The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Area lobby yang asri dan konseptual di the 101 Bogor Suryakancana Hotel

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan | Hotel Review and Travel | Oktober 2026

Saya sedang berjuang mencari parkir saat seorang satpam the 101 Bogor Suryakancana Hotel, berbaik hati menawarkan bantuan untuk valet saja. Sebagai emak-emak yang gak mau ribet dan melihat sulitnya cari slot parkir di hotel bintang empat ini, usulan itu tentu langsung saya setujui.

“Duh, makasih banyak ya Pak. Saya dah keliling cari parkiran ternyata gak ada yang kosong,” ujar saya sembari mengusap butiran keringat yang mendadak menyebar rata di jidat yang jenongnya nauzubillah.

Si bapak satpam tersenyum ramah lalu menjawab, “Iya Bu. Lagi ada event malam minggu ini. Dan seperti biasa, kalau akhir pekan, kamarnya selalu penuh.” Saya menjawab penjelasan ini dengan mengangguk singkat sembari menurunkan koper dan beberapa kantong belanjaan.

“Terus ini nanti parkir di mana?” sambung saya penasaran sembari menerima secarik kertas kecil sebagai bukti serah terima kendaraan.

“Di depan teras ini Bu. Kuncinya nanti ditaruh di “gubug” satpam di depan ya, kalau ibu ada keperluan bawa kendaraan lagi, nanti kita bisa aturkan.”

Lagi-lagi saya mengangguk. Tarik nafas sebentar sembari segera melangkah masuk. Di belakang saya sudah berbaris mobil lain, berisikan banyak tamu yang juga semriweh dengan barang bawaan. Saya pun mengajak si bungsu untuk bergegas karena jalur antrian mobil sangat terbatas.

Saya mendadak berpikir. Tak terbayangkan bagaimana penuhnya area penerimaan tamu di siang hari itu karena waktunya memang pas dengan jadwal check-in.

Halo the 101 Bogor Suryakancana Hotel. Akhirnya ya saya berhasil memesan salah satu kamarnya untuk berakhir pekan di Bogor setelah sekian lama selalu fully booked. Hotel bintang empat yang strategis di kota hujan dan sudah lama jadi impian staycation saya.

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Halaman depan dan jalan masuk dengan kolam ikan yang besar di the 101 Bogor Suryakancana Hotel

Padat dengan Kesibukan

Tepat seperti yang saya duga. Sesiangan itu, pas di jam check-in, barisan koper dan para pelancong berderet di area receptionist. Ada yang datang dalam rombongan besar tapi ada juga yang hanya berdua seperti saya dan si bungsu. Ruang penerimaan tamu dengan ukuran yang cukup terbatas ini, mendadak padat dengan suasana meriah. Orang-orang yang mengobrol dan anak-anak yang ribut pengen langsung berenang. Secara ya. Dari teras ruang penerimaan tamu ini, kita bisa langsung melihat sebuah kolam renang berair bersih di lantai bawah. Jadi heboh lah sesiangan itu dengan rengekan bocah yang sudah gak sabar untuk main air.

Karena antrian mengular dan bakal lama, saya akhirnya memutuskan untuk mencari tempat duduk lalu menyibukkan diri dengan membaca. Hakul yakin antrian ini baru akan beres setelah 30-45 menit dari jam ketibaan saya. Dan bener banget. Tapi untungnya ada si bungsu yang kali ini menemani, sudah terlatih untuk mengurusi proses administrasi menginap. Jadi emaknya bisa santai-santai duduk menunggu.

Tak disangka, pihak hotel mengganjar kesabaran saya menunggu dengan sebuah kamar yang posisinya lebih menyenangkan. Upgrade nih ceritanya. Dari yang awalnya tipe Deluxe city view menjadi Deluxe Pool View with Balcony.

Woah saya langsung bersemangat. Karena kamar dengan balkon/teras luar adalah salah satu tipe kamar favorit saya. Makasih banget loh the 101 Bogor Suryakancana Hotel.

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Area penerimaan tamu dengan dekorasi artistik di the 101 Bogor Suryakancana Hotel
The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Kolam ikan dan prasasti peresmian hotel di halaman depan the 101 Bogor Suryakancana Hotel
The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Area lobby yang meskipun tak begitu luas tapi tetap terlihat mengagumkan

Kamar yang Apik dan Bikin Betah

Satu yang langsung menarik perhatian saya saat melangkah masuk ke kamar adalah warna ruang dan suasana yang tercipta di dalam kamar. Dominasi putih dan abu serta sentuhan warna kayu membuat ruang tidur kecil ini terasa luas. Fasilitasnya lengkap apalagi sejatinya the 101 Bogor Suryakancana adalah hotel berbintang empat.

