
The Grand Outlet, Pusat Perbelanjaan Bergengsi di Karawang yang Menghadirkan Merek Ternama | Featured | April 2026
Saat the Grand Outlet diumumkan kehadirannya, saya cukup terpana. Membayangkan pertimbangan apa yang telah menguatkan yang punya tempat untuk membangun pusat perbelanjaan merek ternama di sebuah area yang jauh dari pusat kota (baca: Jakarta)
Saya sendiri tinggal di Cikarang. Sebuah kawasan yang dua puluhan kilometer lebih dekat ke Jakarta ketimbang Jakarta – Karawang. Kedua kawasan ini dikenal sebagai daerah industri. Setidaknya sebagian besar lahan yang ada diperuntukkan bagi pabrik dan semua hal yang berhubungan dengan kegiatan industri dan bisnis.
Saya pindah dari Jakarta Barat ke Cikarang dengan alasan mendekati kantor yang memberikan efek pada efisiensi dan efektivitas dalam banyak hal. Begitu pun dengan suami. Kami berdua kerja di Cikarang hanya beda kawasan saja. Tapi kantor kami hanya sekitar ten to fifteen minutes driving dari rumah. Naik motor malah lebih cepat lagi karena ada jalur pintas. Gak kuat jika harus PP Jakarta – Cikarang di masa-masa Cikampek masih menjadi momok kemacetan. Termasuk takut kehilangan masa-masa berharga karena kedua anak saya masih dalam usia krusial tumbuh kembang.
Saat itu (bahkan hingga kini) banyak yang berkomentar bahwa rumah saya tuh seperti “tempat jin buang anak” saking jauhnya. Sekitar 40km dari Halim, Jakarta Timur, titik terpinggir dari DKI untuk mencapai atau berhubungan dengan provinsi Jawa Barat. Predikat “jauh” ini membuat sebagian besar anggota keluarga besar saya segan berkunjung ke rumah. Dan eh mendadak ingat. Salah seorang sepupu saya bahkan sempat menjuluki rumah saya sebagai “destinasi yang menghabiskan bensin”
Jadi ketika ada berita heboh yang menginformasikan bahwa akan ada sebuah pusat perbelanjaan besar di Karawang, saya heran tak terkira. Beneran itu? Yakin bakal banyak orang tak segan menghabiskan belasan liter bensin untuk belanja di Karawang.


Menuntaskan Rasa Penasaran
Tempat ini kemudian saya kenal sebagai The Grand Outlet. Pusat perbelanjaan bergengsi di Karawang yang menghadirkan barisan merek ternama. Lewat akun Instagram mereka @grandoutletkarawang dan unggahan beberapa content creator ternama, saya menyaksikan bagaimana The Grand Outlet mengesahkan diri mereka sebagai the Biggest Luxury Outlet Mall in Indonesia. Woah keren banget ya.
Bayangkan. Se-Indonesia loh ini.
Membayangkan bahwa The Grand Outlet bakal dipenuhi oleh publik yang penasaran dengan pusat pertokoan yang satu ini, saya memutuskan untuk menunda sekian bulan agar tidak terjebak dalam keramaian. Tapi itu pun ternyata The Grand Outlet terlihat masih menarik atensi. Mencari parkir pun bukan pekerjaan gampang. Karena meskipun luas, jumlah kendaraan yang masuk jumlahnya sangat banyak. Di kunjungan pertama, suami malah harus berputar beberapa kali untuk mendapatkan parkir yang tanpa atap.
Sinar matahari sepertinya buka lima cabang di Karawang Barat di mana The Grand Outlet berada. Panasnya langsung menghantam kepala. Dan itu mendidihnya gak kira-kira. Saya pun langsung banjir keringat di hampir seluruh badan. Ya ampun.
Beberapa langkah menjauh dari area parkir, saya langsung melihat beberapa jenama asing yang buka toko di sisi depan. Di sekeliling toko-toko ini ada beberapa kolam kecil dengan air mancur yang sangat mengundang kita untuk nyebur. Tapi sayangnya ada beberapa satpam yang berdiri di sekitar sini.
“Masuk toko aja dulu biar bisa ngadem.” Usul suami sembari mengajak saya masuk ke toko sepatu New Balance yang memang ada di lantai dasar.
