Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Photo of author

By Annie Nugraha

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Jujurly saya itu termasuk salah seorang yang rada enggan untuk pergi kondangan atau acara-acara resmi yang mewajibkan saya untuk berdandan. Tapi saat suami ngajak untuk hadir di nikahan rekan kantornya dan memberikan nama VOC 1836 Indramayu, saya mendadak tergerak untuk berangkat

Berawal dari Sebuah Undangan Pernikahan

VOC 1836. Namanya cukup unik menurut saya. Mengingatkan kita akan sebuah perkumpulan dagang milik Belanda yang dulu sempat menguasai tanah air berbarengan dengan kependudukan Inggris di beberapa daerah nusantara dan seabad sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.

Karena penasaran, saya pun langsung berselancar di dunia maya melalui tautan IG yang tertulis jelas di dalam undangan digital yang disebarkan. Venue nya terlihat estetik dengan sentuhan interior design ala Eropa. Secantik apa ya tempatnya jika dilihat langsung?

“Yok, kita datang,” ujar suami saat melihat saya larut berulangkali membuka akun IG nya. “Kita kan juga belum pernah ke Indramayu. Sekalian jalan-jalan.”

Mendengar kata “jalan-jalan” saya jadi tambah semangat. Bener sih. Sepanjang hidup saya memang belum pernah ke Indramayu. Sebuah kabupaten kecil yang sejatinya berada di provinsi yang sama di mana saya tinggal saat ini.

“Nanti kita nginap semalam, jelajah kota Indramayu, sambil nyari wisata kuliner di seputaran kota.” Kalimat tambahan ini semakin membangkitkan semangat saya. Sebenarnya saya sudah ada appointment di akhir pekan itu tapi demi menjelajah tempat baru, saya pun bersegera mengatur ulang jadwal tersebut.

Kapan lagi kan punya alasan dan kesempatan yang baik seperti ini?

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Perjalanan Long Weekend yang Menyenangkan

Waktu acara pernikahan jatuh pada Sabtu. Sementara sehari sebelumnya (Jumat) ada libur nasional. Awalnya kami merencanakan akan berada di Indramayu dalam 3 hari 2 malam. Sepanjang liburan longweekend tersebut. Tapi setelah berbagai pertimbangan suami akhirnya memutuskan untuk menjelajah Cirebon terlebih dahulu sebelum disambung dengan perjalanan ke Indramayu pada Sabtu paginya. Perjalanan darat yang diprediksi akan berlangsung selama 2 jam saja.

Saya mengangguk setuju. Pengaturan yang asyik dan terasa menyenangkan.

Jadilah seusai sarapan di salah hotel di Cirebon dan menyusur salah satu tempat wisata, Keraton Kasepuhan Cirebon, kemudian dilanjut dengan makan siang di restoran Kampung Kecil, saya, suami, dan si bungsu pun melanjutkan perjalanan ke Indramayu. Hitungan waktu yang akhirnya membawa kami tiba di Swiss-Bellin Hotel Indramayu di sore hari yang panas tak terkira.

Setidaknya saat itu saya dan suami punya waktu istirahat yang pas dan cukup sebelum akhirnya datang ke undangan pernikahan beberapa belas menit setelah waktu magrib.

Sungguh pengaturan perjalanan long weekend yang sangat menyenangkan bagi saya.

Tentang Indramayu : Masjid Islamic Centre Syekh Abdul Rahman, Megah Di antara Kehidupan Bersahaja Masyarakat Indramayu

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Menemukan Sebuah Tempat Estetik

VOC 1836 ternyata tidak jauh dari Hotel Swiss-Bellin di mana saya dan keluarga menginap. Hanya butuh sekitar 10 menit untuk mencapai gedung serbaguna ini. Itu pun dengan jalan santai tanpa terburu-buru dan mengikuti aplikasi google maps. Saking dekatnya saya berani mengajak suami mencoba jalur lain saat pulang. Jalan yang dalam pemetaan di kepala saya akan lebih sederhana dibandingkan dengan tadi kami pergi. Dan itu ternyata itu terbukti.

