
Menanti Senja di Vilo Lakeside Lippo Cikarang | Featured & Travel | Juni 2026
Mampir Lagi ke Tetangga Yuk!!
Kemana? Ke Vilo Lakeside Lippo Cikarang yang jaraknya sekitar hanya dua-tiga kilometer dari kompleks perumahan saya. Tinggal ngesot naik motor sekitar lima belas menit. Kalau jalannya gak pake rem, bakal lebih cepat lagi. Atau pengen olga jalan kaki, jaraknya tetap gak bikin kapok karena nafas masih bisa diatur dengan baik.
Deket banget bukan?
Tapi meski sedekat itu, saya ke sini tuh baru sekitar tiga kali. Belakangan bulan di tahun 2026 ini. Sebelumnya sempat segan mampir dan hanya lewat saja karena di awal-awal buka Vilo Lakeside selalu penuh pengunjung. Berhamburan tamu dengan antrian yang mengular. Budaya FOMO yang tidak ingin saya ikuti. Selain karena paling segan ngantri, untuk motret juga pasti susahnya minta ampun. Bocor di sana-sini. Dan sungkan rasanya jika harus permisi berulang-ulang. Sementara tidak semua orang kan berkenan wajahnya tampil di unggahan kita.
Jadi saat suasana sudah cukup kondusif, rencana dan niat untuk bertamu di Vilo Lakeside Lippo Cikarang sekaligus menikmati senja pun bergegas saya wujudkan.
Catatan: foto-foto yang saya hadirkan di sini adalah di kunjungan ke-3, sore hari menjelang senja. Sebelum-sebelumnya adalah saat senja sudah berlalu.

Indahnya Waktu Menjelang Senja
Hari itu, kebetulan suami mengajak saya untuk mencoba resto baru yang lokasinya persis di sebelah/di samping Vilo Lakeside. Baru grand opening dengan diskon asyik sebesar 50%. Menggoda banget. Jadi jadwal makan malam di hari itu (jauh) lebih dipercepat supaya saya bisa mampir ke Vilo Lakeside sebelum azan magrib dikumandangkan.
Mengapa memilih waktu itu? Karena langit masih terang tapi Vilo Lakeside biasanya sudah menyalakan lampu sorot yang tersebar di setiap sudut. Mulai dari di beberapa taman (depan, tengah, dan belakang), rumah pusat pelayanan yang bernuansa Eropa, pondokan kecil di bagian belakang, dan sebuah kapal yang dipajang di atas danau sebagai rangkaian pusat perhatian fotografi bagi banyak tamu.
Bahkan saat kita melewati Jl. Kemang Boulevard di mana Vilo Lakeside berada, kepala kita akan refleks langsung menoleh karena keindahan visual tempat ini terlihat bahkan dari kejauhan. Apalagi di bagian terdepan tidak dibangun pagar sama sekali. Jadi area pandangnya bebas dan lepas.
Vilo Lakeside ini dibuka dengan sebuah gerbang kayu putih dan taman yang cukup besar sebagai halaman depan. Berdiri juga neon sign box bertuliskan jenama ini setinggi sekitar tiga meteran. Saat saya datang, lampunya sudah menyala dengan indahnya. Tidak ada pagar yang membatasi tapi berdiri sekitar dua orang penjaga keamanan yang dengan ramah mempersilakan tamu untuk masuk.
Baru mencapai halaman depan ini saja, Vilo Lakeside menyediakan banyak sisi yang kaya dengan estetika. Atau yang dalam bahasa gayanya instagenic dan instagrammable. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menarik secara visual dan layak untuk ditampilkan di media sosial (baca: Instagram).
Kombinasi warna tanaman menyempurnakan rancang taman yang begitu apik, tertata, dan terawat dengan paripurna. Sebuah rumah bergaya Scandinavian Eropa yang hadir dengan rancang bangun sederhana dengan tulisan Vilo di bagian atap fasad nya, begitu menghibur netra. Apalagi kemudian dilengkapi dengan teras berlantai kayu dan beberapa tempat duduk serta meja di sisi depan dan samping rumah, Vilo Lakeside tampak begitu siap menerima banyak pengunjung.
Rumah yang dibangun dengan dominasi kayu perpaduan warna putih, hijau tosca serta abu-abu ini dijadikan pusat pelayanan Vilo Lakeside. Ruang dalamnya dibuka lepas tanpa sekat. Memberikan kesan luas yang melegakan. Ada beberapa display yang mengajak tamu untuk mengeksplorasi jajanan apa saja yang bisa kita pesan. Mulai dari aneka minuman, ice cream gelato, bakery, crackers, dan menu-menu berat yang mengenyangkan. Ada juga satu sudut yang menghadirkan merchandise tapi gak begitu dominan.
