Home Blog Page 2

REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

32
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi
“Let the heart feeling the way. Let the head leading your way” (Refleksi Diri)

Mendapatkan sebuah buku yang sarat dengan kisah inspiratif tentang self healing, selalu menggugah rasa untuk membaca, merenungi dan menuliskannya. Termasuk salah satunya adalah buku Refleksi Diri yang dibidani oleh Writerpreneur Club bimbingan Deka Amalia (Deka) berkolaborasi dengan Nuzulia Rahma Tritinarum (Lia), seorang woman and family mental health counselor.

Lembar demi lembar saya nikmati hingga akhirnya terpaku dengan beberapa kisah yang sangat inspiratif dan begitu menyentuh sanubari. Lewat berbagai kisah inilah para pembaca diajak untuk menyelami dan turut merasakan proses seseorang melewati sebuah ujian lalu berubah menjadi lebih baik. Kita mengikuti kalimat tiap kalimat, paragraf demi paragraf, hingga tercenung dengan beberapa kalimat bijak yang menyadarkan kita akan indahnya sebuah proses penyembuhan diri.

Cerita-cerita seperti inilah yang selalu saya cari dari sebuah buku yang menggali tema self healing. Cerita terdalam dari hati tanpa menggurui namun memberikan pelajaran penting dalam hidup. Menampilkan kejujuran personal bukan hanya berteori atau menghidangkan berbagai pengetahuan psikologi yang biasa dan bisa kita baca lewat buku-buku.

REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi
Baca juga: Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

Apa Itu Writing Therapy?

Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Deka dan Lia, writing therapy adalah sebuah emotional release dengan menggunakan media menulis, sebuah proses healing dengan salah satu teknik psikoterapi.

Secara keilmuan, writing therapy terbagi atas 2 bagian yaitu basic dan advanced. Di tingkat basic, menulis adalah katarsis dan self healing sederhana melalui media diary (buku harian), status di media sosial, surat pribadi, menulis bebas (expressive writing) dalam rangka mencurahkan perasaan. Tulisan-tulisan ini dapat dikonsumsi sendiri, diberikan kepada seseorang atau dikonsumsi publik, bahkan dapat menjadi sebuah buku atau karya tulis. Sementara untuk di tingkat advanced, menulis menjadi sebuah terapi, healing, pemulihan dari suatu kondisi tertentu dan self development. Dalam tahap ini proses penulisan didampingi oleh expert seperti psikolog, terapis, atau counselor yang memahami psikoterapi. Hasilnya bersifat pribadi.

Lalu manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari sebuah writing therapy? Diantaranya yang sangat bernilai adalah:

  • Menstrukturkan pikiran sehingga dapat melakukan problem solving yang efektif;
  • Menemukan “suara” terdalam pada jiwa dan mampu mengeskpresikannya dengan tepat;
  • Perjalanan ke dalam jiwa sehingga semakin mengenal, memahami dan mencintai diri;
  • Untuk mendapatkan Aha (menjadi diri sendiri) dan bertumbuh sebagai pribadi;
  • Untuk menemukan makna dalam hidup;
  • Dan menghasilkan tulisan penuh hikmah dan sarat makna

Kolaborasi antara Deka sebagai seorang penulis yang sudah menghasilkan ratusan buku, membimbing puluhan kelas menulis dan Lia sebagai seorang counselor yang sudah belasan tahun berkecimpung sebagai psikoterapis, berhasil memadukan teknik katarsis dan psikoterapi dalam teknik menulis. Dari kebersamaan membimbing 56 orang penulis inilah lahir buku Refleksi Diri yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan berbagi hikmah.

Jadi writing therapy ini bisa dilakukan bukan hanya untuk orang yang sedang atau telah mengalami masalah saja, tetapi juga dapat dilakukan oleh kita yang ingin meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: SERENADE 2020. Mendalami 46 Kisah Inspiratif Dari Para Penulis Writerpreneur Club
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

Berbagai Kisah Yang Menggugah Hati

Namaku Kemuning (Ferina Widodo)

Kemuning lahir dari sebuah orangtua yang bercerai. Besar dengan orangtua tunggal (seorang ibu), Kemuning yang merasa fisiknya tidak menarik, tumbuh menjadi seorang perempuan yang cenderung rendah diri dan pemurung. Menutupi kekurangan atau yang dirasakannya sebagai kekurangan, Kemuning fokus pada pendidikan, urusan sekolah dan sibuk pada dirinya sendiri. Membaca, menggambar atau membuat komik lah yang menjadi pelarian dari ketidakmampuannya membaur dengan teman-temannya.

Sibuk menyendiri, tertutup dan berada jauh dari keramaian, Kemuning bertemu dengan Kyra, si penggila novel, hingga menjadi sahabat baik. Kyra adalah orang kedua setelah ibunya yang mampu dan bisa menjadi sahabat bertukar cerita dan membangun komunikasi penuh keterbukaan. Berteman dengan Kyra, Kemuning yang tadinya hidup bagai katak dalam tempurung pun mengalami proses perubahan setahap demi setahap. Mulai dari keyakinan diri untuk memamerkan kemampuannya dalam menggambar dan membuat komik untuk majalah dinding sekolah, hingga akhirnya berdiri dengan penuh percaya diri, menerima diri apa adanya. Merubah diri dengan penampilan yang lebih bersih, lebih murah senyum, dan lebih ikhlas menerima keadaan dirinya yang tumbuh tanpa orangtua lengkap. Seperti yang diajarkan oleh ibunya, Kemuning tetap menjaga hubungan baik dengan Ayahnya dan tetap bertemu untuk menjaga silaturahim.

Kemuning menjadikan ibunya sebagai contoh seorang perempuan yang sabar, tegar dan ikhlas menerima takdir hidup. Bersama ibunya jugalah Kemuning melewati masa-masa susah dan indah, suka dan duka dalam hidupnya, berteman dengan banyak orang dan akhirnya bertemu dengan seorang pria yang tampak serius menjalin hubungan dengannya.

Baca juga: PULIH. Kisah Perjalanan Menyembuhkan Luka Hati Untuk Menjadi Lebih Baik
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

Siapa Yang Menuntutmu Menjadi Sempurna? (Nur Azifah Cakra Dewi)

Saya membaca artikel yang ditulis oleh Cakra Dewi sampai 3 kali sebelum mengembalikan ingatan saya kepada salah seorang teman yang pernah mendapatkan masalah kejiwaan yang persis sama. Seorang teman yang harus menghabiskan waktu bertahun-tahun melewati terapi kejiwaan sebelum pada akhirnya dinyatakan sembuh meski masih harus dalam pengawasan.

Menjadi seseorang yang diinginkan atau mimpi orang lain. Inilah yang menimpa seorang perempuan yang diceritakan oleh Cakra Dewi. Ibu kandungnya lahir dari seorang nenek yang disiplin, perfeksionis dan sarat impian. Mendidik ibunya menjadi seseorang yang tak mudah diajak berdiskusi, bertukar pendapat, bahkan sekedar untuk berkomunikasi antar pribadi. Cara mendidik sama yang kemudian ditularkan kepadanya. Dia harus begini, begitu, sesuai dengan harapan dan impian sang ibu, terutama soal akademis atau pendidikan. Tapi keberhasilan ini sesungguhnya bukan lahir dari lubuk hatinya. Karena besar dengan penuh tekanan dan egoisme sang ibu sementara di satu pihak dia tak berani melawan ibunya pun tidak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri sendiri. Semua beban kemudian berkecamuk di dalam dada, terhimpit dalam keinginan yang tak tersampaikan, diwujudkan dalam bentuk kemarahan karena emosi yang terus menerus tertahan.

Seperti yang diduga, diapun akhirnya membawa semua “warisan” karakter ini dalam kehidupan rumah tangganya. Dia menjalani hidupnya dengan tidak mudah bahkan tidak mampu membangun komunikasi yang berisi dengan suaminya sendiri. Rumah tangga yang dimilikinya diisi dengan deretan pertengkaran, ketidakpuasan, hingga akhirnya sang suami memberikan ultimatum atas dirinya. Disinilah momentum kesadaran untuk merubah diri itu lahir. Karena jika dia tidak berubah, bukan tidak mungkin dia akan membawa “wabah karakter” yang sudah turun temurun tersebut kepada anak-anaknya.

Rela dan tegakah dia membiarkan hal ini terjadi?

Dengan kesadaran penuh untuk tidak mewariskan watak yang bisa muncul di generasi ke-3 (dia pada saat ini), perempuan ini melakukan dan mengadaptasi beberapa hal berikut ini demi memulihkan trauma dan mengembangkan dirinya menjadi lebih baik:

  • Banyak berbicara dan bertukar pikiran dari hati ke hati dengan suami. Melakukan pillow talk atau sekedar menghabiskan waktu bersama dengan lebih banyak lagi;
  • Rajin menghadiri kajian agama;
  • Memahami konsep ikhlas;
  • Berdamai dengan diri sendiri;
  • Menerima ketidaksempurnaan dan kenyataan bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan kita
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

Arti Penantian (Siti Yuliana)

REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

Artikel yang ditulis oleh Siti ini menceritakan tentang Lesli. Sulung dari 3 bersaudara yang dalam takdirnya menjadi anak yatim piatu di usia muda. Kematian orangtuanya yang beruntun, menjadikan Lesli mendadak harus menerima tanggungjawab sebagai kakak sekaligus orangtua bagi kedua adiknya.

Sebelum Ibunya menyusul almarhum Ayahnya bersama menuju keabadian, sang Ibu pernah menyampaikan bahwa Ayahnya sempat menjodohkan Lesli dengan saudara jauh yang berada di Jawa. Tak lama setelah ibunya wafat, Lesli pun langsung diboyong pindah ke tanah Jawa bersama adik-adiknya. Suaminya ini ternyata adalah anak tunggal. Jadi kehadiran Lesli dan kedua adiknya menjadikan rumah ini semakin cerah dan berwarna.

Waktupun berlalu hingga 8 tahun. Disinilah satu perkara serius mulai menghentak kesadaran Lesli dan pelan-pelan meluruhkan kebersamaan yang sudah terbangun antara Lesli dan Akbar, suaminya. Belum hadirnya anak akhirnya jadi alasan kuat bagi mertuanya untuk meminta Akbar menikah kembali. Bahkan tanpa sungkan, si wanita, calon istri kedua, dihadirkan secara terbuka di rumah, di hadapan Lesli. Tak terkisahkan dan tak terwakilkan dengan kata-kata untuk melukiskan bagaimana hancurnya perasaan Lesli saat itu.

Tapi ternyata Lesli lahir dengan serangkaian kebijakan dan kelembutan hati untuk menghadapi keadaan yang mau tak mau harus dia terima. Alih-alih menangis, mengalah dengan keadaan dan menjauh, Lesli malah melawan kekerasan hati mertua dan Akbar dengan sikap yang diluar dugaan. Menjelang pernikahan kedua Akbar, Lesli justru kerap menyenangkan hati suaminya dan selalu tak lupa mengucapkan terimakasih atas semua kebaikan yang telah dilakukan Akbar dan keluarganya untuk Lesli dan adik-adiknya. Sudah memberikan mereka tempat berlindung, memberikan makan, menyekolahkan adik-adiknya tanpa pamrih. Lesli pun berbesar hati untuk meminta maaf atas segala kekurangan yang mungkin telah menyebabkan rangkaian kecewaan, yang mungkin tidak dia sadari selama ini.

Lesli tetap melaksanakan tugasnya sebagai istri dan menantu yang berbakti kepada mertua. Bahkan hingga Akbar harus diopname karena tertekan dengan pikirannya sendiri, Lesli tetap mengasihi dan melayani sang suami dengan sebaik-baiknya dan melakukan tugas sehari-harinya di rumah dengan sebaik-baiknya. Begitupun dengan adik-adiknya. Mereka tak lupa melakukan semua adab mulia yang dilakukan dan ditunjukkan oleh sang kakak.

Allah kemudian maha membolak-balik pikiran dan akal seseorang. Kerasnya batu pun akan erosi dan luruh jika disiram air dingin terus menerus.

Kesabaran, ketabahan dan keikhlasan Lesli ini jualah yang membuat sang suami membatalkan niatnya untuk berpoligami. Akbar malah menjadi lebih mengasihi Lesli dan bertekad tak akan melupakan janjinya kepada orang tua Lesli untuk terus menjaga dan mengasihi istrinya tersebut.

Baca juga: Kisah Perjalanan Yang Mengguncang Rasa Dari Buku Antologi THE TRAVELLERS’ NOTES

Menua Dengan Bahagia (Deka Amalia)

REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

Melengkapi puluhan kisah inspiratif yang tertuang di dalam buku ini, Deka menguraikan beberapa untaian kalimat untuk kita tanamkan di dalam hati. Kalimat-kalimat yang kaya akan makna yang bisa menemani langkah-langkah kita dalam “menikmati” pahit getirnya semua permasalahan hidup yang kita hadapi dengan (tetap) bahagia. Mulai dari sekarang, detik ini, hingga kita menua nanti.

Tak ingin melewatkan begitu banyak petuah bijak tersebut, ijinkan saya merangkum semuanya sebagai berikut:

  • Menjalani kehidupan dengan beragam bahagia dan masalah, suka duka, mengalahkan diri sendiri, menekan ego dan berdamai dengan kondisi yang ada;
  • Berharap dan memohon hanya kepada Allah semata;
  • Tidak membandingkan diri dengan orang lain karena setiap manusia memiliki takdir dan rezekinya masing-masing;
  • Perbanyak bersyukur;
  • Selalu mensyukuri rezeki dalam bentuk apapun. Termasuk diantaranya rezeki berbagi ilmu yang bermanfaat untuk orang lain;
  • Memiliki rasa damai di hati karena sejatinya ketenangan batin adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli atau diukur dengan uang;
  • Bahagia karena bisa berbagi dengan kemampuan kita
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

Pendapat Pribadi Tentang Buku Refleksi Diri

Saya menutup buku setebal 542 halaman ini dengan begitu banyak catatan, tabungan kalimat bijak yang tak henti saya highlight, serta puluhan penanda yang saya biarkan tertempel di sisi kanan kertas. Saya ingin membiarkan buku ini terlihat selalu ada dan siap saat ingin kembali membuka dan menyelami setiap kisah yang begitu membekas di hati.

Tak terhitung sudah berapa banyak kisah sarat perjalanan hidup yang ditulis dengan apik oleh teman-teman writer yang berada dalam komunitas Writerpreneur Club. Semua, tanpa kecuali, mengajarkan sesuatu bahkan banyak pelajaran untuk mengajak diri menjadi orang yang lebih baik lagi. Melihat dan menyelami setiap tulisan di dalam buku ini sejatinya adalah tambahan pemahaman kita akan pelangi permasalahan hidup di sekitar kita.

Lihatlah ke bawah bahwa disana ada orang yang dikelilingi oleh kedukaan yang mungkin lebih mengiris hati dibandingkan dengan apa yang kita alami. Lihatlah ke atas untuk tetap menyadari bahwa mendongakkan wajah karena kesombongan tak pun akan menjadikan kita lebih baik dari orang lain.

REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi
REFLEKSI DIRI. Proses Penyembuhan Diri Melalui Writing Therapy yang Sarat Inspirasi

#BukuRefleksiDiri #BukuAntologi #WriterpreneurClub #KomunitasMenulis #ReviewBuku #UlasanBuku #WritingTherapy

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya

46

Salah satu drama sentimental yang begitu menyentuh hati. Drama korea yang mengangkat topik tentang keberadaan seorang lelaki berkebutuhan khusus dan yatim piatu ini, sudah menghadirkan greget yang tak terlupakan mulai dari episode pertama.

Lahir dari sebuah essay yang berjudul Nothing’s Left Behind yang ditulis oleh Kim Sae-byul seorang trauma cleaner, 10 episode yang dihadirkan mengajak kita untuk lebih memahami arti kasih sayang dalam sebuah keluarga, antar sahabat dan antar manusia meski tidak saling mengenal sebelumnya. Bagaimana kita akan direkatkan satu sama lain dalam suatu ikatan, baik itu sebagai saudara sekandung maupun tanpa ikatan darah. Inilah yang menjadi satu bagian penting yang ingin dihadirkan oleh Move To Heaven, korean drama yang dibuat oleh Netflix.

Baca juga: PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah

3 Pemeran Utama dengan Penokohan yang Maksimal

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Main Role (left to right): Lee Je-hoon sebagai Cho Sang-gu, Tang Joon-sang sebagai Han Geu-ru, Hong Seung-hee sebagai Yoon Na-moo

Tang Joon-sang (Han Geu-ru)

Saat melihat wajah Geu-ru ditampilkan di episode pertama, saya sempat memutar otak, berpikir dimana ya pernah lihat wajah aktor yang satu ini. Mendadak buru-buru buka profil Joon-sang dan menemukan bahwa aktor kelahiran 2003 ini pernah main sebagai salah seorang prajurit/anak buahnya Kapten Ri (Hyun-bin) di drama Crash Landing On You (CLOY). Meskipun belum diberikan slot peran yang dominan tapi kehadiran Joon-sang untuk CLOY cukup menyita perhatian. Raut dan garis wajahnya yang polos dan selalu mengingat ibunya yang tinggal jauh di sebuah desa, sempat menghadirkan keharuan tersendiri.

Karakter Geu-ru yang diberikan kepada Joon-sang menurut saya sangat menantang. Geu-ru dikisahkan sebagai seorang lelaki berusia 20 tahun yang memiliki asperger syndrome (AS) atau yang disebutkan juga sebagai asperger. Sebuah gangguan saraf yang ditandai dengan kesulitan yang signifikan dalam interaksi sosial dan komunikasi non-verbal. Diikuti juga dengan pola perilaku dan minat yang terbatas dan berulang. Tapi meskipun begitu, syndrome ini tidak mengganggu kecerdasan. Dari sebuah tautan yang saya baca, asperger biasanya terlihat/dimulai sebelum seorang anak berusia 2 tahun dan dalam banyak kasus tidak pernah sembuh.

Tokoh Geu-ru yang dideskripsikan di drama ini adalah seorang penderita AS dengan ingatan yang kuat luar biasa, sangat logis dalam memikirkan sesuatu, dan sangat sulit beradaptasi dengan orang baru terutama mereka yang memiliki kebiasaan berbeda. Geu-ru adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menelaah sebuah benda bahkan bisa menceritakan uraian keberadaan dan hubungan suatu benda pada atau bagi seseorang. Jadi disetiap dia melaksanakan tugasnya sebagai “pembersih barang” mereka yang sudah wafat, Geu-ru selalu berhasil memecahkan teka-teki atau kisah yang membelakangi sebab musabab seseorang itu mengakhiri hidupnya.

Geu-ru bukanlah seorang paranormal atau indigo, tapi lewat kelebihannya dalam mengingat dan menelaah menggunakan cara berpikir yang logis, dia berhasil menghubungkan apa yang tersimpan dan belum terselesaikan oleh almarhum/almarhumah. Dengan mengumpulkan dan menyortir barang-barang pribadi yang wafat dalam sebuah kotak kuning, Geu-ru seringkali mendapatkan banyak rangkaian kisah yang belum terungkap atau diketahui oleh keluarga atau ahli waris mereka yang sudah wafat tersebut.

Penemuan-penemuan inilah yang menjadi jalan cerita terkuat dari berbagai kisah yang dihadirkan dalam Move To Heaven. Selain tentu saja chemistry yang terbangun antara Geu-ru dan orang tua sambungnya atau wali yang ditunjuk oleh kedua orang tuanya (sang Paman) beserta beberapa tokoh pendukung yang mendampingi Geu-ru meneruskan bisnis Ayahnya yang diberi nama Move To Heaven.

Terselip diantara rangkaian kisah tentang kegiatan Geu-ru dalam bisnis pembersihan ini, kita diajak mengharu biru saat bagaimana Geu-ru bisa bertemu dengan keduaorangtua angkatnya. Bayi Geu-ru ditemukan di dalam sebuah saluran air oleh Jeong-woo saat sedang bertugas sebagai seorang fire fighter (petugas pemadam kebakaran). Meskipun Jeong-woo menyerahkan bayi temuannya itu kepada Dinas Sosial, ternyata hatinya sudah terpaut. Mengikuti perkembangan si bayi, Jeong-woo dan istrinya, yang kebetulan saat itu belum dikaruniai keturunan, memutuskan untuk mengadopsi Geu-ru. Dalam beberapa waktu kemudian, apalagi setelah mengetahui bahwa Geu-ru menderita AS, Jeong-woo jadi tambah iba dan sayang pada Geu-ru. Saat sang istri wafat, Jeong-woo memutuskan untuk membangun usaha mandiri karena telah berjanji akan merawat dan membesarkan Geu-ru dengan tangan dan caranya sendiri.

Baca juga: Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY

Lee Je-hoon (Cho Sang-gu)

Saya baru mengenal aktor kelahiran 1984 ini lewat drama Taxi Driver (yang belum lama selesai masa pemutarannya) kemudian dilanjutkan dengan film Architecture 101, film romansa keluaran 2012 yang dia bintangi bersama Bae Suzy dan akan saya buatkan reviewnya secara terpisah.

Je-hoon menurut saya memiliki wajah menawan dan unik yang khas Korea banget. Mata sipit yang tajam, shape wajah lonjong dan pointed nose yang jarang dimiliki oleh para lelaki. Visual wajahnya bisa sangat berubah saat dia hadir dengan potongan rambut yang berbeda. Di Move To Heaven, tokoh Sang-gu dideskripsikan sebagai mantan narapidana, seorang underground MMA fighter, orang yang cenderung hidup tak teratur, berantakan penampilannya dengan memori yang masih terkunci pada masa lalu.

