HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah

Matahari bersinar terik tak terkira ketika saya dan Dewi berangkat dari Cikarang menuju Jakarta Convention Centre (JCC). Khawatir akan kejamnya lalu lintas tol Cikampek dan keterbatasan waktu serta tenaga untuk loading in, kami pun memutuskan untuk berangkat lebih awal. Hari itu tgl 23 Mei 2019, persis 1 hari sebelum dilaksanakannya HIJRAHFEST 2019 di bulan Ramadhan.

Sesuai skenario, ba’da Ashar, kami bertemu dengan Arifin dan Elly pemilik De Ariel Soapy Story yang kali ini berbagi stand dengan FIBI Jewelry. Kami sepakat untuk menata booth bersama-sama, menentukan tata letak meja, lalu meninggalkan produk seaman mungkin agar besoknya kami tidak diburu waktu. Perhitungan waktu pun pas banget karena semua tugas-tugas selesai persis 1 jam sebelum waktu berbuka tiba.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah

Hijrahfest tahun ini mengambil tema Unforgettable Hijrah. Arie Untung, Ketua Panitia, dan squad yang tergabung dalam Kajian Musyawarah, menargetkan event ke-2 Hijrahfest ini dapat menjadi kenangan seumur hidup yang tak akan terlupakan, baik bagi penyelenggara maupun bagi semua yang hadir tanpa kecuali. Acara-acara yang disusun melengkapi khusyuknya ibadah selama di bulan suci Ramadhan. Selain hadirnya belasan ulama (ustadz dan ustadzah) dengan syiar tentang kemuliaan Ramadhan, acara yang diselenggarakan dalam 3 x 24jam ini mengajak para pengunjung yang sebagian besar adalah para milineal untuk tekun mengisi qalbu dan memperkaya iman.

Harapan dan uraian ini disampaikan Arie pada kesempatan pembukaan acara yang juga dihadiri oleh Bpk. Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Arie bahkan mengutarakan bahwa di H-2 dia sempat ingin membatalkan acara ini mengingat kejadian kerusuhan yang tidak terduga di area Thamrin dan Slipi sekitar 3 hari sebelum hari H. Tapi setelah mendapatkan jaminan keamanan dari pihak Pemda DKI, kegalauan itu pupus sudah.

Pak Anies bahkan dalam pidato pembukaannya menyampaikan keyakinan dan keteguhan hati bahwa Jakarta (alhamdulillah) aman, bahwa Jakarta siap menjadi tuan rumah acara apapun, tak terkecuali Hijrahfest 2019. Pak Anies pun menggantungkan mimpi dan keinginan agar acara sejenis, yang sarat akan makna keimanan, bisa (lebih) sering diadakan di Jakarta, agar kita dapat mempererat silaturahim dan menjaga ukuwah keimanan. Dua hal yang menurut beliau adalah pilar ibadah, kebersamaan, dan kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara. Rangkaian kata dan kalimat sarat makna dari Pak Anies yang selalu berkualitas. Uraian literasi yang selalu mengademkan hati dan saya nikmati di setiap pidato-pidato beliau. Jadi ketika tepuk tangan menggema setelah beliau mengutarakan ini, saya merasakan sesaknya rasa suka cita yang susah untuk diwakili oleh kata-kata.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Bpk. Anies Baswedan | Dalam acara pembukaan Hijrahfest 2019

Hall B, tempat dimana acara pembukaan diadakan, memang dialokasikan untuk kegiatan inti dan ibadah. Tersedia sebuah panggung besar dengan 3 layar mega yang memperlihatkan kegiatan di atas panggung. Sound system pun terpasang dengan sempurna dan powerful. Jadi walaupun tidak berada di Hall B, pengunjung masih bisa mendengarkan ceramah dari kejauhan.

Ruangan pun di bagi 2. Terpisah antara kerumunan lelaki dan perempuan. Baik untuk duduk mendengarkan ceramah maupun untuk sholat. Aura positif pun sangat terasa di saat saya melihat tumpah ruah kerumunan saudara-saudara muslim sejak acara secara resmi dibuka. Tampak ribuan wajah-wajah muda, lelaki dan perempuan memenuhi ruangan, duduk dengan tertib dan tafakur. Jarang banget saya menemukan wajah-wajah paruh baya seperti saya di ruangan seluas ini. Kenyataan bahwa acara ini sudah dinantikan dan dikuasai oleh kaum milenial memang benar adanya.

Suasana sesak, penuh lautan manusia, sangat terasa ketika waktu-waktu sholat tiba. Kesempatan melaksanakan sholat berjamaah di awal waktu tampak menjadi prioritas utama dari sebagian besar pengunjung. Bahkan 30 menit sebelum adzan dikumandangkan, pihak panitia mengingatkan hadirin untuk segera mengambil wudhu dan meminta seluruh pemilik booth untuk menghentikan sementara aktivitas perdagangan. Tempat wudhu sebenarnya sudah banyak disediakan. Tapi karena jumlah manusia yang membludak, kegiatan ini pun harus mengantri panjang.

