
Jalinan Kisah Indah Terurai Lewat Buku Antologi yang Menginspirasi | Book Review, PAPI | Agustus 2026
Saat di akhir 2025 menyusun program penulisan dan mencari premis untuk buku antologi yang akan diterbitkan oleh PAPI di 2026, tema tentang inspirasi mampir duluan di benak saya. Sekian banyak kisah menarik yang saya dapatkan dari berbagai sumber, menyemangati saya untuk mewujudkannya dalam sebuah buku, hingga akhirnya memutuskan untuk menghadirkan judul yang Menginspirasi
Saat premis ini saya ajukan ke seluruh anggota PAPI sebagai salah satu buku yang akan diterbitkan di tri-semester terakhir 2025, tanggapan positif pun banyak bermunculan. Rangkaian ide didiskusikan bersama di dalam WAG (whatsapp group) hingga akhirnya sepakat bahwa ide yang masih mentah itu layak untuk menjadi bagian dari buku antologi yang Menginspirasi ini. Saya pun akhirnya hanyut dalam banyak diskusi pribadi dengan teman-teman yang terlihat antusias untuk menjadi bagian dari buku ini.
Yang pasti satu benang merah yang wajib dihadirkan adalah bahwa benda, seseorang, atau peristiwa yang pernah mampir dalam hidup dan akan dibahas di dalam buku, telah meninggalkan rangkaian kenangan yang terpatri di dalam ingatan sang penulis hingga kini. Saya sendiri pun berusaha menyusur setiap ide, menyeleksi, memberikan sedikit masukan, lalu memberikan masa dua bulan sebagai hitungan waktu yang tepat untuk proses produksi dan kreatif.
Meski akhirnya waktu yang disediakan terpaksa mundur, kejadian ini akhirnya “terpaksa” memangkas masa penyuntingan (editing), perapian tata letak naskah (layouting), dan semua kebutuhan kreatif lain yang berhubungan erat dengan titik finalisasi buku. Jika ada yang telat tiga hari maka masa pekerjaan saya otomatis berkurang tiga hari. Jika ada yang telat seminggu berarti seminggu pulalah tiga pekerjaan di atas wajib dipercepat.
Semua wajib saya lakukan agar irama pekerjaan dan rencana penerbitan buku PAPI bisa dijalankan persis seperti apa yang sudah dicanangkan di akhir 2025. Pun termasuk mendisiplinkan diri sendiri agar tetap berjalan di atas jejak rencana hingga tidak mengganggu lancarnya pekerjaan lain yang juga butuh perhatian, konsentrasi, dan wajib saya wujudkan.

Seperti apa yang saya uraikan lewat lembaran Kata Pengantar, buku antologi ini nyatanya berhasil mengumpulkan sekian banyak pengalaman pribadi yang nyatanya sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup sang penulis. Baik itu hubungan personal antar penulis dengan orang/pribadi, cerita tentang buku yang sudah dibaca, film yang sudah ditonton, serta kejadian yang mampu merubah sang penulis dalam menghadapi ujian serta memaknai hidup.

Menghadirkan judul Wanita Tangguh yang Menginspirasi, Wahyu Suwarsi begitu lugas menceritakan tentang Ibu Ati โsang mertuaโ yang harus menjadi kepala keluarga sejak sang suami wafat. Pekerjaan tak kenal waktu sebagai seorang penjahit beliau lakoni dengan sabar demi menafkahi, membesarkan anak-anaknya, mencukupi semua kebutuhan rumah tangga, dan menggiring mereka menjadi orang sukses, membuat kisah tentang Ibu Ati menjadi begitu menyentuh.
Perjuangan menghadapi kehidupan yang keras juga ditulis oleh O’ik Moehadie untuk Nirwan sang suami. Lahir sebagai sulung yang harus berjuang membiayai hidup serta sekolah, Nirwan menjalani setiap langkah nasib dengan berusaha (berjualan) dan berprestasi di sekolah. Cerita tentang kepintaran dan perjuangan hidup sedari kecil inilah yang membuat tokoh Nirwan lebih dari layak untuk dihadirkan. Keterbatasan finansial, tanggung jawab yang terpatri di pundak, serta impian mendapatkan kehidupan yang (jauh) lebih baik, membuat rangkaian kisah hidup tersebut terjalin begitu menyentuh lewat artikel Kerja Keras Tak Mengkhianati Hasil.
