Buku yang dalam bahasa Inggris dituliskan “I’m Not Lazy. I’m on Energy Saving Mode” ini digagas oleh seorang ilustrator dan penulis berkebangsaan Korea dengan menggunakan nama pena Dancing Snail. Jargon yang digadang-gadang adalah cara ngecas hati untuk kamu yang sejak kemarin hingga hari ini sedang kelelahan. Kalau baca jargon ini, kita otomatis bisa menebak bahwa isi buku pastinya mengarah ke problematika mental. Satu kata yang identik dengan depresi dan sejenisnya.

Tapi sejujurnya rasa penasaran saya bukan karena itu. Dari beberapa teman yang sudah membaca buku ini, setting lay out nya lah yang sangat direferensikan buat saya. Karena menurut teman-teman saya ini, cara menyajikannya mirip dengan buku catatan saya jaman sekolah dulu. Ah masak sih? Cus langsung pesan ah. Jadi ketika 2 hari kemudian buku ini mendarat di rumah, setiap lembarnya langsung saya telusuri dari awal hingga akhir. Satu persatu. Tanpa terkecuali. Tanpa jeda waktu.

Buku Dengan Layout Yang Menarik

Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.

Gak butuh waktu lama bagi saya untuk langsung jatuh cinta pada hasil karya Dancing Snail ini. Bertabur rangkaian ilustrasi atraktif dan lucu, font yang dipakai juga sangat menarik serta diiringi dengan puluhan quote penuh makna untuk melengkapi realita hidup sehari-hari.

Layoutnya pun beragam. Pun untuk ilustrasinya. Setiap halaman selalu ada kejutan dan pemandangan baru. 2 hal yang bikin para pembaca terus membuka lembar tiap lembar sampai lupa waktu. Saya salah seorang dari yang disebut barusan.

Baru beberapa lembar di bagian 1 aja saya terpaku dan paham kenapa teman-teman bilang “buku itu elo banget An”. Aaahh benar-benar sesuatu. Lembarannya juga dibikin berwarna. Warna-warna lembut tentunya. Kecuali cover depan dan belakang yang dibuat dengan warna kuning menyala. Ada beberapa bagian yang berjudul Tip, yang dibuat serupa catatan penting. Persis seperti apa yang selalu saya kerjakan untuk setiap buku catatan. Pelajaran apapun itu. Beberapa lembar catatan yang saya salin dari guru selalu diikuti dengan membuat 1 lembar kesimpulan setelahnya. Biasanya di kolom kesimpulan ini saya tambahkan gambar-gambar, goresan stabilo, dan aneka ragam stiker.

Tak pernah sekalipun memegang novel berbahasa Korea dan atau terjemahannya, teman-teman (yang kebetulan memang sering ngelencer ke Korea) juga menceritakan bahwa begitulah model novel-novel Korea yang mereka temukan di beberapa toko buku. Sebagian besar memang kolaborasi antara literasi dan ilustrasi serta dilengkapi dengan hardcover kualitas tinggi. Ya seperti novel yang diceritakan di salah satu KDrama It’s Okay Not To Be Okay yang salah satu sub-temanya adalah hubungan antara seorang penulis dan seorang ilustrator berkebutuhan khusus.

Ilustrasinya gak neko-neko. Tidak bikin kita puyeng mencernanya. Benar-benar dengan tampilan penggambaran manusia versi kartun sederhana dilengkapi dengan kalimat yang lucu-lucu. Lalu di setiap bagian buku dihadirkan 2 lembar berwarna atraktif lengkap dengan ilustrasi yang apik juga.

Resensi Buku

Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.

Buku ini ditulis dalam 4 bagian. Dalam setiap bagian Dancing Snail menambahkan tips dengan title Kiat Mengatasi Hati agar Tak Hampa. Rangkaian kalimat penyemangat yang disesuaikan dengan judul dan uraian yang menjadi topik atau tema dari setiap bagian itu.

