Bicara soal wisata alam, kaya akan sentuhan warna-warna alam sepanjang tahun, banyak kita temui di Indonesia.  Salah satunya adalah UMBUL SIDOMUKTI yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.  Apa sih bedanya tempat ini dibandingkan destinasi wisata alam yang lain?

Sumber: www.umbulsidomukti.com

 

MENUJU UMBUL SIDOMUKTI dari KOTA SEMARANG

Pagi itu, di hari ke-3 kunjungan saya ke Semarang, kami (saya dan Meli) sudah menyusun agenda untuk menyambangi beberapa tempat wisata yang tidak berada di dalam kota Semarang.  Ada beberapa alternatif yang sampai di tangan kami setelah browsing dan tanya sana sini, hingga akhirnya kami memutuskan untuk ke Umbul Sidomukti baru setelah itu ke Candi Gedong Songo.  Keduanya berada tidak berjauhan, sehingga alokasi waktunya pas dan tidak terbunuh oleh kemacetan untuk mencapai satu tempat ke tempat yang lain.

Sarapan pagi sekenyang mungkin, jam 8 pagi, kami berdua sudah siap berangkat dengan mobil sewaan yang sudah kami pesan melalui seorang sahabat saya yang bekerja di salah satu media besar di Indonesia.  Percakapan ringanpun mengalir khususnya mengenai agenda kami hari itu, serta jalur yang akan kami lalui untuk menghindari kemacetan di waktu berangkat kerja.  Beruntung supir kami hari itu, besar dan tinggal di Bandungan, jadi sepanjang jalan kami bisa merajut mata, menyambung jam-jam tidur supaya segar ketika sampai di tujuan.  Padahal sih aslinya pelor hahahahaha.

Melewati tol Semarang menuju Solo, kami berkendara menuju daerah Lemah Abang kemudian melewati pasar Jimbaran, dan mulai menanjak setelah melewati SD Sidomukti.  Jalur menuju tempat wisata ini terlihat pas-pasan untuk mobil pribadi.  Jejak 2 paving besar bersisian mengharuskan pengemudi menjejakkan roda persis di atas alur jalan.  Dengan kondisi jalur seperti ini, rasanya mustahil bisa dilalui oleh bis pariwisata 45 seats.

Melewati perumahan penduduk, jalan kerap mendaki dan berliku-liku.  Kami pun memutuskan untuk mematikan AC mobil dan menikmati udara segar yang semakin terasa sepanjang perjalanan.  Melewati aneka perkebunan, dalam 30menit kemudian kami sampai di titik pertama keseluruhan kompleks Umbul Sidomukti.

Sekilas membaca uraian yang disampaikan oleh pihak Pengelola di dalam official website Umbul Sidomukti, www.umbulsidomukti.com, kita dapat mengetahui bahwa alasan membangun tempat wisata ini adalah karena kekaguman atas panorama alam yang terbangun indah di sana.  Puncak gunung Ungaran, gunung Merbabu, gunung Andong, gunung Telomoyo, Rawa Pening, 2 bukit kembar Cemanggal, gunung Muria, dan gunung Lawu, yang kesemuanya mengepung indah tempat ini, menjadikan harmoni kekayaan alam yang wajib dipelihara.  Keberuntungan seperti apa lagi yang tidak dimiliki oleh Desa Sidomukti untuk tidak menjadikannya sebuah tempat wisata alam dan bisa dinikmati oleh banyak orang.

Sumber: www.umbulsidomukti.com

 

PEMBERHENTIAN PERTAMA | Taman Renang Alam | Adrenalin Games Area

Melewati sebuah pondok wisata, kami pun kemudian berhenti di titik pertama dan terbawah dari keseluruhan fasilitas yang disediakan oleh Umbul Sidomukti.  Tampak parkiran masih lengang.  Hanya dalam beberapa langkah saja, turun dari mobil, mata sudah dimanjakan oleh pemandangan yang memberi damai di jiwa di tengah kabut yang sepertinya masih enggan untuk beranjak.

Pemandangan dari arah parkiran mobil

Sebuah lapangan hijau terbentang persis di bawah area parkir seperti menyatu dengan puncak gunung Ungaran dan perbukitan di sekitarnya yang disusun bergaris seperti sawah terasering.  Belakangan saya akhirnya mengerti bahwa garis-garis tersebut adalah jalan setapak untuk mereka yang ingin menjelajah dan menelusuri lereng bukit atau gunung tersebut.  Terlihat juga jalur jalan untuk kendaraan.  Sepertinya, kalo terlihat dari kejauhan, cukup untuk dilalui oleh mobil pick-up kecil.