Sang-gu mendapatkan waris atau hak wali atas Geu-ru dari kakak tirinya (Jeong-woo atau Ayah angkat Geu-ru). Tapi dengan masa percobaan 3 bulan. Hal ini disampaikan oleh pengacara Oh saat Jeong-woo wafat karena serangan jantung. Sang-gu ditemukan oleh pengacara Jeong-woo dan diminta untuk mencoba hidup bersama Geu-ru. Sang-gu pun langsung menerimanya karena dia tak punya tempat tinggal setelah keluar dari penjara. Sebagai orang yang belum berpenghasilan, pada awalnya Sang-gu hanya mengincar harta waris yang dimiliki oleh Geu-ru. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Sang-gu ternyata jatuh sayang pada keponakannya ini.

Suasana menjadi melankolis saat Sang-gu yang awalnya benci pada Jeong-woo, si kakak tiri, meninggalkan dia di rumah dengan orangtua yang kurang bertanggungjawab. Jadi saat dewasa Sang-gu hidup dalam penderitaan dan harus menjadi seorang fighter untuk menyambung hidup. Tapi akhirnya dendam pada sang kakak tiri mendadak terhapus saat dia menemukan beberapa bukti tentang bagaimana Jeong-woo sesungguhnya sangat mencintai Sang-gu. Dia yang dulu berpikir bahwa sang kakak telah melupakannya menjadi menangis tersedu-sedu. Dari sinilah Sang-gu semakin kuat tekadnya untuk melanjutkan tugas Jeong-woo dalam merawat dan menjaga Geu-ru. Rangkaian adegan ini sempat membuat air mata saya tak henti mengalir. Meski lahir dari ayah yang berbeda, marga yang akhirnya juga berbeda, nyatanya kasih sayang Jeong-woo pada adiknya tidaklah diragukan.

Sang-gu juga awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan Geu-ru. Apalagi hal itu menyangkut dengan kebersihan dan keteraturan di dalam rumah karena masing-masing punya kebiasaan yang berbeda-beda. Karena melihat pamannya yang jorok bukan kepalang dan perasaan yang belum iklhas melepaskan almarhum Ayahnya, Geu-ru tidak mengijikan Sang-gu untuk menggunakan kamar almarhum. Jadilah selama proses menjalani masa percobaan hidup bersama, Sang-gu tidur di tengah rumah dengan menggunakan tenda.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Sang-gu yang harus tidur di tenda yang dipasang di tengah-tengah rumah.

Hong Seung-hee (Yoon Na-moo)

Kehadiran aktris Seung-hee sebagai Na-moo, seorang sahabat dan tetangga Geu-ru memberikan warna tersendiri untuk drama ini. Perempuan periang ini sangat menyayangi dan menjaga Geu-ru terutama saat mengetahui bahwa akan ada orang asing yang akan mengambil alih pengasuhan sahabatnya itu. Berteman sejak kecil tentunya melahirkan suatu ikatan yang begitu kuat, bahkan terkadang jauh lebih bermakna ketimbang saudara kandung sendiri.

Na-moo adalah salah seorang yang begitu memahami apa yang disukai – tidak disukai, boleh dilakukan – tidak boleh dilakukan, serta senang atau tidaknya Geu-ru. Dan itu begitu terasa dan terlihat saat Jeong-woo, ayah angkat Geu-ru meninggal dunia. Geu-ru sendiri sepertinya cukup bisa mandiri karena telah diwariskan beberapa kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Tapi kehadiran Na-moo bisa menjadi jembatan komunikasi yang baik antara Geu-ru dan sang paman, Sang-gu. Na-moo jugalah yang mewakili pengacara pribadi ayah angkat Geu-ru dalam mengawasi sepak terjang Sang-gu selama mendampingi Geu-ru.

Semenjak Geu-ru yatim piatu, perhatian Na-moo menjadi begitu luar biasa. Menanggalkan kegiatan kuliahnya, Na-moo malah turut membantu Geu-ru menjalankan bisnis yang diwariskan oleh ayah angkatnya. Kebersamaan Geu-ru, Sang-gu dan Na-moo inilah yang melahirkan banyak kisah penuh makna dalam 10 episode yang disajikan kepada pemirsa.

Baca juga: THE OFFICIAL SECRETS. Saat Nurani Memerangi Sumpah Profesi

Ulasan Singkat dari Berbagai Cerita yang Dihadirkan untuk Publik

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru yang begitu peduli pada luka yang diderita oleh pamannya

Setiap drama yang kita tonton biasanya akan meninggalkan kesan bagi kita. Terkadang kita menyadarinya tapi bisa jadi maknanya hanya terlewat begitu saja. Ada yang begitu nancep di hati tapi ada juga yang kita nikmati hanya sebagai hiburan belaka. Tapi bagi saya, Move To Heaven, adalah salah satu serial besutan Netflix yang sangat tersusun rapih mulai dari tema cerita yang berbeda per episode atau per 2 episode, sampai ulasan rinci dan pesan moral yang terselip di dalamnya. Yang pasti ada, bahkan banyak, pelajaran hidup yang bisa kita dapatkan mulai dari episode 1 hingga 10.

Geu-ru dan Jeong-woo. Cinta Ayah dan Anak yang Tak Terbatas Pada Hubungan Darah.

Meskipun Geu-ru adalah anak yang bukan berasal dari darah dan dagingnya, Jeong-woo tampak begitu sabar menghadapi “keunikan” dan keistimewaan Geu-ru sebagai anak penderita SA. Lelaki yang dikisahkan sangat penyabar ini, melimpahkan kasih sayang yang begitu luas melalui berbagai tindakan termasuk mengajarkan Geu-ru akan kemandirian serta hidup yang rapih dan teratur.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru dan Jeong-woo (anak dan ayah) yang selalu berhikmat dulu sebelum melaksanakan tugas pembersihan mereka

Tokoh Jeong-woo memang “dimatikan” sejak episode 1. Tapi Jeong-woo hadir di beberapa episode yang menggiring kita kepada flash back kehidupannya. Mulai dari masa kecil, saat-saat penting yang menghadirkan Geu-ru, juga berbagai kisah saat dia bekerja. Lewat episode ke-1 hati kita pilu melihat betapa besar arti sang ayah bagi Geu-ru. Ditinggalkan wafat secara tiba-tiba, ternyata Jeong-woo sudah mempersiapkan segala hal agar Geu-ru dapat melanjutkan hidupnya dengan baik, termasuk warisan harta yang dititipkan lewat pengacaranya. Geu-ru juga dibimbing untuk meneruskan usaha keluarga sebaik-baiknya dengan ikut aktif membantu Ayah angkatnya saat bertugas.

Dikisahkan juga saat awal Jeong-woo menemukan Geu-ru di tangki air. Suara yang tadinya dikira adalah suara kucing, tapi ternyata adalah seorang bayi yang dibuang oleh orangtua kandungnya. Flash back ini sangat mengharu biru. Termasuk saat Geu-ru mengambil seragam Move To Heaven milik Jeong-woo kemudian mencium dan memeluknya. Duh saya tak tahan untuk tidak tersedu-sedu.

Dibagian terakhir saat pemakaman telah selesai dan memasangkan nama Jeong-woo di salah satu pohon, Geu-ru tak kuasa untuk tidak menoleh kembali, lagi dan lagi untuk melihat pohon yang dipersembahkan untuk almarhum Ayahnya tersebut. Saat berjalan, Geu-ru merasakan kehadiran almarhum disisinya yang dengan sabar menyampaikan beberapa nasihat lewat sebuah rangkaian percakapan.

Geu-ru: “Sangat sulit untuk berbicara dengan orang. Aku tak tahu pikiran orang lain”
Jeong-woo: “Saat kau ingin memahami perasaan atau pikiran orang lain, cobalah menempatkan diri di posisi mereka”
Geu-ru: “Geu-ru bukan orang itu. Jadi mustahil”
Jeong-woo: “Coba bayangkan saja. Jika aku sesakit itu, seberapa sedih aku? Jika seseorang membohongiku, seberapa marah aku? Jika seseorang memujiku, seberapa bahagia aku? Kira-kira begitu. Jangan gugup. Kau hanya perlu memberi tahu bahwa kau tak membencinya ataupun takut. Selama kau mengingat mereka, mereka tak akan menghilang. Meski kau tak bisa lihat seseorang, bukan berarti mereka tak disisi kita”

Saya berulang-ulang memutar balik bagian percakapan ini. Sungguh barisan makna yang begitu bernilai untuk tertanam dengan baik di sanubari siapapun yang telah menyaksikan dan menyimaknya.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Sang-gu dan Geu-ru. Paman dan keponakan yang saling mengasihi

Jeong-woo dan Sang-gu. Saudara Tiri dengan Limpahan Cinta Tak Terbatas Waktu

Kedua lelaki ini dilahirkan oleh ibu yang sama. Hanya berbeda Ayah. Beberapa tahun setelah Ayah Jeong-woo wafat, sang ibu menikah dengan Ayahnya Sang-gu. Suami kedua ini dikisahkan sangat kejam dan sering menyiksa ibu mereka. Jeong-woo yang saat itu sudah remaja, berusaha melindungi Sang-gu dan berniat untuk membawa Sang-gu keluar dari rumah. Tapi malah dia sering ikut dipukuli.

Di setiap ulang tahun Sang-gu, Jeong-woo selalu berjanji membelikan hadiah. Termasuk saat Sang-gu meminta sepatu kets Nike. Setelah wafatnya ibu mereka, Jeong-woo bertekad untuk membawa lari Sang-gu dari panti asuhan. Mereka telah berjanji di sebuah pojokan stasiun kereta api tepat di hari Sang-gu berulangtahun. Tapi ternyata nasib berkata lain. Jeong-woo yang pergi ke sebuah mall di Seoul, ternyata mengalami nasib nahas karena mall itu roboh persis di saat Jeong-woo ada di dalamnya. Akibatnya merekapun saling kehilangan kontak. Apalagi berikutnya Jeong-woo harus berbulan-bulan dirawat di rumah sakit karena kecelakaan itu.

Sang-gu akhirnya menyimpan dendam kepada kakaknya yang dianggap telah meninggalkan dan melanggar janji. Tapi pada kenyataannya, Jeong-woo bertahun-tahun mencari Sang-gu dengan menyebarkan pamflet dimana-mana. Sebagai pembuktian janji tersebut, Jeong-woo juga membeli sepatu kets Nike di setiap hari ulang tahun Sang-gu. Jadi betapa tersedusedannya Sang-gu saat menemukan barang-barang ini di sebuah lemari yang ada di gudang rumah mereka. Acting Je-hon di bagian ini total banget. Sangat menjiwai. Saya yakin, jika saya hadir disaat pengambilan gambar ini, saya bakalan gak kuat menyaksikannya.

Baca juga: ENCOUNTER. Romansa Cinta Mengharu Biru

Kim Seon-u si Anak Berbakti

Cerita tentang lelaki pekerja pabrik ini hadir di episode 1. Terlahir dari orangtua yang tuna wicara dan miskin, Seon-u memutuskan untuk bekerja di pabrik untuk meringankan beban orangtuanya. Dan demi kehidupan yang lebih baik, Seon-u telah menabung dan berniat kuliah. Tabungan inilah yang kemudian diwariskan kepada orangtunya.

Hingga suatu saat, Seon-u mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan kaki kanannya patah, robek dan dia kehilangan banyak darah. Seon-u wafat malam itu juga karena tidak sempat berobat ke dokter. Prosesi pemakaman Seon-u jadi satu cerita sedih saat supervisor dan rekan-rekan kerjanya sengaja memanfaatkan kondisi fisik orangtua Seon-u untuk tidak menuntut akan kelalaian mereka. Jeong-woo dan Geu-ru yang saat itu hadir di tempat penghormatan terakhir menegur mereka.

Lee Yeong-sun dan Anak Lelaki Tunggalnya, Park Cheol-u

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru saat menyerahkan kotak kuning yang sempat hilang kepada Cheol-u

Kisah seorang ibu renta, penderita demensia, yang tidak diurus oleh anak lelaki dan menantu perempuannya di Episode ke-2 dan ke-3. Meskipun sebatangkara, si Ibu tetap mencintai anaknya sepenuh hati. Dia rajin mendatangi bank dan menarik 50.000won (setiap hari kerja) dari tabungannya untuk membelikan setelan jas yang sangat mahal dan apik terlihat. Bu Yeong-sun telah berjanji dengan si penjahit bahwa setelah uangnya terkumpul dan cukup untuk membuat jas tersebut, dia akan mengajak sang anak untuk melakukan pengukuran badan.

Sedihnya lagi uang yang diambil tersebut, disimpan oleh Yeong-sun di bawah kasur yang lembab sehingga menimbulkan bau dan lengket oleh berbagai macam cairan. Maklum karena kamar yang ditinggali oleh Yeong-sun jauh dari kata layak. Tumpukan uang itu akhirnya ditemukan oleh Geu-ru dan Sang-gu lalu kemudian dibersihkan menggunakan berbagai cairan kimia. Proses pembersihan yang ternyata membawa Geu-ru pada rasa penasaran. Karena di setiap lembar uang ada tulisan tangan Yeong-sun tentang harapannya membelikan jas untuk anaknya, Cheol-u.

Geu-ru yang penasaran akan uang tersebut, melacak kegiatan almarhumah hingga menemukan si penjahit. Disinilah akhirnya Cheol-u sang anak terbuka dan tersentuh nuraninya. Ternyata selama ini, meskipun dia telah tak mengacuhkan ibunya, sang Ibu tetap sayang tanpa pamrih dan kerap memikirkannya. Merasa bukanlah seorang anak yang berbakti, awalnya Cheol-u menolak barang-barang peninggalan almarhumah ibunya, tapi setelah melihat ibunya masih menyimpan gaun yang dia belikan dengan gaji pertamanya, tangisnya langsung pecah.

Lee Seon-yeong dan Kekasih yang Posesif

Apapun yang berlebihan pastinya tidak baik. Beginilah yang terjadi pada Seon-yeong. Seorang guru TK yang juga adalah kekasih dari Kim Yong-u. Sifat Yong-u yang sangat mencintainya malah berubah menjadi posesif dan berubah sebagai siksaan bagi Seon-yeong. Dia sering dicemburui tanpa sebab dan menerima banyak siksaan karena hal ini. Jadi tak heran kalau beberapa rekan kerjanya sering menemukan lebam di tubuh Seon-yeong.

Hingga pada satu ketika, Yeong-u datang ke apartemen Seon-yeong dan menyerang perempuan itu dengan pisau dan menusuknya berkali-kali. Perempuan yang sangat dicintai oleh murid-murid TK nya itu langsung jatuh bersimbah darah. Yeong-u yang tadinya berbohong bahwa kejadian penusukan itu tidak disengaja, akhirnya tak mampu berkata-kata saat Geu-ru berhasil menemukan kamera CCTV yang disembunyikan oleh Seon-yeong di eternit apartemennya.

Momen haru di kisah Seon-yeong ini adalah saat Geu-ru menemukan sebuah lukisan anak-anak TK yang dibumbui dengan kesan mereka atas Seon-yeong. Semua ternyata sangat mencintai sang guru dan menganggap perempuan cantik ini adalah ibu kedua mereka, malaikat yang dikirim dari surga, wanita tercantik di dunia, bahkan hingga ada yang ingin menikahinya dalam 20 tahun kemudian.

Jung So-hyun dan Ian Park. Kekasih Sejenis yang Terpisahkan oleh Restu

Seperti negara Asia kebanyakan, kisah cinta sejenis (LGBT) masih menjadi hal yang sangat ditabukan. Termasuk salah satunya di Korea Selatan. Jung So-hyun (So-hyun) adalah seorang dokter yang dalam suatu waktu bertemu dengan Celloist bernama Ian Park (Ian). Pertemuan mereka terjadi saat Ian harus dirawat di rumah sakit tempat So-hyun bekerja. Singkat cerita mereka akhirnya menjadi pasangan gay.

Dalam satu waktu keduanya berjanji akan pergi ke San Fransisco bersama dan rencananya akan mengikat hubungan mereka di sana. Tapi atas tekanan dari orang tuanya, So-hyun memutuskan untuk tidak berangkat sekaligus hubungannya dengan Ian. Ian pun akhirnya meninggalkan Seoul dan kembali pulang saat So-hyun sudah wafat (tapi saat itu dia belum tahu).

Menelusuri catatan-catatan dan barang-barang peninggalan So-hyun, Geu-ru dapat melacak bahwa ada pesan cinta yang belum tertuntaskan. Geu-ru bersama Sang-gu dan Na-moo mencari yang bersangkutan lewat sekian banyak pamflet tentang pertunjukan Cello. Mereka menghubungi para celloist wanita. Tapi tak satupun yang kenal dengan So-hyun. Dan dugaan mereka jatuh pada Ian Park. Satu-satunya lelaki yang fotonya terpasang di pamflet.

Pada awalnya Ian tak ingin mengakui punya hubungan dengan So-hyun. Dia hanya berkomentar kenal tapi dia (So-hyun) bukan orang yang ingin dia ingat lagi. Tapi ini hanyalah ucapkan belaka karena setelah bertemu dengan Geu-ru, Ian memastikan kembali tentang info wafatnya So-hyun ke rumah sakit tempat So-hyun bekerja. Disinilah akhirnya Ian mengakui hubungannya dengan So-hyun dan mau menerima beberapa barang peninggalan almarhum. Yang paling spesial adalah sebuah kotak berpita yang berisikan surat cinta, sepasang cincin, dan sebuah tiket menuju San Fransisco tertanggal 2 hari setelah So-hyun wafat.

Di bagian akhir cerita tentang So-hyun dan Ian ini ada barisan kalimat yang sangat menyentuh hati. Sebuah pesan yang dituliskan oleh So-hyun untuk Ian.

“Aku punya harapan mengenai hari esok untuk pertama kali setelah bertemu kau. Dan aku berharap lebih berani dari kemarin untuk kau. Aku tak akan bersembunyi seperti pengecut lagi. Aku tak akan melepaskan tanganmu sampai aku mati. Aku, Jung So-hyun, memilihmu sebagai teman sehidup dan semati. Aku akan menyayangi dan mencintaimu selamanya”

Kim In-su dan Lee Mi-seon. Sepasang Pasutri Berusia Lanjut yang Merenggang Hidup Bersama

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Kim In-su dan Lee Mi-seon di sebuah taman kecil tersembunyi di rumah mereka

Saya kembali tergugu saat menyaksikan alur cerita yang satu ini. Luar biasa menyentuhnya.

Adalah seorang lelaki tua, Kim In-su (In-su) yang bekerja sebagai janitor di sebuah apartemen. Karena sudah tua, gerakan-gerakannya pun melambat dengan kemampuan meresponse yang juga semakin melemah. Karena inilah akhirnya In-su diberhentikan. Setelah kejadian ini, lelaki tua ini menjemput istrinya dari rumah sakit untuk kembali ke rumah mereka. Di rumah inilah mereka berdua meminum obat tidur melebihi dosis dan wafat dalam kondisi bergandengan tangan di tempat tidur mereka.

Bunuh diri ini ternyata sudah pasutri itu rencanakan karena In-su sempat menelepon Sang-gu (Move To Heaven) agar datang kerumahnya dalam 3 hari kemudian untuk mengadakan pembersihan di rumahnya. Yang tidak disadari oleh Sang-gu adalah bahwa dia ternyata harus membersihkan jenazah In-su sendiri.

Dalam proses pembersihan ini, Sang-gu menemukan pintu khusus yang ternyata tersambung dengan sebuah taman kecil dengan banyak bunga-bunga yang indah, banyak jenisnya dan sangat terawat. Bunga-bunga ini memiliki keistimewaan sendiri-sendiri dan menjadi penghias altar di ruang penghormatan untuk In-sun dan istri.

Sedihnya pasutri ini tidak memiliki keturunan dan tak ada catatan mengenai keluarga. Pilu banget ngeliatnya. Tapi Geu-ru tak kehilangan akal. Berkat kecerdikannya, akhirnya banyak orang sekitar yang bersedia datang ke ruang penghormatan In-sun.

Baca juga: THE HYMN OF DEATH. Tragedi Cinta Seorang Soprano dan Sastrawan Korea

Kang Seong-min/Mathew Green. Pencari Orang Tua Kandung

Kang Seong-min (Seong-min) meninggalkan dunia fana tanpa pernah berhasil mewujudkan mimpinya. Mimpi untuk bertemu dengan orang tua kandung.

Sejak masih bayi Seong-min diadopsi oleh sepasang pasutri asal Amerika. Tapi nasibnya luntang-lantung setelah orangtua angkatnya mengetahui bahwa Seong-min memiliki kelainan jantung. Setelah belasan tahun berada di negeri Paman Sam, Seong-min akhirnya dideportasi kembali ke Korea Selatan. Dia pun kemudian bertekad untuk mencari orang tua kandungnya. Tapi sayangnya dia hanya memiliki jejak yang sangat minim yaitu berupa fotonya dengan Kang Eun-jeong (Eun-jeong). Seorang anak perempuan yang tampak begitu lekat dan sayang akan Seong-min.

Saat Seong-min sampai di Korea, Eun-jeong telah menjadi perempuan dewasa, sukses sebagai anchor TV terkenal dan menjadi seorang penulis. Hanya sayang Seong-min tak berani berterus terang saat berhadapan langsung dengan Eun-jeong.

