Rombongan kami hari ini ke Pulau Leebong. Hari terakhir, hari ke-3 di rangkaian kunjungan ke Belitung selama 3 hari 2 malam. Saya semangat luar biasa karena pulau ini adalah salah satu bucket list di 2019 dan tidak menyangka bahwa akhirnya benar-benar tercapaikan. Padahal ya Belitung itu cuma 1 jam terbang dari Jakarta. Tak lah jauh. Tapi yang namanya kesempatan, rejeki, kesehatan, kadang tidak terduga. Buktinya walaupun sudah bertahun-tahun ngebet pengen ke Belitung, barulah tahun ini bisa terlaksana.

Kami berangkat dari Pelabuhan Tanjung Ru menuju Leebong disertai hujan. Duhhh saya sempat patah arang. Membayangkan kalau hujannya gak berhenti berarti saya harus melewatkan waktu-waktu bermain pasir sambil basah kuyup. Sementara saat itu saya pun tidak menyiapkan baju ganti. Tapi ternyata hujan sepagian itu hanya berniat untuk menghalau udara panas yang menerpa karena tak lebih dari 10 menit kemudian hujan mendadak berhenti dan langit pun cerah ceria.

Melewati Hutan Bakau

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Di ujung perahu | Diantara hutan bakau dan air laut yang bening bak kaca

Sebuah keindahan hakiki menyambut kami hanya dalam 15 menit berlayar. Tampak di hadapan mata sebuah hutan bakau yang tumbuh subur di atas air yang bening. Saking beningnya, saya bisa melihat wajah saya tergambar begitu sempurna saat menunduk ke arah air. Kalau gak ada kaca bisa nih ngerapihin bedak dimari. Atau bisa juga dijadikan media memandangi dan mengevaluasi wajah sambil melamun. Melihat sisi mana yang harus dipermak atau sekedar narsis membanggakan wajah sendiri tanpa harus mendengarkan pendapat orang lain. “Aaaahh ternyata. Aku mulai terlihat tua loh. Hidung saya tetap bertahan peseknya. Pipi saya tetap bulat menggemaskan” itu kesimpulan saya setelah sekian menit “menikmati” penampakan copy paste lukisan rupa di atas air. Tapi jangan bilang-bilang yang lain ya.

Nahkoda kapal kecil ini tampaknya sudah lebih dari terbiasa menjawab kekaguman setiap pengunjung. Begitupun ketika melihat saya lama menunduk terpaku. Mungkin dalam benak si bapak terlintas kalimat, “Itu si Ibu lagi ngapain sih? Duuhh jangan sampe mendadak mintak berenang di sini. Repot dah ah.”

Kapal pun dibawa menelusuri sebuah jalur kecil, cukup satu perahu, memberikan kesempatan untuk kami menikmati indahnya hutan di atas air ini. Berlayar pelan sambil sesekali menyenggol dahan atau akar bakau, saya terbawa kenangan atas beberapa hutan bakau yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

Kesibukan tetiba riuh rendah terjadi di atas perahu. Awalnya tak pikir ada yang kecebur. Tapi ternyata dugaan saya keliru. Aaahhh ternyata. Lagi ngantri nongkrong di ujung perahu ya. Layaknya berharap menyimpan kenangan pernah mampir ke mari, kami satu persatu dipotret di ujung yang melancip itu dengan latar belakang pertemuan daun-daun bakau yang terlihat bertaut di layar kamera. Saya? Ya ikutan dong. Mesti dapat giliran terakhir (yang tua kudu ngalah) saya tetap semangat minta difoto sambil merasakan goyangan halus perahu.

Baca juga : Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali | Destinasi Wisata Alam Hutan Mangrove | Bali

Pulau Pasir Burung

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Rombongan hore2 (dari kiri ke kanan) | Mirwan, Fauziah, Saya, Lidya, Utami, Rien, Ida, dan Tuti | Posisi belakang : Afit

“Ayok pada turun. Kita hore-hore dulu di sini sambil shooting video pake drone,” teriak Jeng eh Bang Mamay, tour guide merangkap anggota segala bisa dari Picniq Tour. Saya mengikuti teman-teman yang berlarian semangat mendengar kata drone. Musti hasilnya cetar membahana ini sih.

Kegembiraan kami semakin lengkap sesaat menginjakkan kaki di pulau pasir timbul tak berpenghuni ini. Pasirnya lembut banget. Selembut bedak tabur. Gampang merosot ketika diinjak. Air laut yang mengelilingi pun tampak bening membiru. Saya melihat disana-sini tampak lobang bulat memanjang. “Lobang kepiting itu Bu,” sahut Bang Mamay saat melihat saya berjongkok penasaran. “Ooohh tak kira lobang harta karun May,” jawab saya sekenanya. Yang diajak ngomong ngekek gak brenti-brenti.