Saat mendekat ke tujuan, saya melihat gedung VOC 1836 terlihat megah di antara semua tempat yang ada di sekitarnya. Sebuah bangunan dengan sentuhan art deco ala Eropa dengan tiang-tiang tinggi dan jendela besar di bagian fasadnya, sangat mencuri hati dan perhatian siapa pun yang lewat. Apalagi saat itu keindahan bangunan dilengkapi dengan banyak lampu yang tambah mengangkat keistimewaan rancang bangun VOC 1836.

Saya sempat terpaku saat memandang VOC 1836 dari sisi depan di mana mobil saya terparkir. Tampak sederetan mobil yang sudah berbaris rapi di satu area parkir yang berada persis sejajar dengan bangunan inti. Di teras depannya sudah dipenuhi oleh papan karangan bunga dan dekorasi luar ruang yang bertuliskan nama pasangan pengantin dan mereka yang mengirimkannya. Nama sepasang pengantin inilah yang memastikan bahwa kami sudah datang ke acara dan tempat yang tepat.

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Saat melangkah masuk suasana hingar bingar pun terdengar. Gak cuma musik tapi juga obrolan para tamu dan anak-anak yang tampaknya tak henti berlarian kesana kemari. Ruangan dipenuhi oleh gelak tawa, canda ria, dan rangkaian pelukan kangen dari mereka yang sempat hadir di VOC 1836. Saya mendadak merasakan atmosphere yang begitu hidup di tengah keriuhan yang tak henti terjadi.

Di sisi depan bagian kanan dari pintu masuk, terhidang serangkaian foto pengantin dan beberapa standing decoration yang sudah dilengkapi dengan berikat-ikat bunga. Ruangan depan pun langsung terlihat cantik dan chic dengan sentuhan dan suasana romantis.

Satu yang membuat ruang berukuran sekitar 5x6meter ini outstanding adalah kehadiran sebuah dinding dengan tampilan bata expose dengan cahaya yang dimunculkan dari beberapa titik krusial. Sentuhan sama yang begitu cantik dan juga digunakan pada banyak tiang-tiang besar yang menyanggah ruang dalam VOC 1836. Serangkaian focal points yang memberikan kesan megah saat pertama kita masuk ke bangunan ini.

Saya dan suami bergegas merekam kehadiran kami di sini lewat area yang sepertinya memang disediakan untuk berfoto. Sayangnya sedang tidak ada petugas di sini jadi saya harus mencari seseorang yang berkenan memotret kami berdua. Saya langsung mendatangi seorang bapak berseragam panitia yang kemudian memanggil salah seorang ibu yang tampak sedang menggendong anak balita yang terlihat rewel.

Waduh. Saya langsung gak enak hati. Apalagi dengan tangan kiri menggendong sang anak, tentunya si ibu harus mengandalkan hanya tangan kanan untuk memegang gawai milik saya untuk memotret. Saya langsung mengaturkan permohonan maaf karena sudah mengganggu kenyamanannya dan berusaha undur serta menemukan orang lain untuk membantu. Saya juga kan takut ya kalau dengan kondisi begitu sang ibu tidak dalam kondisi sigap memegang gawai kemudian menjatuhkannya. Duh terus terang jadi khawatir saya.

Namun ternyata si ibu tersenyum lebar dan ramah sembari meyakinkan saya bahwa dia sungguh tidak terganggu. Tangannya pun sigap memegang lanyard gawai saya dan mengatur posisi dengan jarak foto yang proporsional. Dia bahkan sempat mengarahkan posisi kami berdua agar tepat berada di tengah dengan pengambil gambar dalam beberapa jarak lensa. Mulai dari sejajar, sedikit ke atas, hingga 0.5 yang memungkinkan seluruh dekorasi masuk ke dalam lensa. Dia juga tak segan mengingatkan suami untuk rileks dan tersenyum riang.

