Setelah berulangkali mondar mandir ke negri singa ini untuk urusan pekerjaan (kantor dan bisnis), akhirnya saya bisa merasakan beberapa kali kunjungan wisata, pure jalan-jalan, tanpa harus memikirkan tugas dan tanggung jawab.  Sekali dengan suami, sekali dengan anak-anak, sekali dengan teman-teman, dan yang terakhir ngelencer bareng Melia.

Waktu datang dengan suami, Gardens By The Bay (GBTB) belum dibangun tapi reklamasi sedang berjalan.  Ya.  Tempat ini dulunya masih berupa laut dangkal dan pusatnya waterfront, pengelolaan air, untuk warga Singapore.  Datang dengan anak-anak, pembangunan rangka beberapa fasilitas penting sudah terlihat.  Waktu itu kami menyaksikannya dari Singapore Flyer yang berada memang tidak jauh dari GBTB.  Dalam satu ketinggian tertentu, pas kapsul flyer kami berada di titik puncak, terlihat betapa luasnya lahan yang sedang digarap.  Kunjungan ke-3 dengan teman-teman, Flower Dome dan beberapa tiang Supertree Grove sudah terlihat, tapi sekitarnya masih minim tanaman.  Naaahh yang terakhir ini, GBTB sudah tampil sempurna.  Salutnya, walau rentang waktu antar kunjungan tidak lebih dari 1 tahun, perubahan-perubahan signifikan begitu terlihat.

Gerakan promosi yang massive dan rasa penasaran yang tinggi, membuat saya menginginkan waktu khusus untuk berekreasi ke GBTB.  “Kalo mau ke sana, gak akan bisa tuntas dalam 1 hari Nie.  Apalagi kalo mau foto-foto yang banyak.  Kalo dipaksain, pasti gempor lu,” begitu pesan teman saya yang sudah menginjakkan kaki ke tempat ini.  Aaahhh masak sih? Dari yang tadinya cuma penasaran akhirnya tambah lagi prosentase penasarannya.  Apalagi setelah membaca dan melototi official website mereka www.gardensbythebay.com.sg  Alamaaakk!! patut lah temen saya bilang begitu.

Dengan luas keseluruhan 101km2 (saat ini), GBTB memiliki 12 fasilitas hiburan yang gak main-main.  Sebutlah Flower Dome, Cloud Forest, OCBC Skyway, Supertree Grove, Children’s Garden, Bay East Garden, Dragonfly and Kingfisher Lake, Heritage Gardens, World of Plants, The Canyon, Sun Pavillion, dan Art Sculptures.  Ppuuiihhh.  Dan saya, hari itu, bersama Melia, hanya mampu menjejakkan kaki di 3 fasilitas aja (Flower Dome, OCBC Skywalk, dan Supertree Grove).  Itupun menghabiskan 3/4 hari.  Tapi gapapa, liburan untuk umur-umur maghrib seperti kami ini, sudah gak bisa memaksakan fisik.  Yang penting enjoying our precious times whilst keeping the good health.  Yeeekaaann.

Baiklah.  Mari dikupas tuntas apa aja yang berhasil duo mamak-mamak kreatif ini nikmati selama di GBTB.

Tak ingin berepot ria naik turun tangga dan berdiri di MRT, apalagi saat itu hujan datang dan pergi dengan tidak terduga dan menghemat tenaga (ini yang paling penting), kami memutuskan untuk naik Taxi dari hotel kami, Summer View, yang berada di Bencoolen, ke salah satu gerbang GBTB yang berada di sisi Selatan (South Bay).

Disambut dengan area drop on and off kendaraan, puluhan signage, fixed banner dan promotional lighting box terlihat di sana sini, GBTB meninggalkan kesan well-organized dan well-maintained yang patut diacungin jempol.  Taman luas dengan tiang penyangga tanaman rambat dan tiang ukiran berwarna putih tampak gagah berdiri.  Mobil gandeng berdinding terbuka siap nangkring melayani tamu-tamu yang ingin berkeliling santai tanpa capek berjalan kaki.  Ada juga Gift Shop dengan kaca transparan yang begitu menggoda dan Mc Donald yang mulai penuh pengunjung.  Berdiri di satu titik, baru sampe sini aja, saya sudah gahar pengen foto semuanya.