BAGIAN 1. Aku Juga Nggak Ngerti Kenapa Aku Begini. Bagian 1 ini banyak membahas tentang bagaimana menemukan diri sendiri. Siapa diri kita sebenarnya. Diikuti dengan beberapa kiat tentang saat ingin bebas ngapain aja tapi kurang keberanian, hati yang terkadang dipenuhi oleh pikiran-pikiran negatif, dan saat kita merasakan bahwa tidak ada kemajuan diri.

Selain menemukan sisi positif, Dancing Snail mengajak kita untuk jujur dalam menemukan sisi negatif. Sisi yang pada akhirnya mendorong kita untuk mampu dan mau berusaha menjadi orang yang lebih baik. Kita bisa menilai orang lain, lalu kenapa kita tidak bisa melakukan hal itu pada diri kita sendiri? Ini bener banget loh. Sebelum melakukan langkah apapun dalam memperbaiki diri, tindakan evaluasi atau self evaluation itu penting banget. Kenapa? Supaya usaha kita untuk menjadi lebih baik itu berjalan tepat pada jalurnya.

Beberapa Quote bermakna yang saya temukan pada Bagian 1 adalah:

“Paham pesimis yang kita pilih dan yakini sebenarnya tidak semuanya merupakan kebenaran. Tidak juga hasil dari apa yang kita yakini. Paham pesimis sendiri tumbuh dari rasa ketakukan dalam hati yang lemah akibat luka dan penyesalan yang pernah dialami”
“Semakin kita terlalu sensitif dalam menghadapi situasi yang buruk, hal itu hanya akan membuat diri kita memiliki pola pikir yang tidak sehat”
“Sebagian besar dari hidup ini hampir tidak ada yang sesuai dengan rencana. Mau bagaimanapun kita meramal dan mempersiapkan diri dalam menghadapi sikap dan juga respons orang lain, tetap saja ada hal-hal yang tidak sejalan dengan kehendak pribadi”
BAGIAN 2. Hari-hari yang Melelahkan Sebagai Orang Dewasa. Terbagi atas 13 sub tulisan, di bagian ini kita diajak untuk berpikir dan bertindak sebagai orang dewasa, tapi tidak dengan memaksakan diri untuk jadi dewasa dan meninggalkan jati diri kita sebenarnya.

Gak gampang memang. Tapi bukan juga gak mungkin. Jika merasa lelah dalam prosesnya, biarkan diri menikmati waktu sendiri dan meminta orang lain untuk lepas dari diri kita untuk sementara waktu. Hal penting yang wajib kita ingat adalah berhenti untuk selalu menjadi orang yang (selalu) perfect di hadapan orang lain atau melakukan sesuatu. Karena gak pernah ada orang yang sempurna. Yang ada adalah mereka yang berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Quote bernilai yang saya bisa kutipkan dari Bagian 2 ini adalah:

“Saat diri kita sedang emosi, kosongkan isi kepala dan cobalah beristirahat. Sebaliknya, jika diri kita sedang dalam keadaan baik-baik saja, coba ingat kembali hal-hal yang sudah lewat”
“Jika ada seseorang yang gelagatnya ingin menjatuhkan harga dirimu, janganlah menjadi sponge penyerap tapi jadilah cermin pemantul. Jangan menyerap semua kata atau sikap yang diperlihatkan oleh orang itu, tetapi berubahlah menjadi cermin pemantul yang balik mencerminkan dirinya sendiri. Tidak perlu membalas layaknya balas dendam, tetapi cukup berikan tanda padanya bahwa dia sudah melewati batas wajar. Jika hal itu sulit dilakukan, kamu cukup mengacuhkan dan menjauhinya”
“Sikap perfeksionis tentu saja tidak bisa diubah dalam waktu singkat. Jika memang ada sisi perfeksionis di dirimu, cobalah tanamkan paham perfeksionisme dengan keyakinan pada diri sendiri bahwa dirimu yang sekarang ini sudah sempurna. Kamu tak perlu bersusah payah melakukan usaha ini itu. Kamu tak harus mengubah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Lalu, aku berharap semoga dirimu dapat menjalani hari ini sebagai dirimu apa adanya”
“Yang namanya hubungan antarmanusia itu macam-macam. Yang penting adalah bagaimana membuat hatimu sendiri menjadi nyaman. Mau bagaimanapun hati kitalah yang paling penting”
“Hanyalah orang yang melemparkan kehidupannya ke dalam laut sambil menghayati rasa takut yang muncul, yang bisa mengerti bagaimana cara bermain dengan ombak”
Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.
BAGIAN 3. Hari Ini, Besok Juga, Aku Mau Mager Aja di Rumah. Menyajikan beberapa uraian apik saat terjebak dalam rangkaian kehidupan yang mulai memberatkan. Merasa sendirian hingga akhirnya memutuskan untuk menikmati masa-masa rehat by doing nothing.