Setelah Seong-min wafat, Geu-ru pun melanjutkan misi Seong-min untuk menemukan ibu kandungnya. Dia dan Sang-gu pun berhasil bertemu dengan Eun-jeong. Dari mulut Eun-jeong lah akhirnya diketahui bahwa dia bukanlah ibu kandung Seong-min. Dulu sekali, saat Eun-jeong masih remaja, orang tuanya memang sering menjadi rumah sementara bagi bayi-bayi yang akan diadopsi. Tapi istimewanya adalah dari sekian banyak bayi yang dititipkan di rumahnya, Eun-jeong jatuh sayang pada Seong-min. Perempuan ini sangat menyesalkan kenapa Seong-min tak berterus terang saat mereka sempat bertemu.

Sang-gu dan Kim Su-cheol

Peristiwa hidup Sang-gu sebagai seorang petinju under ground dimunculkan dalam beberapa episode. Satu rangkaian kisah yang mengungkapkan sisi lain dari sejarah hidup Sang-gu dan sebuah alasan yang menyebabkan dia harus masuk penjara.

Terikat hutang pada seorang bandar judi, Sang-gu tak bisa melepaskan diri dari profesi sebagai seorang petinju. Setelah sempat menolong seorang lelaki bernama Su-cheol dan menjadikannya sebagai muridnya dan petinju profesional, Sang-gu akhirnya terpaksa berhadapan langsung dengan Su-cheol untuk sebuah pertarungan yang mengakibatkan Su-cheol harus mengalami koma berlarut-larut. Rasa berdosa yang besar pun terus menghinggapi pikiran Sang-gu. Dia pun nekad mempertaruhkan akta kepemilikan rumah warisan Geu-ru untuk sebuah pertarungan akhir dan sebagai pelunasan atas hutang-hutangnya selama ini.

Na-moo yang sudah sejak lama curiga, berhasil menemukan area pertarungan ilegal tersebut dan mengajak Geu-ru untuk mengejar Sang-gu saat pamannya itu hampir babak belur dihajar lawan. Sang-gu pada akhirnya harus menerima kematian Su-cheol. Sementara tempat perjudian dan pertarungan bawah tanah tersebut berhasil dibekuk oleh polisi atas laporan Geu-ru.

Baca juga: THE TRUTH BENEATH. Kuatnya Kasih Ibu yang Mampu Mengungkap Sebuah Misteri
MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru yang selalu mendengarkan lagu lewat headphone saat melakukan pekerjaannya

Beberapa Hal yang Tak Boleh Dilewatkan

Dari sekian banyak rangkaian cerita yang dihadirkan lewat drama ini, ada beberapa hal yang menyempurnakan pemindahan pesan yang ingin disampaikan oleh para sineas yang terlibatkan dalam project ini.

Pertama adalah hadirnya sebuah kotak kuning. Kotak inilah yang digunakan oleh jas pelayanan Move To Heaven untuk memuat semua barang peninggalan mereka yang sudah wafat. Tentunya hanya untuk barang-barang yang memiliki arti dan mengandung pesan penting bagi yang menerimanya. Kotak ini akan dipersembahkan kepada pihak keluarga almarhum/almarhumah.

Kedua adalah kehadiran Pengacara Oh Hyun-chang yang bertugas menyampaikan wasiat, amanah dan memastikan bahwa Geu-ru mendapatkan seorang guardian selama hidupnya atas permintaan Jeong-woo. Meskipun sosoknya tidak muncul di setiap episode, pengacara ini memiliki peran penting akan atas hidup Geu-ru. Lewat pengacara Oh jugalah akhirnya Geu-ru memutuskan untuk tetap menjadikan Sang-gu, pamannya, sebagai living guardian.

Ketiga adalah chemistry yang terbangun antara tokoh Geu-ru dan ‘Sang-gu. Selaras dengan alur cerita yang terus berkembang, kita pun diajak untuk menyaksikan satu ikatan khusus yang terbangun antara kedua tokoh utama ini. Geu-ru yang awalnya takut dan tak yakin akan bisa hidup berdampingan dengan pamannya, akhirnya jatuh sayang dan mengasihi sang paman tanpa pamrih. Begitupun dengan Sang-gu. Dia pun mau merubah kebiasaan buruknya agar bisa diterima oleh Geu-ru.

Ada di satu waktu, saat ditanya oleh Na-moo, Geu-ru mengatakan bahwa pamannya itu adalah orang baik yang kebingungan. Geu-ru yakin dengan kebaikan hati pamannya tapi dia punya banyak masalah yang membuat dia kebingungan untuk menjalankan hidupnya.

Masih banyak hal lain tentang kebaikan, risalah hati, cinta dan makna kasih sayang sesungguhnya, yang bisa kita gali dari drama yang satu ini. Semuanya mengalir dengan manis tanpa harus menggurui atau memaksakan kita untuk menerima atau menolak satu pun beberapa pola pikir yang ada di dalam naskahnya. Tapi yang pasti drama ini terlalu berharga untuk kita lewatkan. Salah satu drama keluarga yang menitipkan pesan yang begitu sarat akan kasih sayang itu sendiri.

Score saya untuk karya sinema yang satu ini adalah 10/10.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya

#MoveToHeaven #KoreanDrama #Netflix #ReviewDrama #NetflixDrama

Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang

32
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Gorengan ayam yang menyelerakan banget

Saya mulai menyukai masakan Jepang sejak sering traveling ke Hong Kong karena kebetulan banyak resto Jepang yang walking distance dari tempat menginap. Ke Jepangnya sendiri atau makan di negara Jepangnya malah belum pernah (hingga saya menuliskan artikel ini). Yang jadi favorit saya masakan-masakan yang sederhana aja. Mulai dari gorengan hingga makanan berkuah yang tentu saja halal. Ada beberapa yang termasuk sering saya kunjungi. Seperti Hoka Hoka Bento (yang ini sudah meng-Indonesia banget), Yoshinoya, Marugame Udon dan Sushi Tei. Resto Jepang atau ala Jepang yang sudah sangat dikenal oleh publik nusantara.

Resto makanan Jepang tuh sebenarnya berlimpah banget di Jakarta. Tetapi rata-rata memang berada/berlokasi di tempat-tempat high-class. Mall berkelas, lokasi dengan lingkungan mahal atau di hotel berbintang. Jadi mungkin karena lokasinya inilah, resto Jepang terlihat bergengsi, dedicated to the have people, exclusive dengan harga yang di atas rata-rata. Tastenya juga authentic dan biasanya menghadirkan chef langsung dari negara asalnya.

Ada juga yang harganya bersaing, bersahabat dengan kantong, tapi tentu saja dengan rasa yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Menurut info salah seorang teman yang bergelut di usaha kuliner, masakan Jepang bisa jadi lebih murah karena tidak menggunakan beberapa ingredient otentik yang harus diimport dari negara asalnya. Beberapa orisinalitas yang dipotong untuk mengurangi ongkos produksi. Reasonable.

Kehadiran PAPAYA di Lippo Cikarang

Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Korokke. Salah satu gorengan khas Jepang yang ada di section Sozai

Lippo Cikarang, tempat saya tinggal, berdampingan dengan daerah industri yang sebagian besar masih dikuasai oleh pengusaha Korea dan Jepang. Jadi gak heran kalau di sini banyak rumah makan khas kedua negara tersebut. Resto dan pub Korea malah banyak banget. Mulai dari yang berdiri di atas tanah sendiri maupun yang menyewa tempat di berbagai ruko. Huruf-huruf Hangeul nya Korea atau Hiragana, Katakana, dan Kanji Jepang tampak terlihat dihiasi lampu-lampu yang terang benderang jika terlihat di malam hari.

Hadirnya resto-resto ini tentunya didukung oleh penyediaan groceries yang lengkap. Pun sangat bermanfaat bagi warga Korea atau Jepang yang tinggal di Lippo Cikarang dan ingin masak sendiri. Jadi yang namanya Korean atau Japanese supermarket itu seperti jadi sebuah kebutuhan. Saya sudah mengunjungi keduanya. Supermarketnya lumayan besar-besar dengan materi dagangan yang benar-benar menyokong kebutuhan memasak menu kedua negara ini.

Jika supermarket Korea berada di salah satu ruko yang berdampingan dengan cluster elit, supermarket Jepang, PAPAYA Fresh Gallery, menempati gedung sendiri, AXIA Commercial Building, yang berdekatan dengan RS Siloam Cikarang dan kompleks apartemen. Rumah susun berkualitas yang menurut info memang banyak ditempati oleh expatriate Jepang. Mengusung jargon Happier Life in Indonesia, saya sudah berulangkali mampir kemari setelah mereka resmi beroperasi sejak Maret 2021.

Dari yang saya baca lewat IG, PAPAYA Cikarang adalah outlet terbesar dibanding dengan outlet lainnya yang ada di Jakarta. Termasuk PAPAYA yang pernah saya kunjungi di Denpasar. Seperti biasa kehadiran supermarket ini akan dibareng dengan DAISO, toko atau minimarket aneka perlengkapan dengan 1 harga (harga seragam) 100Yen, O.MATCHA resto masakan Jepang dan KOMUGI dengan aneka produk bakery. Ada juga rak khusus yang menyediakan minuman beralkohol. Tentu saja mengikuti aturan-aturan khusus yang berlaku di Indonesia untuk syarat konsumsinya.

Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
DAISO dan O.MATCHA yang letaknya berdampingan
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
KOMUGI Bakery. Variasi dan produk rotinya enak-enak banget. Belum lagi beberapa cake dengan ornament apik yang cantik secara visual.

Berwisata Kuliner Jepang di PAPAYA

Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Sashimi. Salah satu sajian ikan mentah yang saya sukai. Ada potongan Salmon dan Tuna dilengkapi dengan potongan sayuran, Shoyu (Japanese Soy Sauce) dan Wasabi yang pedasnya nyelekit tak terkira.

Melewati pemeriksaan suhu tubuh dan area khusus mencuci tangan, hawa dingin langsung menyeruak saat melangkah masuk ke dalam PAPAYA. Aneka sayur, buah-buahan dan minuman dingin kemasan akan menyambut kita di deretan paling depan. Didekatnya ada bahan-bahan mentah seperti ayam, daging, beragam ikan yang sebagian besar telah rapih dipotong-potong, Sushi, Sashimi, serta beberapa set daging untuk Shabu-sahbu, Teppanyaki dan Yakiniku. Semua hidangan set ini sudah dilengkapi dengan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Praktis dan sangat menggampangkan kita untuk memasak. Khusus untuk daging babi, cooler nya dibuat terpisah dengan tulisan besar yang gampang terbaca. Kemudian ada sederetan sayur-sayuran segar yang rak pendinginnya disejajarkan dengan bahan mentah tadi. Semuanya tersusun rapih dengan nama jenis produk, barcode dan informasi harga yang sangat jelas. Sayuran yang ditawarkan sebagian besar organik dan terbungkus rapih di dalam plastik.

Kalau semua materi di atas ada di sisi kiri, di sisi kanan kita berderet rak yang menyajikan bahan makanan kering seperti bumbu, mie (ini yang paling banyak pilihannya), rumput laut, keripik, kacang, kopi, teh, berbagai bumbu dan masih banyak lainnya. Di lemari pendingin lainnya ada berbagai produk dairy seperti susu, keju, butter, dan berbagai jenis liquid olahan yang cocok untuk menemani roti atau memasak mie. Berhadap-hadapan dengan dairy section ini ada sederet panjang lemari pendingin yang berisikan beragam frozen food. Lengkap banget. Yang betah belanja berlama-lama atau gemar mengamati setiap produk asal Jepang, pasti merasakan surga belanja di sini.

Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Saya diantara rak-rak yang penuh dengan pilihan-pilihan yang menyelerakan. Packagingnya atraktif dengan warna-warna shocking yang menarik mata.
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Freezer frozen food yang besar dan panjang banget

Di bagian terakhir dari rangkaian belanja bahan mentah di atas, kita akan tiba di bagian SOZAI (SOUZAI). Bagian makanan yang sudah diolah dan siap saji. Pilihannya bejibun. Mulai dari Onigiri, nasi dengan berbagai isi yang biasanya dibentuk segitiga atau kotak dengan rumput laut. Salad dengan topping atau bumbu yang banyak luar biasa. Donburi, nasi dengan lauk di atasnya (seafood mentah atau yang sudah diolah, sashimi, tempura, ikan panggang atau olahan daging). Lalu ada Washoku, set makanan yang berisikan nasi, salad, sayur, sup dan acar. Ada juga Soba, mie yang terbuat dari tepung gandum. Mie Ramen, mie telur tipis yang biasanya dihidangkan dengan telur, rumput laut, daging dan daun bawang. Ada Mochi dengan ukuran yang cukup besar dan pilihan isi kacang merah atau kacang hijau. Kemudian ada satu area khusus yang menyajikan aneka gorengan ala Jepang. Semua tampak terjaga kehangatan dan kebersihannya.

Dari sekian kali berbelanja di sini, baru di kunjungan terakhirlah (beberapa hari yang lalu), area Sozai ini sangat lengkap pilihannya. Tampaknya kedatangan tepat menjelang jam makan siang adalah waktu yang pas untuk puas menikmati berbagai tawaran panganan dengan rentang jenis yang luas dan lengkap. Kudu dicatat dan diingat nih.

Jika pergi ke wisata alam jadi pengisi oksigen bagi paru-paru kita, berbelanja di PAPAYA ini bagaikan food traveling yang menguras selera. Di tahap awal kita dimanjakan oleh sajian visual. Kemudian ditutup dengan aneka masakan Jepang yang sungguh menggoda indera perasa dan kebutuhan lambung kita.

Galeri Foto

Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Berbagai tawaran Mochi. Gak kuat untuk menolaknya.
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Lautan Onigiri dengan beragam pilihan isi. Surga banget nih buat penggemar makanan yang satu ini
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Berbagai pilihan Sushi
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Salah satu pilihan Fresh Salad
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Aneka pilihan Donburi
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Sashimi favorit saya
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Beef Bulgogi yang siap dimasak
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang
Bingung saking banyaknya pilihan. Area Sozai/Souzai ini memang sesuatu banget deh. Gak afdolf rasanya kalau gak ngambil sesuatu di area ini setelah berbelanja bahan mentahnya
Food Traveling Menguras Selera di PAPAYA Japanese Supermarket Cikarang

#PapayaSupermarket #PapayaHappierLifeInIndonesia #JapaneseSupermarket #JapanesGroceriesStore #PapayaCikarang #JapaneseFood #JapaneseFoodMarket #PapayaFreshGallery

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

50

Membuka, membaca dan merenungi buku ini, saya mendadak dejavu akan pengalaman saya dan beberapa teman cewek yang masih bujangan menjelang usia kami merangkak ke angka 30. Masa pertengahan 90an. Dimana perempuan berumur lebih dari 25 tahun itu termasuk dalam golongan telat laku (baca: perawan tua)

Padahal kalau dibandingkan dengan hari gini, umur 25 tahun tuh masih tergolong imut-imut. Yekan?

Tapi apa daya, saya dewasa di jaman itu. Bukan sekarang. Jadi kami berempat yang waktu itu sekantor dan masih single sering banget jadi lahan perjodohan. Saya sih sebenarnya udah punya pacar. Tapi ya gitu. Gaje (ngekek). Yang kata boss saya waktu itu, “Yang njemput kok ganti-ganti melulu?” Eeeaaaa. Ketauan deh.

Perjodohan itu diseriuskan oleh mamak-mamak yang ada di kantor. Saban ada tamu, rekanan kantor, temennya temen kantor atau pegawai kantor sebelah, semua mamak-mamak tak putus usaha untuk mempromosikan kami berempat. Tentu saja dengan pesan sponsor yang bererot bagai iklan 2 menit yang diulang-ulang terus menerus. Marah? Tersinggung? Ya enggaklah. Dibawa fun aja. Toh niatannya baik bukan? Justru gegara proyek perjodohan ini saya sering diajak ketemu banyak orang dan dapat makan gratis. Secara ya waktu itu saya juga anak kost. Tuh kan ada sisi positifnya (ngekek).

Aaahh jadi panjang deh preambule nya. Yok let’s talk about buku yang penuh inspirasi ini.

Dibalik Lahirnya Buku Single, Strong & Sparkling

Buku ini lahir dari komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN). Salah satu komunitas menulis yang hampir 1 tahun ini saya ikuti. Kecintaan akan dunia literasi, menemukan banyak rekan satu frekuensi dan kesempatan mengembangkan pengetahuan serta skill diksi adalah 3 diantara banyak alasan saya bergabung di komunitas ini. Apalagi sejak melihat bahwa IIDN bersama para anggotanya menerbitkan rangkaian buku berkualitas seperti Pulih, Bikin Ketawa dan Single, Strong & Sparkling (Single) ini.

Buku Single ini mengalami proses berjenjang sebelum akhirnya siap ditawarkan kepada publik. Mulai dari kesepakatan pemilihan tema, seleksi administratif dan content kemudian diteruskan dengan proses revisi hingga akhirnya sampai pada titik editing. Ada 13 cerita dari 13 orang penulis yang dihadirkan. Sebagian besar (bahkan mungkin semua) adalah tulisan bergenre faksi (fakta yang dirangkai sebagai fiksi) dan menceritakan pengalaman orang lain.

Dengan 138 halaman, ringan dan nyaman dibuka, buku Single menampilkan cover yang sarat makna. Jika diperhatikan dengan lebih teliti, ada falsafah khusus yang disampaikan lewat sebuah sepatu stiletto runcing berwarna merah, hanya sebelah dengan efek dramatis bintang-bintang dan cahaya. Hanya sebelah melambangkan single (sendiri atau kesendirian). Merah dan runcing mencerminkan kekuatan (strong). Sementara bintang-bintang dan cahaya terang mewakili pesan sparkling (gemerlap dan berkilau).

Lewat buku ini juga, begitu banyak hal-hal tentang perempuan dan kemandirian yang bisa kita kupas dari buku Single, Strong & Sparkling ini. Terutama tentang makna cantik yang bisa kita dalami dari berbagai sisi dan sudut pandang. Karena sejatinya setiap perempuan terlahir cantik dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Cantik fisik yang kemudian disempurnakan dengan kecantikan hati. Semua tokoh yang menjadi bagian dari buku ini adalah mereka yang cantik oleh kedewasaan dan keikhlasan menerima takdir.

Untuk melengkapi sebarisan renungan dan jutaan makna dari setiap tulisan, setiap author membuat quote yang indah untuk dibaca dan dipahami. Saya memilih beberapa untuk ditampilkan di sini.

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

Review Buku

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

Layaknya sebuah antologi, buku ini menghadirkan gaya bertutur yang penuh warna. Setiap penulis melukiskan berbagai kisah tentang beberapa personal yang istimewa. Mereka adalah para wanita single yang hidup bahagia dengan cara dan keputusan pribadi yang telah mereka pilih.

What’s wrong with the single issue?

Pertanyaan lainnya adalah “Siapa sih yang tidak ingin berkeluarga dan memiliki keturunan?” Pertanyaan klise yang sesungguhnya tidak butuh jawaban. Apalagi untuk seorang perempuan. Membangun sebuah rumah tangga bahagia, suami sholeha, anak-anak yang sehat, tentunya jadi impian yang manusiawi, bagi seorang perempuan. Begitupun dengan beberapa perempuan yang cerita hidupnya diulas oleh 13 penulis yang bergabung di dalam buku ini.

Setiap tokoh yang ditampilkan tentu saja menghadapi sekian banyak tantangan, kritikan, kejulidan, bahkan sindiran tentang kesendirian mereka. Perihal yang menjadi pergolakan batin dan butuh hati yang seluas samudra untuk menerimanya. Ada yang dianggap terlalu meletakkan kriteria yang tinggi dan terlalu pilah-pilih hingga tuduhan menyukai sesama jenis. Rangkaian “penghakiman” yang terus bahkan kerap tumbuh dan berkembang di masyarakat. Tapi semua dapat dilalui dan mendapatkan pemecahan yang melegakan hati, malah bisa menjadi contoh kemandirian bagi para perempuan lain.

Tiga diantara tokoh yang diceritakan di dalam buku dan menjadi favorit saya adalah:

Morina yang ditampilkan oleh Marie J. Simbolon dalam artikel berjudul Biarkanlah Burung Terbang Bebas. Lahir sebagai anak perempuan tertua, di usia 42 tahun, Morina sangat menikmati hidupnya sebagai seorang PNS di Kecamatan Jorlang Hantaran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dalam kesendirian dan kesehariannya dia terlibat dengan anak-anak panti asuhan, para keponakan yang mengisi hari-hari berkualitasnya dan setiap weekend menghabiskan waktu bersama orang tua di rumah mereka. Tidak ada penghakiman ataupun tekanan dari orangtua atas kesendiriannya. Tapi justru dengan apa yang harus dia terima sekarang, memberikan kesempatan pada Morina untuk lebih lama berbakti dan mengurus orang tua.

Ada satu rangkaian kalimat yang disampaikan oleh Bapaknya Morina, saat keluarga mereka diterpa berbagai pertanyaan mengenai kondisi Morina. Kalimat yang menurut saya memiliki kekuatan emosional dan kebijakan.

“Aku mengenal dengan sangat baik putriku. Bila dia menemukan orang yang tepat maka dia akan mengatakannya terlebih dahulu kepada kami. Pilihan Morina adalah bebas dan merdeka. Kami memberi restu dan mengasihi Morina apapun keadaannya. Menikah ataupun tidak, kami tetap mengasihi putri kami”

Tokoh kedua adalah Runi. Si anak bungsu yang ditampilkan di artikel Aku Bahagia dan ditulis oleh Eda Erfauzan. Keputusan Runi berhenti bekerja untuk mengurus ibunya yang sudah berusia lanjut sungguh adalah hal yang amat mulia. Hidup berpindah dari satu rumah kakak ke rumah kakak yang lain sesungguhnya bukanlah hal gampang. Runi harus menjadi orang tengah yang menghubungkan antara ibu dan saudara-saudara kandung, memahami semua keponakannya dan harus mampu menempatkan diri dalam lingkungan keluarga kakak-kakaknya. Hingga tibalah terjadi perselisihan yang mengakibatkan Runi tersakiti hatinya dan mengajak ibunya tinggal di rumah seorang sahabat. Tetapi berkat kelunakan hati, semua saudaranya memutuskan untuk membelikan rumah bagi ibu dan Runi. Di rumah ini pulalah Runi menjalankan bisnis rumahan dan hingga kini menikmatinya sebagai sebuah kegiatan berkualitas sembari merawat ibu.