Information Wall | Siap dengan beberapa flyer dan bird-eye-view layout yang sangat informatif

 

 

Menara pohon di seputaran area masuk South Bay | Di salah satu titik saya sengaja menginjakkan kaki di dudukan semen agar terlihat lebih tinggi dan foto mampu menampilkan Marina Bay Sands (MBS) sebagai latar belakang foto

Tak ingin menghabiskan waktu hanya di tempat ini saja, kami memutuskan untuk melanjutkan kunjungan ke Supertree Grove.  Dari brosur yang kami pegang di tempat ini berkumpul pohon-pohon tinggi dan menara-menara besi untuk tanaman rambat dalam jumlah yang lebih banyak. Menara-menara gagah ini bisa dilihat dari Singapore Flyer, bangunan-bangunan yang lebih tinggi yang berada di sekitarnya, bahkan hanya dari jembatan yang berada di samping Merlion.

Berjalan kurang lebih 200m dari titik kedatangan kami tadi, pemandangan menakjubkan terhampar di depan mata sebelum kami mencapai barisan pohon-pohon yang sangat terawat.  Melewati Floral Clock di satu taman penuh bunga warna-warni, kami bertemu dengan sebuah dinding tinggi dan beberapa display kaca berjendela bulat yang isinya rough stone.  Ada juga batu besar yang dibiarkan tergeletak di sepanjang jalur kami berjalan.  Berbagai information board berupa kalimat-kalimat berkualitas mengenai konsep pengembangan GBTB, imbauan menjaga kelestarian alam, juga beberapa informasi lain yang menceritakan betapa Singapore peduli akan sebuah wisata edukasi dalam bentuk pembangunan GBTB.

 

Untuk menikmati apa yang sudah kami lewati termasuk taman besar hijau termasuk Supertree Grove dan sekitarnya tidak dikenakan biaya.  Memasuki kompleks pepohonan ini, kita disambut lighting box/light signage betuliskan Supertree Grove sebelum bertemu beberapa tiang putih berukir.  Insting narsis pun langsung gak bisa ditahan hahahaha.  Oia sambil berjalan pelan, saya melihat lampu-lampu kecil ditempel ke tiang-tiang putih berukir ini.  Wah, kalau malam pasti indah sekali nih.  Sayang keinginan kami untuk kembali lagi dan berfoto di waktu malam harus batal karena hujan yang awet sampe keesokan harinya.

 

Di salah satu sudut malah disediakan tanah lapang bulat yang cukup besar untuk sekedar duduk dan bermain dengan anak-anak.  Tentu saja berikut bangku-bangku besi yang sengaja ditempatkan di bawah pohon-pohon besar dan rindang.  Mengatur nafas yang mulai ngos-ngosan dan dengkul yang mulai berasa gemetar (dasar emak-emak), saya menghamburkan pandangan ke setiap sudut.  Ternyata saya menemukan titik strategis yang sering dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mendapatkan foto-foto terbaik GBTB khususnya Supertree Groove.  Dengan satu gerakan mendongak, tiang pohon rambat dengan mangkok atas berjeruji tampak cantik bergabung dengan Marina Bay Sands dan Singapore Flyer.

Saya tak bisa menahan diri untuk memotret puluhan kali dan mondar mandir ke sana kemari demi merekam memori keindahan yang tidak terbantahkan ini.  Bener seperti apa yang saya baca di dinding tadi, manajemen GBTB (telah) bekerja maksimal untuk menggabungkan sebuah taman alam besar dengan teknologi yang menjaganya.