Perhatian saya kemudian menyentuh artikel Berdamai dengan Luka yang ditulis oleh Rurisa Hartomo. Kita diajak untuk menyelami perjuangan โmental dan spiritualโ seorang penderita cerebral palsy demi meraih nasib yang (jauh) lebih baik. Dini โsang tokohโ tak hanya mengajak kita untuk tidak gampang menyerah meski dalam keterbatasan tapi juga ikhlas menerima takdir yang sudah ditetapkan-Nya. Jika pun sukses itu akhirnya diraih, ada jejak langkah yang telah dilewati dan memberikan pelajaran serta penguatan bagi diri sang tokoh. Sederetan “kekuatan” yang bisa dan mampu menerima keterbatasan tentulah bukan hal yang mudah. Dan ini tunjukkan oleh Dini. Kekurangan yang harus ikhlas diterima nyatanya justru menjadi “kekuatan” yang senantiasa bersarang di hati dan semangatnya.
Babak pembicaraan tentang keluarga sendiri juga dihadirkan oleh Maya Surono. Menghadirkan sang bapak sebagai tokoh di artikel berjudul Ceritaku dan Bapak, penulis melukiskan cinta yang begitu dalam akan sang bapak. Merasakan bagaimana dia menerima limpahan kasih sayang yang begitu berarti, penulis juga mengurai betapa berarti sang bapak dalam setiap langkah yang dia ambil dalam hidup. Kedekatan seorang anak perempuan yang akan dan terus abadi sepanjang masa.
Cerita tentang personal yang menginspirasi mulai dari pemikiran dan tindakannya diceritakan oleh Tanti Amelia di artikel Penyesalan Itu Berat. Belajar Pantang Menyerah Mengejar Impian ala Pandji Pragiwaksono. Siapa sih warga +62 yang tidak kenal dengan tokoh ini dengan semua sepak terjangnya? Yup ini tentang perjalanan karir sang stand up comedian yang punya nama besar di Indonesia. Proses jatuh bangun yang harus dihadapi hingga menjadi salah seorang role model bagi para penerusnya dan menjadi seorang “yang didengarkan” oleh mereka yang ingin melangkah di profesi yang sama dengan Pandji.
Selain bercerita tentang Pandji, Tanti Amelia juga menghadirkan sang adik โTommy Arhaditya Moelyonoโ untuk buku antologi yang Menginspirasi. Seorang pria yang memenuhi hidup Tanti sebagai adik yang lembut hati, mampu menghidupkan suasana dan dicintai sepenuhnya oleh keluarga serta disukai oleh banyak orang yang berada di sekitarnya. Artikel Di antara Tawa dan Doa yang Tertinggal, menjadi satu rangkaian diksi dan kalimat yang begitu menyentuh. Khas seorang Tanti yang begitu runut bercerita dan mengurai rasa.
Kisah tentang orang terdekat yang menginspirasi juga dihadirkan oleh Ika Patte lewat tulisannya yang berjudul Belajar Tenang dari Eyang Putri. Ika tidak hanya menghadirkan kedekatan pribadinya kepada Eyang tapi juga bagaimana sang nenek telah mewariskan banyak petuah dan pesan hidup yang mampu merangkul dan membimbingnya untuk lebih tenang menghadapi setiap jejak kehidupan.
Berbicara tentang pribadi yang menginspirasi dialami Temmy Arthapuri saat bertemu Asma Nadia dan Isa Alamsyah. Sepasang suami istri yang mumpuni di bidang kepenulisan dan sudah menjadi inspirasi bagi banyak penulis karena prestasinya. Bergelut di dunia yang sama, memberikan kita pemahaman bahwa sinergi keduanya telah melahirkan banyak kebaikan yang ditularkan kepada publik. Khususnya bagi mereka yang ingin menceburkan diri di dunia literasi dengan lebih serius lagi. Cerita apik ini diuraikan penulis lewat sebuah tulisan sarat inspirasi yang berjudul Pilar Tinta Asma Nadia. Karena Cinta Sejati Tak Akan Pernah Mematahkan Arah.

