Saya dan suami hari itu (Sabtu) berangkat ke Bandung karena si sulung memutuskan untuk pindah tempat tinggal.  Yang tadinya ngumpul bareng 6 teman yang lain di sebuah rumah kontrakan, akhirnya semua berpencar dan memilih tinggal di kos-kos an aja.  Pilihan yang menurut saya lebih nyaman karena dengan nge-kos gak bakalan rempong harus berbagi tugas membersihkan dan mengurus rumah.  Apalagi anak laki-laki yang cenderung (sangat) cuek dengan perihal penting yang satu ini.  Kebayang dong gimana “ancur mengancurnya” kondisi rumah jika setiap penghuninya beralasan sibuk belajar dan mumet dengan tugas-tugas kuliah.

Kami berencana sekalian weekend staycation seperti biasa, karena kebetulan di hari berikutnya (Minggu) harus menghadiri arisan keluarga di daerah Pasir Jati, Bandung.  Alasan lainnya adalah, yang namanya pindahan, sedikit atau banyak barangnya, pasti butuh tenaga ekstra.  Jadi mending berhemat energi dan waktu, daripada harus mondar mandir Cikarang – Bandung dalam 2 hari berturut-turut.

Suami kali ini mengajak saya menginap di Saninten Inn (Saninten) yang berlokasi di Jl. Saninten No. 65, masih berada dekat dengan Jl. Riau, salah satu pusat keramaian di Bandung. Ada 2 alasan kami memilih tempat ini. Pertama, rate review di angka 9 yang mengesankan dari para tamu yang pernah menginap. Kedua, harga sewa kamar yang sesuai kebijakan budget atau alokasi dana yang sudah kami sepakati.

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Fasad Saninten Inn yang cantik ketika difoto saat malam hari

Mengikuti arahan GPS, kami tidak menemukan kesulitan berarti untuk mencapai Saninten. Berada di sebuah lingkungan perumahan elit yang banyak diantaranya sudah berubah fungsi menjadi resto atau kantor, Saninten tertangkap denah di ujung jalan buntu. Di sudut buntu itu, Saninten memajang tulisan nama yang cukup besar dan terlihat dari kejauhan. Jadi kalo sudah masuk Jl. Saniten dah pasti gak nyasar deh.

Bertetangga dengan hunian/rumah lainnya, Saninten terlihat berbeda sendiri karena bangunannya yang menjulang, 3 lantai, dengan design fasad yang memberikan kesan megah. Di atas pintu utama yang jangkung, kita dapat melihat logo Saniten berbentuk pohon yang rindang, serta tulisan “Saninten Inn. A Preferred Stay” Motto yang maknanya dalem banget.

Sambutan Ramah dan Lantai Bawah yang Fungsional

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Receptionist yang menyatu dengan resto

Membawa hanya 1 koper kecil, kami disambut ramah, tanpa proses check in yang berlama-lama. Ya. Dengan jumlah kamar yang (hanya) 11 unit, tempat ini tentunya memegang teguh prinsip less but valuable, private, yet comfortable. Jadi sesaat memasuki lantai bawah (ground floor), saya langsung merasakan atmosphere kekeluargaan, seperti pulang ke rumah orang tua. Suasana yang tentu saja sangat berbeda dengan hotel-hotel lain yang pernah kami singgahi sebelumnya.

Area penerimaan tamu hanya dilengkapi dengan meja kayu dengan peralatan kantor yang tampak efisien dan sebuah lemari file besar yang juga terbuat dari kayu. Diatur tanpa sekat, bergabung dengan meja receptionist, tersedia beberapa meja makan yang dilengkapi kursi dan lemari panjang. Menempel di salah satu dinding, diletakkan sebuah rak buku layaknya perpustakaan kecil. Pilihan bukunya beragam. Mulai dari novel, info pariwisata, dan tentu saja bacaan-bacaan yang berhubungan dengan self improvement. Saya juga melihat sebuah sofa sandaran tinggi dengan “parkiran kaki” di dekat rak buku. Sudut ini mendadak jadi kesukaan saya deh. Kebayang asiknya membaca sambil menikmati hujan yang dingin, angin semilir menerpa wajah, secangkir bahkan mungkin bercangkir-cangkir kopi hitam, dan sepiring (besar) pisang goreng crispy. Komplit dah. Dijamin bakal betah. Atau malah ngantuk dan jadi ketiduran??