Niatnya sih ngadem doang tapi ternyata suami menyempatkan diri berkeliling lalu tergoda dengan salah satu jaket hitam yang terbuat dari bahan tipis anti air dan mudah untuk dilipat. Infonya lagi jika membeli dua jaket, diskonnya jadi dua kali lipat. Serasa beli dua jaket tapi bayar hanya untuk satu. Jadilah suami ribut agar saya ngambil satu biar bisa kembaran dan dapat diskon istimewa itu. Lah kan saya gak butuh jaket. Kacau banget.
Usai belanja yang tak terduga itu, saya dan suami pun bergegas melangkah keluar.
“Tadi kan niatnya cuma buat ngadem, kenapa jadi belanja ya?”
Tawa berderai-derai pun menghiasi dan mengiringi wajah suami yang tampaknya masih tak percaya pada diri sendiri. Saya cuma nyengir. Gak membayangkan bakal dapat jaket sementara niat utamanya adalah membeli sepatu di jenama tersebut. Tapi karena tak ada model sepatu yang sreg di hati, saya kemudian malah dapat sneaker di toko berbeda.

Usai transaksi di New Balance ini, menyegarkan leher yang mulai terasa kering, saya membeli fresh cold juice di sebuah kedai yang ada di seputaran kolam-kolam kecil ini. Sajian tanpa gula ini langsung saya tenggak hingga habis saking hausnya. Asyiknya di sekitar kedai ini disediakan meja dan banyak tempat duduk untuk kita mengaso barang sejenak. Saya menyempatkan berfoto beberapa menit lalu melanjutkan perjalanan. Panas woi.
Menyusur kembali setiap sisi The Grand Outlet di bawah langit yang cerah dengan warna biru cantik berpadu dengan awan putih yang berarak, saya mencoba ngecek bagaimana kondisi toilet nya. Selain memang ingin buang air kecil, saya terdorong oleh rasa penasaran. Dan ternyata cantik banget loh. Warna dalam ruang toiletnya persis sama dengan warna bangunan keseluruhan. Di dalamnya ada taman kecil yang terlihat segar. Tapi saya gak sempat ngecek apakah itu tanaman asli atau artificial.
Wastafelnya banyak, ruang basuh nya pun berlimpah. Peralatan di dalam ruang basuh juga bersih, terawat, dengan tissue yang banyak. Di seputaran dalam juga dipasang pewangi dengan semprotan otomatis. Desain ruangnya juga lega dengan sinar matahari yang bisa masuk secara natural di dekat taman kecil tadi. Kesannya jadi menyenangkan. Gak sumpek.
Saya menemukan toilet dengan penataan seperti ini saat berkunjung ke Paris Van Java (PVJ) di Bandung. Kalau punya rumah luas, cakep banget untuk ditiru konsep seperti ini.

Yok sekarang menjelajah lagi.
Selain penghijauan yang terlihat mulai bertumbuh dan ditata di banyak sisi jalur jalan, saya bolak-balik terpaku dengan sisi arsitektur nya. Di beberapa titik, selain menghadirkan kedai jajanan, The Grand Outlet menghadirkan banyak tiang besi yang penampakannya mirip dengan Garden by The Bay Singapore (GBTB). Tapi yang di sini ukurannya lebih kecil. Tidak selebar dan setinggi yang di GBTB. Saat saya datang tanaman yang tumbuh di situ masih belum lebat. Masih merambat. Tapi semoga sekarang-sekarang sudah lebih subur ya.
Ruang tengah tempat pengunjung berinteraksi ini dibuat seluas mungkin dengan banyak pilihan dudukan. Tapi mereka tetap bisa menyusur sisi atau teras depan toko untuk menghindar dari sinar matahari. Saya langsung membayangkan. Jika sore hari, ruang terbuka ini bisa jadi sarana untuk mengadakan pameran, bazaar, pertunjukan seperti live performance atau event-event lain yang bisa meraih banyak perhatian. Bikin panggung kecil sepertinya juga masih oke banget.
Saya juga menemukan penataan cerdik di bagian tengah dengan beberapa sisi bangunan yang bisa dijadikan tempat nongkrong-nongkrong. Salah satunya adalah tangga yang sengaja ditata nyaman untuk duduk dengan meja-meja besi bulat untuk menaruh makanan atau minuman. Jika ada show atau live performance di bawahnya, tempat ini lebih dari nyaman untuk menjadi titik nonton. Apalagi di sebelahnya dilengkapi oleh kolam air dan tumpukan tanaman rambat yang tampak hijau bertumbuh. Venue yang cakep sempurna.