Keputusan menutup stand sementara ini terasa banget manfaatnya ketika adzan maghrib berkumandang. Karena dengan begini kami bisa berbuka puasa dengan tenang, tanpa terburu-buru, sholat maghrib, dan meneruskan istirahat sebentar setelah Isya. Pameran yang berlangsung hampir menjelang pkl. 22:00 wib memang menyedot tenaga ekstra. Jadi waktu-waktu istirahat di saat menunaikan ibadah wajib begitu melegakan untuk kami para pedagang.

Untuk konsumsi buka puasa, panitia menyediakan lobby Hall B. Diisi oleh belasan penyedia makanan yang sangat beragam, tempat ini selalu penuh sesak menjelang maghrib. Gak ada yang gak laku keliatannya. Tumpah ruah gak bergerak. Sajian favorit yang sudah mengantri dari jam 4 sore itu adalah Nasi Kapau. Ada sekali waktu saya mencoba mengantri, tapi walhasil menyerah juga saking lamanya. Akhirnya cuma (bisa) numpang motret. Itupun badan terdorong-dorong oleh pengantri booth sebelah.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Nasi Kapau | Favorit pengunjung Hijrahfest

Perjuanganlah pokoknya. Sepertinya untuk Hijrahfest ke-3, ada baiknya panitia menyediakan ruangan yang jauh lebih besar untuk kuliner, yang bisa menampung pengunjung dalam jumlah yang lebih banyak plus menyediakan meja-meja besar. Karena tidak adanya meja ini, banyak yang akhirnya duduk di lantai. Ini yang menjadikan ruangan tambah sesak dan antrian jadi tambah bererot.

Selain panitia inti yang tampak selalu menjamin kelancaran acara, tampak terlihat banyak sekali volunteer lelaki dan perempuan. Para volunteer, baik lelaki maupun perempuan, mengenakan jaket tanpa lengan berwarna biru, tampak menyebar hampir di setiap sudut Hall B. Mereka dengan ramah mengatur arus lalu lintas manusia, mulai dari jalur mengambil wudhu, arah jalan supaya tidak bertabrakan satu sama lain, dan tentu saja shaf sholat. Sementara untuk mereka yang terlibat di dalam operasional kepanitiaan, banyak berkeliling mengatur area depan (lobby) Hall A, Hall A, dan pengaturan dinamika ceramah.

Di bagian depan/lobby diisi oleh beberapa tenant sponsor, information counter, dan area khusus anak-anak yang dialokasikan untuk permainan dari Nussa Land. Brand yang berkonsentrasi mengembangkan aneka produk mainan anak-anak dengan nuansa Islami. Tempat ini akhirnya penuh dengan para orang tua yang membawa anak-anak. Dan penuh sesak selama weekend.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Stand FIBI Jewelry

FIBI, Peserta Pameran dan Hijrahfest 2019

Membaca berbagai berita mengenai kesuksesan Hijrahfest 1 yang diadakan November 2018, terutama beberapa peristiwa-peristiwa menyentuh yang terjadi selama event berlangsung, FIBI, brand perhiasan saya mendapatkan link untuk berpartisipasi dalam exhibition yang merupakan bagian dari acara Hijrahfest secara keseluruhan. Ini pun didapatkan dalam rentang waktu yang mepet banget. Tapi berbekal semangat, walaupun dengan jumlah anggota tim yang minim, FIBI tak ingin melewatkan salah satu event yang kerap jadi pembicaraan dan panutan ini.

Setelah melewati berbagai pertimbangan, terutama urusan financial atau harga stand yang cukup lumayan untuk sekelas JCC, kami sepakat untuk berbagi tempat dengan De Ariel Soapy Story. Alhamdulillah dari kebersamaan ini, kami jadi menambah saudara baru yang sevisi dan semisi. Berkenalan dengan Arifin dan Elly, sepasang suami istri pemilik brand ini, waktu-waktu berpuasa sambil berdagang dari pkl. 10:00 – 22:00 wib terasa begitu berharga dan menyenangkan. Di setiap waktu berbuka, kami nikmati bersama dan melengkapinya dengan obrolan-obrolan yang menyenangkan. Belakangan saya ketahui bahwa Arifin dan Elly juga adalah distributor alat dan perlengkapan merajut. Mereka bahkan jadi pemasok utama untuk beberapa toko craft yang ada di Indonesia.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Stand The Ariel Soapy Story

Di beberapa kesempatan, saya mencuri waktu dengan berkeliling melihat para peserta pameran lainnya. Sebagian besar diisi oleh produsen dan atau penjual pakaian. Ada beberapa yang memang sudah terkenal seperti Dian Pelangi, Marini Zumarnis dan beberapa merk milik para artis. Walaupun cutting outfit nya tidak semegah Moslem Fashion Festival yang baru FIBI ikuti, weekend adalah saat-saat dimana para penjualan pakaian ini dipenuhi oleh pengunjung. Tampaknya budaya berbaju baru di hari lebaran masih merajai suasana ramadhan tahun ini. Setidaknya terasa dari kepadatan pelanggan pada hari terakhir pameran, di hampir seluruh stand pakaian.