Kami mengukir keindahan Pulau Pasir Burung dengan berkali-kali berfoto bersama dan menikmati video drone yang dioperasikan oleh Bayu. Hasilnya? Keren pake bangets. Videonya bisa dilihat disini ya.

Oia, di pulau ini juga disediakan sebuah gazebo, ayunan, dan hammock. Sayang, ke-3 fasilitas ini tergenang air laut yang cukup bikin celana panjang basah sampe sedengkul. Saya, yang memang gak bawa baju ganti, memutuskan untuk melewatkan kesempatan ini, kembali ke perahu atas komando Bang Mamay, melanjutkan perjalanan menuju Pulau Leebong.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Berdiri diantara 6 orang yang terkapar | Photoshoot dari video drone courtesy Picniq Tour & Travel
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu

Baca juga : Beberapa Tempat Wisata Asyik dan Wajib Kunjung Ketika Main ke Bontang

Pulau Leebong

Beberapa petugas berseragam tampak ramah cerah ceria menyambut kedatangan kami di dermaga kayu milik Pulau Leebong. Senyum manis mereka dan sapaan “Selamat datang di Leebong” mengiringi langkah-langkah kami menyusuri dermaga kayu tanpa atap nan istagenic itu.

Pulau Leebong yang aslinya adalah private island (milik sebuah keluarga asli Belitung) awalnya saya kira hanya untuk para tetamu yang sudah memesan villa, tapi ternyata bisa kok dikunjungi oleh masyarakat/publik tanpa harus menginap. Ada paket tertentu (Day Trip) yang disediakan oleh manajemen Leebong jika kita ingin kemari. Paketnya lengkap. Mulai dari menjemput di Pelabuhan Pegantungan (naik perahu pastinya bukan berenang), menikmati semua fasilitas permainan yang disediakan, seperti paddle board, naik sepeda keliling pulau, kayak, volley, ping pong, arena permainan anak, termasuk berlayar mengelilingi hutan bakau dan ke Pulau Pasir Burung yang barusan kami lakukan. Makan siang juga disediakan loh. Menunya disiapkan fresh, hangat, dan lezat semuanya. Ada pepes ikan yang bumbunya meresap sampe ke tulang, cumi goreng tepung, sop sayur dengan bakso ikan, ayam goreng kecap (untuk yang gak suka ikan), sayur kangkung, plus tentu saja beberapa sambal dan buah-buahan untuk menuntaskan rasa.

Sila klik disini untuk mendapatkan rincian paket kunjungan sehari ini ya.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Makan siang kami | Pepes ikan, cumi goreng tepung, soup sayur dan bakso ikan, ayam goreng mentega, plus sayur kangkung

Puas main air dan berendam air laut, Leebong menyediakan toilet lengkap dengan shower room. Biliknya banyak. Semua disediakan untuk publik atau tamu yang datang. Saking lengkapnya shampoo dan sabunnya pun ada di ruang mandi. Kekurangan baju karena bolak balik basah kecebur, anak-anak pengen ngemil, atau kita-kita yang dewasa pengen belanja belanji segala pernak-pernik tentang Belitung dan Leebong? Weits jangan kawatir. Lebong menyediakan convenience store yang cukup lengkap untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan ini. Pembayarannya pun sangat memudahkan. Bisa cash atau menggunakan debit dan credit card jika kita tidak membawa uang tunai. Mudah dan bener-bener memanjakan para tetamu.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Salah satu resto yang ada di Leebong
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Children Playground | Alternatif permainan untuk anak-anak
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Salah dua shower room yang disediakan Leebong | Gak cuma ini loh bilik mandinya | Masih berderet lagi di sisi yang berbeda

Saya dikenalkan dengan Pak Totok oleh Katerina. Pria murah senyum dengan wajah yang sangat bersahabat ini tampaknya adalah key person nya Leebong. “Segala macam diurus sama Pak Totok. Sampe ganti kloset sekalipun,” jelas Katerina seraya memperkenalkan saya. Saya mengangguk penuh arti dan membalas jabat tangan beliau dengan senyum manis ala emak-emak (lebay). Bersama beliau lah akhirnya kami diajak mengunjungi beberapa villa yang siap disewakan dan mengijinkan kami untuk memotret setiap sudut villa yang saat itu sedang tidak dihuni.

