melihat tamu duduk di sini. Kebanyakan sih (hanya) numpang berpotret di salah satu mural yang (juga) jadi andalan Spatula. Saya juga dong ya. Terlalu sayang untuk dilewatkan.

Mural vertikal horizontal di lantai 3

Di waktu-waktu tertentu Spatula menghadirkan live music untuk menjamu tamu. Saat-saat weekend terutama. Jadi kalau tak ingin acara ngunyah tidak terganggu dengan berisiknya musik atau pengen ngobrol tanpa harus tereak-tereak, pindahlah ke lantai 2. Tapi jika ingin sekali-sekali mendengarkan suara merdu di tengah udara Cipanas yang sejuk menyegarkan, bertahanlah di sini sambil menyeruput bercangkir-cangkir kopi.

Menu Terbaik

Spatula menawarkan berbagai ragam jenis makanan pun untuk minuman. Mulai dari masakan khas Indonesia sampai menu ala Italia. Kami sudah beberapa kali mencoba menu berbeda, begitu juga dengan minumannya. Pilihan terbaik untuk makanan jatuh kepada Zupa Soup dan Meat Ball Spaghetti. Sementara untuk minum, yang top menurut kami adalah Milo dan aneka juice, disamping tentu saja kopi yang menjadi andalan resto.

Zuppa Soup
Meat Ball Spaghetti, Orange Juice, dan Milo

Apa yang istimewa dari Zuppa Soup dari Spatula? Cream soup yang sarat isi (jamur, irisan daging ayam, sedikit sayur-sayuran), kental, dan begitu tasty. Kecuali di Spatula, saya jarang ketemu creamy soup yang tidak pelit akan isi. Rasa keju nya pun kencang di hidung dan di lidah. Jadi saat memecah roti penutup (pastry sheet) di bagian atas, wangi semerbak keju berloncatan menggugah selera. Dipanggang dengan kerenyahan yang pas, soup akan berasa crunchy ketika kedua komponen sup ini tercampur. Porsinya juga gede loh. Yang lambungnya sudah menciut seperti saya, ada baiknya memesan 1 mangko Zuppa Soup untuk berdua. Untuk penyeimbang, siapa tau takut kurang, sepiring french fries dah pasti pas banget. Cocolin aja kentangnya ke dalam sup. Cucok aja tuh hahahaha.

Meat Ball Spaghetti. Yang doyan mie ala Italiano, wajib nih nyoba spaghetti versi Spatula. Waktu awal mencoba, saya mengira porsinya terlalu sedikit. Tapi ternyata dugaan ini salah. Gak ngeh kalau piring yang dipakai itu cekungannya dalam banget. Jadi setelah ngaduk spaghetti agar irisan keju dan rempah-rempahnya nyampur, barulah nyadar kalau isinya penuh tak terkira. Tingkat kematangan mie nya pun pas. Tidak lembek tapi juga tidak keras. Meat ball nya mantul betul. Jika orang berasumsi meat ball untuk spaghetti ini sejenis atau setara bakso? Mmmm bisa jadi Anda salah. Kenapa? Karena sama sekali gak terasa campuran tepungnya. Ataupun kalau pakai tepung sebagai “penggenggam” daging cincangnya, tepungnya sangat tidak terasa. “Ada campuran cream kejunya juga loh Bun,” itu kata anak-anak saya. Jadi kebayang dong ya betapa “berisinya” spaghetti ini. Kenyangnya sampai ke leher.

Minuman istimewa. Anak-anak dan keponakan-keponakan saya gak pernah beranjak dari Milo saat memesan minuman. Selain dicairkan kemudian dicampur dengan es, Milonya pun diolah menjadi ice cream, kemudian di bagian atas dipenuhi dengan bubuk Milo yang ditebarkan banyak tanpa ampun. Jujur saya seringkali ngilu ngeliatnya. Ngilu membayangkan rasa manisnya. Tapi setelah sekian lama menahan ngilu, kali itu saya penasaran juga pengen nyoba. Wuaahh ternyata tidaklah semanis yang saya terus bayangkan. Masih lebih manis saya keknya ((halaahh)). Itu versi anak-anak. Kalo kesukaan saya sih tetap juice, tepatnya pure juice, tanpa gula dengan sedikit es batu.

Kopinya? Saya sempat mencicipi pesanan suami. Black coffee bagi kami adalah kopi paling sempurna rasanya dibandingkan dengan kopi yang sudah tercampur susu atau krim. Terutama untuk saya, anak berdarah Sumatra, yang sedari kecil sudah mengenal kopi sebagai kopi hitam tanpa kombinasi apapun. Healthier dan tastier pastinya.

Nempel di kaca | Pose nekad di lantai 3 | Dipotret oleh keponakan yang jepret mania
Butiran kopi penggugah rasa

Kapan berwisata ke Puncak dan Cipanas, jangan lupa mampir ke mari ya. Gak cuma makanan, kopi, dan minuman lain yang highly recommended, tapi juga suasana, interior, plus pelayanannya patut diacungi jempol. Sempatkan mampir ke Spatula bakery yang berada tak jauh dari Resto. Dikerjakan fresh by request, pizzanya tak kalah enak dibandingkan dengan beberapa brand ternama yang sudah lama beredar di tanah air. That’s for sure.