Pemandangan dari arah parkiran mobil

Menoleh ke sisi kanan dari atas lapangan terbuka ini, terlihat beberapa fasilitas permainan-permainan yang memacu adrenalin.  Jembatan panjang dengan pijakan kayu yang saling berjarak satu sama lain dengan pegangan minim tampak begitu menantang.  Berada di lembah dengan nuansa jurang yang lumayan dalam, perlu waktu menata hati dan berjuang melawan diri sendiri untuk melewati jembatan yang panjang itu.  Jembatan panjang ini dinamai Marine Bridge.  Kita perlu merogoh kocek senilai Rp 18.000,-/orang untuk menguji nyali di jembatan ini.  Berdampingan dengan Marine Bridge terlihat tali besar panjang yang menyebrangi lembah.  Sesuai dugaan saya, tali ini disediakan untuk Flying Fox.  Membayar Rp 20.000,-/orang, para tetamu bisa menikmati rasanya terbang tengkurep atau duduk melayang di jalur ini.  Buat yang memang ada ganjalan di hati, mencoba flying fox bisa menjadi obat yang ampuh.  Kok gitu? Karena kita dapat berteriak sekencang-kencang tanpa orang akan bertanya teriaknya untuk apa.  Bisa jadi karena takut, karena menikmati pacuan andrenalinnya, atau bisa juga karena perasaan kesal yang muter terus di dalam hati itu tadi.  Catet!!

Beberapa langkah dari titik ini, kami bertemu dengan pondok tiket.  Membayar HTM senilai Rp 8.000,-/orang untuk hari kerja (Rp 10.000,-/orang untuk hari libur dan akhir pekan), kami berjalan mengikuti jalan setapak yang sungguh indah dan bersih.   Aneka tanaman dan pohon pinus berdiri rapih, tumbuh subur dan terawat. Setiap tanaman yang dipelihara sepanjang jalan diberikan plang nama (baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Latin).  Kalau rajin dan menikmati setiap jengkal langkah di sini, terutama untuk penggemar tanaman, dijamin waktu 1 jam pun pasti tak terasa.  Apalagi di sekitar pohon juga disediakan tempat duduk untuk beristirahat.  Wah, bakal betah dah tuh.

Jalan setapak dengan pagar pohon pinus di sisi kanan dan kiri

Menyelesaikan jalan setapak dengan pohon pinus di kanan kiri, kita akan disambut dengan rumah tiket kembali.  Kenapa gak sekalian di depan tadi ya?  Rumah tiket ini melayani pembayaran berbagai fasilitas untuk petualangan atau wahana andrenalin tadi atau untuk memasuki Taman Renang Alam yang berada di lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian 1.200 mdpl dan diapit dengan dua jurang di kanan dan kiri.

Adrenalin Games Area

 

Di dekat rumah tiket ini, terdapat photo booth dengan promosi IG @ragentar_outbond yang mengelola setiap aktifitas alam di Umbul Sidomukti.  Bersebelahan dengan photo booth, tampak rentetan petunjuk kenyamanan dan keselamatan yang sangat komunikatif.  Informasi yang sangat bermanfaat untuk pengunjung yang ingin menikmati wahana andrenalin dengan tetap peduli akan diri sendiri dan orang lain.

Karena tidak berminat mengasah mental sepagi itu, kami akhirnya berjalan lurus menuju Taman Renang Alam dengan membeli tiket tambahan sebesar Rp 8.000,-/orang.  Melihat kontur tanah yang semakin menurun, kami memutuskan untuk berada di tempat tertinggi agar saya bisa memotret dengan lebih leluasa.  Plus mencari minuman hangat untuk mengimbangi udara sejuk yang mulai menyapa kulit.  Pucuk dicinta ulam tiba, ternyata ada resto besar di sisi kanan jalan, tinggi, dengan beberapa tempat duduk yang pas banget menghadap hamparan pemandangan di depan mata.