Ruangan beratap tinggi ini, dilengkapi dengan keramik sentuhan vintage dengan rangka bangunan yang sederhana tapi begitu terlihat kokoh. Di salah satu sisi atap berderet banyak ornamen unik dengan warna rose gold yang sangat menarik perhatian. Unik betul.
Di kunjungan pertama, saya sempat memesan pancake dan bola-bola ubi warna-warni serta beberapa minuman dingin yang begitu menyegarkan. Semua begitu membangkitkan selera dan meninggalkan kesan yang tidak biasa meski kedua menu ini sering kita lihat di banyak kedai sederhana atau bazaar makanan.

Sekarang mari melangkah ke belakang.
Meski sudah berulang kali bertamu ke Vilo Lakeside, kondisi dan suasana di taman belakang tuh gak pernah membosankan. Menyenangkan dan bikin kangen malah. Apalagi untuk warga kompleks seperti saya yang merasakan mahalnya pemandangan hijau seluas itu di lingkungan rumah. Apalagi saat melihat kontur tanah yang berbukit rendah membuat setiap tanaman yang tumbuh di area belakang ini tersusun layaknya sebuah kawasan taman hiburan. Suasana yang jarang banget saya nikmati sehari-hari.
Di lahan yang tanahnya memanjang ini, banyak fasilitas yang bisa disusuri tamu. Yang bawa anak-anak bisa menemani mereka bermain di satu area khusus. Jeritan dan candaan suka ria saya dengar saat melangkah ke sisi ini. Ada panjatan, rumah-rumahan, dan perosotan yang kokoh dengan lantai rumput sintetis yang cukup tebal. Sambil menunggu anak-anak bersuka ria, para orang tua bisa menempati beberapa bilik/rumah kecil yang tak jauh dari lahan bermain ini.
Di samping lahan bermain ini ada sebuah musala dengan dinding ukiran kayu yang rinci banget. Tempat ibadah ini dilengkapi dengan ribuan celah kecil yang membiarkan sirkulasi udara terbangun dengan sendirinya. Menghadirkan cahaya redup, musala ini menghadirkan keteduhan dan rasa betah yang gak ada kurangnya. Sajadah dan alat shalat pun tersedia dalam kondisi bersih dan rapi.
Hanya beberapa langkah dari musala ada beberapa pondokan kecil yang berfungsi sebagai tempat wudhu, kemudian toilet yang dibangun dengan bahan kayu dan cat atap yang berwarna-warni. Dibangun di atas tanah dengan kontur membukit, barisan bangunan kayu ini terlihat sangat indah. Dengan jalan setapak yang dibuat dari batu-batu besar dan semen yang menjadi media tempel batu tersebut, jalan setapak yang dilalui para pengunjung terasa begitu kokoh.
Selain area makan di teras rumah ini tadi, kita bisa melihat banyak sekali spot berkumpul baik secara privat mau berkelompok. Pilihannya juga beragam. Bisa duduk-duduk seperti layaknya mini theatre atau sofa yang terlihat tersebar di pinggiran danau. Kemudian ada juga beberapa pondokan untuk kelompok kecil.
Yang paling menyempurnakan suasana senja di Vilo Lakeside ini adalah jejeran sofa garis-garis yang sebagian besar ditaruh di pinggiran danau. Ada juga yang diletakkan persis di depan sebuah display kapal layar yang memiliki turbin berputar di buritannya. Kemudian ada dermaga kecil dan sebuah pondokan yang memiliki rancang bangun mirip dengan rumah inti yang ada di depan tadi.
Sayangnya semua tempat duduk di pinggir danau penuh pengunjung saat saya datang. Padahal pengen banget berfoto di sana sembari menikmati waktu-waktu matahari mulai mengistirahatkan diri. Atau setidaknya duduk di ujung dermaga dan menatapi kilau terakhir sinar mentari serta lampu-lampu yang memantul ke atas air.
Saya berjalan menyusur pelan, mencoba mencari celah untuk bisa memotret. Tapi sayang tempat ini dipadati oleh pengunjung. Semua tempat duduk penuh. Banyak di antara mereka terus bergerak kesana-kemari sehingga saya harus menunggu momen yang pas untuk memotret. Gelak tawa dan jeritan anak-anak membuat sisi sepanjang pinggir danau ini sibuk tak terkira. Jadi sembari menatapi pemandangan yang tersaji, momen langit menggelap saya nikmati dalam diam.