Sebelum makan siang, saya dan suami bersengaja menyusur kembali sampe capek. “Biar makannya semangat” Kata suami sambil melirik saya yang mulai kelelahan dan kepanasan.
Baiklah kita susur lagi sisi lainnya di lantai dasar ini ya.
Selain Starbucks dan beberapa kedai yang saya sebutkan tadi, di lantai satu/dasar ini dipenuhi oleh produk fashion seperti tas, sepatu, sandal, dan apparel serta kebutuhan lainnya seperti koper, stationeries, fragrance, dan pernak-pernik yang bisa bikin dompet amblas. MAP pun membuka outlet sendiri yang di dalamnya terdapat berbagai produk level A.
Intinya semua jenama yang biasa kita lihat di banyak mall di Jakarta, bisa kita temukan di sini. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa kualitas barang mereka adalah dengan konsep outlet dengan harga kelas menengah. Sementara produk asli/original dengan kualitas VIP hanya ada di toko mereka yang ada di pusat pertokoan yang juga kelas VIP. Seperti Plaza Senayan, Senayan City, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Pondok Indah Mall, dan beberapa lainnya. Semua bisa kita cek kualitasnya lewat kerapihan bentuk dan jahitan serta materi/bahan yang digunakan. Bedalah appearances nya. Seperti kata pepatah “ada harga ada rupa”
Beberapa yang saya ingat adalah LV, Tummy, Victoria Secret, Mango, Mark & Spencer, Melissa, Michael Kors, Kipling, Kate Spade, Giordani, Gino Mariani, DR Martens, Calvin Klein, Skechers, Puma, dan masih banyak lagi. Semuanya ada di lantai dasar.
Sementara untuk resto, toko serba ada (Minisou), toko buku, mainan anak, semua ada di lantai dua. Restonya juga sangat variatif loh. Beberapa yang bisa saya sebutkan adalah A&W, Ayam Goreng Karawaci, Baso A Fung, CFC, Chateraise, Haraku Ramen, Imperial Kitchen, Pepper Lunch, dan lain-lain.
Saya dan suami menikmati makan siang di Pepper Lunch lalu berkunjung sebentar ke Chateraise untuk ngemil dan menikmati minuman dingin. Saya tak bisa memotret di Pepper Lunch karena restonya padat pengunjung, meja yang padat hampir bersentuhan, dengan antrian panjang yang tak pernah berhenti. Situasi yang membuat kami harus makan lebih cepat dan gak menunda waktu untuk segera keluar setelah selesai. Ruang makannya juga tidak luas meskipun ada beberapa meja di sisi teras.
Jika ingin menilik lebih jauh tentang jenama atau merek yang membuka gerai di sini, kita bisa berselancar ke tautan resmi mereka www.grandoutlets.com atau menilik akun Instagram @grandoutletkarawang. Di tautan online tersebut juga tersedia floor map dan info kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh The Grand Outlet. Informatif banget.

Lebih Lanjut Tentang The Grand Outlet
Kembali ke soal jarak yang saya hadirkan di atas tadi, saya kemudian kembali menyusur tautan resmi untuk menggali lebih dalam tentang masalah transportasi. Jika mengenakan mobil pribadi, kita bisa langsung keluar di pintu tol Karawang Barat 2 di km 57 lalu mengikuti beberapa petunjuk jalan yang di pasang di beberapa titik. Kalau mau lebih gampang sih nyalakan aja GMaps ya. Titik pencarian lokasi nya sudah tepat banget.
Naik kereta api cepat, Whoosh, juga bisa. Waktu tempuhnya sekitar 15 menit dari stasiun Halim Jakarta atau 20 menit dari stasiun Tegalluar Bandung. Turunnya di stasiun Karawang. Nanti akan ada shuttle bus yang siap mengantarkan kita ke The Grand Outlet.
Mau naik bis shuttle juga bisa. Dari Jakarta kita bisa naik di Sky Parking Semanggi. Beroperasi Senin hingga Minggu. Intip aja jadwalnya di tautan resmi ya. Jadi bisa menyesuaikan dengan ketersediaan waktu kita.