Saya paling terkesan dengan Villa Zarra. Villa pohon yang terbangun sangat kokoh dengan kayu pilihan yang tentu saja terbaik. Bagian teratas adalah kamar berfasilitas sangat lengkap, tersambung dengan teras depan kamar (balkon) dan sebuah tempat duduk-duduk yang menempel pada bagian tertinggi pohon. Ada tangga yang menghubungkan teras kamar dengan tempat duduk-duduk tadi. Sementara di lantai bawahnya ada beberapa area duduk-duduk lengkap dengan kursi santai yang juga terbuat dari kayu berkualitas tinggi.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Villa Zarra
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Tangga Villa Zarra yang menghubungkan kamar dengan tempat duduk-duduk di bagian teratas pohon

Selain Villa Zarra, ada juga Villa Barata, Villa Chicas, Villa Declan, dan Abe Villa. Ke-empat villa yang saya sebutkan terakhir, juga dibangun 2 lantai dengan kamar di atas dan bawah. Fasilitasnya juga lengkap. Ada teras, kamar mandi (shower dan bathtub) lengkap dengan toiletries, berbagai macam compliment, dan yang paling penting adalah semua menghadap ke arah laut. Bisa kita sewa keseluruhan villa atau hanya salah satu kamar saja. Semua kamarnya nyaman dan spacious. Jadi cocok banget untuk staycation sekompi atau sekeluarga besar. Untuk informasi lengkap mengenai rangkaian villa ini bisa diklik disini ya.

Melengkapi kunjungan ke Leebong kali itu, rombongan kami diajak ke Pantai Chicas. Penamaan pantai yang mengingatkan saya akan seorang penyanyi cilik dari keluarga Koeswoyo (Chica Koeswoyo). Tapi bener gak ada hubungan loh antara Chica dan Chicas loh hahahaha.

Untuk mencapai pantai yang berada di sisi yang berbeda ini kami diajak berjalan melewati hutan kecil. Rute berpasir yang meramaikan keakraban rombongan kami. Saling canda, ketawa riuh rendah, dan berkali-kali merekam kebersamaan ini melalui video. Seru lah pokoknya. Seseru dan seheboh ketika sampai di pantai Chicas. Pantainya gimana? Dduuhhh keren abis lah pokoknya.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Pantai Chicas | Gazebo beratap berwarna dan menara kecil yang terlihat dari bibir pantai

Air laut meninggi ketika kami menginjakkan kaki di pinggi pantai Chicas. Angin dan suara ombak tampak menderu di telinga. Ada 2 gazebo dengan atap berwarna dan 1 menara kecil tak jauh dari bibir pantai. Spot foto yang sering saya liat di berbagai media sosial. Sayangnya air pasang hingga sepinggang menghalangi saya untuk melangkah ke sana. Jadi ketika beberapa orang dari kami semangat melangkah melawan arus menuju gazebo, saya asyik nongkrong di Pirates Cafe, pepototan, minum kopi, sambil main congklak bareng Fauziah. Jadi buat yang memutuskan untuk tidak main air, ada tempat buat nongkrong-nongkrong, cemal cemil sambil ngobrol dan menikmati permainan tradisional yang disediakan oleh cafe. Tempat duduk-duduknya juga banyak. Tempat main anak juga ada. Plus tentu saja bilik siram untuk yang ingin menyegarkan diri sehabis main air.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Pirates Cafe di Pantai Chicas
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Area duduk di Pirates Cafe

Waktu sudah menunjukkan pkl 2 siang ketika kami bergegas meninggalkan Leebong. Masih ada 1 tempat lagi yang akan kami kunjungi sebelum akhirnya menuju bandara H.A.S Hanandjoeddin yang berada di Tanjung Pandan. Yang pasti banyak kenangan tertinggal untuk Leebong. Belum puas rasanya hanya beberapa jam saja main ke pulau yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Belitung ini. Penasaran pengen menikmati sun rise, sun set, basah-basahan sampai kulit berubah ungu, menyantap serangkaian menu enak, nongkrong-nongkrong asyik di teras atas villa, plus tentu saja menghabiskan waktu-waktu berkualitas bersama keluarga.

Trip berkesan dan penuh makna untuk rombongan kami ini diselenggarakan dan diatur dengan sangat baik oleh Picniq Tour. Yang berminat turut merasakan liburan penuh kesan di Belitung, sila hubungi Picniq Tour di +62.819.4955.5588 atau bisa intip IG @picniqtour dan FB @yourpicniq Picniq Tour & Travel.

LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Villa Declan
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Kamar yang lega dan nyaman
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Kamar mandi yang cantik dan lega | Lengkap banget fasilitasnya
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Asyik main congklak bareng Fauziah
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Kami bersama Pak Totok | Mempopulerkan jargon LET’S GO BELITUNG
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu
Foto bersama sebelum meninggalkan Leebong
LEEBONG Island Belitung.  Pulau Dimana Keindahan Alam Menjadi Satu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here