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Sofa membaca di pojokan dan dekat dengan jendela besar di lantai bawah

Melengkapi keindahan ruangan yang serba fungsional, di lantai bawah ini ada sebuah dapur berjendela besar, yang belakangan saya ketahui menjadi salah satu spot foto favorit para pengunjung. Di depannya ada beberapa meja dan kursi besi tanpa atap yang bisa dilihat dari lantai atas.

Mendekat ke jalan menuju lantai 2, ada sebuah musholla berukuran sedang dengan nuansa dekorasi pintu masuk ala Jepang, 2 toilet di bawah tangga dilengkapi dengan sarana wudhu, lukisan besar yang membelakangi 2 kursi dan 1 meja persis di depan pintu masuk musholla. Yak, kudu pepotoan di sini buat melengkapi kesan pertama yang terasa sempurna.

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Musholla di lantai dasar | Sudut istimewa menuju ke lantai 2
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Area duduk di depan musholla
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Tangga menuju lantai 2 yang photogenic | Terlalu cakep untuk dilewatkan

Kamar yang Hangat, Cozy, dan Nyaman

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Sudut minimalis, lampu meja kecil, dan dudukan bambu
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Twin Bed, sebuah lemari besar, dan akses menuju kamar mandi

Jika biasanya pintu masuk kamar berdekatan dengan pintu kamar mandi, di Saninten posisinya beda. Pintu kamar mandi menghadap ke tempat tidur dan berdampingan dengan sebuah lemari besar. Di dalam lemari ini disediakan 2 buah bantal tambahan, 2 buah outer mandi, hairdryer, sajadah, sarung, dan mukena. 3 item yang belakangan disebut memberikan kesan yang mendalam buat saya. Jarang-jarang loh bisa mendapatkan ke-3 fasilitas ini saat menginap di hotel. Terutama mukenanya. Meskipun hanya bagian atasnya saja, mukena berbahan cotton dengan efek sulaman ini, nyaman banget buat dikenakan. Wangi dan lembut. Begitupun sarungnya. Membuat kita betah berlama-lama sholat dan bersujud.

Kamar mandinya bersih dan terkesan luas karena efek kaca panjang dan besar yang dipasang di salah satu dinding. Tolietriesnya lengkap. Cukuplah untuk menginap berdua selama 2 hari 1 malam. Shower dengan air panas dan dingginnya juga bekerja dengan baik. Antara shower dan toilet dudukan serta wastafel diberi pembatas kaca agar salah satu sisi tetap kering dan tidak licin untuk dipijak. Saat mandi, saya perhatikan, Saninten sangat peduli dengan aliran air di seputaran shower. Keliatan banget air mengalir lancar di saluran-saluran kecil yang dibuat berjenjang. Jadi kalau pengen mandi air hangat berlama-lama, gak bakalan ketemu air menggenang di seputaran kaki kita.

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Kamar mandi dan lemari besar yang berisikan bantal, outer

Kamar berukuran 28m2 yang kami tempati ini, terhubung dengan sebuah teras dengan udara terbuka dan pemandangan tempat duduk-duduk di lantai bawah. Sirkulasi udara memberikan kelegaan saat kita ingin ngobrol di luar kamar. Tapi ada baiknya tidak membuat kegaduhan karena terasnya tidak ada pembatas dan tersambung dengan kamar lain yang berada berderet di lantai 2, lantai yang kami tempati saat itu. Pengaturan begini akan sangat berarti jika satu deret kamar dipesan oleh satu keluarga besar. Naahh bakal terasa banget itu acara kumpul-kumpulnya. Jadi meskipun antar kamar tidak tersedia connecting door, kita bisa dengan bebas berpindah kamar dan tetap terhubung melalui teras.