Berikut adalah serangkaian Quote yang meaningful banget:

“Sebuah keyakinan terhadap diri sendiri akan bisa pulih kembali dengan menumbuhkan rasa kepuasan berulangkali terhadap suatu pencapaian”
“Akan lebih baik jika semua orang dapat menghargai perbedaan karakter masing-masing individu dengan hati terbuka. Namun, jika tetap ada orang yang tidak memahamimu, tak perlu khawatir. Kamu bukan orang yang aneh kok. Jaga saja pikiranmu dengan baik. Kamu juga dapat mengumpulkan energi dengan cara yang dirasa paling nyaman agar hatimu terasa lebih damai”
BAGIAN 4. Malas Itu Normal Kok. Menguraikan satu hal bahwa dalam satu waktu kita memang butuh mengistirahatkan hati dan pikiran. Gak setiap saat, gak setiap waktu, gak setiap keputusan itu sempurna. Dan menjadi tidak sempurna itu biasa.

Beberapa catatan manis yang saya dapatkan di bagian ini:

“Bisa jadi yang kita butuhkan bukan keputusan yang terbaik, melainkan kebebasan dalam memutuskan. Ada yang bilang bahwa siapapun itu, tidak mungkin hidup dalam dua eksistensi yang berbeda, yakni terus hidup dengan menyesali pilihan yang tidak diambil atau terus mencari kebahagiaan dalam hidup yang sudah kita pilih”
“Mungkin terkadang kita harus mengikuti kata hati saja dalam memilih sesuatu. Bisa jadi dengan mencintai apa adanya keputusan yang diambil, pilihan itulah yang terbaik untuk kita sendiri”
Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.
Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.

Kesan Pribadi

Buku hasil karya Dancing Snail ini menjadi salah satu dari sekian buku motivasi diri yang menjadi favorit saya. Yang paling saya suka adalah cara penyampaiannya yang lugas, baik dalam bentuk tulisan maupun ilustrasi. Buku yang sangat pas untuk kita memahami kehidupan dari sudut pandang sederhana dan menjadikan diri kita lebih membumi.

Gak semua impian dan harapan itu pasti ada untuk kita karena setiap detik kehidupan itu ada garis takdirnya. Ada yang pas untuk kita tapi ada juga gak cocok untuk kita jalankan. Begitupun saat kita berada di tengah lautan manusia dengan berbagai pemikiran dan sikap. Kita (pasti) tak mampu memahami semuanya. Termasuk di dalamnya adalah tidak semua orang mampu memahami diri kita.

Jadi saja diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan. Yang penting kehadiran kita tidak membawa efek buruk dan merugikan orang lain. Ini yang layak untuk kita ingat. Begitupun diri saya pribadi. Dalam setiap langkah yang saya lakukan, hanya ada 1 doa yang selalu saya sematkan. Semoga apa yang saya lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain. Dalam bentuk apapun itu.

Ingin merasakan getaran kalbu yang berbeda dari biasanya, beli dan bacalah buku yang satu ini. Salah satu buku best seller yang layak banget untuk kita miliki. Buku dengan kekayaan literasi dan ilustrasi dalam satu wadah. Itu saja.