Perlengkapan dan fasilitasnya berfungsi dengan baik. Ada lemari terbuka dan sebuah bathrobe putih yang bersih tergantung. Kulkas kecil. Room supplies free of charge berikut dengan ketel penanak air. Bathroom compliments. Slipper. Meja yang cukup luas untuk menaruh barang bahkan menurut saya bisa difungsikan sebagai meja kerja. Ada TV. Sambungan internet yang lancar jaya. Lampu kecil untuk membaca dan kamar mandi yang bersih. Plus tentu saja sebuah balkon kecil menghadap ke kolam renang dengan meja beralas kaca dan dua dudukan plastik yang semuanya berwarna putih.

Saya bersegera membasuh diri karena badan yang terasa letih dan kotor setelah hampir seharian menyusur beberapa tempat wisata dengan Lala, seorang rekan blogger yang memang tinggal di Bogor. Pendingin ruangan yang dinyalakan maksimal menyempurnakan rasa nyaman yang tercipta. Saya memutuskan untuk istirahat sejenak, leyeh-leyeh di kasur sembari menuntaskan bacaan yang tadi sempat terpotong, setelah menarik sebagian vitrage jendela yang putih bersih.

Menyadari bahwa bedcover terlihat pendek-pendek dan tidak menyatu, saya langsung berasumsi bahwa kasur yang kami tempati sesungguhnya adalah twin bed yang disatukan/dirapatkan. No wonder jika saya bisa merasakan jarak kosong diantaranya. Ah, padahal saya sudah membayangkan lelap di sebuah tempat tidur ukuran queen bed dengan kondisi kasur yang lebih empuk, tebal, dan berkualitas.

Tapi meskipun begitu, saya sempat terlelap dalam setidaknya satu jam kedepan. Yang kemudian membuat saya terbangun adalah suara keroncongan lambung yang bernyanyi riang bersama para naga yang ikut menghuni tempat pengolahan makanan ini. Melihat si bungsu yang tak henti ngemil karena ternyata dia juga kelaparan, saya pun meminta dia untuk memesan makanan berat saja sekaligus terhitung sebagai makan malam lewat room service.

Kaki ternyata sudah terlampau lelah untuk menjelajah kawasan Suryakancana yang sesungguhnya bertaburan opsi nongkrong sembari jajan. Padahal cus tinggal keluar dan ngepot sebentar dari halaman depan hotel. Ya sudahlah ya. Lebih baik simpan tenaga buat keliling keesokan harinya saja.

Pilihan menunya ternyata berlimpah. Cukup variatif untuk standard pelayanan kamar. Semua terlihat menggiurkan dengan sentuhan food photography yang terlihat professional. Saya awalnya tergoda dengan aneka sup dan soto karena ingin merasakan kesegaran kuah, tapi kok selera akhirnya berlabuh pada nasi goreng buntut lengkap dengan telur dadar tebal dan bermacam-macam pelengkapnya (emping, sambal, acar, dan taburan bawang goreng). Sementara si bungsu memutuskan untuk mencoba sepiring besar pizza delapan slices yang sarat dengan lelehan keju.

Harganya memang lebih mahal (sedikit) dari yang ditawarkan resto atau cafe di luaran tapi kualitas masakannya seng ada lawan. Dan yang membuat harganya setara dengan sajiannya adalah tentang kuantitasnya. Kami berdua menikmati kedua kuliner ini dalam dua kali waktu makan. Dan gak nyangka jika pihak hotel berkenan untuk menghangatkannya kembali.

Di malam hari saya berpuas-puas duduk di teras sembari menikmati pemandangan yang bakal jarang saya nikmati. Termasuk waktu sunset yang terlihat dari kejauhan. Langit terlihat cerah dan cenderung menghadirkan hawa panas yang menampar wajah. Dari teras kamar saya bisa melihat jalur belakang untuk mencapai hotel ini. Jalannya terlihat lebar dan cukup sibuk. Kemudian persis di bawah balkon ada sebuah kebun dengan tanaman yang sudah tinggi. Ada kolam renang berukuran sedang yang sepertinya memang lebih cocok untuk anak-anak bermain air. Bukan berenang yang sesungguhnya. Kolam ikan dan jalan setapak yang tadi saya lewati juga terlihat jelas.