Kamarnya sendiri dicat dengan warna adem dan memberikan kesan luas. Lantainya menggunakan tegel yang gambar dan warnanya menyerupai kayu parquette. Saat datang sudah tersedia beberapa complimentary goods seperti kopi, teh, creamer, dan gula sachet, plus 2 botol air mineral, serta tentu saja ketel penanak air. Bonusnya adalah sekeranjang makanan ringan yang bisa kita nikmati free of charge.

Yang tertinggal dan perlu ditambahkan untuk kamar twin deluxe yang kami sewa adalah tidak adanya slipper (sandal kamar), AC yang kurang dingin walaupun masih dalam tahap nyaman, dan bed head kayu yang tidak terpasang dengan baik. Jadi setiap kasur bergerak, bed head ini akan menghantam dinding dan menimbulkan suara yang lumayan keras. Sarana wifi/internet pun saat itu down. Jadi tidak dapat digunakan hingga kami check-out.

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri

Makan Pagi ala Rumahan yang Sederhana Tapi Mengenyangkan

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Sarapan saya dan suami, Minggu pagi, di Saninten

Semalaman hingga pagi harinya saya mengisi waktu dengan menyelesaikan wire jewelry pendant. Nguber kerjaan nih ceritanya. Sementara suami pergi untuk olah raga pagi di Gazebu, sebuah lapangan besar, ruang publik, di pusat kota Bandung. Lapangan seluas arena sepak bola ini, setiap Minggu bukan cuma dijadikan ajang mencari keringet, tapi juga tempat yang pas untuk hiburan mata, wisata belanja, dan memanjakan lidah serta selera. Aneka penjual emperan tumplek bleg serba ada pokoknya.

Olah raganya sih gak lama tapi Gazebu terakhir-terakhir sudah jadi tempat favorit suami untuk belanja apa aja. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, pernak pernik keperluan sehari-hari, sampe jajanan merakyat segala rupa segala rasa. Jadi kalau orang lain pergi berolah raga dengan bawaan minim, suami saya justru sudah siap dengan kantong belanjaan gede, yang kalau diisi penuh bisa seberat 10 kiloan.

Saya sudah berpesan agar selama di Gazebu jangan jajan dulu karena kami akan sarapan bersama di Saninten. Sayang kan, voucher sarapannya untuk 2 orang. Dan ketika suami kembali ke Saninten dengan nafas tersengal-sengal dan kalimat bergetar, “Saya laper berat nih,” di tengah keringet yang bercucuran, saya cuma bisa ketawa ngekek. “Mudah-mudahan gak kehabisan ya,” Saya makin tertawa. “Ya gak mungkinlah. Kan pasti banyaknya masakan sudah diperhitungkan secara cermat untuk semua tamu” sahut saya (berusaha) memahami perut keroncongan yang pasti sudah bergejolak selama berjalan kembali ke hotel.

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
3 makanan ringan yang semuanya endes maksimal

Restoran tampak kosong ketika kami mengamati setiap hidangan satu persatu. Tidak banyak. Tidak berlebihan. Tapi lebih dari cukup untuk sarapan ala rumahan. Dari sudut terujung saya melihat soto daging Bandung yang isinya potongan-potongan tipis daging sapi dan lobak. Kuahnya walaupun bening, tidak “berat di lidah”, tapi tasty banget dilengkapi dengan potongan daun bawang dan emping sebagai penggugah rasa. Ada juga bakwan jagung goreng dan sekeranjang besar nasi hangat untuk penyempurna hidangan utama.