Mencintai Takdir yang ditulis oleh Bunga Monintja. Kisah seorang perempuan dari keluarga kelas bawah yang sempat harus memupus keinginannya untuk berumahtangga karena orang tua sang kekasih tak menerima perbedaan status sosial antara mereka. Karena tak memiliki uang untuk melanjutkan sekolah, perempuan ini bekerja di sebuah pabrik hingga akhirnya memutuskan untuk berdagang baju dari pintu ke pintu. Di tengah menjalankan usahanya inilah, dia bertemu dengan seorang anak yatim piatu bernama Aulia yang saat itu berusia 8 tahun. Aulia pun diangkat sebagai anak, dipenuhi kebutuhan hidupnya, disekolahkan hingga sarjana dan menjadi guru.

“Meskipun aku tak pernah menjalani indahnya sebuah pernikahan, setidaknya aku merasakan pahit getir, tawa bahagia dalam kesendirianku. Menikmati hidup yang telah Allah berikan untukku. Menjaga amanah yang sudah Allah titipkan padaku. Aku bahagia”

MashaAllah. Hati saya langsung mengharu biru membaca untaian kalimat tersebut di atas. Aulia bukan darah dagingnya. Tapi Yang Maha Esa telah mempertemukan mereka dalam satu ikatan kasih sayang hingga dia merasakan nikmatnya menjadi orang tua, pelindung bagi seorang anak yatim piatu, hingga sang anak menjadi seseorang yang mengabdi dalam dunia pendidikan.

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

Blog Tour Ulang Tahun IIDN ke-11

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-11 komunitas IIDN yang jatuh pada 24 Mei 2021, dengan rasa bangga dan sukacita saya menghadirkan tulisan ini untuk meramaikan Festival Perempuan yang diadakan oleh IIDN. Festival yang khusus diadakan dengan serangkaian aktivitas literasi seperti Instagram Challenge dan Blog Tour. Saya terpilih sebagai salah seorang Host dari Blog Tour dan berharap bahwa dengan hadirnya kegiatan ini, sekian banyak doa dan harapan bisa disampaikan untuk langkah-langkah penuh arti yang akan terus dijalankan oleh IIDN.

Untuk melengkapi dan meramaikan Blog Tour ini, IIDN akan menyediakan 2 (dua) buah buku ditambah dengan 2 (dua) buah perhiasan kawat (wire jewelry) dari FIBI Jewelry senilai @ IDR 350.000,-. Hadiah-hadiah ini akan diberikan kepada 2 (dua) orang pemenang yang mengikuti aturan-aturan berikut ini:

  • Memberikan komen atas tulisan ini dengan untaian kalimat yang berurai makna sehubungan dengan materi tulisan. Topik yang diulas bisa tentang bukunya, materi tentang single atau kehidupan mandiri para perempuan;
  • Membagikan tulisan ini setidaknya di 2 media sosial (Facebook, Instagram atau Twitter) dengan tag dan follow akun saya (FB @AnnieNugraha, IG @annie_nugraha, Twitter @AnnieNugraha) dan IG @ibuibudoyannulis dengan menyertakan hashtag #happyanniversaryIIDN #blogtourIIDN;
  • Semua kegiatan di atas diadakan selama periode 1 – 14 Juni 2021 Posting terakhir adalah 14 Juni 2021 pkl. 23:59 wib

Jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang Blog Tour ini, silahkan hubungi saya via WA 0811 108 582 atau lewat email annie.nugraha@gmail.com

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling
Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

Hadiah Dari FIBI Jewelry

Swirl Turquoise Bracelet dan Turquoise Chips Necklace ini dipersembahkan khusus untuk IIDN Blogtour 2021 yang saya hadirkan lewat blog ini.

Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling
Swirl Turquoise Bracelet. Exclusively presented for IIDN Blogtour 2021
Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling
Turquoise Chips Crochet Necklace. Exclusively presented for IIDN Blogtour 2021
Aku Tercipta Cantik. Sebuah Review Untuk Buku Single, Strong & Sparkling

#CantikVersiKuIIDN #HappyAnniversaryIIDN #SebelasTahunIIDN #blogtourIIDN

PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah

33

Gampang mewek saat menonton film drama melankolis dan menyentuh? Jika Anda masuk dalam golongan ini, siap-siap sekotak tissue saat memutuskan untuk nonton PAWN yang jika diterjemahkan secara bebas artinya menggadaikan.

Sedih? Banget. Dan itu mendominasi 90% jalan cerita. Ada juga beberapa adegan-adegan lucu tapi makna dibalik kelucuan itu juga menyentuh. Jadi kita bisa tertawa, atau setidaknya tersenyum-senyum, tapi sedetik kemudian ada pesan moral yang nyentil dan patut kita tangisi di dalam hati.

Baca juga: Mencabar Keberanian lewat THE DIVINE FURY

Sinopsis Pawn

PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah
Dong-seok dan Jong-bae yang sedang menagih hutang Myung-ja. Myung-ja tampak sedang menggendong anaknya, Seung-yi

Incheon, 1993

Tempat dan waktu jalinan cerita film ini dimulai.

Adalah Doo-seok (Sung Dong-il) dan Jong-bae (Kim Hee-won), kakak beradik yang berprofesi sebagai debt collector dan akan menagih hutang Myung-ja (Yunjin Kim) yang sudah lewat tempo. Mereka ceritanya sudah berhari-hari mencari Myung-ja dan hari itu akhirnya kakak beradik ini berhasil bertemu dengan orang yang dicari, di sebuah keramaian. Pertemuan mereka menimbulkan perdebatan seru. Hebohlah pokoknya. Yang satu sumbu pendek karena kesal telah dibohongi. Sementara yang satu lagi jejeritan memohon untuk dikasih waktu lagi.

Emang gitu ya kalo di drakor, tereak-tereaknya nauzubillah. Biar cuma katanya ngobrol tetap aja adegannya tarik urat.

Myung-ja meminta tenggat waktu untuk membayar hutangnya, tapi Doo-seok sudah terlanjur kesal karena Myun-ja sering menghindar. Lelaki setengah baya itupun ngomel membabi buta. Disela pertengkaran tersebut Seung-yi (Park So-yi), putrinya Myung-ja, mendadak menggigit tangan Doo-seok. Mungkin gegara kejadian inilah akhirnya Doo-seok memiliki ide nekat untuk menggondol Seung-yi sebagai jaminan.

Singkat cerita, jadilah Seung-yi, anak perempuan berumur 9 tahun ini, dibawa dengan paksa oleh Doo-seok. Asumsinya adalah Myung-ja akan membayar seluruh hutang keesokan harinya dan menjadikan si imut Seung-yi jaminan 2 hari 1 malam dan tinggal di rumah Doo-seok.

Rencana tinggal rencana, alih-alih mencari hutangan lagi demi mengambil Seung-yi, Myung-ja yang ternyata adalah imigran ilegal dari Cina, malah ditangkap oleh pihak imigrasi Korsel. Perempuan itu dibawa ke tempat isolasi untuk dideportasi menuju tanah kelahirannya. Menyadari hingga keesokan harinya Myung-ja tak kunjung datang, Doo-seok pun bingung. Seung-yi akhirnya tertahan di rumahnya dalam waktu yang cukup lama. Disinilah bonding dan keterikatan batin antara Doo-seok, Seung-yi dan juga Jong-bae (adik Doo-seok) mulai terbangun dengan begitu manisnya.

PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah
Doo-seok mengantar Seung-yi ke terminal bisa dimana ada seseorang yang membawa Seung-yi ke Busan

Hingga suatu hari ada pihak, dari keluarga almarhum Ayah nya Seung-yi, yang menyatakan berhak untuk mengasuh Seung-yi. Lelaki tua yang mengaku keluarga Seung-yi ini memberikan upah kepada Doo-seok sebagai ganti biaya pengasuhan Seung-yi. Dan seperti yang bisa ditebak, hal ini ternyata penipuan. Seung-yi dijual ke sebuah pub/night club kecil di daerah Busan. Di tempat ini, Seung-yi dijadikan ART dengan berbagai pekerjaan yang seharusnya hanya bisa dan boleh dikerjakan oleh orang dewasa.

Doo-seok entah kenapa, berhari-hari sejak Seung-yi berangkat ke Busan, selalu kepikiran akan nasib anak yang perempuan itu. Saat mengantarkan Seung-yi ke terminal bis sebagai tempat penyerahan kepada orang tua asuhnya, Doo-seok sempat wanti-wanti Seung-yi agar meneleponnya saat sudah sampai di rumah keluarganya di Busan atau terjadi apa-apa yang mengancam hidupnya. Tapi ternyata Doo-seok lupa mencantumkan kode telepon daerah. Bahwa antara Busan dan Incheon itu ada kode (berupa 3 angka) yang harus ditekan terlebih dahulu sebelum memencet nomor telepon rumah.

Misal nih jika kita berada di Bandung kalau ingin telepon ke Jakarta, berarti harus memencet kode 021 terlebih dahulu. 021 inilah yang dinamakan kode telepon daerah. Hal seperti ini kayaknya sudah tidak dikenal oleh generasi sekarang ya. Karena penggunaan telepon analog hampir hilang dari peradaban karena sudah digantikan dengan kehadiran mobilephone.

Tapi akhirnya kelakukan buruk si pemilik night club pun diketahui oleh Doo-seok yang berhasil menemukan Seung-yi. Saat itu Seung-yi berada di rumah sakit karena mengalami luka terkena pecahan kaca. Seung-yi pun akhirnya diobati dan dibawa kembali ke Incheon untuk tinggal bersama Doo-seok hingga dia dewasa. Kehidupan mereka pun penuh dengan sukacita apalagi ternyata Seung-yi tercatat sebagai anak yang pintar di sekolah dan selalu mendapatkan nilai-nilai terbaik.

Baca juga: THE OFFICIAL SECRETS. Saat Nurani Memerangi Sumpah Profesi
PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah
Park So-yi yang berperan sebagai Seung-yi. Wajahnya imut dan bikin gemes. Tapi actingnya lumayan loh. Sepertinya bakal sukses nih di masa depan. Aktris cilik yang (sangat) menjanjikan

Sayangnya pada satu kejadian, saat Doo-seok akan menjemput Seung-yi dewasa (Ha Ji-won), lelaki yang mulai menua itu mengalami kecelakaan motor. Peristiwa itu terjadi saat Seung-yi selesai bertemu dengan ayah kandungnya di sebuah restoran. Satu hal yang baru dia ketahui setelah dewasa dan bertemu lagi dengan ibu kandungnya (Myung-ja). Kecelakaan itu disebabkan oleh gangguan pandangan mata yang disebabkan oleh tumor otak yang sebenarnya telah lama dialami oleh Doo-seok. Setelah kejadian itu Doo-seok hilang ingatan dan akhirnya harus dirawat di sebuah rumah sakit.

Saat Seung-yi dan Jong-bae berhasil menemukan Doo-seok, lelaki itu sudah tidak lagi mengenali Seung-yi dan Jong-bae. Tapi berkat ketekunan Seung-yi dalam merawat dan membangkitkan memori, ingatan Doo-seok pelan-pelan bangkit bahkan mampu mengenali Seung-yi saat prosesi pernikahan Seung-yi sedang berlangsung. Adegan ini singkat, mendadak Doo-seok memanggil nama Seung-yi yang mengakibatkan perempuan itu kaget bahagia. Duuhh airmata saya gak bisa ditahan.

Beberapa Adegan yang Menyentuh Hati

PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah
Doo-seok dan Seung-yi dewasa yang diperankan oleh aktris ternama Ha Ji-won

Selain chemistry yang terbangun begitu sempurna diantara 4 pelakon utamanya (Doo-seok, Jong-bae, Seung-yi kecil dan Seung-yi dewasa), film ini banyak sekali melahirkan adegan-adegan yang sarat makna tentang cinta dan kasih sayang. Beberapa yang menjadi favorit saya adalah:

  • Saat kali pertama Seung-yi tiba di rumah Doo-seok. Lelaki baik hati itu meminta Seung-yi tidur di kamarnya dan memberikan kenyamanan. Padahal saat itu Seung-yi adalah jaminan hidup atas hutang ibunya;
  • Ketika pipi kiri Seung-yi terkena pecahan kaca akibat kejadian tak diinginkan saat berada di dalam night club. Atas usulan dokter, pipi itu harus dioperasi plastik supaya tidak meninggalkan bekas. Dan biaya ini sungguh mahal. Doo-seok akhirnya menjual mobilnya untuk operasi tersebut;
  • Saat Doo-seok mendaftarkan Seung-yi untuk sekolah. Karena tidak ada dokumen resmi atas kelahiran dan keberadaan Seung-yi, apalagi tahu bahwa Seung-yi terhitung sebagai anak imigran ilegal, pihak sekolah pun menolak Seung-yi. Satu-satunya pemecahan masalah untuk ini adalah Doo-seok harus mengadopsi resmi Seung-yi sebagai anaknya. Meskipun pada awalnya Seung-yi keberatan, tapi akhirnya proses ini pun bisa dilakukan juga;
  • Doo-seok rutin dan rajin mengantar dan menjemput Seung-yi dari sekolah naik motor vespa. Termasuk menunggu dengan sabar di depan gerbang sekolah saat Seung-yi ujian kelulusan sekolah. Padahal saat itu cuaca sangat dingin. Tapi Doo-seok bersama banyak orang tua berdiri menunggu sambil memanjatkan doa;
  • Teriakan-teriakan sukacita saat Seung-yi mendapatkan nilai 100 saat ulangan. Plus acara ultah tiup lilin dengan kue. Meski sederhana Seung-yi terlihat riang gembira;
  • Ketika Doo-seok menyelipkan Seung-yi dan Jong-bae masuk area konser musik. Karena mahal dan tidak sanggup membayar/membeli tiket, Doo-seok entah bagaimana berhasil memasukkan Seung-yi ke dalam gedung konser dan menonton penampilan artis KPop idolanya;
  • Saat Doo-seok harus melepaskan kepergian Seung-yi di terminal bis. Sebenarnya Doo-seok sudah punya feeling jelek saat itu. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena pihak keluarga Ayah Seung-yi memiliki dokumen untuk mengasuh Seung-yi. Belakangan diketahui bahwa hal ini adalah penipuan;
  • Ketika Doo-seok mengantarkan Seung-yi (dewasa) untuk bertemu Ayah kandungnya. Wasiat yang disampaikan oleh Myung-ja saat Doo-seok mengajak Seung-yi bertemu ibunya itu untuk terakhir kalinya. Doo-seok dilanda keraguan karena takut Seung-yi tak akan kembali padanya dan memutuskan untuk tinggal dengan Ayah kandungnya. Tapi dengan cinta dan kasih sayang yang tak terhingga, Seung-yi meminta Doo-seok untuk menjemputnya. Lewat pembicaraan telepon, kali itulah Seung-yi memanggil Doo-seok sebagai Ayah (Appa). Wajah bahagia dan terharu Doo-seok sangat sempurna ditampilkan oleh aktor senior sekelas Sung Dong-il;

Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya tuliskan untuk memenuhi deretan poin-poin di atas. Saking banyaknya sampai saat menuliskan ini hati saya tetap mengharu biru meskipun sudah lebih semingguan yang lalu saya memutar film ini berulangkali. Jadi biar lebih afdolf, sepertinya teman-teman lebih baik menonton filmnya langsung.

PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah
Empat aktor yang tampil luar biasa
Baca juga: Yang Gemesin dari MY TEACHER MY LOVE

Terus terang saya kehabisan kata-kata untuk melukiskan bagaimana indahnya film keluarga yang satu ini. PAWN mendapatkan peringat ke-8 sebagai Film Korea Box Office di 2020. Penghargaan ini diberikan oleh KOBIS (Korean Box Office Information System) yang dikelola oleh KOFIC (Korean Film Council). Satu prestasi yang patut diapresiasi sebagai salah satu karya sinema yang berkualitas dan layak ditonton oleh siapapun yang paham akan kehadiran cinta dan kasih sayang meskipun tidak memiliki pertalian hubungan darah.

PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah

#Pawn #KoreanMovie #FilmKorea #ReviewFilm #ReviewFilmKorea

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi

39

Kekenyangan.

Yup. Kami kekenyangan saat meninggalkan Metropole Megaria. Perut terasa full to the max saat sudah terisi pizza, waffle, ice cream, sate kambing, pempek dan rujak buah yang malah sempat kami bungkus untuk stok makanan di dalam hotel. Waktu sudah menunjukkan pkl. 14:00 wib. Saatnya check in dan beristirahat sejenak sebelum kembali ngider-ngider melatih otot kaki.

Baca juga: Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris METROPOLE MEGARIA Jakarta
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Fasad Jambuluwuk Thamrin Hotel. Menarik di tengah-tengah perumahan elit

Tiba di Hotel

Saya terlalu kepedean akan menemukan lokasi hotel tanpa bantuan google map. Karena sebelum melakukan proses booking, saya sempat melirik lokasinya di sebuah aplikasi on-line pemesanan hotel. Terlihat segaris dengan SMA St. Theresia. Jadi mana mungkin nyasar lah ya. Secara dulu, di awal tahun 2000an saya pernah ngantor di seputaran Menteng, Jakarta Pusat, tak jauh dari sekolahan ini.

Eh ternyata keyakinan itu berbuah nyasar. Setelah diamati lagi, antara jalan besar SMA St. Theresia dan Thamrin, ada 2 jalan kecil diantaranya (baca: di dalamnya). Nah salah satunya adalah Jl. Riau dimana Jambuluwuk Thamrin Hotel berada. Jadi ketika saya menemukan jalan kecil diantara gedung Bakmi GM/Total Buah dan Kedutaan Besar Perancis, barulah saya ngeh kalau di situlah jalan menuju hotel yang sudah kami pesan.

PESAN MORAL: Coba ganti kacamata plus nya. Biar lebih bisa ngeliat peta dengan baik. Inget juga. Sudah tua jangan kebanyakan takabur bahkan untuk urusan kecil sekalipun seperti mencari alamat.

Baiklah. Mari kita lanjut.

Lepas dari acara nyasar, perjuangan berikut adalah menemukan tempat parkir. Karena berada di kompleks tempat tinggal yang padat dengan jalan depan yang tidak terlalu lebar, lahan parkirpun otomatis ngepas. Area persis di depan hotel hanya mampu menampung maksimal 4 mobil + 2 yang harus rela parkir sejajar di badan jalan. Ada parkiran basement tapi harus berbagi dengan motor. Jadi yang di sini hanya untuk maksimum 4 mobil. Itupun yang nyetir kudu yang jam terbangnya tinggi. Biar gak kagok dan tarik napas karena jalannya cukup menukik. Ada gedung kecil di pojokan milik Sinar Mas, yang menurut Satpam, sudah diijinkan untuk digunakan sebagai lahan parkiran tamu hotel. Dan disana lumayan gede daya tampungnya.

Fasad hotelnya sendiri dibuat lebih tinggi dari jalanan dengan beberapa buah pohon tinggi di bagian halaman. Gedungnya sendiri terdiri dari 8 lantai dengan beberapa kamar yang memiliki balkon kecil menghadap ke jalan depan. Fasadnya terlihat mirip dengan hotel Jambuluwuk yang ada di Jogyakarta yang sempat/pernah saya tinggali lebih dari 5 tahun yang lalu. Meski secara ukuran Jambuluwuk Thamrin jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di Jogyakarta. Sayangnya di masa itu saya belum aktif menulis. Jadi tidak ada jejak cerita tentang salah satu jaringan hotel Jambuluwuk di sana.

Tidak ada bell boy yang menyambut kita di lobby. Begitu membuka front gate kita akan langsung melihat serving area dari Frestro Asia Restaurant, dining area di sebelah kanan, mini bakery di sisi kiri yang berdampingan dengan meja receptionist. Dengan lahan yang sangat terbatas, pembagian setiap function area/room sudah sangat efisien dan efektif.

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Mini bakery stall yang berdampingan dengan receptionist desk di ground floor

Gimana dengan penanganan protokol kesehatan di dalam hotel?

Selain menyediakan cairan pencuci tangan di banyak titik, pihak hotel telah menandai beberapa tempat duduk dengan isolasi merah berbentuk X. Tapi sepertinya para tetamu tidak atau kurang paham maksud dari tanda tersebut. Sofa tempat menunggu misalnya. Di beberapa sofa sudah diberi tanda X tapi ternyata masih diduduki juga. Padahal maksudnya tanda itu dibuat agar tidak ditempati dan memberikan jarak supaya praktek social distancing benar-benar diberlakukan. Melihat kondisi yang riuh rendah dengan kepadatan manusia yang tidak disiplin, saya sekeluarga memutuskan untuk menunggu di area restoran, jauh dari kerumunan, dan memutuskan untuk check-in saat ground floor sudah sepi.

Lift pun sebenarnya dibatasi untuk 4 atau maksimum 5 orang saja. Pihak hotel telah memasang stiker sebagai pengarah. Namun lagi-lagi, banyak tetamu yang menganggap stiker di lantai ini sebagai hiasan belaka. Banyak yang masih bela-belain bersesak-sesakan di dalam lift yang memang hanya tersedia 1 unit untuk seluruh pengguna.