Duduk berlama-lama dengan secangkir kopi hitam saya nikmati malam itu. Sayang lampu balkon kurang begitu jelas jadi saya tidak bisa meneruskan membaca. Seandainya ada teman ngobrol yang asyik, saya mungkin akan menghabiskan waktu berjam-jam nangkring di sini. Tapi tentu saja lebih baik tidak terlalu heboh karena kamar sebelah posisinya begitu rapat.

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Balkon dengan dua kursi plastik putih dan meja bulat putih di the 101 Bogor Suryakancana Hotel (kiri foto)
The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Seloyang besar pizza keju dan nasi goreng dari room service

Sarapan yang Padat Meriah

Saya bersengaja turun ke ground floor menuju Djoeragan Resto & Lounge sekitar pukul 07.00 WIB dengan harapan agar resto ini masih terasa lowong. Tapi ternyata saya keliru banget banget banget. Begitu keluar dari lift, suara hiruk pikuk dari resto tersebut langsung menghajar indera pendengaran. Astaga.

Dan benar saja. Saking rame dan padatnya, saya harus menunggu sekian menit (sekitar 15-an menit), hingga seorang petugas mengijinkan dan mengantarkan saya masuk. Sembari menanti sambil berdiri, saya melihat lalu lalang para tamu dan banyak petugas yang sibuk mengisi ulang setiap sajian. Bahkan ada beberapa wadah yang cukup lama baru terisi kembali karena pengunjung terus mondar-mandir ke area ini dan mengambil dalam jumlah banyak. Tim pelayanan telur tuh yang paling repot. Kerjanya terlihat non-stop tanpa jeda. Meski sudah berdua dengan ritme kerja bergantian.

Udara hangat langsung menyengat saat akhirnya saya dan si bungsu duduk di salah satu sudut dengan meja hitam kecil. Tadinya saya sempat berpikir sarapan di luar saja atau kembali dalam satu jam kemudian. Tapi kedua opsi ini dibatalkan. Pertama karena harga paket sarapannya lumayan mahal dan sudah terbayarkan. Kedua karena tidak ada jaminan jika nanti pukul 08.00 WIB kepadatan resto akan berkurang. Lagian jadwal selanjutnya sudah menunggu. Menyusur jalan legendaris Suryakancana yang kala Minggu pagi bakal penuh dengan kesibukan yang beragam.

Ya sudahlah ya. Mari dinikmati saja. Karena toh memang waktunya memang di akhir pekan. Masa liburan keluarga singkat dan ruang resto nya juga cukup terbatas.

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan

Saya akhirnya memutuskan untuk duduk saja sembari menunggu si bungsu bolak-balik mengambil makanan. Sementara saya menebarkan pandangan sejauh apa yang bisa dilihat. Tak jauh dari kursi yang saya tempati, tersedia beberapa meja island yang menyediakan salad (aneka sayuran), buah-buahan, berbagai pilihan nasi, aneka lauk hangat yang cepat sekali tandas, serta sumber karbohidrat dan asupan lemak lainnya.

Dekorasi yang menemani setiap meja hidang terlihat apik dan tidak berlebihan. Setidaknya ada beberapa lampu gantung yang menyala redup untuk memberikan efek nyaman bagi mata. Dari tempat saya duduk, ada teras panjang yang kemudian saya ketahui lumayan banyak jumlah kursinya.

Saat sempat menyusur beberapa menit setelah menuntaskan sarapan dan resto sudah mulai terlihat sepi, di bagian belakang restoran ternyata ada bar dan beberapa ruang private yang bisa direservasi. Tapi sepertinya tidak untuk di jam-jam makan pagi. Karena saya lihat pintunya terbuka dan tampak baru saja ditinggalkan oleh pengunjung.

Saat saya berdiri dan memotret di balkon restoran, sebuah rangkaian kehebohan sedang terjadi. Puluhan anak-anak terdengar jejeritan, berteriak seru, bergerak-gerak aktif serta heboh karena sepagian itu mereka bisa merasakan mandi busa yang berlimpah ruah. Serasa sedang di dalam bathtub yang dipenuhi oleh soap bomb tapi di dalam sebuah kolam renang yang grande. Pihak hotel menambah keseruan dengan menghadirkan semprotan atau tembakan busa dan menghadirkan serangkaian lagu anak-anak yang sedang hits untuk membuat suasana semakin hidup.

Wah jadi ingat saat kedua anak saya masih seusia itu. Hampir tiap minggu minta staycation di hotel. Alasannya cuma tiga. Tidur di kasur yang empuk dan luas dengan kamar yang super dingin, menikmati sajian makan pagi yang banyak dengan pilihan yang menggoda, dan bisa berenang berlama-lama hingga tubuh serta jemari tampak keriput. Kegiatan yang jadi jadwal tetap setiap bulannya.