Menaiki tangga yang lumayan banyak anak tangganya, nyatanya menghantarkan kami ke posisi duduk yang paling pas di sini.  Nuansa putih dan hijau yang mendominasi cafe bahkan mampu melengkapi sentuhan alam yang menyatu dengan panorama bukit yang terhampar di hadapan kami.  Walaupun sentuhan hijau di dalam cafe diambil dari tanaman artificial, ternyata sedikitpun tak mengurangi vitamin mata dan hati yang didapat dari warna hijau yang berada di sekitarnya.  Warna putih pun meninggalkan kesan yang damai di hati dan tampak sejalan dengan hijau yang tersebar di sana sini.

Sejenak menikmati sejuknya udara, saya menyeruput kopi dan menikmati singkong goreng yang kering merekah.  Padanan yang pas dan enak banget.  Membayar duduk berlama-lama di dalam mobil dengan penglihatan yang terbatas, saya menebar pandangan ke arah lembah di bawah cafe ini sebelum memutuskan untuk berkeliling dan merekam semuanya melalui kamera saya.

Tampak di bawah kolam renang 3 tingkat/kolam dengan air berwarna turqoise, dilengkapi dengan beberapa pondokan untuk beristirahat.  Ada juga area duduk dari semen berbentuk melengkung yang disediakan untuk pengunjung yang tidak kebagian tempat di pondokan.  Kemudian bukit yang bergaris jalan setapak, tampak lebih jelas dari titik saya duduk.  Dari kejauhan juga terlihat Rawa Pening yang tampak luas membentang.

Danau Rawa Pening yang terlihat membentang luas
Kolam renang dengan air berwarna turqoise. Menurut informasi, di kolam ini terdapat mata air dengan jalur resapan air sehingga air terus berputar dan berganti. Sehingga keberadaan kolam renang ini tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan polusi air
Pondokan/Gazebo yang berada di sisi kanan kolam atau di tepi tebing. Tambah adem tertutup tanaman

Melangkah pelan menuruni banyak anak tangga dan mengelilingi kolam renang, saya membuang pandangan ke arah cafe putih dari arah bawah, saya melihat ternyata cafe ini dibuat 2 lantai.  Di lantai bawah, cafe dilengkapi dengan meja dan tempat duduk kayu, yang sepertinya memang menyediakan fast food bagi pengunjung yang berenang seperti indomie, popmie, dan makanan serta minuman lain yang gampang dan cepat disajikan.  Di sebelahnya terdapat toilet, ruang bilas, dan ruang ganti bajul yang luas sekali.  Kebayang kalo musim liburan, entah berapa hiruk pikuknya tempat ini dengan jeritan anak-anak yang sibuk bermain air.

Taman Renang Alam dibuka mulai pkl. 08:00 wib s/d 17:00 wib di harga kerja (weekdays) dan pkl. 07:00 wib s/d 17:00 wib untuk akhir pekan dan hari libur.  Dari beberapa tautan yang saya buka tentang Umbul Sidomukti, tempat ini adalah spot yang sangat bagus untuk menikmati sun rise.  Biasanya ketika udara cerah dan tidak berkabut, banyak pengunjung yang datang untuk menikmati momen ini.

Menyelesaikan kunjungan di pemberhentian pertama ini, saya menggali beberapa informasi berikut yang mungkin berguna untuk para pembaca yang ingin menghabiskan waktu berlibur di sini.

RAGENTAR | Outbond Training dan Olah Nyali 

Selain melayani permainan-permainan on the spot yang telah saya uraikan di atas, mereka juga menyediakan sarana dan prasarana untuk Adventure Camp (2 days 1 night), Teamwork Excellent (Full Day Program), The Great Adventure (Half Day Program), Night Camp Fire (Short Time), River Up Trekking (Short Time), dan Teamwork Game (Short Time).  Selain itu, di sekitar tempat ini, juga disediakan sarana untuk kemping (camp).  Baik itu Corporate Camp, Student Camp, Leisure Camp, maupun Family Camp.  Rincian rundown beserta harganya dapat dilihat di official website mereka www.ragentar.com

Hotel dan Villa

Persis di belakang kantor Ragentar, pihak pengelola tempat wisata ini juga menyediakan hotel/penginapan dan beberapa villa yang tak kalah menarik.  Mereka memiliki 4 tipe kamar hotel yaitu Standard Room (IDR 575K – 700K/malam), Superior Room (IDR 675K – 800K/malam), Deluxe Room (IDR 725K – 900K/malam), dan Family Room dengan kapasitas 8orang (IDR 1.250K – 1.600K/malam).  Kesemuanya sudah termasuk makan pagi dan akses ke seluruh tempat wisata.