Seperti yang sudah diuraikan di awal artikel ini, kisah inspiratif bukan hanya datang dari para tokoh yang dikenal baik oleh publik luas maupun mereka yang secara personal bertengger di hati para kontributor. Tapi juga bisa bangkit dari benda seperti halnya buku, film/drama, bahkan diri sendiri.
Ada lima orang penulis yang menghadirkan rangkaian kata dan kalimat apik di ranah ini. Di antaranya adalah Tea Terina, Soraya Yusuf, Utami Isharyani, Ari Dian Aryono, dan Annie Nugraha (saya sendiri). Semua menghadirkan ragam serta gaya menulis yang indah untuk disimak yang melarutkan hati setiap pembacanya.
Menulis dua artikel, Tea Terina menghadirkan Pelajaran Emosi dari Film Inside Out. Kisah Inspiratif Film Animasi Anak-anak dan Membaca Derita Lewat Buku the Golden Years. 31 Drama Lansia. Kisah-kisah Problematika Lansia yang Menginspirasi. Keduanya disajikan runut dengan tata bahasa yang mudah untuk dipahami dan nyaman betul untuk dibaca. Kita diajak untuk mendalami sekian banyak pesan moral yang tersirat dan tersurat lewat film dan buku di atas. Cocok banget dengan profesi guru yang sekarang sedang ditekuni oleh penulis.
Kita lanjut ke Soraya Yusuf. Mengusung artikel Jalan Pulang Bersama Iman. Perjalanan Menemukan Diri Melalui Iman dan Kehidupan. Terdengar berat ya. Saya pun awalnya berpikir akan dibanjiri oleh kalimat ala buku psikologi. Tapi nyatanya tidak. Berangkat dari profesi seorang dosen, Soraya menemukan limpahan diksi yang membuat kita untuk memahami pesan hati yang disampaikan oleh penulis. Saya bahkan membaca berulang kali prolog yang dituliskan Soraya yang menjadi pembuka tulisan. “Ada buku yang hanya menambah pengetahuan. Ada pula buku yang mengubah cara kita menjalani kehidupan. Saya bersyukur dipertemukan dengan buku yang kedua.”
Ada satu tulisan yang dari lembaran pertama membuat saya tersenyum penuh arti. Ada kelucuan, ada keterusterangan, dan ada realita yang sejatinya bisa menjadi kenyataan yang mau tidak mau harus kita terima. Ari Dian Aryono. Kenyang berkecimpung di dunia kepenulisan, perempuan yang hobi ngukur jalan dan mencicipi banyak masakan ini, menghadirkan cerita tentang perjuangannya menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. Sumber inspirasinya adalah drama korea Oh My Venus. Drakor komedi romantis yang released pada 2015 menghadirkan jalan cerita bagaimana seorang perempuan obesitas yang karena impian tertentu bertekad kuat menjadi lebih langsing. Jadi saat olga di rumah, penulis mengikuti drakor ini sebagai penyemangat untuk setia pada impian agar lebih sehat.
Dua tulisan sarat makna dan pelajaran hidup kemudian ditulis oleh Utami Isharyani. Mengusung judul Oh, Begini Rasanya Sabar Pada Pukulan Pertama dan Rezeki itu Tak Pernah Berhenti. Refleksi Hidup Setelah Diagnosis CML, Tami โbegitu dia biasa saya panggilโ menghadirkan pengalaman pribadi saat divonis menderita kanker. Satu penyakit yang menjadi momok ketakutan pada banyak orang. Sebagai seseorang yang pernah mendampingi seorang sahabat dekat yang juga adalah cancer survivor, saya pun terhanyut pada setumpuk kenangan manis akan almarhumah teman ini. Jadi saat menyusur setiap kata dan kalimat yang disajikan oleh Tami, saya kembali merasakan getaran hati yang tak akan pernah terlupakan sepanjang masa itu. Perjuangan Tami untuk tetap bertahan, menerima, dan menghadapi kenyataan ini, tentu saja bisa menjadi inspirasi para pembaca dalam menjalani hidup.