Saya langsung membatin. Wah dengan juru foto seperti ini sih biasanya hasilnya apik karena dia paham akan komposisi dan esensi memotret. Jadi saat saya menyusur beberapa jepretan yang sudah dibuat beberapa menit kemudian, saya tidak lagi kaget. Bener deh hasilnya bagus banget.

“Duh makasih banyak ya. Maaf sudah merepotkan,” ujar saya sembari berbasa-basi. Si Ibu ini langsung kembali tersenyum ramah dan mengatakan bahwa dia sudah biasa memotret serta paham akan jenis dan kapabilitas serta details dari gawai yang saya miliki dan dia gunakan untuk memotret saat itu.

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Usai mengukir kenangan dengan beberapa foto ciamik tadi, mata saya terhibur dengan kehadiran bagian utama dari VOC 1836.

Gedung yang adalah hasil renovasi selama 3 tahun dari bangunan bersejarah TEHUUR ini terlihat sangat menjaga orisinalitas dari sebuah warisan dari masa-masa sebelumnya. Renovasinya menurut saya sangat apik. Setidaknya saat pertama melihat VOC 1836 dari berbagai sisi, sentuhan bangunan lamanya masih begitu terasa. Salut untuk Pak Toto Sucartono, seorang pengusaha, warga Indramayu sekaligus pemilik tempat ini, yang dalam berbagai tautan mengatakan bahwa VOC 1836 dijadikan tempat serba guna sebagai venue beragam kegiatan bagi masyarakat Indramayu. Salah satunya adalah acara pernikahan yang saya hadiri saat itu.

Saat menyadari bahwa sang pengantin sedang beristirahat dan mengganti baju, saya dan suami memutuskan untuk menjelajah VOC 1836 yang terlihat memiliki 3 lantai dengan bagian tengah yang dibiarkan terbuka.

Selain ceiling yang tinggi, saya melihat bagian tengah lantai dasar digunakan sebagai titik utama perhelatan kondangan ini. Bagian ini diisi dengan pelaminan lengkap dengan dekorasi yang menyesuaikan tema dari VOC 1836. Bagus banget. Apik juga untuk memotret acara yang diadakan di bagian tengah lantai dasar itu tanpa harus terganggu oleh kerumunan publik.

Di lantai 2 nya sendiri tersedia ruangan berbentuk segi empat berkeliling dengan sebuah teras memanjang yang sangat luas. Saya mendatangi teras ini hingga bisa melihat sisi belakang VOC 1836 dari sebuah ketinggian. Di bagian belakang itu ada halaman semen dengan kolam bulat dan beberapa tempat duduk dengan payung kecil, lalu di sisi kanannya tersedia ruang setengah terbuka dan ruang cukup besar yang digunakan pengantin untuk beristirahat dan mempersiapkan diri. Taman yang menurut saya bisa digunakan untuk pesta taman atau pondokan makanan untuk pernikahan.

Sayangnya saya tidak sempat naik ke lantai 3. Tapi saat mendangak sekilas, saya melihat banyak tanaman yang tertata di pinggir bangunan. Sepertinya memang bisa juga digunakan buat acara dengan nuansa roof top yang bisa melihat sedikit area kota Indramayu.

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Turun kembali ke lantai dasar, saya dan suami melangkahkan kaki ke taman belakang. Sekarang saya bisa melihat lebih dekat keindahan penataan yang ada di belakang sini. Kolam bulat ini ternyata memiliki air mancur kecil dengan dekorasi kayu pada salah satu lantainya.

Bangunan yang berada di salah satu sisinya juga tertata cantik. Ruang setengah terbuka yang ada di sana bisa banget jadi tempat makan-makan dan berkumpul sembari bersenda gurau dengan banyak orang. Bahkan jika ingin mengadakan event kecil dengan tamu sekitar 30an orang, ruang setengah terbuka itu akomodatif banget. Saya mendadak membayangkan mengadakan launching buku di ruang setengah terbuka ini. Ukurannya pas untuk undangan terbatas.