Saya sih berharap agar ada beberapa petugas yang mengatur atau mengingatkan tentang hal ini. Karena toh tujuannya adalah demi keamanan, keselamatan dan kesehatan bersama. Apalagi hingga saat ini virus Covid-19 masih membayangi ibu kota Jakarta. Hanya sayang, jumlah petugas hotel sangat minim, bahkan nyaris tidak terlihat agar protokol kesehatan bisa disiplin dijalankan.

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Baca juga: Terjebak Rasa di GRANDHIKA Hotel Medan

Kamar yang Kami Tempati

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi

Kami memesan 2 kamar tipe Deluxe yang kebetulan berada di 2 lantai yang berbeda (lantai 6 dan 7). Kedua kamar ini berjendela tanpa bisa dibuka (terkunci rapat). Jadi jendela yang ada adalah jendela yang berfungsi sebagai perantara masuknya sinar matahari saja. Setidaknya ada 1 sumber cahaya saat lampu di dalam kamar dimatikan pada siang hari.

Secara ukuran, kamar-kamar kami cukup luas meski dengan fasilitas furniture yang (sangat) minimalis. Ada space atau lemari terbuka untuk gantungan baju dan menaruh koper (2 koper cabin atau 1 koper besar). Meja untuk menaruh barang-barang kecil seperti tas plus kaca rias. TV layar datar yang ditanam di dinding kamar. Tempat duduk di samping tempat tidur plus 1 meja bundar kecil di sebelahnya. Serta 2 nakas di samping tempat tidur. Semua tampak well functioned. Hanya saja kamarnya kurang bersih dengan sprei dan sarung bantal yang terlihat perlu dicuci kembali. Kasurnya, kalau boleh saya berterus terang, less comfortable tapi 4 bantal yang tersedia sangat empuk dan nyaman untuk digunakan. Saya mencoba menelusuri lantai keramiknya dan menemukan beberapa, bahkan banyak kotoran dan tumpukan debu yang terlihat belum tersapu dengan teliti.

Begitupun yang saya rasakan ketika masuk ke kamar mandi. Area shower dan toilet terpisah oleh sebuah kaca tebal, sementara wastafel berada persis di kiri pintu kamar mandi. Lagi-lagi saya melihat bahwa lantai kamar mandi ini sepertinya tidak dipel atau digosok dengan teliti karena lantai area shower nya sangat licin dan hampir mengakibatkan saya tergelincir. Shower nya dipasang terlalu tinggi dan fungsinya susul-susulan dengan kran yang ada di bawahnya. Biasanya kalau ingin bershower saja, dengan menarik tombol di atas kran, otomatis aliran air dari kran akan tertutup/berhenti. Tapi ternyata keduanya tetap menyala meski tombol untuk shower sudah saya fungsikan. Akibatnya air dari shower tidak mengucur dengan sempurna.

Amenities lengkap dengan 2 handuk besar, 1 handuk untuk lantai dan 1 lagi untuk lap tangan. Handuk-handuk ini bersih dan nyaman untuk dipakai. Ada juga 1 unit hair dryer yang berfungsi dengan baik.

Overall dari keseluruhan penilaian kamar, hal yang perlu diperbaiki adalah masalah kebersihan. Termasuk diantara kebersihan sprei dan kain pembungkus bantal. Kamar pun, menurut saya, akan terlihat lebih menarik jika menggunakan keramik yang lebih mewah. Jadi suasana kamar lebih semarak dan tidak terasa pun terlihat flat. Setidaknya dengan menghadirkan lantai yang bercorak akan mengimbangi kesederhanan furniture yang ada di dalam kamar. Dan tentu saja menaikkan nilai estetika rancang dalam ruang dari kamar tipe Deluxe ini.

Fasilitas Umum di Seputaran Hotel

Berada di tengah kota, Jambuluwuk Thamrin dikelilingi oleh banyak fasilitas umum yang walking distance. Diantaranya adalah:

  • Resto Farm.Girl yang berada persis di depan hotel. Resto ini menyajikan burger, sandwiches dan serangkaian American breakfast yang sudah sangat dikenal di kalangan food blogger. Setiap menu berukuran besar dengan harga 2 kali lipat dibandingkan dengan resto-resto sejenis. Bahkan sudah ada beberapa YouTuber yang membuat liputan tentang tempat ini di channel YouTube mereka. Hanya saja beberapa diantara menu yang ditawarkan masih non-halal. Jadi untuk saudara-saudara muslim mungkin bisa mempertimbangkan lagi untuk nongkrong di tempat ini;
  • Warung-warung makan tenda yang berada di ujung kiri hotel. Hidangannya bermacam-macam. Mulai dari warung kopi, seafood dan nasi uduk, nasi goreng, soto, dan lain-lain. Warung-warung ini berhadap-hadapan dengan 2 cafe berukuran besar dengan pagar yang semi tertutup;
  • Dari sisi kanan hotel, dengan sedikit jalan kaki, ada food court, resto padang, yang keduanya tutup saat kami lewat. Sementara di ujung jalan ada Bakmi GM dan Total Buah, tempat kami makan malam dan berbelanja camilan. Di seberangnya sebenarnya ada Sarinah. Tapi sayangnya komplek perbelanjaan ini sedang dalam renovasi;
  • Jika ingin berjalan lagi sedikit, kita akan bertemu dengan Jl. Sabang dan Jl. Wahid Hasyim. Dua lokasi yang sarat dengan resto dan tempat nongkrong;
  • Sore menjelang malam, kami sempat berjalan kaki sekitar 300 meter untuk mencapai Plaza Indonesia. Pusat perbelanjaan mewah yang menghadirkan berbagai jenama yang sangat populer di seluruh penjuru dunia.

Selain semua hal di atas, ada beberapa touristic area yang bisa digapai dari hotel dengan berjalan kaki. Patung Selamat Datang di bundaran Hotel Indonesia. Tempat yang sempat saya telusuri di Minggu pagi bersama suami. Lalu ada Monas (Monumen Nasional) yang berjarak sekitar 2-3km dari hotel. Di seputaran Monas sendiri ada Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah). Atau bisa saja menaiki Busway ke arah Kota dimana ada berbagai tempat wisata yang tergabung dalam Wisata Kota Tua.

Jadi untuk teman-teman dari daerah di luar Jakarta yang ingin sepuasnya menikmati wisata Jakarta, tinggal di hotel Jambuluwuk Thamrin bisa jadi pilihan yang tepat. Selama pergi ke berbagai tempat kita bisa menggunakan transportasi umum yang sudah terbukti nyaman dan aman untuk digunakan. Kuncinya adalah mau jalan kaki sembari menikmati waktu tanpa harus terburu-buru.

Baca juga: MUSEUM NASIONAL INDONESIA (Museum Gajah). Kantung Peninggalan Sejarah Terbesar di Tanah Air
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Farm.Girl Resto yang berada persis di depan hotel. Buka mulai pkl. 09:00 wib – 18:00 wib (selama masa pandemi)

Sarapan yang Layak Dapat Bintang

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Fresto Asia Restaurant. Dining Area. Penataan dan dekorasi ruangan yang ciamik

Selepas subuh dan menunggu cahaya matahari hadir, saya mengajak suami berjalan kaki ke arah Jl. Thamrin. Ingin banget merasakan car free day yang dijadwalkan setiap Minggu di sepanjang jalan protokol itu. Sebelum pergi meninggalkan hotel, saya menyempatkan diri memotret beberapa fasilitas hotel. Mumpung masih sepi dan sudah rapih. Salah satunya adalah Frestro Asia Restaurant yang adalah venue untuk menikmati sarapan.

Areanya tidak terlalu besar tapi tampak tertata rapi dan bersih. Berbagai hiasan dinding tampak tersusun cantik dengan beberapa lighting yang memberikan kesan adem di hati. Penataan keramiknya pun ciamik. Kombinasi yang proporsional. Area food serving nya cukup terbatas dengan bar yang juga terlihat bersih. Secara visual dan tampilan fisik, Frestro Asia Restaurant begitu mengesankan meski berada di lahan yang cukup terbatas. Lalu gimana dengan kualitas makanan dan minumannya?

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Frestro Asia Restaurant. Serving area dan bar
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Sarapan saya. Mie goreng, ikan Dori goreng tepung, sosis daging sapi dan potongan kentang goreng
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
A plate for us (berempat). Kentang goreng dan sosis daging sapi.

Sepulang menikmati jalan-jalan pagi di Jl. Thamrin, saya dan suami memanggil anak-anak yang masih di dalam kamar untuk bergabung sarapan. Resto penuh sesak oleh tamu dan jejeritan anak-anak yang sibuk makan dan berenang. Kebetulan kolam renangnya berada bersebelahan dengan resto.

Lagi-lagi kami menunggu kerumunan mereda dan memilih tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu yang lain. Setiap tamu yang datang ke serving area juga disiplin menggunakan masker. Beberapa pengunjung justru tampak saling menjaga dan mengingatkan jika ada yang alpa menggunakan masker. Petugas hotel yang justru tak tampak mengatur. Karena jumlah yang bertugas tak lebih dari 3 orang (sepenglihatan saya), mereka lebih konsen untuk ngurusin menu yang bolak-balik habis/ludes.

Saya dan keluarga juga harus menunggu karena jeda pengisian makanan sempat beberapa kali melambat meskipun jenis hidangan tidaklah banyak. Ternyata oh ternyata, belakangan saya tahu kenapa kok cepat banget habis. Makanannya ternyata enak pake banget. Pantes aja tetamu bolak-balik ngambil. Baru diisi sebentar langsung amblas. Begitu terus menerus.

Pilihan menu utamanya adalah mie goreng, nasi putih, ikan dori goreng tepung, sosis daging sapi, kentang goreng dan potongan sayur. Yang tak ingin makan nasi ada pilihan roti tawar yang dilengkapi dengan butter dan selai nanas. Ada alat pemanggang roti di sebelahnya. Lalu ada 3 macam pilihan sereal yang dilengkapi dengan susu putih atau susu coklat. Kemudian ada bubur dengan berbagai pilihan topping. Sebagai pelengkap dan makanan penutup ada buah-buahan, salad, plus beberapa kue. Semua endes tak terkira. Bumbunya pas dan kaya rasa tanpa bisa dibantah. Sambil ngetik ini mendadak saya jadi pengen sarapan di sana lagi hahahaha. Diantaranya semuanya, yang paling saya gemari itu ikan dori goreng tepungnya. Ikannya segar dan baluran tepungnya tidak terlalu tebal. Dan itu bikin rasa ikannya sempurna tapi tetap crunchy ketika digigit.

Rating saya untuk sarapannya adalah 9.5/10.

0.5 sisa poin adalah untuk tidak adanya petugas yang bertugas mendata tamu sebelum mereka menikmati sarapan plus tak seorang pun in charge untuk mengatur tempat duduk tamu agar tidak timbul kerumunan dan menerapkan social distancing.

Nginep lagi di sini? Why not? Tapi tentu saja dengan diiringi permintaan khusus agar kamarnya lebih bersih dan mendapatkan unit yang menghadap ke jalan dengan balkon kecil di depannya. Lokasi dan kualitas sarapan jadi 2 alasan penting yang mendorong saya untuk sekali lagi menikmati fasilitas dan layanan hotel ini.

Galeri Foto

JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Teras hotel. Ada ondel-ondel melengkapi wajah Jakarta
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Let’s practising the Social Distancing. Pembatasan jumlah/isi lift sebagai salah satu praktek nyata untuk mencegah penyebaran pandemi. Sayangnya masih banyak tamu yang tidak peduli atau kurang memperhatikan himbauan ini.
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Kolam renang yang berada setelah resto di lantai dasar. Ada beberapa meja dan kursi di pinggir sini plus toilet di satu sisi yang lain.
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Salah satu sudut Frestro Asia Restaurant yang ciamik untuk difoto. Pihak manajemen hotel juga telah memasang stiker X untuk tidak diduduki.
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Mie goreng yang bolak-balik habis ludes
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
3 jenis sereal + 2 jenis susu sebagai pendamping
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi
Kue-kue lebaran yang menghadirkan suasana Idul Fitri di resto
JAMBULUWUK Thamrin Jakarta. Staycation Ditengah Kerisauan Pandemi

#JambuluwukThamrinHotelJakarta #JambuluwukHotel #JambuluwukJakarta #HotelDiJakarta #WeekendStaycation #WisataJakarta

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta

28

15 Mei 2021. Masih di musim pandemi Covid-19.

Rencana perjalanan kali ini jadi satu acara istimewa buat keluarga kecil saya. Inilah kali pertama saya, suami dan anak-anak memutuskan untuk “keluar kandang”. Tepatnya jalan-jalan ke Jakarta, setelah 1 tahun lebih di rumah aja karena “terjebak” pandemi. Itupun dengan pertimbangan dan persiapan yang matang.

Ada 2 alasan khusus yang membuat kami memutuskan untuk jalan-jalan. Pertama adalah dalam rangka ulang tahun ke-50 adik ipar saya. Kedua mengisi waktu berharga Idul Fitri 1442H karena tidak bisa silaturahim ke Bandung mengunjungi 2 kakak suami yang tinggal di sana. Jadilah libur lebaran tahun ini kami habiskan bersama di pusat kota sembari staycation 2 hari 1 malam di Jambuluwuk Thamrin Hotel, Jakarta Pusat.

Surga Kuliner di Metropole

Lalu lintas lancar jaya. Tak ada kemacetan atau hambatan apapun sepanjang perjalanan dari Cikarang menuju daerah Cikini dan Menteng, Jakarta Pusat. Waktu tempuh yang biasanya 2 hingga 3 jam (bahkan lebih jika macet parah), sesiangan hari itu hanya 1 jam saja. Seandainya tol Cikampek dan jalanan dalam kota Jakarta seperti ini setiap hari, pasti para pekerja yang tinggal di pinggiran Jakarta akan jauh dari stres.

Awalnya saya sekeluarga dan adik ipar yang tinggal di Kelapa Gading akan bertemu di sebuah warung bubur legendaris di daerah Cikini. Tapi ternyata warungnya masih tutup. Padahal saat itu waktu sudah hampir menyentuh pkl. 11:00 wib. Akhirnya diputuskanlah untuk ke Metropole yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dari warung bubur tadi. Kebetulan pula, suami dan anak-anak sama sekali belum pernah main ke Metropole. Bahkan tak seorangpun dari mereka yang tahu tentang tempat ini. Sungguh suatu kebetulan yang tidak saya pikirkan pun rencanakan sebelum berangkat.

Setiba di tempat, kami sungguh antusias. Saya, yang memang tukang jalan dan jajan, berusaha menjelaskan fasilitas apa saja yang ada di Metropole. Semua mendadak semangat saat tahu bahwa di salah satu sisi bangunan inti (bioskop) ada foodcourt yang hampir semua masakannya jempolan enaknya. Lagi-lagi, mungkin karena masih bernuansa libur lebaran, foodcourt ini mundur jam bukanya. Lah gagal lagi.

Daripada garing menunggu di tengah panas mendera, saya memikirkan alternatif tempat nongkrong sebelum makan berat di foodcourt. Mendadak saya teringat bahwa di dalam gedung inti Metropole, tepatnya di atas bioskop, ada beberapa tempat makan yang juga jadi tempat favorit para pengunjung. Kami pun langsung menuju lantai 3. Nawaitunya sih pengen nyobain Roemah Kuliner. Tapi, lagi-lagi, tempat yang satu itu menunda jam bukanya. Kami pun langsung belok kiri menuju Hello Sunday yang berada persis di dekat lift. Satu-satunya tempat yang tampak sudah siap menerima tamu.

Awalnya saya kira Hello Sunday adalah coffee shop dengan main menu minuman hangat berikut dengan variasinya hidangan cakes atau camilan-camilan brunch seperti olahan roti yang biasa kita temui seperti di Starbucks. Tapi ternyata saya salah duga. Hello Sunday ternyata juga menyajikan heavy meals. Kami pun memutuskan untuk memesan menu sharing untuk mengisi 1/2 rongga lambung sebelum kembali ke foodcourt.

Di resto yang homy banget nuansanya ini, kami memesan 1 pan chicken pizza tipis dengan 8 slices untuk dikeroyok bersama. Fiona memesan soft serve ice cream rasa ube dengan waffle, potongan kacang almond, marshmallow dan wafer roll coklat. 2 english breakfast yang bisa refill sepuas mungkin dan 1 cangkir americano coffee untuk saya, suami dan Fauzi. Everything was perfect meskipun harus menunggu agak lama. But worth it karena kualitas semua hidangan above our expectation. Platingnya juga cantik dan menarik hati. Surga bagi food photographer. Quantity nya juga pas. Tidak berlebihan tapi tidak juga kekurangan.

Ruangannya juga nyaman meski tidak begitu besar. Terbagi atas ruangan dalam, fully airconditioned dan satu teras panjang dengan beberapa meja panjang yang sepertinya khusus untuk smoking area atau lebih memilih merasakan udara alam bebas. Dinding penghubung kedua ruangan didominasi oleh kaca. Jadi gak perlu banyak lampu untuk penerangan dalam ruang. Tersedia beberapa sofa, bangku dan meja berukuran sedang dan tanaman-tanaman hidup untuk memberikan sentuhan adem.

Venue yang nyaman, makanan minuman yang enak dan pelayanan ramah, menjadi 3 poin plus Hello Sunday. Recommended untuk tempat nongkrong sembari menunggu jadwal nonton atau khusus datang kesini untuk bertemu sahabat dan ngobrol berlama-lama. Tentu saja dengan catatan agar tetap mematuhi prokes selama pandemi masih mengelilingi kita.

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Berlima di Hello Sunday before leaving for another meals at foodcourt
Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Chicken Pizza. Tipis, delicious and fully tasty. Isinya gak ribet tapi rasanya jempolan banget. Apalagi buat saya yang penggemar pizza tipis.
Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Soft Serve Ice Cream ala Hello Sunday. Ice cream ungu yang dilengkapi oleh waffle, potongan kacang almond, marshmallow dan wafer roll coklat

Kami melangkah keluar Hello Sunday menuju foodcourt yang sedaritadi masih terbayang dalam pikiran, tak lama setelah adik ipar saya bergabung.

Tempat yang kami tuju ini tampak mulai padat pengunjung meskipun para petugas disiplin mengarahkan tetamu untuk duduk di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Kami diinformasikan bahwa hanya 3 outlet yang sudah buka, yaitu pempek, sate dan rujak buah. 3 pilihan menu, yang setahu saya, memang favorit pengunjung. Kami pun memesan 3 porsi sate kambing (sate isi 10 tusuk dengan lontong), 2 piring rujak buah, 1 porsi pempek kapal selam dan 1 porsi pempek lenjer.

Semuanya enak-enak, tanpa cela dan sangat pas dengan selera kami. Daging kambing untuk satenya lembut dan gampang dikunyah. Begitupun dengan lontongnya. Seperti sate kambing kebanyakan, kuah satenya cukup dengan kecap dan potongan tomat, bawang merah dan cabe rawit.

Pempeknya juga oke. Asam cukonya pas dan semakin gurih karena ditaburi oleh remahan ebi. Sebagai puteri kelahiran “negara pempek”, olahan ikannya meskipun tidak terlalu dominan, hasil akhirnya tetap mendapatkan pujian. Gak kaget kalau dari jaman jebot, pempek yang mengusung jenama Pempek Megaria ini, sudah populer di kalangan penggemar kuliner olahan ikan di Jakarta.

Rujaknya? yang pasti buahnya segar-segar dengan rasa manis sedang plus potongan-potongan jumbo (mungkin kalo potongan kecil bikin repot dan lama pelayanannya ya). Keistimewaannya adalah justru di bumbu kacangnya. Gak terlalu kental tapi hasil ulekannya pas. Apalagi ditambah dengan campuran asam Jawa yang bikin bumbunya menghadirkan 3 kombinasi rasa. Gurih, manis dan asam. Kurangnya cuma 1. Kacangnya kurang banyak (suka apa rakus?). Seingat saya dulu, kacangnya tidak semua diulek. Ada yang berupa potongan-potongan besar dan kasar yang disebarkan di atas bumbu ulekannya.

Makan babak kedua di foodcourt ini jadi penutup rangkaian surga kuliner saya dan keluarga selama di Metropole. Pengen sih kembali lagi kemari seperti permintaan anak-anak. Next, jika kondisi memungkinkan dan kondusif dari segi kesehatan, kami ingin mencoba nonton sekaligus berwisata jajan di Roemah Kuliner. Salah satu food promenade yang menyajikan originalitas masakan Indonesia di Jakarta.

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Sate kambing ala Metropole foodcourt. Lembut dan tidak berbau. Lontongnya pun lembut dan nyaman dikunyah.
Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Rujak buah ala Metropole foodcourt dengan potongan yang besar-besar dan bumbu yang pedesnya pas banget

Memori Dengan Metropole

Waktu saya masih SD (kelas 5 kalo gak salah), menjelang akhir tahun 70an, saya diajak rombongan arisan kompleks yang diikuti oleh Ibu untuk nonton bareng di Metropole. Kagum banget dengan keindahan tempat ini. Dibangun dengan design art deco ala Belanda oleh seorang arsitek bernama Liauw Goan Sing, Metropole jadi salah satu destinasi wisata dalam kota yang patut dipertimbangkan. Kemegahannya pun langsung terlihat dari kejauhan karena tempat yang sudah dinyatakan sebagai cagar budaya sejak 1993 ini, memiliki 1 tiang tinggi dengan ujung besi penangkal petir yang bisa terlihat dari dari jarak yang cukup jauh.