Naik LRT juga bisa. Turun stasiun LRT Jatimulya. Kita kemudian melangkah ke main lobby, lalu melanjutkan perjalanan dengan menaiki shuttle bus menuju The Grand Outlet. Begitu pun saat kita ingin kembali ke pusat kota dengan menggunakan LRT ini. Lalu lintas kendaraannya akan sama dengan waktu-waktu tertentu. Rinciannya bisa diintip di tautan resmi.
Jadi gak perlu takut nyasar, capek berkendara, atau tak ingin repot urusan parkir kendaraan.
The Grand Outlet yang memiliki dua lantai ini berada di lahan seluas 27.000 m2. Berada di kawasan Wanasari, Telukjambe, tempat ini terhitung sebagai one stop shopping entertainment. Kita bisa menghabiskan seharian di sini karena apa yang kita butuhkan untuk rekreasi tuh ada di sini. Meskipun jauh dan tidak ada tempat main lainnya lagi yang berdekatan, The Grand Outlet sudah akomodatif banget. Bapak Ibu bisa belanja sementara anak-anak bisa main di tempat yang luas.
Yang penting tebalkan dompet dan atur waktu selapang mungkin biar bisa menyusur setiap sudut hingga tuntas. Jangan lupa bawa kipas tangan dan setidaknya sebotol penuh air mineral. Kalau saya sih milih bahwa tumbler berisikan air dingin. Biar suhu air nya bisa terjaga. Terasa banget meneguk air dingin di tengah suhu panas Karawang.
BTW, saya ketemu poster gedenya Jungkook (Jungkookie) yang memang menjadi model dan atau brand ambassador dari jenama Calvin Klein. Si bungsu dari boyband Bangtan Seonyeondan ๋ฐฉํ์๋ ๋จ ini terlihat gagah dengan pose yang begitu khas dan sangat ekspresif mengenakan outfit mewah milik jenama internasional ini. Ih senengnya keterlaluan.










Wah seneng banget pasti ya kak kalau Nemu tempat belanja selengkap ini, dari kuliner sampai keperluan apapun ada, betah deh seharian jalan mengitari sekalian capai target 5000 langkah hehehe
Window shopping a.k.a tawaf di mall tuh emang olga tersembunyi Mbak hahahaha. Kadang saya memang sengaja keliling mall ya buat jalan kaki itu.
point yang paling menarik adalah cuci mata barang-barang dari merek terkenal, Kak. Meski belum bisa beli saat window shopping, minimal bisa jadi target menabung. Ahay…
Oh ini dia kelebihannya, dekat dengan stasiun, jadi bisa pakai Whoosh. Mirip banget dengan SuMaBa di Bandung. Waktu baru peresmian, antrinya engga kira-kira. Daerahnya angin gelebuk (saking anginnya). Tapi dekat dengan Tegalluar, Masjid Al Jabbar.
Bisa nih warga Bandung ke The Grand Outlet buat wisata belanja…
Eh…luas banget mall-nya…Bisa teklok nih dengkul…hehe…
Naik Whoosh memang praktis. Cepet lagi. Sekitar 15 menit-an aja. Bawak payung atau pake topi Mbak Hani. Outletnya itu di area terbuka soalnya. Jadi panasnya matahari tuh langsung nyentuh ke kita. Meskipun mulai banyak penghijauan, tapi karena masih baru, pohon-pohonnya masih belum jangkung.
Saya juga jadi ingat SuMaBa waktu baca tulisan Mbak Annie ini
letaknya cukup jauh dari pusat Kota Bandung
Tapi lengkap sehingga pengunjung mau datang, termasuk mereka yang dari Jakarta karena bisa naik Whoosh
Rasanya, kalau merk ternama yang tersedia di sana dan lengkap segala merknya ada, bakalan banyak yang rela menghabiskan belasan liter bensin demi mencari merk kesayangan dah, Kak. Hehehe
Nyatanya begitu. Apalagi disediakan opsi kendaraan umum baik dari Jakarta maupun Bandung. Jadi memudahkan jika tak ingin bawa kendaraan sendiri.
