Tinggal di Jawa Barat makanannya khas Sunda. Udah klop banget itu ya. Apalagi suami saya asli urang Sunda. Terlahir dari pasutri yang keduanya memang berdarah Sunda. Jadi kalau di rumah lebih sering ketemu aneka masakan tanah kelahiran suami, bukanlah sesuatu yang istimewa. Anak-anak pun aliran seleranya lebih condong ke Jawa Barat. Setidaknya dengan rasa ala Sunda, mereka makannya lebih lahap dibandingkan dengan saat disodorkan lauk pauk yang berasal dari kota kelahiran saya, Palembang.

Suami maupun anak-anak hobi dengan aneka masakan berbahan dasar ayam. Cirinya orang Sunda banget. Sementara saya condong ke semua menu yang mengandung ikan. Baik ikannya dimakan langsung maupun hasil olahannya. Meskipun aslinya menu ala Sunda juga banyak menghadirkan ikan, tapi nyatanya suami dan anak-anak lebih memilih ayam. Buat saya? Kalau lagi kepengen makan ikan ya udah mending beli aja. Lebih praktis dan hemat. Wong cuma dinikmati sendirian.

Nah untuk mengkompromikan selera yang bertolak belakang ini, kami biasanya memutuskan untuk dine-in di resto Sunda yang memang sudah terjamin kualitasnya. Kebetulan Resto Mang Kabayan baru buka di dekat rumah. Jadi pas kedatangan tamu, kami memutuskan untuk ngungsi makan ke Mang Kabayan.

Lokasi Resto

Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN
Himbuan dan aturan protokol kesehatan yang dicanangkan resto Mang Kabayan

Resto Mang Kabayan masih dalam lingkungan kompleks Lippo Cikarang. Kompleks perumahan yang sudah 20an tahun kami tempati. Naik mobil dari rumah ke resto kira-kira hanya butuh waktu sekitar 10 menit aja. Jaraknya pun tak lebih dari 3km.

Resto ini berada dalam 1 lingkungan food promenade dan berhadap-hadapan (berseberangan) dengan cluster Elysium. Salah satu cluster yang cukup mewah di perumahan Lippo Cikarang. Bangunannya sendiri cukup besar. Di sekitarnya ada The Lagoon (restoran seafood), Bebek Kaleyo, ABUBA steak, Total buah segar, dan 2 coffee and resto lain yang bangunannya saling bersebelahan. Semuanya dalam lingkungan yang terhubung satu sama lain. Jika tidak sedang musim kering/kemarau, diantara semua resto itu ada sungai dengan air yang cukup deras. Dan untuk melengkapi nuansa alamnya, pihak manajemen perumahan juga membuat taman serta jalan setapak yang tertata apik.

Jika Anda datang dari tol Cikampek, jalur terbaik dan tercepat untuk ke resto ini adalah keluar dari Tol Cibatu. Arahkan GPS dari saat pembayaran tol. Setelah itu, tak lebih dari dari 10 menit kemudian, bisa dipastikan Anda akan sampai di Resto Mang Kabayan. Signage besar di bagian fasade bangunan juga gampang terlihat. Tak bakalan nyasar lah pokoknya.

Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN
Fasad Resto Mang Kabayan yang terlihat megah dan luas

Bertemu Kangkung Goreng Tepung yang Raos Pisan

Diketibaan kami siang itu sepertinya resto baru buka. Tampak kesibukan pembersihan ruangan disana-sini. Semua disemprot, dilap, disapu dan dipel dengan rinci dan teliti. Sepertinya resto ini bener-bener memperhatikan protokol kesehatan agar semua peralatan dan lingkungan memenuhi standard kepedulian akan penyebaran pandemi, yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Bekasi.

Karena ruang makan besar yang berada di bagian depan masih dibersihkan, saya dan keluarga memutuskan untuk menuju bagian belakang, dimana ada sekitar 5 saung lesehan yang berderet rapih. Di tempat ini sudah ada 1 keluarga yang terdengar riuh rendah tenggelam dalam obrolan seru. Kami adalah tamu ke-2.

Melongok ke deretan menu yang tumpah ruah, kami memutuskan untuk memesan gurame bakar (yang lagi diskon 50%), ayam goreng crispy, udang saos telur asin, karedok, sayur kangkung goreng crispy, dan tentu saja pete bakar. Semuanya enak tanpa terkecuali. Tapi yang teristimewa dari keseluruhan hidangan adalah sayur kangkung goreng crispy nya. Renyah dan gurih tapi tidak oily. Jadi makannya gak sarat minyak goreng di tenggorokan pun taste asli kangkungnya masih terasa di lidah. Saya sampai pesan 2 porsi saking sukanya.

Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN
Si kangkung goreng crispy yang juara rasanya

Biasanya jenis gorengan seperti ini kami buat di rumah dengan sayur bayam pakai bumbu serbaguna instan. Cuma baru kali ini saya ketemu gorengan sejenis dengan sayur kangkung yang bumbu nya bisa garing banget begitu. Iiihh mendadak jadi penasaran. Tapi segen mau nanya resepnya. Secara kalau sekedar goreng-gorengan gitu sih saya pasti bisa. Setidaknya dari sekian kuliner rumahan atau yang bisa dimasak di rumah, gorengan sayur salah satu keahlian saya. Ya iyalah, wong tinggal celupkan sayurnya ke bumbu yang sudah jadi, terus digoreng deh. Prosentasi kegagalannya hampir 0% (nulisnya sambil cengar-cengir).

