
Makan Enak dengan Nuansa Eropa di Nanny’s Pavillion Summarecon Mall Bekasi | Restaurant and Culinary Review & Featured | April 2026
Siang hari itu, si sulung menemani saya mengurus sesuatu di kawasan Bekasi Barat. Sebagai “upah” karena sudah bersabar dan mau mendampingi ibunya, dia pun mengajak saya untuk mengunjungi Summarecon Mall Bekasi Barat sekaligus makan siang bersama
Saya sendiri sebenarnya pengen langsung pulang karena sudah lelah. Pertemuan yang baru saja saya hadiri ternyata cukup makan tenaga dan pikiran. Tapi karena telah berjanji akan makan di luar (baca: jajan) ke si sulung yang menemani, akhirnya kami mampir ke Summarecon Mall Bekasi Barat. Salah satu pertokoan yang besar di dalam sebuah kawasan yang juga grande, lengkap dengan berbagai fasilitas.
Area Summarecon Bekasi Barat ini menempati kawasan dengan luas ribuan hektar yang melingkupi banyak fasilitas umum, fasilitas sosial, dan juga tempat tinggal. Kehadiran beberapa barisan ruko dan mall di barisan depan langsung memberikan kesan kuat bahwa kompleks yang maha besar ini sudah berjalan dan terurus dengan baik. Jadi no wonder jika dengan kehadirannya yang sudah hidup memberikan efek yang cukup signifikan bagi gerak bisnis di area ini. Setiap ruko semua penuh dan padat, sementara lahan-lahan yang baru dibuka sudah tampak (akan) ditempati oleh banyak jenama populer.
Meskipun sudah beberapa kali main ke sini, saya selalu terkagum-kagum dengan betapa cepatnya Summarecon membangun dan mengembangkan setiap tanah yang mereka miliki. Hanya dalam hitungan bulan selalu ada hal baru yang bisa disaksikan oleh publik. Dan yang terakhir ini adalah berdirinya Summarecon Mall Bekasi Tahap Dua yang berdiri persis berdampingan dengan mall yang lama. Promosinya pun gila-gilaan. Baik dilakukan oleh publik biasa maupun oleh pra professional di bidang sales and marketing. Tak terhitung berapa banyak content creator dan influencer yang menampilkan Summarecon Mall Bekasi Tahap Dua di platform media sosial mereka.
Tapi hari ini saya ingin mengajak si sulung makan di mall pertama. Di Nanny’s Pavillion yang berlokasi di bagian Downtown Walk yang ada di lantai dasar mall. Setelah sekitar 2-3 kali mampir di outlet mereka di Jakarta, rasa-rasanya si sulung belum pernah dine-in di resto yang menghadirkan sentuhan interior dengan nuansa ala Eropa ini.
Bakalan suka gak ya dia sama tempat dan masakannya?

Warna dan Suasana yang Mencuri Hati
Datang di jam-jam makan siang, saya cukup kewalahan mencari tempat parkir. Gak menyangka kalau di hari kerja pun tempat perbelanjaan ini padat dengan tamu. Saat tiba di Downtown Walk pun mulai dipenuhi oleh publik yang punya niat yang sama dengan saya.
Pilihan resto di Downtown Walk ini banyak sekali. Tempatnya yang memanjang luas tampak mampu menampung beberapa jenama dengan berbagai jenis tawaran asupan. Ala nusantara, ala Jepang, ala Korea, ala Amerika, dan masih banyak lagi. Ukuran resto nya pun rata-rata lumayan besar dengan daya tampung yang cukup melegakan.
Bagian tengah dari Downtown Walk ini sengaja diisi oleh banyak bangku dan meja untuk publik beristirahat, bersenda gurau, atau sengaja makan di sisi luar
Terniat untuk menjadi tamu Nanny’s Pavilion, saya pun mantab melangkah di resto yang lewat tautan resmi mereka altima.co.id/brands menyatakan bahwa mereka ingin mengajak para tamu untuk merasakan nuansa bersantap yang menghibur di sebuah cafe nuansa lawasan atau vintage ala Perancis.
Dari sisi luar saja, saya sudah bisa merasakan bagaimana resto yang berdiri sejak 23 Maret 2009 ini berusaha tampil beda dari resto lain yang ada di sekitarnya. Warna fasad yang didominasi oleh abu-abu, putih, apple green, dan warna alam serta dominasi efek kayu yang dominan ini, tampak begitu mengalihkan perhatian siapa pun yang lewat. Bahkan ketika saya melangkah masuk dan melihat bagaimana Nanny’s Pavillion menata sisi dalam ruang dengan dekorasi yang apik, saya langsung merasakan kehangatan, intimate ambience yang langsung menghampiri hati. Saya merasa masuk ke sebuah tempat yang tenang meski berada di lingkungan sekitar yang sibuk dan padat.