Berlokasi di area elit Jakarta Pusat, persimpangan pertigaan antara Jl. Diponegoro, Jl. Pegangsaan Timur dan Jl. Proklamasi, Metropole di tahun itu (akhir 70an) murni dipakai sebagai bioskop yang biasanya memutar film-film produksi MGM (Metro Goldwyn Mayer) yang terkenal dengan opening cover auman singanya. Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya industri perfilman tanah air, Metropole akhirnya juga memutar film-film karya para sineas Indonesia. Nah di jaman itu salah seorang artis yang punya nama besar adalah Suzana. Film Suzana yang berjudul “Beranak Di Dalam Kubur” inilah yang saya tonton bareng rombongan emak-emak itu. Judulnya aja “menekan mental” itu ya.

Kalo dipikir-pikir tega bener yak saya diajak nonton film horor begitu (ngekek).

Walhasil selama hampir sebulan setelah nonton itu, saya gak bisa tidur nyenyak. Sampai susah memejamkan mata malah. Grasa-grusu tidur mepet sama siapa aja (ngekek). Terus sensitif banget sama aneka sumber suara. Masih terlintas di pelupuk mata bagaimana Suzana dibunuh setelah dinodai padahal saat itu dia sedang hamil tua. Dan karena tak ingin meninggalkan jejak, para pelaku kejahatan, menguburnya sekaligus dengan anak yang masih dalam kandungan. Habis itu langsung bisa ditebak dong. Arwah Suzana gentayangan dan membalas dendam (baca: membunuh) satu persatu para pelaku yang mengakhiri hidupnya. Yang bikin mencekam itu bukan penggambaran proses pembunuhannya. Tapi lebih pada suara menyayat, mata melotot, seringai khas Suzana dan ringkihan yang bikin bulu kuduk merinding. Menurut saya, beliau ini tokoh/artis fenomenal yang aura horornya tak terkalahkan oleh pelakon-pelakon lain yang hingga kini terus bermunculan.

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Metropole di 1951. Fasadnya masih kotak-kotak. Tapi tiang legendarisnya sudah tampak dominan.

Metropole dan Wisata Jakarta

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Metropole dengan nama Megaria 21 di 20017

Tegak berdiri di lahan seluas 11.800m2, Metropole mengalami rangkaian perubahan nama. Nama awalnya adalah Bioscoop Metropool (mengikuti ejaan Belanda). Diresmikan oleh Wakil Presiden pertama yaitu Bapak Muhammad Hatta di 1949. Namanya kemudian berganti menjadi Megaria di 1960 mengikuti kebijakan Presiden Soekarno yang saat itu mencanangkan gerakan anti barat. Berganti lagi menjadi Metropole 21 pada 1989. Dan akhirnya menggunakan nama Metropole XXI di 2008 hingga kini.

Saat ini Metropole dikelola oleh Ciniplex 21 setelah sempat mengalami renovasi besar-besaran, baik untuk interior maupun eksteriornya, pada 2008 hingga 2013. Gerakan renovasi yang sempat mengalami pendapat pro dan kontra dari publik. Sejak renovasi rampung, Metropole akhirnya memiliki 1 gedung bioskop inti dengan 3 teater, bangunan tambahan di sisi kiri yang digunakan untuk foodcourt, 1 bangunan di belakang yang difungsikan sebagai teater tambahan, dan 1 bangunan lagi yang sekarang digunakan untuk pameran dan penjualan produk-produk sanitasi asal Jerman (Grohe). Masing-masing teater yang beroperasi memiliki kapasitas sekitar 170 orang.

Berada di samping jalur kereta api Cikini dan Gondangdia, Metropole, sangat pantas untuk dijadikan destinasi wisata yang cukup menjanjikan di ibukota. Jadi kalau ada tamu dari luar kota atau luar negeri, Metropole bisa menghadirkan salah satu bukti jejak sejarah entertainment premises dan satu-satunya bioskop sejak kita masih dijajah oleh Belanda.

Metropole menjadi satu kompleks panjang yang segaris lurus dengan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Rumah sakit sarat pendidikan yang hingga saat ini masih menggunakan beberapa gedung ber-arsitektur Belanda yang masih terawat dan fungsional. Jika saya tidak salah presepsi, RSCM menjadi barometer perkembangan dan penelitian semua fenomena kesehatan di Indonesia. Sementara bangunannya juga bisa mengingatkan kita bahwa bangunan Belanda yang khas dengan ceiling tinggi dan jendela besar, masih tegak berdiri di daerah Cikini.

Selain itu, sekitar 500 meter dari Metropole, berjalan ke arah Jl. Proklamasi, kita akan menemukan Tugu Proklamasi yang berada di dalam Taman Proklamasi. Di sini kita bisa melihat patung 2 proklamator RI (Soekarno-Hatta) yang terbuat dari marmer hitam. Patungnya dibuat tegak berdiri persis pada saat Soekarno mengumumkan kemerdekaan RI. Ada juga lempengan salinan naskah proklamasi RI yang bentuk tulisan serta isinya dibuat sama persis dengan lembaran aslinya.

Mau ke Monas (Monumen Nasional) juga gak begitu jauh. Kalau gak kuat jalan kaki, bisa naik bajaj yang sering berbaris rapih di samping stasiun KA Cikini. Jika berniat jalan kaki, kita bisa mampir ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Salah satu pusat pendidikan seni ternama dan terpopuler di Indonesia. IKJ sendiri sudah direnovasi. Saat saya lewat, lahan depan IKJ sudah berubah total. Sentuhan seni modern pun tampak mendominasi dengan indahnya. Di dalam kompleks IKJ juga ada planetarium. Tapi saya kurang yakin apakah tempat ini masih beroperasi dengan baik saat ini.

Bangunan cantik lainnya di lingkungan ini adalah Masjid Cut Meutia yang berhadap-hadapan dengan Hotel Sofyan yang juga mempertahankan keindahan bangunan Belanda. Saya belum punya kesempatan khusus untuk memotret masjid ini. Tapi keindahannya banyak mendapatkan pujian dari banyak rekan blogger.

Bagaimana dengan wisata kuliner? Wuih banyak banget kalau mau ditelusuri. Sebagian besar dari tempat makan di area ini sudah berdiri puluhan tahun dan tetap beroperasi hingga saat ini. Tapi diantara kesemuanya, ada 2 tempat yang jadi favorit saya. Selain tentu saja foodcourtnya Metropole yang sudah diuraikan di atas.

Bubur ayam Cikini yang dikenal dengan nama Bubur Cikini (Burcik) masuk dalam deretan utama dari resto yang wajib kunjung setiap ada kesempatan main ke daerah Cikini. Bubur ini loh yang tadi masih tutup. Nama aslinya sih Bubur H. R. Suleman. Lokasinya berhadap-hadapan dengan stasiun kereta api Cikini dan berdampingan dengan resto fastfood KFC. Gak gampang menemukan parkir saat hendak kemari. Apalagi area pedestrian di depan warung bubur ini sudah ditinggikan dan dipasang tiang-tiang permanen setinggi pinggang orang dewasa. Oia, selain menyajikan bubur ala Cirebon, BurCik juga menawarkan martabak telor bebek yang sama lezatnya. Dua menu inilah yang sering banget dipesan oleh para pengunjung.

Kemudian ada Bakmie Gondangdia. Resto yang sudah berdiri sejak 1968 ini selain menyajikan mie ayam sebagai menu andalan, juga menawarkan berbagai chinese food yang dimasak fresh dan kaya rasa khas sajian Tionghoa. Di dekat pintu masuk, kita akan bertemu dengan abang penjual Es Podeng yang bisa kita pesan untuk diantar ke dalam. Mie nya istimewa menurut saya. Tipis, keriting dan selalu ditemani dengan semangkok kecil kuah kaldu yang gurih banget. Potongan jamur, pangsit rebus, sayur dan ayamnya pun selalu enak dan tidak keras.

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Bakmie Gondangdia. Pilihan menu mie nya tak pernah mengecewakan. A must place to visit saat berada di seputaran Menteng, Cikini dan Gondangdia.

Jadi kalau memang niatan berekreasi ke daerah Cikini, Metropole bisa jadi titik awal untuk menjelajah beberapa touristic venues lainnya. Beberapa tujuan wisata yang juga bisa menorehkan pengalaman mengunjungi ring 1 ibukota Indonesia. Akan lebih seru kalau kita juga nginap di kawasan ini. Banyak banget hotel yang menawarkan jasa menginap. Mulai dari yang berkelas (bintang 3 hingga 5), guest house, capsule hotel, bahkan kos-kosan harian. Semuanya bisa disesuaikan dengan budget kita. Yang bertetangga dengan Metropole itu adalah Double Tree by Hilton Hotel Jakarta. Dengan jaringan internasional Hilton tentunya sudah punya gambaran gimana eloknya hotel yang satu ini. Salah satu hotel yang masuk dalam wishlist saya untuk direview.

Balik lagi ke Metropole? Kenapa enggak? Selalu menyenangkan untuk punya kesempatan beranjangsana ke kawasan ini. Tapi yang pasti, karena masih dalam masa pandemi, kita dituntut untuk disiplin protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Metropole XXI dalam kondisi terkini. Foto diambil pada Sabtu, 15 Mei 2021.
Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta
Saya di depan pintu masuk utama Metropole XXI
Beranjangsana ke Cagar Budaya Legendaris Metropole Megaria Jakarta

#MetropoleJakarta #MetropoleXXI #WisataJakarta #JakartaTourism #KelilingJakarta #VisitJakarta #WisataSejarah #WisataKuliner

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

41

Selain membaca, menulis dan mengerjakan craft, kegiatan yang sering saya lakukan selama minim beraktivitas luar ruang adalah nonton YouTube. Terkadang (bahkan sering sepertinya) beberapa channel YouTube saya buka sembari menemani kegiatan menulis atau ngecraft. Berasa seru aja pokoknya. Waktu-waktu bekerja jadi gak terlalu hening karena ditemani oleh suara-suara yang muncul dari YouTube. Jadi kalau pas mata ingin beralih atau ada sesuatu yang seru, kepala pun langsung berpindah menghadap sebuah tablet kecil yang memang saya peruntukkan bagi entertainment link. Taruh aja di meja, di samping laptop atau area tempat saya bekerja dengan aneka craft.

Kebiasaan ini sudah berjalan hampir setahun. Setidaknya sejak pandemi eksis di tanah air dari Maret 2020. Karena banyak waktu-waktu lowong di dalam rumah, pilihan untuk nonton YouTube bener-bener jadi penghibur hati. Apalagi saat gak sengaja menemukan beberapa vlog yang lucu dan unik. Pokoknya jenis video yang murni berupa hiburan tanpa harus mikir sebab akibat atau memunculkan efek yang tidak mengenakkan di hati. Namanya juga entertainment kan? Kita lihat, kita nikmati, dengan tujuan menghibur.

Setelah berulangkali berselancar di beberapa akun, tanpa saya sadari akhirnya saya menemukan beberapa akun yang sering saya kunjungi. Content nya pun beragam. Mulai dari traveling, family living, food experience, sejarah dan pengetahuan umum, cerita-cerita inspiratif (terutama dari kalangan anak muda) dan yang memang pure seru-seruan aja. Bahkan kalau lagi iseng saya kadang nonton juga tuh content mukbang menakjubkan yang bintang utamanya sebagian besar adalah cewek-cewek.

Nah dari aktivitas yang berulang inilah akhirnya saya menemukan beberapa channel yang saya sukai, sering saya putar, subscribed pastinya dan menekan tanda lonceng agar terus update akan video-video terbaru mereka.

Traveling Channel

Rick Steves Europe

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

Tak butuh waktu lama bagi saya untuk mengidolakan Rick Steves (Rick) sebagai presenter traveling yang patut diikuti. Lelaki berusia 66 tahun (saat saya menulis) dan lahir di California, Amerika Serikat ini, memiliki nama lengkap Richard John Steve Junior. Wajahnya yang warm, gesture serta body language dan kualitas suara yang dimilikinya sangat pas untuk seorang pewarta. Dari beberapa sumber tulisan yang saya intip, Rick juga adalah seorang travel writer. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya beberapa buku dengan tema perjalanan yang somehow ingin saya miliki dan telusuri.

Caranya dalam membawakan narasi di vlog juga sangat tertata. Santai dan jelas word by word. Appearance dan outfit nya juga tidak berlebihan. Tampak sangat kalau dia begitu menikmati dan mencintai apa yang sedang dia lakukan serta tampil as it is. Kalimat-kalimatnya juga tidak belepotan dan tidak terburu-buru. Berbicara pelan agar publik non-english speaking bisa dengan mudah mengikuti alur cerita yang sedang disampaikan. Salut untuk script writingnya. Bisa jadi teladan nih untuk mereka yang ingin serius bekerja di dunia pertelevisian. Menjadi presenter dan anchor yang berkualitas atau untuk pengembangan skill public speaking.

Rick Steves Europe menurut saya punya keistimewaan yang membedakannya dari tautan sejenis dengan tema yang sama. Penggalian data dan informasi tentang tempat yang dikunjungi atau yang sedang diliput serius dilakukan sebelum take. Bahasannya lengkap banget. Mulai dari sejarah, budaya, lingkungan dan hampir semua aspek kehidupan yang patut disampaikan kepada penonton. Video-videonya juga perfectly clear dengan kualitas dan angle cinematic yang sangat indah. Rick tidak sepenuhnya atau setiap saat bicara di depan layar. Penyampaian data dan info touristic premises yang ada di video juga disampaikan dengan rekaman suara. Tentu saja hal ini dilakukan agar penonton bisa fokus melihat keindahan video yang ada di dalam vlog dan menjadikan channel ini sebagai salah satu rujukan saat kita hendak berkelana di Eropa.

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

Profesionalitas dan keseriusan Rick dalam dunia traveling disempurnakan dengan hadirnya tautan www.ricksteves.com. Membuka laman ini banyak hal tentang kegiatan perjalanan yang bisa kita temukan dan semua yang berhubungan dengan aktivitas tersebut. Seperti travel trips, watch, read and listen, travel forum, bahkan layanan tour dan shop online untuk memberikan referensi barang-barang yang pas untuk dibawa selama berkelana. Website ini juga menjadi sarana bagi kita untuk mengenal lebih dekat siapa itu Rick. Seorang pria yang sudah 3 dekade mengabdikan diri pada dunia perjalanan, khususnya di negara Eropa.

Ada serangkaian kalimat yang ingin saya kutip dari salah satu vlog yang berjudul Why We Travel. Salah satu video yang terus saya tonton karena meninggalkan makna yang sangat mendalam.

Travel can change our perspective. We discover there’s more to life than increasing its speed. As we experience new things, we paused, we reflect and we let the experience breathe. We travel to learn, to touch the soul(Rick Steves)

Untuk para penggemar sejarah dan nature-loving tourists serta ingin menambah pengetahuan tentang tempat-tempat indah di Eropa, channel ini akan memenuhi semua keinginan Anda. Bersiap-siaplah untuk menyimak, menyelami setiap materi yang disampaikan dan indahnya videography yang ada di dalamnya. Butuh waktu sekitar 1 jam (bahkan ada yang lebih) untuk berselancar di setiap video. So sambil makan popcorn dan segelas penuh soft drink kayaknya pas banget.

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

The Luxury Travel Expert

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

Siap-siap tarik napas kalau buka tautan ini. Dijamin mendadak jiwa misqueen bangkit dari hati yang paling dalam (halah). Tapi bener loh. The Luxury Travel Expert (Luxury), sesuai penamaannya aja, jelas-jelas menunjukkan strata dan kasta brahmananya. Gak yakin? Coba aja buka.

Tautan ini dimiliki oleh seorang Doctor (bukan dokter ya) yang memiliki passion dalam pekerjaannya dan traveling. Dari sekian banyak video yang dibuat tidak pernah tampak wajah dari yang bersangkutan. Tapi saya pernah melihat sekilas, di salah satu video, penampilan 2 anak-anaknya yang masih kecil. Begitupun suara-suara yang tidak sengaja terekam di dalam mobil dalam sebuah perjalanan menuju tempat yang akan mereka kunjungi.

Videonya dibuat pure berupa gambar dan serangkaian penjelasan di bagian bawah layar. Rangkaian tulisan yang sangat informatif, rinci dengan kalimat english active yang sangat mudah dipahami. Gambarnya? Sungguh tidak diragukan lagi kualitasnya. Tampak sekali dia sangat paham dalam mengambil details dan apa saja yang perlu disampaikan kepada para penonton. Cus, bikin ngiler dan merasakan bagaimana beruntungnya dia menikmati semua kemewahan yang ada. Baik itu selama di berbagai resort, flight experiences di business class atau first class, bahkan excellent trip di dalam kereta api dan kapal laut wisata mewah. Semua pengalaman istimewa ini juga bisa kita nikmati dalam sebuah karya literasi lewat official website www.theluxurytravelexpert.com

Liputannya sudah melanglang buana di berbagai negara, dan saya sungguh bangga bahwa Indonesia masuk dalam kualifikasinya. Sejauh ini ada 3 daerah destinasi wisata yang sudah dikunjungi yaitu Bali, Jogyakarta dan Jawa Timur. Di Bali sebagian besar video adalah menceritakan tentang beberapa resorts yang memiliki jaringan internasional seperti Amankila – Karangasem, Mandapa – Ubud, Fourseasons – Ubud, Fourseasons – Jimbaran, Bvlgari – Uluwatu, Anantara Resorts & Spa – Uluwatu, Amandari – Ubud dan Banyan Tree Ungasan – Uluwatu. Untuk Jogyakarta ada Borobudur, Amanjiwo hotel yang berada di dekat Borobudur, sementara untuk Jawa Timur adalah Bromo.

Owner dari Luxury sempat memberikan writing statement bahwa dia sangat menyukai semua kemewahan tempat menginap yang masuk dalam jaringan AMAN Group. Selain properti dalam grup ini tak diragukan lagi keindahannya, setiap resorts selalu mengadaptasi kearifan lokal dimana dia berada. Pemandangannya juga selalu outstanding alias memiliki spectacular scenery. Jadi ungkapan we’ll get something equal to what we paid, udah pas banget saat kita menikmati sajian dari Luxury.

Yang ingin menelusuri channel Luxury, berikut adalah jadwal reguler posting content yang dilakukan: SeninTop 10 travel list, Rabureview luxury hotels and business/first class flight, Jumattravel news, guides, contest & tips for luxury travel on budget. Siapa tahu loh dalam sebuah kesempatan contest yang suka diadakan oleh Luxury, kita bisa dapat voucher menginap di salah satu tempat yang menjadi partner Luxury. Kalau saya sih bermimpi dapat 2 tiket penerbangan business atau first class. Kemanapun itu. Aaahh pengen banget deh. Belum berangkat pun saya sudah membayangkan nikmatnya duduk anteng dan dilayani dengan standard mewah.

Family Living

Kimbab Family

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya
Kimbab Family: Mama Gina, Jio, Suji, Yunji dan Appa Jay

Kimbab Family ini sungguh menggemaskan. Sebuah keluarga kecil dari pernikahan antar bangsa, Indonesia dan Korea. Appa (Ayah) Jay berasal dari Korea, Mama Gina berasal dari Indonesia dengan 3 anak yaitu Suji si sulung yang biasa dipanggil Neng oleh Mama Gina, anak kedua bernama Yunji dan yang ketiga namanya Jio (anak lelaki satu-satunya).

Dari yang saya kulik di beberapa sumber informasi, Mama Gina ini dulu adalah sekretarisnya Pak Dahlan Iskan. Jaman beliau menjabat sebagai petinggi PLN. Mama Gina kemudian belajar ke Cina untuk mendalami bahasa Mandarin. Di sanalah perempuan asli Sunda ini bertemu dengan Appa Jay. Mereka menikah kemudian sempat tinggal di Bandung, daerah asal Mama Gina, selama 3 tahun lamanya.

Di setiap video yang mereka buat, Appa Jay kerap berbicara dalam bahasa Korea, sementara Mama Gina berbicara dalam bahasa Indonesia. Selalu ada sub-title di setiap kalimat yang diucapkan oleh masing-masing dari mereka. Jadi setiap vlog bisa dinikmati dengan nyaman oleh masyarakat dari kedua negara. Tapi meskipun mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda, kelihatan bahwa mereka bisa saling mengerti. Nyambung aja obrolan. Mama Gina yang memanggil Appa Jay sebagai Akang (kakak lelaki dalam bahasa Sunda) sepertinya nyaman dengan model komunikasi yang mereka bangun.

Sebagian besar isi vlog mereka adalah tentang masak dan makan serta kolaborasi dengan youtuber yang lain. Mama Gina pun tampak begitu lihai meracik semua aneka olahan panganan. Di dapur mereka yang cukup luas, tak diragukan lagi bagaimana Mama Gina memiliki skill meramu bahan masakan dengan begitu baik, entah itu masakan Indonesia maupun masakan Korea. Banyak youtuber dan vlogger yang berkolaborasi dan sempat merasakan masakan Mama Gina, kerap memuji apa saja yang sudah mereka makan. Selain masak dan makan, Kimbab Family sering juga menceritakan dinamika kehidupan keluarga campuran seperti mereka di Korea.

Ketiga anaknya pun tampak begitu cerita saat harus masuk frame. Mereka, menurut saya, adalah anak-anak yang menyenangkan, lucu dan seru. Mama Gina pun terbiasa mengajak anak-anaknya berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Gak heran kalau Suji, si sulung, mudah menerima instruksi Mama Gina dan membalas obrolan Mamanya juga dalam bahasa Indonesia.

