Mengadakan sebuah photo session dengan dana terbatas (baca: penuh perhitungan) nyatanya perlu persiapan yang bukan cuma sebanyak jari di tangan kiri atau kanan.  Selain menyiapkan produk yang akan difoto, beberapa faktor lain yang turut berpengaruh adalah photographer, foto model (talent bukan talenan), make up, tim yang bekerja di lapangan, akomodasi, konsumsi dan tempat/venue untuk suksesnya pekerjaan ini.  Intinya butuh tenaga dan biaya, yang setelah dihitung-hitung, setidaknya sama dengan beli handphone kelas menengah.

Menemukan tempat yang tepat, istagenic, istagramable, dan sesuai di hati, yang disebutkan pada poin di atas, memberikan PR tersendiri untuk saya yang tinggal di daerah industri.  Walaupun sudah bertahun-tahun tinggal di Cikarang nyatanya gak gampang mendapatkan tempat yang sreg dan pas untuk foto-foto.  Mengerti dan sedikit banyak belajar mengenai photography dari teman-teman blogger, menerbitkan daftar panjang kualifikasi yang akhirnya bikin mabok diri sendiri.  Banyak maunya.

Hampir 2 minggu saya mengumpulkan informasi dari sana sini, menerima masukan-masukan dari emak-emak yang doyan kumpul-kumpul menghabiskan waktu bersilaturahim, dan browsing berjam-jam sampe mata pedih berair.  Hasilnya? Ternyata walau sudah beredar di beberapa provinsi, saya justru tidak mengenal lingkungan sendiri.  Bisa menyebutkan ini dan itu tentang daerah lain, tapi ilmu pengetahuan tetangga aja minim.  Ya ampun.

Baiklah.  Di saat mencapai titik nadir dan mulai menyerah, akhirnya pencerahan itupun datang.  Wangsit yang ditunggu-tunggu pun akhirnya berbaik hati menghinggapi saya (lebay).  Di saat yang sama, kondisi alam dan cuaca yang kerap berubah begitu cepat menjelang kegiatan foto yang sudah dijadwalkanpun, mendadak masuk dalam kualifikasi.  Di satu saat langit terang panas kejengkang.  Lain hari tetiba hujan angin melambai-lambai.  Bahkan menjelang dan hingga hari H tetiba hujan badai gak putus menghantam bumi.  Alamak.

Akhirnya, atas nama kelancaran pekerjaan, saya memutuskan untuk mengambil 2 alternatif dengan skenario berbeda.

Alternatif pertama adalah indoor, hotel dan resto, dengan tata ruang yang kaya akan keindahan.  Bertebaran hotel di Cikarang tapi saya langsung jatuh hati dengan hotel Holiday Inn Cikarang Jababeka.  Menengok foto-foto yang bertebaran di website dan beberapa jaringan pemesanan hotel via on-line, hotel bintang 5 satu-satunya di Cikarang ini, tampak luar biasa cantik interior dan exteriornya.

Alternatif kedua adalah outdoor.  Ini akhirnya jadi opsi pendukung.  Menunggu sikon kalau cuaca bersahabat.  Yang sudah masuk daftar adalah halaman dan kebun luas milik Meikarta, resto De Box yang lagi nge-hits disambangi anak-anak muda, dan tentu saja outdoor area di dalam Holiday Inn.

 

Menginap dan Bekerja di Holiday Inn

Menghabiskan waktu hampir 2 jam berfoto outdoor di Meikarta, kami bersegera menuju Holiday Inn.  Selain karena memang sudah waktunya check-in, hujan angin yang cukup deras mengusir kami untuk bersegera mengungsi.

Tak sampai 15menit kemudian, kami pun tiba di Holiday Inn.  Kecantikan interior di area utama keluar masuk pengunjung ini yang tadinya hanya bisa saya nikmati di beberapa tautan on line, akhirnya bisa saya buktikan sendiri.

Potongan marmer berkualitas melengkapi ruang kerja penerimaan tamu.  Tumpukan lembaran kaca berwarna bersaling-silang indah berdiri.  Sofa-sofa panjang dan nyaman tampak tersedia.  Di salah satu sudut, pihak hotel menyediakan beberapa PC dengan koneksi internet dan printer yang dialokasikan sebagai mini business counter.  Ada juga meja khusus yang menyediakan beberapa flyer dengan berbagai informasi, seperti: corporate image hotel, berbagai kegiatan hotel yang bisa diikuti oleh para penginap, dan info wisata yang tersedia di seputaran Kabupaten Bekasi.

