
Meramu Buku Bekerja dengan Cinta Berkarya dengan Asa | Book Review | November 2026
Saya sedang asyik menikmati 10 lembar terakhir sebuah buku yang sudah berulang kali tertunda, saat pesan di whatsapp dari seorang rekan penulis saya baca. Sebuah kerja sama yang sudah lama saya tunggu dengan sabar hingga akhirnya menemukan waktu yang tepat untuk diolah kemudian dihadirkan ke hadapan publik
Heni Hikmayani Fauzia (Heni), rekan penulis dan juga anggota komunitas Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI) ini menyapa saya dengan keramahannya. Proyek (rencana) penggarapan buku Bekerja dengan Cinta Berkarya dengan Asa ini sejatinya sudah berbulan-bulan disampaikan. Hanya pada saat itu tahap pengumpulan naskah masih dalam proses.
Heni yang sudah puluhan tahun bertugas sebagai pustakawan dan kepala perpustakaan SMA Pesantren Unggul Al Bayan yang berlokasi di Sukabumi ini, terlihat begitu bersemangat saat menyampaikan ide membuat buku antologi yang melibatkan mulai dari Direktur Yayasan, Kepala Sekolah, para guru, dan tentu saja dirinya pribadi sebagai koordinator para penulis.
Yok, mari kita bedah proses kreatif dan beragam tema yang dihadirkan oleh 29 (dua puluh sembilan) orang kontributor yang berpartisipasi menyelesaikan buku yang sarat inspirasi ini.

Mengenal Para Penulis dan Tema yang Dihadirkan
Antologi Esai yang ditulis oleh 1 orang Direktur BPP YBUSS (Yayasan Bina Ummat Sejahtera), , 1 orang Kepala Sekolah, dan 27 (dua puluh tujuh) Guru SMA Pesantren Unggul Al Bayan ini menghadirkan sedemikian banyak topik dan pengalaman pribadi ketika melewati proses pemilihan, dan rangkaian kisah seru ketika resmi bergabung serta mengampu berbagai bidang ilmu untuk para murid.
Mereka adalah: Heriyanto (Direktur BPP YBUSS), Pudji Nurani (Guru PPKN Al Bayan Cibadak), Deden Ramdani (Kepala Sekolah), Dikdik Suardi (Guru Bahasa Inggris), Angga Arya Pratama Herdiana (Guru Sejarah), Asep Sopyan (Guru Olahraga), Wiky Alifpriyanti (Guru Bahasa Jepang), Muhammad Iqbal Fadhullah (Guru Bimbingan dan Konseling), Irwan Syafruddin (Guru Pendidikan Agama Islam), Mudarismen (Guru Biologi), Heni Hikmayani Fauzia (Pustakawan dan Kepala Perpustakaan), Ahmad Ramdan Jauzi (Guru Bimbingan dan Konseling), Muhamad Abdul Rohman (Guru Matematika), Ade Rahmat Kurnia (Guru Matematika), Sendy Eka Maulana (Guru PJOK), Noor Sjahid (Guru Fisika), Tony Cahyono (Guru Fisika), Syaiful Muhammad Syahri F. (Guru Kimia), Nurul Hikmah (Guru Bahasa Indonesia), Muhammad Ihsan Sunarli (Guru Matematika), Haryanto (Guru Ekonomi), Irfan Ilahi Dhohir (Guru Bahasa Arab), Iwan Jenal Aripin (Guru Bahasa Arab), Zulkarnain Kamsah (Guru Matematika), Tri Mulyono (Guru Sejarah), Aflaz Maosul Kamilah (Guru Bahasa Indonesia), Abdulloh Bailubis (Guru Tahfidz), Dedy Rosandi (Guru Geografi), dan Fahmi Ariandaru (Guru Seni dan Budaya).
Datang dari berbagai daerah asal, latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar sebelumnya, dan semangat untuk mendapatkan kualitas lingkungan pengajaran yang lebih baik, semua kontributor buku mengajak pembaca untuk memahami bagaimana semangat mengabdi di dunia pendidikan itu adalah bagian penting dari sejarah hidup para pahlawan tanpa jasa ini.
Dari setiap lembar tema dan kalimat yang hadir kita juga diajak untuk menyelami bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan murid, berusaha sebaik mungkin menciptakan suasana mengajar yang kondusif, dan memahami karakter anak didik agar bisa berbaur dengan baik. Setiap pengajar yang menjadi kontributor buku ini pun diperkenankan menuliskan perjalanan dan refleksi hidup mereka. Pengalaman mereka selama mengajar dan memahami bagaimana sejatinya peran mereka di kelas maupun di sekolah adalah bagian penting dari hidupnya SMA Al Bayan. Baik bagi Yayasan, bagi manajemen sekolah, bagi para pengajar, dan tentunya bagi para siswa.