Untuk harga, resto Mang Kabayan setara dengan resto Sunda lainnya. Hitungan makan berempat dengan menu sederhana yang kami pesan, biaya per orangnya sekitar Rp 65.000,-. Tentu saja dengan pesanan minuman yang tidak macam-macam. Kalau keluarga saya sih sudah cukup puas dengan teh hangat yang selalunya free of charge atau dengan tambahan es teh kegemaran anak-anak dan teh tradisional dengan seduhan jika ada. Kami lebih menikmati sajian makanannya ketimbang minumannya.

Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN
Teh poci kegemaran suami. A must order kalo ini sih. Secara suami penggemar berat teh

Overall resto Mang Kabayan yang ada di Lippo Cikarang ini enak hidangannya. Skala rasanya seimbang dengan rumah makan khas Sunda lainnya. Secara visual, penataan atau plating makanannya juga tidak terlalu istimewa. Dining area nya pun tak kental dengan nuansa Jawa Barat. Gubuk yang kami tempati pun relatif biasa karena memang lahannya terbatas. Kesan up-to-date untuk interior design juga biasa saja. Saya tadinya berharap ketemu sudut-sudut lucu dan cantik untuk difoto. Tapi ternyata harus melupakan harapan itu tepat selangkah saat memasuki resto. Jadi kalau kesini, konsen aja dengan acara makan. Jangan lupa ya pesan kangkung goreng crispy nya itu. Raos pisan lah masakan yang satu itu.

Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN
Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN
Gubug berbentu memanjang di bagian belakang
Rasa Ala Sunda Yang Menggoda Selera di Resto MANG KABAYAN

#MangKabayan #RestoSunda #KulinerSunda #KulinerJawaBarat

25 COMMENTS

  1. kangkung goreng crispy? wah baru tahu juga saya ada kangkung di goreng.
    Biasanya bayam, brokoli atau bawang bombay aja.
    Wah jadi pengen coba bikin nih, dan saya setuju walau bikin sendiri, presentase kegagalannya adalah 0%

    • Dan ternyata enak loh Mbak Nanik. Setelah makan di Mang Kabayan ini, saya coba bikin kangkung goreng crispy sendiri. Hasilnya lumayan. Baru selesai goreng, 10menit kemudian langsung amblas hahahaha

  2. Aduh, kangkung dan teh itu juga kesukaan saya. Tambah sambel terus makan pakai nasi anget, udah nikmat sangat. Hehehe.

    Kayaknya kalau mau mampir mesti colek paksu ini (•‿•).

    • Ngebayanginnya aja udah nyenengin ya Mbak hahahaha. Apalagi kalau nyobanya langsung. Apalagi terus makan bareng, rame-rame, duuhh pasti nambah terus itu makannya

    • Betul Mbak Maria. Makanya di atas saya tulis. Suami dan anak-anak seneng banget dengan menu ayam, khas Sunda, meskipun sebenarnya menu ikan itu termasuk menu yang juga Sunda banget.

  3. Kangkung tepung nya itu bikin saya juga penasaran mau praktik di rumah ah. Hahaha… Oya selama ini biasanya pakai bayam ya. Sesekali terong atau pare. Sekarang saya juga mau coba kangkung ah…

    Btw, saya juga urang Sunda asli lho hehehe

    • Nah sama Mbak Tri. Saya juga biasanya bikin bayam goreng tepung dan baru kali ini merasakan makanan setipe dengan menggunakan kangkung. Endes loh. Wajib dicoba

  4. Bener ya, Mbak Annie, biasa yang digoreng crispy begitu bayam, bukan kangkung. Tapi ini kelihatan garing ya, penasaran cara bikinnya.
    Terus tentang aneka pernik berbau tradisional Sunda yang harusnya bisa ditampilkan ternyata belum ada. Atau mungkin karena Mang Kabayan masih baru. Semoga nanti nyusul ada biar makin nikmat bersantap menu ala Sunda-nya

    • Iya Mbak Dian. Saya juga baru kali ini nyobain kangkung crispy setelah selama ini hanya makan bayam crispy. Kalau saya di rumah sih pakai bumbu instan yang khusus untuk bakwan crispy itu Mbak. Dicelupin bayamnya terus digoreng biasa aja.

      Naahh biasanya sih kalo ke resto sunda, banyak ornamen-ornamen khas JaBar di ruang makan. Tapi Mang Kabayan yang di Lippo lebih memilih penampilan resto biasa aja.

  5. Masakan sunda memang khas dan nikmat. Dulu pernah punya bos yang berdarah ada sundanya, beliau yang suka banget masakan sunda suka bikin masakan yang pedes tapi seger.

  6. Alhamdulillah sudah pernah mencicipi makanan di Mang Kabayan walau beda tempat ya Mba, dan memang masakannya khas sunda banget plus tempatnya juga otentik gitu, asri asri nyenengin ya Mba. Saya yang lidah jawa aja suka banget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here