Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

REVEN Leather Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang | Featured & Travel | Oktober 2026

REVEN Leather sudah berminggu-minggu masuk dalam barisan tempat wajib kunjung sebelum saya berangkat ke Pasuruan, Jawa Timur. Apalagi setelah berulangkali menilik akun media sosial mereka yang menyajikan banyak pilihan produk fashion berbahan dasar kulit berkualitas yang mereka hasilkan.

Jadi saat saya dan suami dijemput mobil sewa di kompleks Taman Dayu, tempat kami sekeluarga menginap, REVEN Leather langsung jadi tujuan pertama. Saya kemudian didera oleh rasa penasaran selama hampir satu jam perjalanan antara Pasuruan dan kota Malang.

Akankah produk mereka sebagus yang ditampilkan di media sosial?

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Tentang Sebuah Perjalanan Penuh Makna

Setelah sekian lama tidak menikmati liburan, yang benar-benar liburan bersama suami, saya langsung berbunga-bunga saat sang belahan jiwa setuju dengan tawaran saya. Berkunjung ke Malang selama tiga hari dua malam dengan acara menyisir kota sekaligus mampir ke SMA saya dulu, berkunjung ke Bromo, berwisata kuliner, sekaligus bertamu ke beberapa tempat untuk belanja.

Yak! Berbelanja! Apalah artinya jalan-jalan tanpa belanja kan?

Perjalanan ini jadi sebuah kisah penuh makna buat saya karena akhirnya bisa mendapatkan waktu yang pas untuk kembali ke Malang setelah sekian tahun tidak bernostalgia. Malang juga punya memori tersendiri bagi saya karena di kota kecil inilah saya menyelesaikan SMA dan menikmati banyak waktu berharga semasa remaja. Bertumbuh kembang dan bermain dengan teman-teman seusia lewat beragam kegiatan sekolah, aktivitas non-akademis, dolanan, kadang ngelencer tanpa tujuan pasti. Setumpuk kenangan manis yang hingga kini masih terpatri dalam ingatan.

Saya kemudian teringat bahwa di tahun-tahun itu, di era 80-an, kota Malang tuh masih relatif sepi. Udara yang segar dan air tanah yang dingin banget di hampir setiap waktu. Saya tiap hari butuh “perjuangan” untuk menguatkan hati supaya tetap disiplin mandi pagi meski airnya sedingin air AC.

Antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB jalanan biasanya dipenuhi oleh rombongan anak sekolah, mereka yang berangkat kerja, dan para mahasiswa dengan ransel berat di punggung. Dalam beberapa waktu saya diantar kakak untuk berangkat sekolah. Kadang nebeng (baca: dijemput teman). Tapi sering juga jalan kaki meski jaraknya lumayan jauh. Opsi terakhir ini sering saya lakukan karena jalur perjalanan dari rumah ke sekolah itu melewati banyak tempat yang menyenangkan untuk dilihat. Biasanya karena saya bangun kepagian dan mulai jalan kaki sekitar pukul 05.30 WIB supaya bisa tepat waktu sampai di sekolah. Alasan lainnya adalah karena ingin olga tipis-tipis sembari merasakan segarnya udara pagi.

Kalau saya ke sekolah naik motor, biasanya saya melewati RSUD Saiful Anwar, sebuah jembatan warisan zaman penjajahan, dan kawasan Samaan, Klojen, di mana toko milik Reven Leather Store berada. Saya lupa dulu itu ruko yang ditempati oleh toko ini apa. Tapi yang pasti, barisan ruko dan sebuah hotel yang berada di kompleks yang sama, visualnya hampir tidak berubah secara signifikan.

Yang berubah hanya sistem pembagian jalurnya. Dulu dua arah sekarang hanya searah. Dan dengan pengaturan begini, lampu lalu lintas di pertigaan dekat toko tersebut sudah tidak berfungsi. Saya setuju dengan konsep searah ini karena dapat menghindari penumpukan kendaraan dan mencegah kemacetan yang biasa terjadi, mengingat sempitnya jalur jalan di depan toko.