Yang tidak makan atau tidak terbiasa makan nasi, ada roti dan sereal. Tentu saja dengan sebotol penuh susu. Terakhir adalah aneka panganan kecil seperti basreng (bakso goreng), bolu pisang coklat, dan risol yang berisi potongan ayam serta sayur-sayuran. Ketiga camilan penutup ini cantik banget tampilannya. Menggunakan kotak kayu berwarna terang, Saninten menjaga kehigienisan makanan, melapisi bagian bawah kotak dengan kertas kue. Kertas yang saya percayai mampu menyerap minyak dari makanan yang ada di atasnya.

“Selamat pagi. Monggo silahkan sarapan dulu. Mau dibuatkan minuman hangat apa Pak, Bu?” Ibu pemilik hotel tersenyum manis dan tampak ramah menyambut kami. Saya membalas sapaan ini dengan senyum terbaik. Bukannya menjawab dengan pilihan kopi atau teh, saya malah menyambung percakapan dengan, “Ada telur omelette Bu?” Gak perlu waktu lama Ibu yang tampak seusia saya ini langsung memerintahkan staf bagian dapur untuk memenuhi permintaan saya.

Beliau sempat mengamati kesibukan saya memotret sembari membalas obrolan suami, dan berkali-kali menawarkan bantuan untuk saya. Pengen sih duduk dan ngobrol banyak dengan si Ibu, tapi tamu yang kemudian datang tiada henti membuat saya membatalkan niat ini. Layanan sarapan yang langsung ditangani oleh pemilik dengan senyum termanis ini, membuat saya dan suami langsung mengambil contoh yang baik. Apalagi tak lama setelah kami menghabiskan makan dan masih berada di restoran, ada satu keluarga yang tampak sangat dikenal oleh si Ibu. “Senangnya Ibu menginap lagi di tempat kami,” Kalimat yang membuat saya tak tahan untuk menolehkan kepala. What an excellent courtesy and behaviour. Mengingat setiap tamu dengan baik. Sikap yang patut kami contoh mengingat bahwa kami berdua berencana memiliki bisnis penginapan yang sama, walaupun mungkin tidaklah sebesar Saninten.

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Spot foto tercantik di depan jendela dapur
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
Bersama suami di sudut foto dan dekorasi dinding yang saya sukai

Meninggalkan Saninten sekitar jam 10 pagi, saya mendapatkan beberapa kesan yang akan terus diingat. Rasa nyaman kekeluargaan dengan properti yang sangat terjaga kebersihannya. Fisik bangunan dan fasilitas menjadi pelengkap ketika dalam sebuah bisnis jasa kita memposisikan tamu sebagai bagian penting dari bisnis itu sendiri. Turun tangan dan langsung terlibat membangun komunikasi, serta menyempatkan diri menyapa tamu secara personal, adalah rangkaian penyempurna dari semua poin di atas.

Yang berencana mengadakan acara keluarga besar sambil staycation, Saninten bisa jadi pilihan yang tepat. Arisan keluarga dengan anggota yang cukup banyak. Pernikahan dengan tamu-tamu yang tidak begitu berlimpah. Rasanya cocok juga diadakan di sini. Kebersamaan akan sangat terasa karena Saninten sejatinya adalah hotel bintang 3 dengan jumlah kamar terbatas tapi penuh dengan rasa nyaman seperti kita kembali ke rumah sendiri.

SANINTEN INN | A preferred stay | Jl. Saninten No. 65, Bandung 40115 | Tel. +62.22.2053.6879 | saninteninn65@gmail.com | IG @saninteninnbandung

SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri
SANINTEN INN Bandung.  Menginap di Hotel Bintang 3, Senyaman di Rumah Sendiri

#SanintenInnBandung #HotelDiBandung #IstagenicHotel #IstagramableHotel #WeekendStaycationInBandung #QualityWeekend #WeekendDiBandung #HotelSanintenInn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here