saya sambil buka GMaps nih baca tulisan Mbak Annie, sambil inget-inget pernah gak ya saya ke Karawang (maklum kudet, gak pernah pergi jauh)
kayanya sih waktu proyek kemenLH dan Kompasiana saya ke sini untuk mengunjungi kawasan dampingan Pertamina, tapi ya itu dia, taunya cuma sampai tujuan aja . Jadi ternganga bingung baca rute yang ditulis Mbak Annie hehehe
Tapi saya emang bukan target marketnya sih ya? Melainkan para penghuni yang berada di kawasan sub urban untuk memenuhi kebutuhan mereka
Ini juga tempatnya belum lama eksis Mbak. Sempat sepi karena memang secara lokasi tidak begitu menjual. Tapi ternyata belakangan rame juga. Mungkin banyak orang seputaran Jakarta coret mencari tempat hiburan di Karawang. Lumayan buat cuci-cuci mata.
Catet dulu, deh. Nanti kalau ke karawang bisa mampir di The Grand Outlet sini buat ngadem atau sekalian belanja.
Tahu ini pertama kali, saat baca sign board yang gedeee dari atas tol MBZ, sempat mikir siapa yang mau jauh-jauh ke sini buat belanja ya…
Lalu, waktu ada acara sekolah anak ke Karawang mampir deh dan rameeee pol ternyata, plat B, rombongan pakai bis wisata dan naik shuttle bus, memang pas weekend sih, enggak tahu kalau hari biasa
Memang bukan sekadar tempat belanja, bisa jadi destinasi rekreasi dengan konsep ruang terbuka yang nyaman (meski panasss) dan banyak pilihan tenant. Dengan harga outlet lah, bukan butik di mal,.Maka, orang Jakarta ramai mengunjunginya.
Tapi kini yang sisi barat Jakarta enggak perlu jauh ke sini lagi, karena sudah ada Jakarta Premium Outlet di Alam Sutera
Sesekali bolehlah main ke sini. Cuci-cuci mata sambil mantengin produk-produk outlet dari jenama ternama. Tempat jajannya juga beragam meski tak sebanyak di mall lainnya yang ada di Jakarta.
“kualitas barang mereka adalah dengan konsep outlet dengan harga kelas menengah.”
Agak ga paham mksdnya ini. Jadi barangnya ori tapi diskon atau barangnya ga ori?
Barangnya asli tapi diproduksi oleh produsen yang ditunjuk oleh brand yang bersangkutan dengan kualitas bahan yang satu atau dua level di bawah versi originalnya dengan harga jutaan sampai belasan juta. Versi orginal biasa dijual di butik-butik yang ada di mall VIP seperti Grand Indonesia, Senayan City, Plaza Indonesia, dll. dengan harga puluhan hingga ratusan juta. Bahkan ada yang milyaran.
Wow udah ke Karawang juga Kak Annie, keren deh. Mallnya keren ya kak, kayak di Singapura. Modern dan tertata.
Mungkin maksudnya ten to fifteen minutes yo yuk?
Idak mungkin masih jauh nian nak ke kantor bae, amen lah pindah ke Cikarang.
Ternyata para tenant branded pun menyesuaikan produk yang dijual sesuai dengan pangsa pasar yang dituju. Tapi tetap ok main ke sini buat menikmati vibes sambil mengunjungi cafe atau resto cepat sajinya
Ah ado nian. Mokasih koreksinyo Nis. La aku ganti.
Bener Nis. Yang pasti versi outlet sudah cukup bagus. Hasil pengerjaannyo jugo apik dengan harga yang jauh lebih ramah ketimbang butik. Mun beli di butik pacak dak makan berbulan-bulan hahahaha.
Baca ulasan Mbak Annie soal cuaca Karawang yang mataharinya ‘buka lima cabang’ di area parkir langsung bikin saya ikutan ngerasa gerah, haha! Tapi perjuangan nyari parkir terbayar ya begitu masuk ke area outlet-nya. Adem dan beanja pula hehehe. Saya salfok sama tiang besi ala mini Gardens by the Bay Singapore-nya. Kalau tanamannya sudah merambat lebat, sepertinya memang bakal kelihatan makin asri dan lumayan ngurangin hawa panas kali, ya.
Semoga sekarang-sekarang tanamannya sudah jangkung dan rindang, jadi bisa nutupin panas kejengkang ala Karawang. Tapi boleh dicobain kalau ada niatan main ke Cikarang. Nyenengin sih sebenarnya tempatnya. Cuma musti kuat panas aja.