Lagi-lagi kembali ke memori zaman 80-an ya. Tiga puluh tujuh tahun lalu yang tentunya membuat saya sempat termangu saat turun di depan toko produsen produk kulit lokal berkualitas internasional ini. Fasad toko terlihat eye catchy dari kejauhan dengan logo Reven Leather yang besar, gagah, dan menarik perhatian. Parkirannya lumayan luas. Tapi hanya untuk mobil ukuran biasa dan HiAce. Untuk bis rasanya tak muat.

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Terpesona dan Terpana

Seorang petugas membukakan pintu depan saat saya melangkah turun dan berjalan menuju toko. Sepagian itu toko masih sepi karena baru saja buka. Saya sepertinya jadi tamu pertama dan penglaris.

Serangkaian kalimat penyambutan dengan nada ramah langsung terdengar. Saya tersenyum manis dan memutuskan untuk duduk di sebuah sofa lalu menyebarkan pandangan ke seluruh sisi toko dalam beberapa menit kemudian. Mengambil air mineral gelas yang disediakan di meja, lalu mendengarkan titah suami yang isinya, “Jangan lebih dari satu jam ya.”

Saya terkekeh. Kalimat ini sungguh melegakan karena berarti suami “hanya” membatasi soal waktu. Saya langsung berlega hati. Apalagi saat merasakan udara di dalam toko ini dingin menyegarkan, wangi, serta terdengar alunan musik lembut yang diputar dengan volume sayup-sayup. Suasana dan aura kenyamanan yang begitu saya sukai.

Petugas yang hadir saat itu tersenyum manis. Tapi saya meminta untuk tidak didampingi karena akan berkeliling terlebih dahulu untuk menyusur setiap sisi toko, hingga memutuskan produk apa yang saya minati dan akan saya adopsi.

Tapi yang pasti, dari tebar pandangan dalam sekian menit saja, beberapa tas wanita sudah membuat saya terpesona dan terpana.

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Valuable Handmade Products

Baiklah. Kita mulai saja dari rak tas wanita yang langsung menohok mata tadi.

Beberapa tas wanita yang dipajang di beberapa rak tinggi di sudut paling ujung ini pilihannya lumayan berlimpah. Bukan hanya soal warna tapi juga bentuk atau modelnya. Ada tote bag (tas berbentuk persegi dengan dua pegangan di bagian atas dan cenderung berukuran besar), shoulder bag (tas yang dikempit di salah satu sisi bahu dengan tali pendek), sling bag (tas dengan tali panjang dan digunakan menyilang di badan), hand bag (tas yang bisa digenggam di tangan), tas ransel (yang menurut saya didominasi untuk pria) dan masih banyak lagi.

Ada yang memang dirancang untuk kegiatan sehari-hari seperti untuk jalan-jalan, ke kantor, atau sekedar bersantai tapi ada juga beberapa yang pas untuk acara resmi atau pesta. Ukurannya juga beragam. Kecil, sedang, dan besar. Bentukannya juga super kreatif. Ada yang mirip dengan beberapa jenama tertentu, ada juga yang memang dirancang sendiri.

Saya sempat lama berdiri di sudut terujung ini hingga akhirnya mengubah sasaran ke sudut lainnya. Area di mana ada aneka dompet lelaki dan perempuan, ikat pinggang, jaket, dan berbagai jenis produk fashion lainnya.

Reven Leather juga menyediakan contoh kulit sapi yang tipis dan lembut, yang mereka gunakan dalam proses produksi. Termasuk pilihan warna yang tersedia. Saya sempat memegang kulit yang sudah disamak dan siap dijadikan finished product ini.

Saya mendadak teringat masa di mana saya pernah mengikuti sebuah pelatihan membuat tas yang diselenggarakan secara semi private di Jakarta oleh sebuah lembaga yang memang bergerak dalam bidang pengajaran dan produksi kulit.

Selain diajarkan memotong pola (seperti halnya menjahit baju), saya belajar bagaimana menjahit bahan kulit tersebut secara manual, dan berkenalan dengan beberapa alat yang membantu proses produksi. Ilmunya luar biasa bermanfaat. Setidaknya saya jadi paham bahwa memproduksi sebuah karya leather handmade, proses dan perjuangannya tidaklah mudah. Butuh banyak kesabaran, ketelitian, dan konsentrasi yang tinggi. Dari sinilah akhirnya saya bisa memahami bagaimana tingginya value handmade product. Baik dari sisi proses produksi hingga harga akhirnya ditetapkan.