Selain kamar hotel, Umbul Sidomukti di area ini, juga memiliki beberapa villa dengan kapasitas 4 s/d 8 orang.  Villa Amanda and Bougenville dipatok dengan harga IDR 725K – 900K/malam. Villa Cempaka, Dahlia & Edelweiss dengan harga IDR 800K – 1.250K/malam.  Di setiap villa ada dapur kering/bersih yang bisa digunakan untuk memasak.

Mau mengadakan meeting dengan nuansa santai, udara sejuk, dan atmosphere yang berbeda? Umbul Sidomukti juga menyediakan paket Half Day dan Full Day Meeting dengan kapasitas minimum 10 – 30 orang.

Untuk informasi lanjut, sila hubungi beberapa link berikut ini: 0828-9203-1261/62, (298) 7137009, (298) 7137010, Email: umbulsidomukti@gmail.com atau www.umbulsidomukti.com untuk melihat foto-foto kamar hotel, penginapan dan villa 

 

PEMBERHENTIAN KEDUA | Pondok Kopi

Mendapatkan suntikan semangat dari supir yang mengantarkan kami bahwa view di puncak Umbul Sidomukti jauh lebih stunning dibanding pemberhentian pertama, kami pun tergelitik untuk ke sana.  Dengan jalan yang cukup menukik melewati sebuah guest house dengan cafe yang tampak persis seperti yang kami lihat di Taman Renang Alam, kami sampai di pemberhentian tertinggi dari Umbul Sidomukti.

Melewati jalan menanjak dengan kemiringan hampir 45 derajat, kami disambut oleh sebuah resto besar bernama Pondok Kopi.  Tempat yang cukup luas ini selain memiliki resto dengan tempat duduk yang banyak di bagian dalam resto, juga menyediakan meja dan bangku-bangku kayu yang sudah ditanam permanen di halaman resto.

 

Kadang pemeliharaan kambing/domba (bangunan kecil memanjang) dan Villa Pondok Kopi yang berderet di pinggir bukit (rumah-rumah di sisi paling kiri foto)

 

Dibangun dengan 2 lantai dengan luas sekitar 800m2, berdiri di bagian depan Pondok Kopi kita nyaris bisa menyapu seluruh pemandangan yang dihadirkan oleh Umbul Sidomukti.  Persis di bawah tempat ini, kita dapat melihat beberapa kandang pemeliharaan binatang dan beberapa villa (Villa Pondok Kopi) yang berdiri dan berderet di ujung lembah.

 

Kami sempat terjebak gerimis ketika menikmati pemandangan yang luar biasa indah ini. Waktu lebih pun bergulir tanpa terasa.  Untuk saya, orang yang terbiasa tinggal dikepung oleh lingkungan pabrik, dengan hiburan alam natural yang sangat minim, berada di Umbul Sidomukti banyak memberikan efek pencerahan dan refreshing jiwa.  Merasakan udara sejuk dan bersih, serta kesempatan untuk menikmati kebun-kebun sayur dan buah yang berada di sekitar tempat wisata ini, seolah menjanjikan pergantian oksigen di paru-paru akan selalu terjaga.

Melangkah keluar dari Pondok Kopi saya mendapatkan sebuah bukit yang ternyata adalah jalur masuk menuju Camping Ground.  Keinginan memotret lokasi ini terkalahkan ketika melihat betapa curamnya jalan setapak yang harus dilalui untuk mencapai lokasi berkemah yang pastinya lebih tinggi dari Pondok Kopi.

Langkah ringanpun membawa saya ke parkiran mobil untuk melalui jalan keluar yang berbeda ketika datang ke Umbul Sidomukti.  Strategi pengaturan lalu lintas yang cerdik mengingat bahwa jalan paving yang mengelilingi destinasi wisata alam yang satu ini hanya seukuran lebar mobil pribadi.

Once, jika ada kesempatan kembali ke Semarang, Umbul Sidomukti tentunya akan jadi salah satu agenda kunjungan saya.  Bagaimana dengan kalian?

Jalur bukit menuju Camping Ground. Ternyata ada tempat berwisata yang lebih tinggi lagi dari Pondok Kopi

 

 

 

 

 

Facebook Comment