 

Di salah satu sisi tampak sebuah tangga megah yang mengantarkan kita ke area function hall di lantai 2.  Menyiasati ruang bawah tangga ini, sebuah taman kecil dengan ayunan rotan hitam cantik menggoda setiap penjunjung untuk berfoto.  Saya? Wajib foto dong.  Apalagi di samping saya ada photographer dan blogger keceh badai yang bisa dijamin hasil jepretannya.  Yuukkk ah kita narsis dulu.  Insting banci foto sudah memanggil (((glodak))).

 

Masih berkutat di ground floor, hanya beberapa langkah dari tangga, beberapa meja bulat kayu begitu sempurna berkolaborasi dengan kayu-kayu berbentuk pohon.  Sebuah piano klasik menjadi connecting space menuju Rilassato Lounge & Bar, tempat nongkrong asik untuk para tamu plus Delizio All Day Dining Restaurant yang menjadi venue kami menikmati santap pagi keesokan harinya.

Memenuhi standard kelas bintang 5, Holiday Inn dilengkapi dengan beberapa resto dengan menu yang berbeda.  Delizio Restaurant dengan menu internasional, Huang’s Chinese Cuisine dengan menu yang sesuai namanya  (((tetiba keingat dengan Deddy Huang))), lalu Ikkyu Japanes Restaurant untuk para penggemar masakan negri berbendera titik merah.  Semua tampak pas untuk menjamu tamu-tamu penting/VIP yang berkunjung ke kantor-kantor yang berada di seputaran Jababeka.

RILASSATO Lounge & Bar. Sumber foto: www.holidayinncikarang.com
Meja bulat cantik dengan sentuhan kayu berbentuk pohon. Tempat ini adalah dining area dari HUANG’S Chinese Cuisine
Delizio All Day Dining Restaurant. Tempat saya dan Rien menghabiskan waktu berharga dengan berbincang-bincang dan makan pagi yang berkualitas bintang 5

Dilengkapi dengan function hall yang mampu mengakomodir 1.500 orang yang bisa disekat menjadi 3 ruangan meeting atau seminar plus acara-acara pribadi seperti pesta pernikahan, arisan, ulang tahun, pameran, Holiday Inn juga menyediakan area spa, gymnasium, dan pool bar untuk memanjakan tamu mereka.

Berjalan menuju kamar yang sudah kami pesan di lantai 8, mata kami terpaku pada kecantikan taman dan kolam renang yang berada di tengah-tengah antar bangunan.  Taman yang rimbun melindungi beberapa kolam dengan kedalaman yang berbeda-beda.  Kami pun sudah gak sabar untuk foto-foto, menjalankan misi utama yaitu membingkai keindahan beberapa perhiasan kawat (wire jewelry), koleksi istimewa dari FIBI Jewelry bersama karya-karya cetar para sahabat yang senantiasa selalu mendukung langkah-langkah maju dari FIBI.

Waktu-waktu berikutnya, hampir 90%, kami habiskan berlama-lama berada di lokasi yang istagenic ini, berpeluh, berpose, bercanda, berbincang, hingga sebagian besar perhiasan terekam dengan baik di lensa kamera seorang Katerina.   Inilah sesi foto pertama penuh kesan bersama model/Talent yang diselenggarakan oleh FIBI Jewelry.  Saya, Dewi, Fera, Katerina, dan Diva bahu membahu mewujudkan mimpi, mempersembahkan kesitimewaan perhiasan kami kepada khalayak luas, terutama para pelanggan setia dimanapun berada.

 

 

 

Dalam beberapa waktu menunggu Katerina berjibaku mendapatkan foto terbaik bersama Diva, saya menyempatkan waktu merekam keindahan pool area melalui kamera.  Beberapa saat terkadang harus terhenti karena hujan.  Lain waktu diselingi dengan candaan dan gelak tawa.  Bahkan terkadang asyik mengamati dan belajar dari Rien, mencuri ilmu memotret dengan hasil yang lebih baik.  Kapan lagi coba, bisa bekerja, menimba pengetahuan, sekaligus menikmati waktu-waktu santai menginap di hotel bintang 5.

 

 

Alhamdulillah sesi foto dengan hasil yang kami harapkan telah terlaksana dengan baik dalam waktu kurang dari 24jam.  Terimakasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kesuksesan mimpi ini yang melahirkan sebuah kegiatan berkualitas bagi FIBI maupun untuk diri saya pribadi.

Penghargaan tinggi dan cinta kasih saya dipersembahkan untuk barisan para sahabat: Dewi Damayanthi (plus suami), Katerina, Rahayu Andayani, Ferawati, Nur Ridha, Qurnia Nauli, Ratu Hanifah, Tika Anggraini, Lilis Lesmanawati, Wiga, Suryani, Firsty Asmaliring, Rinawaty Saderi, dan tentu saja Diva Kustiek.  Apalah saya tanpa genggaman erat yang kalian ulurkan.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here