Semoga di satu waktu saya bisa duduk di salah satu sofa bergaris itu. Meletakkannya di dermaga lalu saya difoto dari kejauhan dengan latar belakang kapal berwarna kehijauan itu.
Yakin banget hasilnya akan meninggalkan memori yang lama bersemayam di hati. Apalagi jika rezeki langit cerah, sehingga atap bumi ini bisa memancarkan warna dan nuansa sunset yang, bagi saya, begitu syahdu dan mengademkan hati.
Danau yang dirancang dan dibangun oleh Lippo Cikarang sepertinya memang bisa melengkapi suasana bersantai di area itu. Jika tidak salah asumsi, danau ini memang disediakan oleh manajemen Lippo Cikarang sebagai salah satu convenient facilities view untuk Trivium Terrace Apartment yang letaknya di seberang danau tersebut. Beruntungnya Vilo Lakeside karena bisa memanfaatkan pembangunan danau sebagai bagian dari fasilitas pendukung mereka.
Satu lagi yang melengkapi keindahan pinggir danau itu adalah sebuah pondok kecil yang rancang bangunnya persis sama dengan rumah yang berada di sisi depan tadi. Mendekat ke pondok ini hati saya langsung terkait. Dengan sebuah teras kecil menghadap ke danau, isi dalam pondokan ini terlihat nyaman buat berlama-lama. Kehadiran kursi, meja, dan sofa mini, rumah kecil ini cocok banget dijadikan atau digunakan untuk private event dengan peserta sekitar sepuluh hingga lima belas orang saja.
Untuk menggunakan fasilitas ini, publik bisa menghubungi manajemen Vilo Lakeside di nomor WA 0811-9003-0682. Ada pengaturan khusus untuk minimum order dengan hitungan waktu tertentu. Selain acara pribadi seperti ulang tahun dengan undangan terbatas, bisa juga loh mengadakan workshop atau pelatihan di pondokan ini. Lingkungannya yang cenderung hening, jauh dari keramaian dilengkapi dengan pemandangan danau yang meng-adem-kan, vibes yang tercipta, terasa begitu kondusif dengan rangkaian aktivitas tersebut di atas.


Sore itu saya melangkah keluar dari Vilo Lakeside dengan pemandangan yang menakjubkan. Tamu semakin ramai dan hiruk pikuk orang berkegiatan, khususnya memotret di banyak titik, membuat saya terpana. Tak terbayangkan bagaimana ketatnya koordinasi antar petugas di lapangan maupun yang melayani pesanan di dalam rumah inti yang berada di halaman depan. Tak sedikit petugas berseragam mondar-mandir menjaga kebersihan ruang terbuka agar keindahan dan kerapian lingkungan Vilo Lakeside tetap terjaga.
Ini sesungguhnya bukan hanya pekerjaan petugas tapi juga semua tamu yang berada di sana. Buanglah sisa makanan dan minuman di tempat sampah yang sudah disediakan di banyak tempat. Bantu pemilik tempat untuk menghadirkan kondisi bersih demi kenyamanan banyak pihak. Khususnya para tamu yang saat itu sedang berada di tempat dan berhak mendapatkan beberapa hal termasuk untuk urusan kebersihan. Meskipun sepanjang waktu di sana, saya melihat dua orang petugas tampak rajin dan tekun menyapu dan menjaga kebersihan, keterlibatan aktif para tamu tentu sangat diharapkan.
Kalau kebersihan ini tercapai kebayang betapa indahnya menanti dan menikmati senja di Vilo Lakeside. Kita bisa duduk dengan damai dan nyaman, bebas dari polusi udara yang mungkin ditimbulkan oleh sampah tersebut, serta membiarkan netra terhibur oleh banyak keindahan fisik dan visual.
Yang pasti jika teman-teman punya waktu lowong yang melegakan dan ingin merasakan nuansa taman di tengah geliatnya kegiatan industri, berkunjung ke Vilo Lakeside Lippo Cikarang, bisa jadi solusi yang tepat. Apalagi di saat liburan sekolah saat saya menuliskan artikel ini. Anak-anak bisa bermain di area bebas, sementara orang tua santai duduk sembari menikmati aneka sajian yang umami dan menyenangkan.