Hanya beberapa langkah dari ruangan ini, VOC 1836 menyediakan musala dan toilet yang cukup luas serta sebuah taman kecil dengan beberapa pohon besar dan paving blok untuk nongkrong santai. Saat matahari mulai istirahat ke peraduannya dan ngambil makanan yang disediakan oleh yang punya hajat, saya bisa merasakan angin semilir yang menyapu wajah. Asyiklah judulnya buat nongkrong-nongkrong.

Melengkapi konsep artistik VOC 1836, di salah satu dinding bangunan dekat taman ini ada sebuah mural dengan konsep hitam putih. Jika saya tidak keliru, mural ini menampilkan suasana kota saat TEHUUR, nama bangunan ini sebelum berubah menjadi VOC 1836, pada masa ratusan tahun yang lalu. Di mural itu juga ditampilkan sebuah bangunan bernuansa Tionghoa dengan mobil edisi lama dan sebuah becak yang digunakan di masa itu.

Lewat sebuah tautan media lokal, saya mencatat beberapa hal yang berhubungan dengan keberadaan VOC 1836 di masa lampau. Di tautan ini tertulis bahwa gedung ini yang dulunya (di zaman pendudukan Belanda) bernama TEHUUR. Pertama kali digunakan sebagai tempat penginapan yang berada di pinggiran Sungai Cimanuk dan terbangun di kawasan bersejarah pecinan Indramayu. Sungainya sendiri masih bisa saya lihat saat melewati jalan ini keesokan harinya.

Sebelum dimiliki oleh warga/pengusaha lokal, Toto Sucartono, bangunan ini sempat menjadi milik seorang pengusaha keturunan Cina asal Jakarta. Tapi saya tidak menemukan nama sang pemilik keturunan Cina tersebut serta bagaimana penampakan fisik Tehuur saat dia menempatinya.

Saya kemudian mengulik informasi alasan memilih nama VOC 1836. Ternyata singkatan VOC ini adalah untuk Veteran of Cimanuk. Singkatannya saja yang mengingatkan saya akan VOC milik para pengusaha Belanda yang bergabung dalam perserikatan dagang. Tahunnya sendiri mengacu pada tahun pendirian awalnya. Sementara untuk masa sekarang, setelah proses renovasi, VOC 1836 diresmikan pada 18 Desember 2024. Jadi relatif masih baru ya jika dihitung dari saat saya berkunjung dan menuliskan artikel ini.

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Kenangan Kondangan yang Tak Terlupakan

Dari sekian banyak acara kondangan pernikahan yang saya datangi (meskipun jumlahnya tidaklah begitu banyak), ini salah satu acara yang tak terlupakan. Bukan hanya tentang siapa mantennya tapi juga tentang pemilihan tempat acara yang unik dan estetik.

Sebagai seorang yang pernah terlibat bertahun-tahun pada Wedding Organizer dan Event Organizer, saya sangat yakin bahwa di tangan WO atau EO yang punya cengkraman kuat baik dari segi kreatif dan financial, VOC 1836 akan tampil dengan appearances yang lebih konseptual, megah, dan mencengangkan. Modal fisik dan estetika dari bangunannya itu sendiri sudah sangat mendukung. Jadi tinggal tangan-tangan midas lah yang bisa menghadirkan keistimewaan VOC 1836 menjadi venue yang akan sulit dilupakan bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Ada beberapa hal yang saya harapkan dari tempat seindah ini adalah soal pemeliharaan dan kebersihan. Karena setiap sudut estetik yang dimiliki oleh VOC 1836 tidak akan bisa terangkat naik jika tidak diiringi dengan kesadaran untuk menjaga 2 hal penting tersebut. Satu tempat bisa akan (sangat) memanjakan visual dan keindahan absolut jika tempat itu sendiri dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Saya sendiri cukup beruntung karena bisa berada di VOC 1836 saat bangunan ini masih dalam keadaan baru. Bahkan bisa diberi kesempatan membuktikan langsung bahwa kecantikan yang dihadirkan lewat berbagai media sosial dan beragam peliputan adalah benar adanya. Setidaknya banyak sudut kenangan yang bisa terekam dengan baik lewat ingatan dan lensa photography yang saya miliki.