Ilmu dan pengetahuan dasar yang sama, yang saya praktikkan saat memproduksi dan menjual handmade wire jewelry dari jenama Annie Nugraha Handmade Jewelry.

Jadi saat akhirnya saya memutuskan untuk mengadopsi sebuah hobo bag dengan motif woven di sisi kanan dan kiri tas tersebut, saya tak pun meminta diskon. Karena saya tahu persis bahwa mengerjakan teknik woven butuh potongan bahan kulit dan gerakan menganyam yang presisi agar sambungannya kokoh dan tidak menyebabkan dan atau melahirkan efek gelombang yang membuat anyaman tersebut keluar dari jalurnya.

Petugas yang mendampingi mengajak saya berdiskusi, ngobrol lebih dalam tentang tentang tas yang saya sukai ini. Mulai dari pemilihan jenis kulitnya, proses pemotongannya, pengerjaannya, hingga akhirnya pola yang sudah disusun bisa ditautkan, diikatkan, lalu dijahit. Rangkaian penjelasan yang semakin membuat saya mencintai tas yang sudah saya pilih ini. Lalu paham mengapa akhirnya sampai pada angka penjualan.

Sang petugas kemudian mengumpulkan beberapa tas pilihan saya ini dalam berbagai warna. Hitam, silver, merah, dan warna natural. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk mengambil yang hitam karena โ€”menurut sayaโ€” terlihat lebih elegan. Dan mungkin juga karena saya kurang begitu tertarik dengan warna-warna yang terlalu mencolok.

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Beranjak dengan Senyum Semringah

Janji satu jam itu ternyata meleset. Lebih lima belas menit. Suami langsung bersuara, “Ayok cepetan. Masih padat nih jadwal kunjungan.” Omongan ini saya balas dengan senyum gak jelas. Mendadak sadar diri. Ya ampun, baru muter ruangan sekecil ini aja sudah habis satu jam. Astaga.

Paham akan kondisi, sang petugas bergegas melangkah menuju meja kasir. Dia kemudian memasukkan sebuah gantungan tas sebagai bonus, mengambil kotak yang terbuat dari kertas tebal yang dilengkapi dengan kertas tipis lalu memasukkannya ke kantong belanjaan, dan bekerja siap dengan alat pembayaran.

Saya? Duduk kembali di sofa, meraih air mineral di botol kecil, dan mengantongi beberapa permen yang juga disediakan di meja.

Sang petugas tampak sudah siap di depan pintu sembari memegang hasil perburuan saya hari ini. Sembari berbasa-basi saya sampaikan ingin kembali lagi ke sini. Kalimat yang disambut dengan senyum lebar dan antusiasme yang luar biasa.

“Mahal amat kalau langsung ke sini,” seloroh suami sambil tersenyum penuh arti. “Ada ongkos pesawat, biaya nginap, uang jajan, dan teman-temannya.”

Sang petugas tampak terkejut. “Loh Bapak Ibu memang dari mana?”

“Bekasi.” Jawab saya dan suami berbarengan.

Mata sang petugas tampak membelalak. “Ya ampun. Tamu jauh banget ternyata. Makasih Bapak Ibu sudah berkenan kemari. Nanti-nanti bisa beli via online aja Bu. Atau WA sambil tunjukkan foto produk yang mau dibeli.”

“Wah gawat.” Balas suami sembari tertawa. Kalimat singkat yang disambut dengan senyuman penuh arti dan tawa renyah sang petugas.

Semua obrolan ini saya catat di benak. OK. Nanti pas pulang, saya telusur lagi akun Instagram nya. Memanjakan mata dengan beberapa produk incaran yang tadi ragu untuk diadopsi. Siapa tahu sampe rumah berubah pikiran kan?

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang
Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang
Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

Reven Leather, Produsen Produk Kulit Lokal Berkualitas Internasional di Kota Malang

IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com

Leave a Comment