Saya berharap agar channel Kimbab Family dapat terus eksis sampai anak-anak mereka dewasa bahkan hingga Appa Jay dan Mama Gina memiliki cucu. Bisa jadi salah seorang dari ketiga anak-anak mereka yang kemudian meneruskan hadirnya Kimbab Family untuk publik melalui YouTube.

Oia, Kimbab Family sudah mengeluarkan sebuah buku loh. Bukunya berjudul Kimbab Family, (Bukan) Kisah Drama Korea yang lahir dari penerbit Mizan. Reviewnya akan saya buatkan di tulisan yang berbeda ya. InshaAllah.

General Knowledge

Sebagai pembaca aktif alias pelahap buku juga penyuka sejarah, saya paling suka mengulik berbagai informasi yang berhubungan dengan pengetahuan umum. Jaman dulu, saat social media belum eksis, saya banyak mengumpulkan buku-buku pengetahuan umum. Seringnya sih direferensikan oleh guru. Dan namanya pengetahuan umum, sebagian besar menghadirkan general knowledge yang didapat dari berbagai daerah atau negara. Bukan materi tentang ilmu hitung-hitungan yang menjadi kelemahan saya (ngaku).

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, informasi berupa hard copies pun terkikis oleh hadirnya media on-line. Sungguh suatu perubahan yang mampu mengubah kebiasaan kita sehari-hari. Termasuk salah satunya adalah kebiasaan membaca menjadi menonton.

Touropia

Saya mengenal channel Touropia dari sebuah pekerjaan menulis. Beberapa hari berselancar di www.touropia.com, saya pun mengadaptasi rasa takjub akan bagaimana mereka begitu rapi menyusun setiap informasi. Best recording and filing ever.

Touropia dengan sangat konsisten menampilkan pemandangan menakjubkan dari seluruh dunia yang kemudian dibagi menjadi berbagai daftar terbaik. Melalui daftar ini, Touropia ingin agar publik bisa mendapatkan referensi tepat dan terlengkap dari tempat, daerah atau negara yang mereka liput. Topik yang dihadirkan pun beragam. Mulai dari landscape, ancient monument, peninggalan sejarah, pulau, fauna, negara dan hal-hal lain yang menarik perhatian publik. Destinasi wisata yang ditampikan pastinya adalah pilihan. Dilengkapi dengan rincian informasi komplit tentang apa yang bisa kunjungi, yang bisa kita lakukan, bahkan mengapa tempat tersebut pantas masuk dalam wishlist traveling kita. Highly recommended untuk rapid traveler yang butuh masukan sebelum melangkah atau first traveler yang ingin mengeksplorasi satu destinasi wisata tapi belum tau akan kemana dan ngapain aja di tempat yang dituju.

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya
Halaman depan website www.touropia.com

Indonesia masuk gak sih dalam liputan Touropia? Masuk dong. Biar cepet untuk nemuin artikel tentang negara kita, pencet tombol DESTINATIONS yang ada di sudut kanan atas home page, lalu cari kolom ASIA. Nah nanti bakal langsung liat satu folder khusus tentang Indonesia. Main folder ini berisikan beberapa artikel seperti 10 Best Islands in Indonesia, 7 Excotic Islands Nusa Tenggara, 15 Best Cities To Visit in Indonesia, dan masih banyak lagi. Judul-judul yang dicantumkan di setiap folder bersinergi, memiliki judul yang sama, dengan channel YouTube mereka. Benar-benar satu information lines yang bertautan dan sangat memudahkan.

Dari tadi ngomongin channel luar negeri terus, adakah channel asli dari negara kita yang saya sukai? Tentu ada dong. Untuk bidang pengetahuan umum saya memilih Invoice Indonesia.

Invoice Indonesia

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

Invoice Indonesia ini bener-bener channel edukasi yang menakjubkan menurut saya. Banyak hal yang disampaikan, untuk seusia sayapun, cukup mengagetkan. Tautan ini banyak sekali menguak hal-hal tersembunyi yang bahkan terkadang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Semacam rangkaian investigasi yang mendalam lalu diolah menjadi pengetahuan umum yang baru untuk pemirsanya. Kalimat “Ah masak sih?” sering banget muncul di hati saya. Apalagi setelah sajian video tersebut mencapai titik klimaks di bagian tengah dan mencapai sebuah kesimpulan di bagian akhirnya.

OK. Let’s start with one example.

Pernah mendengar negara Antigua dan Barbuda? Hayo pasti belum kan? Saya juga baru tahu setelah nonton Invoice Indonesia. Nah, kota yang memiliki luas hanya sekitar 440km2 ini ternyata eksis loh. Dan seperti yang disampaikan total lahan tanah negara ini masih lebih kecil dari Kabupaten Pekalongan yang sekitar 870km2. Antigua dan Barbuda adalah 2 bagian daerah yang menyatu lalu kemudian dilindungi oleh negara persemakmuran di bawah kepemimpinan pusat Ratu Elizabeth II (setelah sempat menjadi negara jajahan Inggris). Pemerintahannya dilaksanakan oleh seorang Perdana Menteri dengan sebagian besar penduduk adalah rakyat berkulit hitam. Tapi meskipun hanya sebuah negara kecil, Antigua dan Barbuda memiliki banyak resort mewah dan menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat populer di dunia.

Penasaran dengan valuable information yang disajikan oleh Touropia? Cus cepetan langsung berselancar ke channel YouTube mereka.

Smart, Young and Inspirative

Siapa sih anak muda Indonesia yang gak kenal dengan Jerome Polin Sijabat (pemilik channel Nihongo Mantappu) dan Gita Savitri Devi (pemilik channel dengan judul yang sama dengan namanya)? Mereka berdua ini tidak sekedar nge-youtube tapi juga memiliki prestasi akademis yang patut diperhitungkan. Jerome lagi kuliah di Jepang, sementara Gita sedang menuntut ilmu di Jerman. Keduanya terlibat dalam major study yang berhubungan dengan kemurnian, kekuatan logika dan keenceran otak. Jerome di Matematika Terapan, sementara Gita di Kimia Murni. Mantab lah.

Jerome, si Japan scholarship awardee, lewat YouTubenya menyajikan kegembiraan, bagaimana melewati hidup di Jepang, bersukacita dengan teman-tema Waseda Boys nya, kegilaan mencoba berbagai makanan (tampak begitu bahagia saat liat temannya kepedesan), mengajak kita keliling Jepang, dan ngajak kita belajar berbahasa Jepang. Perjuangannya untuk sampai pada tahap sekarang ini penuh lika-liku.

Anak lelaki dari 3 bersaudara ini sudah sempat menerbitkan 1 buah buku yang digawangi oleh Gramedia. Buku yang mengurai kisah kehidupan seorang anak yang punya keinginan dan mimpi kuat untuk bisa sekolah di luar negeri. Buku yang laris manis ini, baru sempat sampai di tangan saya setelah melalui proses cetak ke-12.

Baca juga: Belajar Memaknai Arti KEGIGIHAN Dari Seorang Jerome Polin. Sebuah Review dari BUKU LATIHAN SOAL MANTAPPU JIWA

Sementara Gita, sangat saya kagumi karena communication skills nya. Fluent in english dengan pola pikir yang bisa dicontoh oleh kaum muda, terutama para perempuan. Apalagi saat dia membuat video dengan segmen Beropini. Di segmen ini saya mendapatkan seorang anak perempuan, generasi penerus yang energetik, berani mengungkapkan pendapat dengan pilihan kalimat yang pas dan sesuai dengan kenyataan yang ada.

Salah satu contoh opini yang disampaikan oleh Gita yang saya sukai adalah Beauty Privelege: Jadi Orang Cakep Lebih Enak (Beropini eps. 69). Apa yang Gita ulas you accept it or not, it’s damn true. Sebagai salah seorang wanita yang pernah berada dalam jajaran decision maker, saya pernah merasakan bahwa the physical appearances will effect us so much. Terutama dalam bidang pekerjaan yang masih didominasi oleh pria. People will think that we, women, are not capable enough to get the job or be the highest level leader. Menurut mereka perempuan itu, saat dia mencapai kedudukan tertentu, adalah mereka yang lebih mendahulukan perasaan ketimbang logika. Saya admit bahwa hal itu ada benarnya, tapi banyak juga loh perempuan yang even can lead better than men.

Tidak seperti Jerome, Gita juga adalah seorang writer/blogger yang piawai dalam menulis. Beragam pemikiran dan pengalamannya dia tulis dengan sangat apik di blog miliknya a cup of tea, www.gitasav.com. Blog inipun sukses membuat saya berhari-hari membaca, mendalami setiap diksi yang dia rangkai, dan menemukan bahwa diri saya (sangat) menghargai apa yang terlintas di benak seorang gadis kelahiran 1992.

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya
Photo source: Gita (pinterest), Jerome (www.popbela.com)

Food Experiences

Salah satu topik yang kayaknya wajib kita simak. Bahkan dalam sebuah perjalanan apapun itu, kehadiran kuliner pastinya turut melengkapi kisah traveling itu sendiri. Bahkan untuk sebuah staycation. Apart from the premises facilities, food and beverage jadi bagian terpenting dari pengalaman ini. Setuju kan?

Nah, untuk yang satu ini saya ada 3 akun Youtube yang sering banget saya tonton yang berisikan konten khusus tentang penyemangat rasa dan ide untuk nongkrong, menikmati hiburan lidah.

I Will Always Travel for Food

Dari judulnya aja udah tendensius banget bahwa di pemilik akun menggilai dunia kuliner. Travel baginya adalah tentang makanan. Pengalaman menjelajahnya di negara Jepang. Mulai dari streetfood, supermarket, hypermarket, makan di fasilitas transportasi (kereta api Shinkansen), dan lain-lain. Videonya hanya menampilkan gambar dengan caption yang pendek-pendek tapi tetap informatif. Makanan yang dinikmati juga banyak macamnya. Sebagian, bahkan mungkin hampir semuanya, menampilkan makanan khas Jepang dengan rincian harga dan ingredients yang ada di panganan tersebut plus tentu saja dimana makanan itu dia nikmati.

Lewat channel ini juga, saya yang tadinya lebih tertarik untuk ke Korea lebih dulu ketimbang ke Jepang, mendadak jadi memutuskan kebalikannya. Mudah-mudahan ya Allah SWT dan semesta mengijinkan saya menginjakkan kaki di negara matahari terbit ini begitu ada rejeki lebih. Tentu saja pengennya pergi bersama suami dan anak-anak tercinta.

Food Kingdom

Bersiaplah untuk terkagum-kagum saat membuka tautan ini. Food Kingdom mengajak kita untuk menelusuri berbagai produsen makanan yang memang memiliki bisnis di bidang ini. Food Kingdom menyajikan proses hadirnya sebuah produk makanan dari awal hingga akhir. Dia bisa menyentuh dapur, dimana sebuah rahasia sajian ada di dalamnya. Makanan yang dibuat juga bersifat masal, dalam jumlah banyak, yang ditangani secara profesional dengan peralatan yang cukup canggih. Jadi channel ini meliput soal pabrik bukan sekedar penjaja makanan.

Jika I Will Always Travel For Food berkeliling Jepang, Food Kingdom menyajikan kekayaan kuliner Korea. Mulai dari kue-kue, permen, makanan ringan (tapi tampak heavy) dan berbagai sajian berat yang sudah populer di dunia seperti Tteokbokki, Kimchi, Ramyeon, Yangnyeom Chicken (Korean Fried Chicken), Kimbap, Bibimbap, Jajangmyeon, Bulgogi, dan lain-lain. Shootingnya tampak serius dan fokus, pure liputan, tanpa caption. Jadi membiarkan kita fokus pada video aja.

Mark Wiens

Saya menyukai cara penyajian Mark Wiens (Mark) di setiap content yang dia buat. Wajahnya yang penuh senyum tampak selalu ramah menyapa setiap orang yang dia ajak bicara. Lahir di Amerika dengan orang tua yang bekerja sebagai misionaris, Mark sudah mengalami perjalanan hidup di berbagai negara. So no wonder kalau dia tampak begitu supel dan gampang membaur dengan orang-orang yang ada di sekitar dia.

Mark menyatakan diri sebagai Migrationology. Yang dalam presepsi yang dia bangun adalah seorang melakukan sesuatu berdasarkan passion (gairah atau sesuatu yang sangat disukai), terus mempelajari dan mengembangkan passion tersebut. Well, jika benar adanya seperti saya juga masuk dalam golongan ini.

Mark yang saat ini tinggal di Thailand, belakangan banyak mengulas aneka kuliner tradisional yang ada di berbagai daerah di negara ini. Negara yang juga adalah tempat kelahiran istri dan anak lelakinya. Mark makannya di pelosok-pelosok, masakan buatan atau ala rumahan, autentik dan legendaris, yang dia rekam sendiri menggunakan actioncam. Lelaki berkewarganegaraan Amerika ini begitu rinci menjelaskan apa yang dia konsumsi. Bahan-bahan apa yang ada di menu tersebut dan menjelaskan tentang autentisitas dari kuliner yang dia nikmati. Jadi tidak sekedar bilang “enak” atau kata-kata atau kalimat formalitas, standard, tanpa ulasan yang mendalam seperti banyak acara-acara makan/kuliner yang ada di jaringan televisi kita. Mark juga cukup sopan menyampaikan ketidaksukaan atau kekurangan nilai sebuah kuliner lewat pemilihan kata yang tepat.

Yang paling saya sukai dari Mark adalah bahwa menikmati kuliner istimewa itu tidak selalu bicara tentang restoran mewah atau tempat yang cozy dengan fasilitas-fasilitas VIP. Mark yang sumeh ini justru mengajak kita melihat dan melebur dengan pedagang makanan dengan dapur dan peralatan sederhana. Dia pun berani mengeksplorasi pengalaman indera perasanya dengan mencoba masakan yang tak umum. Tapi itu jadi kelebihannya.

Mark mentasbihkan dirinya sebagai Eater, Author dan Video Producer. Diapun rajin menulis pengalaman dan pendapatnya di blog nya www.migrationology.com

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

Fun Content

Nadia Omara

Kalau channel yang satu ini saya pilih murni karena keseruannya. Seorang story teller yang ciamik dengan gaya cerita yang asik dan selingan-selingan kalimat yang bisa bikin kita ngakak. Nadia menggunakan kata Wak untuk memanggil mereka atau audience yang sedang menonton content yang dia buat. Saya kurang tau daerah asal kelahiran Nadia, tapi kalau menilik dari intonasi dan gaya bicaranya, kemungkinan besar Nadia berasal dari Sumatera Utara (Melayu Medan).

Dengan tampilan yang sederhana, Nadia mengajak kita untuk mengikuti berbagai kisah yang banyak menjadi sorotan masyarakat, dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari cerita horor, konspirasi, dan tragedi pembunuhan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Salah satu content favorit saya adalah Konspirasi Kematian Putri Diana, Kematian Sudah Direncanakan? Salah satu kasus yang memang melahirkan banyak pertanyaan dan misteri. Melengkapi rangkaian ceritanya, Nadia menghadirkan foto, film atau liputan dan potongan-potongan suara kesaksian curatan hati dari Diana. Terutama saat dia menemukan suaminya masih belum bisa mengalihkan cinta dan perhatiannya pada Camilla Bowles. Cinta lama, cinta sejati, yang tak bisa suaminya (Prince Charles) lupakan.

Satu lagi yang seru adalah bahasan tentang Akhir Kisah The King of Pop, Michael Jackson. Berita tentang proses kematian dan konspirasi yang terjadi di baliknya sempat menggemparkan dunia. Begitu banyak teori yang pelan-pelan terungkap diiringi dengan beberapa bukti yang satu demi satu bermunculan. Irama cerita Nadia untuk kisah yang satu ini sangat menarik dan bener-bener bikin penasaran.

Semakin kesini, gaya cerita Nadia makin kocak. Terutama saat menceritakan kisah perselingkuhan atau pembunuhan terencana yang bikin geregetan. Slip of tounge yang kadang terjadi selama rekaman dibuat pun tidak dipotong. Disini nih saya sering ngakak. Apalagi liat gesture dan ekspresi wajahnya yang sangat ekspresif.

You’ve made my day brighter Nadia.

Fadil Jaidi

Pada setuju gak sih kalau saya bilang si Fadil ini orang usil?

Dari wajahnya aja sudah nampak usilnya si Fadil ini. Terutama saat dia mulai mengganggu Ayahnya. Fadil usil sementara Ayahnya sumbu pendek. Ada aja ide Fadil untuk mengusili Ayahnya. Bikin ngakak nauzubillah pokoknya. Sang Ayah meskipun gatel pengen nyubit, terkadang terlihat nabok dan ngejar Fadil, tetap aja menerima keisengan anaknya. Kolaborasi inilah yang menurut saya menjadi daya tarik utama kanal YouTube nya Fadil.

Satu yang saya sangat suka dari Fadil adalah selalu mengingatkan penonton untuk sholat. Salut untuk Fadil.

The Last But Not Least

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

Yeaaahh. We will talk about Bangtan Sonyeondan.

Sebagai seorang ARMY MOM sejati, gak mungkin lah ya melewati segala macam berita tentang Bangtan Sonyeondan a.k.a BTS yang bisa didapat lewat YouTube. It’s a must gitu loh. Harus update ngapain aja itu bocah-bocah keren.

Terus terang kanal tentang BTS ini bejibun banyaknya. ARMY di setiap negara bikin akun masing-masing. Belum lagi para penggemar di Indonesia yang dengan kreatifnya melahirkan video-video editing, melakukan dubbing menggunakan suara-suara cempreng dan konyol, menciptakan jalan cerita yang lucu, plus memberikan julukan-julukan untuk setiap anggota BTS yang lagi-lagi bikin ngakak. Kadang pengen deh marahin kelakuan konyol si pembuat video. Tapi kok ya selalu bikin saya tertawa lepas tak tertahankan.

Kelakuan lucu juga seringnya bukan hanya terjadi pada video editan. Sesungguhnya setiap member BTS juga terlahir kocak tanpa ampun di official content mereka. Bahkan savage nya Suga juga bikin geli. Belum lagi tingkah-tingkah mereka bermain dan menerima banyak tantangan yang dibuat oleh manajemen seperti dalam link BTS RUN. Mereka tampil apa adanya, layaknya lelaki usia muda yang lagi jahil-jahilnya. Satu dari sekian banyak selingan kegembiraan hati yang mengisi celah diantara kerja keras mereka di panggung. Seneng loh liat keakraban mereka. Teman rasa saudara.

Oia, saking banyaknya kanal yang ada, saya sampai tidak mengenali kanal mana yang sering saya klik karena setiap channel terkadang, sejauh pengamatan saya, sering melahirkan video-video yang isinya sama. Hanya saja setiap video dimodifikasi sesuai selera masing-masing. Tapi yang sering saya tonton itu adalah BANGTAN BOMB, BTS RUN, BANGTAN TV, dan BTS dengan tulisan Hangeul dan bulatan berwarna kuning. Yang pasti dari official YouTube BTS mendapatkan Diamond Creator Award alias Diamond Button. Pencapaian yang tentunya luar biasa.

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya
BTS Minus Jimin, si Mochi lucu. Kalau liat MV nya sih dia lagi umpetan tuh di belakang Jin Hyung.

Semua channel di atas sudah membuat hari-hari saya lebih berwarna. Menghibur dengan berbagai isi, topik dan cerita yang terkomposisi indah bagai pelangi. Pilihan saya tidak terpaku pada jumlah subscriber yang dimiliki kanal tersebut, seberapa banyak viewernya atau seberapa populernya mereka yang memiliki akun yang saya tonton. Tapi lebih kepada kecocokan selera. Maklum sudut pandang emak-emak golden age seperti saya pastilah berbeda dengan generasi-generasi sekarang.

Ada yang belasan atau puluhan juta subscriber, namun gak pas di hati saya. Kontennya menurut saya datar, hanya menampilkan kekayaan, show-off sedekah, atau melahirkan menu-menu setingan. Yang kalau orang bilang itu “demi konten”. Nah yang seperti ini sudah pasti lewat dalam kualifikasi tontonan saya.

Kalian punya referensi channel YouTube yang seru dan menarik untuk saya tonton? Please feel free to write it/them down in comments below ya.

Keseruan Hakiki Bersama Beberapa Channel YouTube Pilihan Saya

#YouTube #RickSteves #FoodKingdom #KimbabFamily #Touropia #InvoiceIndonesia #JeromePolin #GitaSavitriDevi #BTS #NadiaOmara #FadilJaidi #MarkWiens #IWillAlwaysTravelForFood #TheLuxuryTravelExpert

Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY

22

Salah satu film bertema exorcist yang sangat menegangkan dari awal hingga akhir.

Kalau bicara soal serunya proses pengusiran setan yang merasuk di dalam tubuh manusia, kita sering bertemu atau melihat bunyi patahan tulang, mata melotot, suara bariton seperti mengeram, muntahan darah dan barang-barang tak wajar yang keluar dari mulut. Persis seperti melepaskan santet yang hinggap di tubuh seseorang yang sering kita lihat di beberapa film horor Indonesia.

The Divine Fury menggabungkan semua di atas. Tapi menjadi lebih menyeramkan karena kehadiran manusia jadi-jadian, seperti setan berkulit buaya, yang memiliki kemampuan menghancurkan fisik dan pikiran orang lain lewat media tertentu bahkan dari hanya selembar kartu nama. Kemampuan yang sanggup mengakhiri hidup seseorang dengan cara yang ngenes dan ngilunya ampun-ampunan. Media penyiksaannya beragam. Bisa melalui sebuah boneka abstrak atau sesuatu yang berbentuk persis seperti bagian tubuh yang akan diserang. Serem banget kan?