Tempat ini dibangun oleh sebuah tim yang gak main-main.  Dari official website mereka, saya membaca bahwa GBTB adalah hasil karya para ahli dibidang landscape (pemandangan) / skilled landscape designers (perancang pembangunan pemandangan yang terlatih), Horticulturists (ahli perkebunan), Arborists (ahli di bidang perawatan tanaman/tree nursery), Engineers (sarjana di bidang teknik) yang tentunya berperan penting pada rancang bangun, Plant Health (petugas penjaga kesehatan tanaman), Garden & Turf Management Experts (ahli di bidang pertamanan dan pengaturan lahan gambut atau rumput), Plant Research (peneliti di bidang tanaman), dan Orchid Breeding Professional (petugas profesional dibidang tumbuh kembang tanaman anggrek).  Sungguh sebuah proyek yang dibangun, dipelihara, dan dikembangkan oleh orang-orang yang memang ahli dibidangnya masing-masing.

Menuntaskan lelah sejenak, kami berdua memutuskan untuk menikmati GBTB pada ketinggian tertentu melalui OCBC Skyway.  Dinamakan OCBC karena memang disponsori oleh salah satu bank terbesar di Singapore yang berlabel OCBC Bank dan pemilik Starhub salah satu perusahaan teknologi komunikasi yang sangat disegani di Singapore.

Jembatan yang berbentuk setengah melingkar ini membangun 2 buah lift di 2 tiang yang berbeda.  Satu khusus untuk masuk, sementara satu lagi khusus untuk keluar.  Tampak tangan-tangan (tali) dari baja yang menjamin bahwa jembatan ini sangat kokoh dan begitu memperdulikan keselamatan pengunjung. Hanya mengijinkan waktu kunjung 15menit/orang, saya melihat beberapa petugas yang sangat cermat menghitung jumlah manusia yang sedang berada di atas.  Alasan keselamatan sepertinya sangat dijaga.  Begitupun ketika cuaca sedang tidak bersahabat.  Membaca petunjuk yang dipasang di dekat loket penjualan tiket, skyway ini akan ditutup jika cuaca memburuk, seperti hujan deras, kilat menyambar, dan hujan yang deras.

Membayar biaya masuk sebesar S$ 8/orang, saya merasakan sensasi tersendiri ketika berada di wahana ini.  Dengan konsep taman yang dipegang teguh, saya bisa melihat hamparan kekayaan flora yang sangat luas dan terpelihara yang terbangun di sebuah lahan reklamasi.  Liukan jalur jembatan pun dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa mendapatkan potret GBTB dari berbagai posisi dengan pemandangan yang berbeda.  Terus terang saya kehabisan kata-kata untuk menguraikan kekaguman saya.  Tapi biarlah foto-foto berikut yang mewakilinya ya.

 

  

  

Turun dari Skyway mendadak haus menyerang tidak terkira.  Aahh untuk urusan ini, kita gak perlu khawatir.  Di pintu masuk tadi ada McDonald.  Tapi kalau gak mau jauh-jauh, sejajar dengan dinding tinggi tadi ada beberapa resto yang siap melayani customer.  Supaya aman sejahtera dan tidak khawatir dengan kehalalan makanan, kami memutuskan untuk masuk ke sebuah foodcourt dengan beberapa counter layanan makanan maupun minuman.  Saya dan Meli akhirnya melepaskan dahaga saja di sini sambil ngobrol-ngobrol meluruskan kaki.

Eksplorasi kami sepakati akan dilanjutkan ke Flower Dome salah satu konservasi flora yang bangunannya megah berbentuk keong.  Untuk tempat ini akan saya tuliskan terpisah.  Terlalu banyak kesan, kekaguman, dan rangkaian kalimat yang ingin dicurahkan tersendiri.

Toilet portable yang bertebaran di berbagai sudut GBTB | Sangat menolong untuk yang sudah kebelet dan mengurangi antrian buang hajat di WC permanen yang sudah disediakan

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here