Bergelar sebagai SMA Unggulan, Al Bayan tentunya punya tugas dan tanggung jawab moral dalam mengemban gelar ini. Baik pada saat mereka berada di pesantren maupun di dalam ruang kelas. Karena sejatinya “menjaga nama baik” di hadapan orang tua murid, lingkungan sekolah, dan semua pihak yang berkepentingan, menjadi satu perhatian luar biasa bagi “keluarga Al Bayan.”
Jadi tak heran jika kehadiran setiap babak kehidupan Al Bayan menjadi satu langkah yang mampu mengukir sejarah. Rangkaian prestasi akademik, ketertiban administrasi, hubungan personal yang kokoh di antara guru dan murid, serta kualitas belajar dan mengajar yang bernilai tinggi, serta lahir dan terbentuknya kerjasama yang erat sebagai kewajiban dan hak bersama.
Lewat buku ini jugalah, semua penulis bebas merangkai diksi dan kalimat tentang bagaimana mereka mendambakan menjadi bagian dari Al Bayan. Serta bahwa Al Bayan telah menjadi wadah bagi para guru untuk bisa bertumbuh dan berkembang. Bukan hanya sebagai pendidik tapi juga sebagai manusia yang terus beradaptasi dan membaktikan dirinya agar bisa berkarya bagi dunia pendidikan, khususnya di level SMA.
Para pendidik ini tidak hanya menyampaikan ilmu sesuai dengan apa yang mereka kuasai tapi juga menggandeng para siswa untuk menguasai dengan baik berbagai pengetahuan yang diberikan selama bersekolah di Al Bayan. Lewat beragam tulisan ini saya kemudian memahami bahwa menciptakan proses belajar yang kondusif dengan hubungan antara personal yang menguat, adalah satu/dua dari beberapa poin penting yang wajib dihadirkan selama berada di lingkungan sekolah. Agar selama belajar di sekolah pesantren para murid dibekali dengan keimanan dan keilmuan sebagai bekal mereka.

Pesan Penting dari Dunia Pendidikan
Buku dengan topik belajar dan mengajar, selalu menarik perhatian saya. Memiliki dan menabung beberapa tahun pengalaman sebagai seorang pengajar, saya selalu mengajak diri untuk ikut merasakan apa yang dialami oleh para guru. Tanggung jawab yang bertengger di bahu tak hanya “mewajibkan” para pendidik untuk menguasai bidang ilmu yang diampu, tapi juga bagaimana ilmu tersebut bisa tersampaikan dengan baik. Layaknya sebuah pesan dalam proses komunikasi. Keberhasilan komunikasi bisa dinilai saat apa berita/materi yang disampaikan oleh si pembawa pesan (guru) bisa berpindah sempurna ke si penerima pesan (murid).
Dan itu tidaklah mudah. Banyak hal yang bisa mempengaruhi proses ini. Mulai dari sang komunikator atau pencetus awal komunikasi, isi dan sifat pesan, media penyampai yang digunakan, hingga si penerima pesan itu sendiri. Jadi sejatinya ilmu komunikasi adalah bagian penting dari pengajaran dan dunia pendidikan.
Tugas ini kemudian menjadi bagian yang signifikan dari proses belajar mengajar itu sendiri karena salah satu “nilai keberhasilan” dunia pendidikan adalah melahirkan murid yang “terisi penuh” oleh rangkaian ilmu yang telah disampaikan oleh para pendidik selama berada di sekolah.
Mengamati, mencatat, dan melihat bahwa Al Bayan sarat akan prestasi dan berhasil mendampingi para murid menjejakkan kaki di perguruan tinggi yang bergengsi, membuat saya yakin bahwa proses tersebut di atas telah terkonsep, tertata, dan terlaksana dengan baik.
Ribuan harapan kemudian muncul setelah proses meramu buku ini selesai. Agar apa yang sudah dicanangkan Al Bayan yang mulai beroperasi sejak 1999 ini, senantiasa selaras dengan visi dan misi mereka. Mewujudkan pribadi berakhlak mulai yang seimbang dalam penghayatan imaniah, penalaran ilmiah, dan penguatan amaliah. Membentuk peserta didik yang memiliki kepribadian berakhlak mulia, memiliki kepribadian mandiri, memiliki komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kehadiran buku Bekerja dengan Cinta Berkarya dengan Asa, bisa menjadi salah satu jembatan yang membuktikan bahwa SMA Pesantren Unggul Al Bayan sudah menapakkan jejak nyata proses pendidikan berkualitas dan konsisten menyampaikan pesan mulia dari sebuah institusi pendidikan.
Sebagai editor yang menelusur setiap diksi dan pelaksana operasional jenama Annie Nugraha Mediatama —penerbit yang melahirkan buku ini— saya berharap agar dunia buku dan literasi bisa terus lahir dari institusi pendidikan yang sarat nama baik ini. Terima kasih tak lupa saya ucapkan kepada SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi yang sudah memberikan kepercayaan kepada Annie Nugraha Mediatama untuk meramu dan melahirkan buku yang patut dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Khususnya untuk mereka yang mengabdikan hidupnya pada dunia pendidikan.
Semoga buku Bekerja dengan Cinta Berkarya dengan Asa bisa menyebar manfaat yang membanggakan, sekarang dan nanti.
Yang berminat memiliki buku sarat ilmu ini, bisa menghubungi saya di 0811-108-582.