Selain pakaian, di bagian paling depan, ada 1 stand besar yang menawarkan perumahan dengan konsep non-riba. Berdekatan dengan Wall of Fame, tempat semua bisa menuliskan sesuatu/kesan selama hadir untuk Hijrahfest. Kemudian ada juga beberapa bank dengan jargon syariah, LSM yang bergerak di bidang bantuan sosial seperti ACT, papan quote islami, makanan-makanan untuk lebaran (cookies), perlengkapan ibadah, dan yang keliatan juga laris adalah penjual produk-produk dari Timur Tengah (parfum non alkohol, beberapa makanan kecil seperti kurma dan kacang), topi kupluk yang lucu banget, dan lain-lain. Khusus untuk penjual topi ini, larisnya luar biasa. Saya sampe terpana melihat pelanggan tak berhenti membeli dan gak sempet juga difotoin.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Ina Cookies | Salah satu brand cookies kenamaan
HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Dian Pelangi | Salah satu brand outfit kenamaan di Indonesia
HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Ecoprint | Stand yang bersebelahan dengan kami
HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Botanina | Produsen essential oil

Keberagaman produk sangat terasa di Hall A, dimana beberapa (ratusan) pedagang dan penjual jasa berada. Hiruk pikuk kegiatan sangat terasa terutama di saat-saat antara waktu sholat dan setelah Isya. Alur lalu lintas pengunjung dibuat dalam 1 arah. Hanya melalui pintu depan Hall A. Jadi ketika akan mengikuti/hadir dalam kelas-kelas kajian dan atau ceramah di Hall B, semua harus melewati Hall A dimana semua peserta pameran berada.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Wall of Fame | Tempat siapapun yang ingin meninggalkan kesan dan pesan untuk Hijrahfest
HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Penjual produk Timur Tengah | Parfum non-alkohol menjadi yang terlaris
HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Papan Quote Islami | Selalu penuh berjubel
HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah

Bagaimana dengan FIBI Jewelry?

Antusiasme pengunjung untuk produk perhiasan kreatif seperti kami tidaklah seseru ketika mengikuti event-event khusus craft atau perhiasan. Sebagian besar produk yang diminati oleh pengunjung adalah bros berbudget rendah. Alhamdulillah. Semua kami sambut dengan sukacita. Setiap yang mampir selalu kami layani dengan baik, tapi kantung rejeki hanya Allah yang mengatur. InshaAllah dengan mengikuti event ini, salah satu kunci dari kegiatan promosi sudah kami laksanakan. Hujan terimakasih saya ucapkan, selaku pemilik brand FIBI Jewelry, kepada teman-teman yang berkenan saling bahu membahu berpartisipasi di Hijrahfest 2019. Terimakasih juga sudah mengijinkan saya merasakan aura luar biasa, rasa istimewa berada di ribuan orang-orang sholeh dan sholeha, di sebuah pameran bernuansa Islami, yang tidak dapat saya rasakan di pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Secara keseluruhan, Hijrahfest 2019 sudah meninggalkan kesan tersendiri untuk saya pribadi. Walaupun saya tidak sempat mengikuti rangkaian kajian yang diadakan tanpa putus di Hall B, saya beruntung sempat bertemu muka dan berjabat tangan dengan Pak Sandiaga Uno. Seorang tokoh nasional yang saya kagumi dan menyempatkan diri menyapa publik di acara ini. Alhamdulillah, sebagai salah seorang anggota pasukan beliau di program OK OCE, beliau mengingatkan saya untuk tetap ikut serta menyukseskan program sejenis yang akan beliau adakan di masa mendatang. Saking serunya bertatap muka, saya sampaikan lupa untuk berfoto dengan beliau. Next time for sure ya Pak. Begitupun ketika di saat yang sama berbincang dengan Arie Untung. Pribadi yang begitu humble, ramah, dan mengesankan dengan proses hijrah yang dialaminya. The key person dari Hijrahfest. Anak muda yang bisa dijadikan contoh oleh generasi-generasi muda yang lain.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah
Sandiaga Uno dan Hijrahfest Squad | Foto diambil dari IG @hijrahfest

Selamat untuk Arie Untung, Kajian Musyawarah dan seluruh pribadi yang terlibat dalam Hijrahfest 2019 Ramadhan. Tetaplah istiqamah dengan semua niat baik yang sudah dibangun, ditata, dan dikembangkan. Berdiri tegak, mengajak pribadi lain untuk menguatkan keimanan, di masa-masa dimana isu terpenting dalam hidup ini semakin tergerus, bukanlah perkara gampang. Masa akan berganti, ujian hidup juga akan terus mengalir, tapi menguatkan ukuwah sesama muslim adalah sebuah tanggung jawab yang harus tetap dipegang teguh.

Meskipun saya dan FIBI hanyalah setitik debu dari sekian proses hijrah yang menggelombang sepanjang acara berlangsung, menjadi bagian dari Hijrahfest 2019 akan terus terkenang seumur hidup.

HIJRAHFEST 2019 | Ketika Menjadi Setitik Debu di Lautan Hijrah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here