Finally. Last but not least. Terakhir tapi tidak kalah penting adalah tulisan saya tentang sebuah buku kuliner yang saya temukan saat bertamu ke sebuah perpustakaan megah yang berada di lantai lima the Orient Hotel Jakarta yang berlokasi di Benhil Jakarta Selatan. The Library Lounge namanya. Kemegahannya mempertemukan saya dengan buku yang berjudul the Evolution of Jakarta’s Street Food yang lahir di 2023. Sebagai seorang pembelajar dunia kuliner (Food Blogger) dan pecinta dunia fotografi masakan/makanan (Food Photography) membalik lembar demi lembar buku yang sangat menginspirasi ini, membuka mata saya akan betapa bersejarahnya dan pentingnya para penjaja makanan jalanan yang sudah dan akan tetap memberikan pengaruh pada keberadaan mereka di ibukota.
Ulasan lengkapnya ada di tautan yang saya sematkan di bawah ini ya.

Seperti halnya sederetan buku antologi yang disusun oleh komunitas penulis Pondok Antologi Indonesia (PAPI) dan diterbitkan oleh Annie Nugraha Mediatama (ANM), buku yang Menginspirasi menjadi salah satu gebrakan penting bagi seluruh anggota komunitas, khususnya dua belas kontributor yang membidani kelahirkan buku ini.
Bertahan di ranah non-fiksi yang menjadi mercusuar karya-karya PAPI, lima belas cerita yang diangkat serta beranjak dari pengamatan dan pengalaman pribadi ini, sangat saya anjurkan untuk dimiliki dan dibaca oleh mereka yang “sedang terkunci” oleh banyaknya cobaan hidup dan liarnya pemikiran atau cara berpikir yang mendesak di kepala. Pantas juga untuk mereka yang sedang menggali pemahaman hidup dengan sudut pandang atau POV para kontributor.
Puji syukur tak terhingga kepada Yang Maha Pengatur dan Maha Pemberi yang sudah mengijinkan saya dan teman-teman penulis untuk melahirkan buku yang sarat dengan jalinan kisah indah yang terurai lewat buku antologi yang Menginspirasi.
Terima kasih juga untuk rekan-rekan penulis Wahyu Suwarsi, Tea Terina, Soraya Yusuf, Rurisa Hartomo, O’ik Moehadie, Utami Isharyani, Maya Surono, Tanti Amelia, Temmy Arthapuri, Ika Patte, dan Ari Dian Aryono. Sesungguhnya kalianlah yang menjadi sumbu inspirasi yang menggebrak geliat dunia kepenulisan dan membuka wawasan para pembaca tentang banyak hal yang bisa menjadi buah pikiran yang menggerakkan hati dalam hidup kita semua.
Salam literasi!!
Yang berminat mengadopsi buku ini, bisa menghubungi saya langsung di 0811-108-582.








Sepertinya ini kali ke-4 saya mengikuti penulisan antologi dari Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI). Berkumpul dengan sesama kontributor yang juga penulis menjadi vitamin bagi saya untuk semakin bertumbuh dalam dunia tulis-menulis. Di sini saya belajar menulis dengan teknis bercerita, tak lupa disiplin dan mengedit naskah secara mandiri. Rata-rata penulis yag bergabung, memiliki gaya penulisan yang sistematis dan rapi. Latar belakang dari blogger memhipnotis pembaca untuk masuk menikmati cerita. Terima kasih mbak Annie sudah menjadi support system terbaik untuk kami bisa menulis dengan mumpuni. Semoga kehadiran buku ‘yang Menginspirasi” bisa berdampak positif dan membawa manfaat bagi setiap pembacanya.
Terima kasih sudah menjadi bagian penting dari buku YANG MENGINSPIRASI ini Mbak Ruri. Alhamdulillah dari waktu ke waktu, PAPI semakin apik menghadirkan tema yang menarik untuk dibahas, diulas, dan dihadirkan ke hadapan publik. Semoga ke depannya semangat berkarya semua anggota menjadi lebih baik lagi.
Again. Thanks a bunch for being part of PAPI big family.