Saya sempat melirik trailer nya. Wow kejahatan ghaib nya tendensius sekali. Tapi baiklah. Sebagai penggemar produk sinema layar lebar yang sarat dengan ketegangan, saya pun mencabar keberanian untuk menonton film ini secara keseluruhan.

Baca juga: THE OFFICIAL SECRETS. Saat Nurani Memerangi Sumpah Profesi

3 Tokoh Utama Yang Bermain Apik

Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY
Dari kiri ke kanan: Pastur Ahn, Ji-sin, dan Yong-hoo

Leading roles di film ini ada 3 pria. Ada Park Seo-joon (Seo-joon) yang berperan sebagai anak yatim piatu sedari kecil dan seorang juara MMA bernama Park Yong-hoo (Yong-hoo). Ahn Sung-ki (Sung-ki), seorang aktor senior yang berperan sebagai Pastur Ahn. Seorang pastur yang diutus oleh Vatikan untuk membantu gereja di Korea dalam menjalankan misi pengusiran setan. Kemudian ada Woo Do-hwan (Do-hwan) yang mengambil peran antagonis sebagai manusia keji sekaligus makhluk jadi-jadian bernama Ji-sin.

Park Seo-joon

Seo-joon, seperti yang saya baca di beberapa artikel, adalah seorang aktor yang sangat selektif dalam memilih peran. Jadi bisa dimaklumi kalau sebagian besar, bahkan mungkin semua, film atau drama yang dia perankan, mendapatkan perhatian istimewa dari masyarakat luas. Termasuk tentu saja keputusannya untuk bermain di The Divine Fury. Film bergenre thriller dan horror yang diproduksi pada 2019.

Stabilitas kualitas dan totalitasnya sebagai aktor kenamaan begitu kuat terpancar dari sorot mata dan ekspresi saat memainkan peran sebagai seorang lelaki petarung bernama Yong-hoo. Lelaki yang harus kehilangan kedua orangtuanya sedari berusia muda. Dia pun dapat berkelahi dengan baik, karena di film ini, Yong-hoo saat dewasa (20 tahun kemudian) berubah menjadi seorang petarung MMA Internasional yang puluhan kali menang tanpa pernah dikalahkan.

Tetapi dibalik kekuatan fisiknya, Yong-hoo ternyata begitu lemah dan melow saat mengingat almarhum Ayahnya, seorang polisi yang mati dalam sebuah kecelakaan tragis. Bahkan Yong-hoo bisa menangis sesenggukkan saat bermimpi bertemu sang Ayah. Tapi dari pertemuan lewat mimpi inilah sang Ayah menitipkan pesan agar Yong-hoo bisa menjadi orang yang bermanfaat dan mau membantu orang lain tanpa pamrih. Almarhum Ayahnya jugalah yang menyelamatkan atau mengembalikan kekuatan Yong-hoo di detik-detik terakhir saat dia terkapar parah dan hampir mati akibat hantaman musuhnya. Kebangkitan itu berasal dari sebuah energi yang disalurkan lewat genggaman tangan Ayahnya yang memunculkan sinar terang.

Yong-hoo juga diceritakan sebagai seorang lelaki dewasa yang kehilangan keyakinannya akan Tuhan karena doanya (semasa kecil) untuk kesembuhan sang Ayah yang sedang kritis tidak terkabulkan. Padahal Yong-hoo merasanya dirinya sudah begitu taat dan rajin berdoa. Dia pun dendam pada gereja, agamanya dan semua yang terhubung dengan keimanannya. Rasa dendam ingin membalaskan kematian Ayahnya yang begitu kuat tertanam di hati membuat dia diliputi oleh kekelaman. Sementara di lain pihak, kalung cincin warisan Ayahnya, yang terus dia kalungkan, memunculkan energi kebaikan yang bersinar begitu kuat.

Baca juga : Yang Gemesin dari My Teacher My Love

Ahn Sung-ki

Aktor berusia 69 tahun ini sangat cocok dan pas memerankan tokoh Pastur Ahn dengan kepribadian yang kuat. Pastur yang memiliki keistimewaan sebagai exorcist karena memiliki fisik yang kuat dan mampu melakukan pengusiran setan dengan proses dan perjuangan yang luar biasa.

Pastur Ahn mendapatkan tugas khusus di Korea untuk menelusuri setan/makhluk ghaib yang berenergi sangat kuat sehingga beberapa dari korbannya tidak dapat diselamatkan. Musuh yang harus dihadapi begitu kuat dan tak terlacak. Bahkan pada klimaks cerita, si setan ini merasuki seorang anak yang tinggal di sebuah panti asuhan. Anak ini akhirnya meregang nyawa karena setan tersebut terus menggunakan fisiknya agar bisa terhubung dengan Pastur Ahn dan Yong-hoo.

Untuk lelaki berusia lanjut, terlibat dalam sebuah karya sinema dengan adegan-adegan fisik yang menantang, tentunya cukup berat bagi Sung-ki. Tapi ternyata beberapa adegan berat tersebut mampu dilakukan oleh Sung-ki. Meskipun dia sering terlempar-lempar saat mengikuti Soe-jon melakukan sesi perkelahian dengan para aktor antagonis. Mungkin gak sih ada peran pengganti? Tapi rasanya tidak. Karena shoot untuk sang pastur sebagian besar diambil dari arah depan atau samping yang tetap menampilkan wajah Sung-ki.

Woo Do-hwan

Baca juga : THE ROYAL TAILOR. Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea

Aktor berwajah lancip berusia (baru) 28 tahun ini, menurut saya, terlalu manis untuk jadi manusia terkutuk. Ekspresi cool nya masih tampak brilian seperti saat dia menjadi kepala pengawal seorang Raja di drama The King : Eternal Monarch. Tapi kurang begitu sadis untuk seorang pembunuh tanpa nurani bernama Ji-sin di The Divine Fury.

Penokohan Ji-sin, menurut saya, sangat total. Selain maksimal efek kekejamannya, setiap adegan pun dibuat begitu tanpa perasaan setiap melakukan tindakan penghancuran orang-orang yang menjadi incaran. Orang-orang yang dianggapnya sebagai pendosa dan pantas untuk mati.

Demi mengkamuflase siapa dia sesungguhnya, Ji-sin menjadi seorang pengusaha night club bernama Babylon. Di rumah hiburan inilah, tepatnya di ruang bawah tanah (basement), Ji-sin melakukan praktek ilmu hitamnya. Dengan mengenakan jubah bertudung berwarna hitam, Ji-sin biasanya meneteskan darahnya dalam sebuah wadah yang di bawahnya terdapat sebuah sumur penuh air dan berisikan banyak ikan atau ular. Dia selalu menyebut “Ular Suci” sebagai sumber pemujaan.

Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY
Wajah lancip Do-hwan yang berperan sebagai Ji-sin. Si manusia kejam yang membunuh para pendosa

Sinopsis The Divine Fury

Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY
Patur Ahn saat sedang menyembuhkan seorang perempuan yang sudah terasuki setan yang dikirim oleh Ji-sin
Baca juga : MANGKUJIWO. Saat Manusia Memperebutkan Pengaruh dan Kekuasaan Duniawi

Film ini dibuka dengan kepiluan Yong-hoo kecil yang menjadi yatim piatu saat Ayahnya, seorang polisi, mati saat menjalankan tugas. Yong-hoo kecil yang berharap dan kuat berdoa agar Ayahnya sembuh, berubah menjadi pembenci agama dan tidak percaya akan hadirnya Tuhan karena kematian Ayahnya tersebut. Hal ini terus berlangsung hingga 20 tahun kemudian dimana dia sudah beranjak dewasa dan menjadi petarung MMA yang disegani dunia.

Yong-hoo dewasa mengalami proses pergulatan batin yang sangat kuat. Apalagi setelah mengalami banyak mimpi dan menemukan luka di telapak tangan kanannya. Selain sering bertemu almarhum Ayahnya lewat mimpi, Yong-hoo juga sering mendengar bisikan-bisikan yang memintanya untuk membalas dendam akan kematian ayahnya. Ini terjadi sejak dia kembali ke Seoul untuk beristirahat sementara dari rangkaian pertandingan di Amerika. Yong-hoo pun berusaha mencari jawaban atas apa yang terjadi.

Atas usulan supirnya, Yong-hoo bertemu dengan seorang anak indigo, keponakan si supir, untuk menggali apa yang sedang menimpa pada dirinya. Dari si anak inilah, Yong-hoo mengetahui bahwa hatinya tampak kelam karena dendam tapi memiliki kekuatan cahaya yang diwariskan oleh Ayahnya. Lewat sebuah proses, Yong-hoo melihat sebuah salib yang menjadi petunjuk kemana dia harus bertanya.

Dari sinilah, dalam satu kejadian, Yong-hoo akhirnya bertemu dengan Pastur Ahn. Saat itu sang Pastur sedang dalam proses menyembuhkan seorang lelaki yang kerasukan. Ketika si lelaki menyerang Pastur, Yong-hoo refleks menyentuh lelaki ini. Memegang kepalanya lalu kemudian lelaki ini mati saat telapak Yong-hoo mencengkram wajah si lelaki dan mengeluarkan cahaya serta api yang membakar wajah. Lelaki ini pun terkapar tanpa nyawa. Kejadian ini kemudian membuka komunikasi antara Pastur Ahn dan Yong-hoo serta menjawab rasa penasaran Yong-hoo selama ini. Setelah melihat telapak Yong-hoo, Pastur Ahn berasumsi bahwa luka tersebut sama seperti luka yang dimiliki oleh Nabi Isa saat disalib. Satu kelebihan yang diberikan atau diwariskan kepada orang terpilih saja.

Sejak saat itu, mengetahui bahwa dirinya memiliki kekuatan untuk mengusir setan, Yong-hoo pun jadi rajin mendampingi Pastur Ahn dalam setiap kegiatan exorcism.

Pada awalnya kedua lelaki ini terus mencari siapa dalang di balik semua kerasukan yang mereka sembuhkan tapi terus terjadi berulang kepada korban lain tanpa henti. Hingga akhirnya salah seorang pasien yang sembuh memberikan petunjuk bahwa sumber petaka berasal dari sebuah night-club Babylon.

Baca juga : PEREMPUAN TANAH JAHANAM. Sudahkah Kamu Mengenal Siapa Orangtua Mu?

Klimaks dari perjuangan mereka adalah pada saat harus menghadapi seorang anak panti asuhan yang kerasukan karena perbuatan Ji-sin. Ho-seok, anak ini, seperti layaknya orang yang kemasukan jin/setan, tampak meraung-raung dan terus mencerca siapapun yang berada di dekatnya atau berusaha untuk menyadarkannya. Pihak panti asuhan pun menghubungi Pastur Ahn yang datang dengan Yong-hoo. Di sinilah akhirnya Yong-hoo bertemu dengan Ji-sin dan sempat adu kekuatan. Tapi kelicikan Ji-sin akhirnya mengalahkan Yong-hoo dan menyakiti Pastur Ahn. Ji-sin dengan kejinya menusukkan sebuah belati yang tampak beracun ke leher Pastur Ahn. Melihat sang Pastur terkulai lemah bagai hidup segan mati tak mau, Yong-hoo pun mengejar Ji-sin hingga ke sangkarnya.

Menyadari kekuatan Yong-hoo yang luar biasa, Ji-sin pun mengubah dirinya menjadi wujud seperti binatang melata. Persisnya seperti ular tapi menggunakan tubuh manusia. Wajah dan sekujur badannya bersisik, titik mata berubah warna dan lonjong dengan sinar tajam, dengan kuku-kuku yang tajam berwarna hitam. Keduanya bertarung dengan begitu sengitnya. Salut nih untuk fighting director yang sudah mengarahkan sedemikian rupa sehingga suasana perkelahian tampak begitu berenergi. Plus untuk creative director yang sudah menciptakan make-up effect yang sangat berkarakter.

Perubahan visual ini menyebabkan Ji-sin menjadi jauh lebih kuat dari Yong-hoo. Hingga akhirnya Yong-hoo terluka parah, terkapar, pingsan dan nyaris mati. Di saat inilah, Yong-hoo “bertemu kembali” dengan raga almarhum Ayahnya. Hingga akhirnya Yong-hoo mendapatkan kekuatan tambahan melalui genggaman erat Ayahnya. Yong-hoo pun tersadar dan bertarung habis-habis dengan Ji-sin. Kematian Ji-sin pun mengakhiri eksistensi nya di dunia fana.

Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY
Yong-hoo saat menunjukkan luka dan tanda berdarah yang ada di telapak tangan kanannya ke Pastur Ahn

Pendapat Pribadi

Sebagai penggemar (baca: penggila) film mencekam, inti cerita dari seperti The Divine Fury sering banget saya temukan. Salah satu yang menurut saya terbaik adalah The Rite, film fenomenal 2011, yang diperankan oleh Anthony Hopkins (Anthony) sebagai Pastur Lucas Trevant yang memang membaktikan dirinya dalam dunia exorcism, dunia supranatural. Kekuatan treatrikal aktor sarat prestasi seperti Anthony memang memberikan kekuatan jalan cerita dari The Rite. Perannya sebagai seorang Pastur yang akhirnya dirasuki roh spiritual tampak sangat sempurna. Gurat-gurat wajahnya pun sangat mendukung kekuatan visual aktor senior ini.

Jadi saat The Divine Furry juga menghadirkan aktor senior sebagai the respectful and powerful exorcist, saya merasakan dejavu seperti kembali menonton The Rite. Meskipun tidak setenar Anthony, Sung-ki, menurut saya, mampu memainkan perannya dengan baik.

Alur cerita yang disajikan sangat mengalir rapih. Dari tahap-tahap awal sang antagonis sudah dimunculkan sehingga kita tidak berteka-teki siapa sesungguhnya si penjahat yang sesungguhnya. Jadi kita tidak berkerut berpikir dan mendadak harus menghadapi plot twist yang sering kali terjadi di berbagai produk sinema bergenre thriller. Ini salah satu hal yang paling saya suka dari The Divine Fury. Kita pun gak dibikin terkaget-kaget atas adegan-adegan serunya. Semua adegan hadir dengan jejak kisah yang smooth, terhubung antara satu dengan lainnya.

Above all, The Divine Furry adalah salah satu film horor Korea dengan hadirnya Park Seo-joon yang wajib kita tonton. Hanya saja karena banyak adegan-adegan sadis berdarah-darah, sebaiknya tidak mengajak anak di bawah 17 atau 19 tahun untuk menikmati film penuh ketegangan ini.

Score saya untuk film ini adalah 8.5/10.

Selamat menonton.

Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY

#ReviewFilm #FilmHororKorea #TheDivineFurry #ParkSeoJoon #WooDoHwan #AnhSungKi

Berkenalan Dengan MEDIABACKLINK.COM. Mendulang Rejeki Dari Dunia Literasi

13

Ingin tulisan di blog mu lebih bermanfaat, bisa dibaca oleh lebih banyak orang dan menjadi lahan rejeki? Yuk coba berkenalan dulu dengan Mediabacklink.com.

Apa Sih Mediabacklink.com itu?

Berkenalan Dengan MEDIABACKLINK.COM. Mendulang Rejeki Dari Dunia Literasi

Mediabacklink.com adalah sebuah organisasi/perusahaan yang bergerak dalam bidang digital advertising agency. Kegiatan utamanya adalah membantu para entrepreneur dalam melakukan kegiatan promosi, baik berupa product review ataupun dalam rangka meningkatkan posisi kehadiran produknya ke halaman pertama di mesin pencarian.

Untuk tujuan ini, para entrepreneur, yang dalam hal ini bertindak sebagai advertisers dan membangun kerjasama yang erat dengan para blogger dan writer. Advertisers dapat memilih blog atau website yang sekiranya pas untuk membantu mengulas produk mereka dengan kriteria yang telah ditetapkan dan dengan niche yang diinginkan. Sementara di lain pihak, para blogger atau writer pun mempunyai hak untuk menerima ataupun menolak tawaran kerjasama yang diajukan oleh advertisers. Bisa jadi penolakan tersebut (terpaksa) disampaikan dengan alasan pengetahuan yang terbatas atas produk yang harus diulas, keterbatasan waktu yang disediakan, atau rate penawaran yang tidak mencapai kesepakatan.

Mediabacklink.com tentunya memiliki standarisasi tersendiri dalam pemilihan atau menyeleksi blog/web yang mendaftar. Penyeleksian yang lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Satu professional aim agar para rekanan, advertisers, dapat memilih blog/web yang memenuhi harapan sehingga program yang mereka kerjakan bisa membantu kelancaran bisnis hingga tujuan akhir pendirian usaha bisa tercapai.

Definisi Backlink dan Manfaatnya

Sebelum meluncur mengupas isi dari Mediabacklink.com, sudah ada yang tahu dengan apa dan manfaat dari backlink?

Mengutip dari berbagai sumber, backlink adalah link yang masuk ke sebuah situs web atau halaman web. Sering juga disebut sebagai link masuk, inbound link, ink link atau link balik. Atau dalam pengertian terminologi dasar link, backlink adalah link apapun yang dapat diterima oleh sebuah halaman web, direktori, situs web atau domain tingkat atas. Biasanya sih digunakan oleh penulis untuk menghubungkan sebuah tulisan yang memiliki benang merah yang sama dengan apa yang ditulis oleh yang bersangkutan.

Salah satu manfaat yang dapat dari backlink adalah efek meningkatkan SEO. Backlink, menurut analisa Google, juga mampu mengangkat popularitas dari sebuah situs web/blog yang digunakan sebagai backlink. Apalagi jika backlink tersebut direkomendasikan oleh Google dan baik untuk search engine.

Fasilitas Yang Disediakan Mediabacklink.com

Berkenalan Dengan MEDIABACKLINK.COM. Mendulang Rejeki Dari Dunia Literasi

Karena melibatkan 2 pihak, advertisers dan blogger/writer, dalam membangun mutual partnership atau kerjasama, Mediabacklink.com tentu saja berfungsi sebagai mediator yang memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh keduabelah pihak.

Advertisers dapat membeli backlink. Sementara blogger/writer bisa menjual backlink.

Keuntungan Membeli Backlink dari Mediabacklink.com

Apa saja keuntungan yang bisa didapatkan dengan membeli backlink di Mediabacklink.com?

  • Mendapatkan backlink berkualitas, aman dan sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Satu hal yang tentu saja akan membantu blog/website si pembeli naik posisi di mesin pencari;
  • Meningkatkan kunjungan website, baik dari mesin pencari (karena naik di halaman pertama) ataupun dari website yang memberikan backlink atau yang mengulas produk Anda;
  • Bisa membantu meningkatkan penjualan produk;
  • Meningkatkan kualitas web baik dari segi peringkat di mesin pencari, DA (Domain Authority), PA (Page Authority), CF, TF dan juga Alexa (semakin rendah akan semakin bagus);
  • Membantu mensosialisasikan produk ke jaringan yang lebih luas;
  • Menyediakan banyak blog dari para blogger di seluruh wilayah Indonesia dengan niche yang beragam dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kita serta kualifikasi yang diinginkan

Lalu bagaimana caranya agar bisa bergabung sebagai pembeli backlink?

Hal yang dilakukan pertamakali tentunya mendaftar atau bergabung dan terhubung lebih dahulu dengan Mediabacklink.com. Informasi selanjutnya dapat dibaca melalui link cara bergabung menjadi pembeli backlink. Gampang banget. Setiap langkah ditulis dengan ringkas, informatif, disertai dengan screenshot dari tombol-tombol yang harus kita tekan.

Keuntungan Menjual Backlink di Mediabacklink.com

Kalau ada yang membeli berarti ada yang menjual dong ya. Begitulah hukum ekonomi berjalan. Lalu seperti apa proses dan keuntungan menjual backlink di Mediabacklink.com?

Nah fase ini nih yang menjadi bagian atau informasi penting bagi para blogger/writer.

Jika Anda memiliki blog atau website dan ingin agar blog atau website tersebut bisa memberikan penghasilan tambahan, tentunya kita butuh wadah untuk menjual tulisan kita. Mediabacklink.com adalah tempat terbaik untuk tujuan itu. Dengan tulisan berkualitas yang kita miliki, Mediabacklink.com akan mempertemukan kita (tentu saja secara on-line) dengan para advertisers yang ingin mempromosikan produk usahanya. Kita pun ditampilkan untuk mendapatkan perhatian dan menjadi pertimbangan dari para advertiser. Semakin baik quality rate writing capabilities kita, maka tentu saja harga yang ditawarkan akan semakin tinggi.

Selain kualitas literasi, ada beberapa hal yang juga jadi pertimbangan agar kita dapat menjual blog atau web kita. Kriteria yang dinilai adalah berdasarkan:

  • DA (Domain Authority);
  • PA (Page Authority);
  • Nilai Alexa (semakin rendah maka akan semakin bagus) dan;
  • Jumlah index google (semakin banyak/tinggi maka akan semakin bagus)

Keuntungannya? Buat blogger Mediabacklink.com menjadi salah satu jembatan transaksional ke advertiser. Kita, para penulis/blogger akan dibantu menemukan rekan bisnis tanpa harus bersusah payah mempromosikan diri kita sendiri. Selama ada wadah yang baik, kenapa tidak kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin.

Tertarik untuk bergabung menjual backlink? Silahkan bergabung di menjadi penjual backlink di Mediabacklink.com

Berkenalan Dengan MEDIABACKLINK.COM. Mendulang Rejeki Dari Dunia Literasi

Keep in good writing my fellow writer and blogger!!

Berkenalan Dengan MEDIABACKLINK.COM. Mendulang Rejeki Dari Dunia Literasi

#Mediabacklink #MembeliBacklink #MenjualBacklink #GoodWriting