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Spaghetti, omelette, kentang panggang, dan semangkuk bubur

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Barisan produk bakery yang juga cepat ludes

Menyusur Kawasan Ikonik Suryakancana

Sekitar satu jam kemudian, suami yang baru turun dari hiking bersama teman-temannya, menyusul saya ke hotel ini. Sesuai rencana, setelahnya kami akan menyusur kawasan ikonik Suryakancana dengan berjalan kaki. Hotel the 101 Bogor Suryakancana sendiri berada di tengah-tengah kawasan ini. Tapi karena situasinya sudah terlalu padat dan penuh, kami bertiga memutuskan untuk menyusur sisi kanannya saja. Itupun dengan kondisi yang betul-betul padat.

Ratusan bahkan mungkin ribuan orang menyemut dan berdesak-desakan. Di sepanjang trotoar, para pedagang jajanan memenuhi pinggir jalan. Segala rupa, segala ada. Makanan dan minuman hadir memanjakan rasa. Kami bertiga sempat membeli beberapa jajanan dan buah lalu mampir ke sebuah kedai kopi yang sangat sibuk melayani tamu. Saya pun tak melewatkan abang-abang gerobakan yang menawarkan segelas gede air jeruk murni yang dicampur dengan kelapa muda. Langsung seger tenggorokan.

Ada pedagang gerobakan yang menawarkan bacang, lumpia dan gohyong goreng, yang sebenarnya sudah lama saya idamkan. Tapi melihat antriannya yang mengular, tidak adanya tempat duduk, dan lambung sudah terisi penuh, saya memutuskan untuk melewatkannya. Selain para pedagang yang ligat menawarkan jualannya di sepanjang jalan, saya memperhatikan banyak toko yang beroperasi di Suryakancana. Beberapa bahkan mungkin banyak di antaranya yang legendaris yang sudah menempati kawasan ini sejak puluhan tahun. Seperti toko pakaian dan perlengkapan menjahit, toko buku, kedai makanan legendaris, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, ini menurut saya ya, demi kenyamanan bersama, sebaiknya di waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan ini, kawasan ini dibuat car free day. Bebas kendaraan bermotor. Jadi jalur jalan bisa dipenuhi oleh berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi publik. Baik pedagang maupun pengunjung lega dan bebas bergerak, tanpa himpit-himpitan, dan bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya tindak kejahatan. Sekali dalam seminggu saja cukup kok. Tapi dijadikan agenda tetap, rutin, dan terencana.

Petualangan menyusur Suryakancana akhirnya berhenti saat tubuh dan si jenong saya dibanjiri keringat. Rasa gerah pun mampir tanpa bisa dihalangi. Beneran bisa sekalian jadi agenda olah raga sekaligus berwisata kuliner tanpa dikejar waktu. Karena ternyata jika mau berjalan dari ujung ke ujung, adalah setidaknya 5km. Dan itu lumayan jauh saudara-saudara.

Above all, keberadaan wisata ikonik di Suryakancana ini menjadi bagian dan pertimbangan penting bagi publik untuk menginap di the 101 Bogor Suryakancana. Hotel bintang empat dengan lokasi strategis di kota hujan. Apalagi jika memang berniat sekaligus menyusur Kebun Raya Bogor yang bisa dicapai dengan berjalan kaki dari hotel. Gak perlu bawa kendaraan karena jalan ini diatur hanya satu arah.

Saya pengen deh nginap lagi di hotel ini. Tapi sepertinya lebih nyaman dan lega saat weekdays ya. Biar bisa lebih menikmati waktu menyusur setiap sudut jalan, jajan tanpa terburu-buru, dan lebih lega memotret. Plus di saat kunjungan waktu itu saya tak berhasil masuk Kebun Raya Bogor karena sedang ada beberapa acara dan sedang tidak melayani tamu umum.

Sampai ketemu lagi Bogor. Kota hujan yang sarat dengan tempat yang menyenangkan.

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Balkon Djoeragan Resto & Lounge dengan pemandangan hijau dan kolam renang
The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Keseruan anak-anak mandi busa di kolam renang di Minggu pagi

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan
Beberapa sudut Djoeragan Resto & Lounges

The 101 Bogor Suryakancana, Hotel Bintang Empat dengan Lokasi Strategis di Kota Hujan

IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com

Leave a Comment