Last but not least. Saya ingin berterimakasih pada Dancing Snail. Karena lewat karyanya ini semangat saya untuk menyelesaikan buku solo jadi kembali membara. Setelah sempat stuck memikirkan konsep layout yang telah berlangsung lama, akhirnya saya menemukan path dan contoh real product yang pas dengan apa yang saya impikan. Mohon doanya ya. Agar buku saya nanti pun akan tumpah ruah dengan kesukacitaan bagi siapapun yang membacanya.

Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.
Dancing Snail.  Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja.  Kekayaan Literasi dan Ilustrasi Dalam Satu Wadah.

#BukuKorea #BukuMotivasiDiri #DancingSnail

22 COMMENTS

    • Keren memang Mbak. Layoutnya yang mirip buku catatan sekolah saya. Disamping tulisan biasanya saya kasih gambar, goresan stabilo, dan tempelan stiker hihihi. Biar tetap semangat belajarnya

  1. Dancing snail buku ini inik banget dengan quotes yang membangun jiwa dan pemikiran aga sedikit berbeda. Malas itu normal tapi jangan kelamaan nanti orang sudah selesai baca buku ini. Eh ada yang baru halaman 5

  2. Setuju dengan quote pada bagian dua. Kalau sedang emosi, sebaiknya kita menjauh. Biasanya saya melengos aja pergi. Tidur, menyendiri atau menyibukkan diri dengan kegiatan lain yg positif…
    Setelah emosi reda, batu pikirkan lagi permasalahannya

    • Waahh sama dengan saya Mbak. Paling gak nyaman berada di satu konflik. Lebih baik undur sementara untuk meredakan emosi dan memikirkannya saat hati sudah adem

  3. Sejenak untuk bermalas ria sebenernya bukan suatu masalah, karena memang adakalanya ingin sebentar rehat aja. Rekomen nih bukunya

  4. Aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa mba, buku yang ilustrasinya bagus kaya gini, jadi menarik buat dibaca dan gak bosenin sih, plus bisa buat ak foto juga tuh bukunya kalo ilustrasinya instagramable

    • Aaahhh tooss dulu kita yak. Saya juga suka banget. Bikin acara membaca jadi bervariasi dan gak membosankan.

  5. Jadi pengen lihat buku catatan Mbak Annie zaman sekolah dulu deh :D
    Btw, kalau baca resensi Mbak, rasanya buku ini membumi banget ya. Eung… itu, kan ada aja orang yang suka “melarang” kita untuk males, mager, mengeluh, capek, dsb. Katanya kurang iman, kurang ikhlas …. :(

    • Hahahahaha iya Mbak Triani. Sayangnya buku-buku saya biasanya diambil oleh guru. Jadi saya tuh praktis gak punya warisan buku catatan setiap naik kelas hahahaha

  6. Buku yang sangat menarik dan direview dengan menarik. YAng baca jadi sangat ingin segera beli bukunya.
    Saya suka cara mereview seperti ini. Jadi nggak capek bacanya, dan memang ciri blog diary yang ga mau pusing dengan size page blog.

    • Makasih complimentnya Mbak Susi. Mampu mengajak orang untuk membaca sendiri bukunya itu adalah kunci review yang selalu saya pegang.

  7. Tosss deh sama Mbak Annie.. Sy juga penikmat buku² dg layout menarik seperti ini. Selain sarat quote² bagus, membacanya juga seperti berjalan² di atas pelangi berwarna-warni. Ah jadi pingin beli ah buku si Dancing Snail ini. Makasih sharingnya Mba Annie, sy suka baca postingan² blog Mbak.

    • Bener banget Mbak. Mbaca buku seperti ini kita serasa berada di “banyak dunia”. Baik itu dunia literasi maupun dunia ilustrasi. Merunut dari halaman depan sampai akhirnya tidak sekalipun menimbulkan kebosanan. Love banget dah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here