Suka banget dengan aura begini. Apalagi saat mengetahui semua petugas tampak ramah dengan pakaian seragam yang rapi. Mengenakan celemek yang apik dan penutup kepala yang proper, saya juga merasakan bagaimana Nanny’s Pavillion menunjukkan bagaimana mereka peduli akan kebersihan akan proses pembuatan makanan itu sendiri.
Selain beberapa tempat duduk yang nyaman, di beberapa titik, mereka juga meletakkan beberapa dekorasi dengan sentuhan yang melengkapi atmosphere dalam ruang. Ada beberapa foto, lukisan sederhana, tanaman, hiasan dinding, dan sebuah meja yang menampung banyak produk kopi dan teh yang bisa kita adopsi.
Saya jadi punya ide untuk melakukan hal yang sama untuk di rumah. Berderet tatakan bambu atau kayu yang rapi, lalu menghadirkan teh atau kopi drip serta perlengkapan penyimpan air panas, agar setiap orang rumah dan atau tamu bisa melayani dirinya sendiri.
Sungguh rangkaian penataan yang bijak agar para tamu memiliki kesan baik atas apa yang mereka lihat dan rasakan langsung.

Dua Menu yang Memanjakan Rasa
Cukup lama bagi saya untuk menentukan apa yang akan dipesan. Semua terlihat menyelerakan. Foto-foto nya apik dengan angle pemotretan yang patut dipuji.
Si sulung memesan nasi goreng spesial dengan ayam goreng dan telur ceplok yang tentu saja dilengkapi oleh acar serta kerupuk. Saya sempat terheran-heran dengan keputusannya memesan menu nusantara yang terlalu sering terhidang di meja. Sudah terlalu biasa bukan makan nasi goreng? Tapi dia tak tergoda dengan beberapa pilihan steak dan atau makanan ala Eropa atau Amerika yang saya usulkan.
“Emang kenapa dengan nasi goreng?” Ujarnya sedikit meninggi sembari duduk anteng.
“Yah mumpung di resto yang berlimpah pilihan non-nusantara loh. Ayok dicobain. Kalau nasi goreng kan bisa request sama Mbak di rumah. Enak pulak nasgor nya si Mbak. Pulen dengan bumbu yang banyak.”
Saya mencoba menyodorkan kembali buku menu yang barusan dia letakkan. Tapi gelengan kepala dia tunjukkan ke hadapan saya. Yah, yoweslah.
Saya sendiri, setelah bolak-balik setiap lembaran dengan hati galau, akhirnya memutuskan untuk memesan Fish and Chips. Dah lama gak makan menu yang satu ini. Ada rasa kangen yang tiba-tiba menyeruak saat melihat fotonya di buku menu.
Tak lama saat hidangan kami datang, rasa lapar saya lalu membuncah. Meski sudah melewati jam normal kelaparan makan siang, lambung mendadak berteriak saat asupan yang saya pesan terlihat begitu menggugah selera. Tepung ikan gorengnya terlihat sempurna dengan warna keemasan yang cantik betul. Kentang gorengnya juga tampil menyelerakan dan tidak over frying. Di atasnya bertabur rempahan parsley. Hidangan ini juga dilengkapi dengan potongan jeruk nipis in case kita merasa bau ikannya mengganggu, ada juga potongan keju, dan cream cheese dalam wadah yang biasa digunakan untuk kuah steak.
Sesaat setelah petugas menaruh dua piring besar ini di atas meja, hidung saya disesaki oleh bau wangi khas gorengan. Plating nya tidak istimewa tapi tetap menarik. Penataan nasi gorengnya malah menurut saya cenderung brutal. Bagaimana enggak. Nasinya banyak banget. Setiap butirnya memenuhi piring putih yang sudah cukup besar itu. Ayam goreng juga besar dengan rempah-rempah yang entertaining sangat. Yang begitu membuat anak saya tak henti memuji adalah bumbu yang tercampur sempurna.
Gak heran kalau si sulung mampu menghabiskan semuanya dalam waktu cepat. Dia bahkan menawarkan diri menghabiskan isi piring saya karena saya terlihat ngos-ngosan untuk menuntaskan apa yang terhidang. Gorengan ikannya ternyata besar bener dan melebihi kuota yang biasanya saya nikmati.
Empat jempol untuk Nanny’s Pavilion Summarecon Mall Bekasi yang sudah menghidangkan dua masakan yang membuat saya dan si sulung harus duduk beberapa lama karena kekenyangan.