Yang berminat menjelajah lebih jauh tentang VOC 1836, silakan mampir ke official IG @voc1836 ya. Temukan banyak rekaman peristiwa yang sudah diadakan di tempat ini. Bisa jadi beragam sentuhan artistiknya bisa menginspirasi untuk mengadakan event serupa. Mungkin di sini atau bisa jadi di tempat lain yang sama ciamiknya.

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?

IG @annie_nugraha | Email : annie.nugraha@gmail.com

12 thoughts on “Kondangan di Venue Estetik VOC 1836 Indramayu, Secantik Apa Tempatnya?”

  1. Saat membaca judulnya VOC 1836 langsung mengingatkan saya VOC rumah dagang Belanda y sy ada kaitannya di kota Tua Jakarta Mbak. Dan salut sekali dengan Pak Toto yang membeli gedung TE HUUR ini memoles kembali sehingga menjadi bangunan cantiknya h bisa digunakan untuk masyarakat umum. Dari foto-fotonya saya Sangat menikmati Mbak. Deras ikut menyusuri di sana. Padahal dulunya sempat jadi sarang burung walet.

    Reply
    • Saya tuh pengen banget seharian menyusur kembali Kota Tua Mas Bambang. Beberapa kali ke sana gak pernah berhasil melahirkan foto yang ciamik. Setidaknya tidak sesak oleh manusia. Kayaknya memang harus terniat pergi bersama seorang teman yg jago motret dan di hari kerja aja ya.

  2. Cakep banget tempat kondangannya, Mbak Annie. Enggak ngira ini di Indramayu
    Ikut bangga Indramayu punya VOC 1836 yang ternyata dari singkatan Veteran Of Cimanuk, bangunan yang punya nilai sejarah dengan tampilan estetik dan indah.
    Pas banget ya buat venue acara-acara seperti pernikahan…Semoga terus terawat dengan baik, terpelihara dan terjaga kebersihannya

    Reply
    • Saya juga termangu Mbak. Karena venuenya lah saya bela-belain jauh-jauh ke Indramayu buat kondangan. Padahal saya tuh orang yang paling segan datang ke kondangan karena males dandan hahahaha. Tapi yang sekali ini jadi pengecualian.

  3. Ayuuuk! You never get wrong with the place.

    Aku baru baca kalo ada venue estetik VOC 1836 Indramayu, dan langsung kebayang suasana elegan dan hangat yang dikau gambarkan! As always detailโ€”dari nuansa bangunan bersejarah, elemen kayu klasik, sampai sentuhan hijau taman mungilnyaโ€”jadinya terasa seperti ikut jalan-jalan virtual ke sana :)))

    Aku paling suka pas bagian tentang pencahayaan sore itu: lampu temaram berpadu sinar matahari senja, menciptakan atmosfer romantis dan intim. Cocok banget buat acara pernikahan yang punya vibe hangat tanpa harus sumpek. Ditambah meja prasmanan yang ditata apik, rooftop view dengan latar langit beri-beri sore…

    Jadi pengin banget kondangan di sana! Bahahahaaa apa anakku besok besok kalo dah ketemu jodoh tak suruh booking di situ yak (jauh ya neng!)

    Oh ya, insight soal akses jalan dan area parkirnya juga sangat membantu. Banyak orang mungkin lupa bahwa kenyamanan tamu itu pentingโ€”udah nge-cover hal-hal kecil tapi krusial itu, keren!

    Terima kasih sudah membagikan pengalaman ini dengan begitu hidup dan inspiratif. Venue kayak VOC 1836 ini benar-benar jadi alternatif kondangan yang tak hanya indah secara visual, tapi juga punya cerita dan karakter yang berkelas.

    Selalu jadi pembaca yang setia… ketjup dulu ah

    Reply
    • Aku pun. Jujurly akutu paling males datang acara kondangan. Gak nyaman dengan make-up pesta. Jadi sering banget terlalu pemilih. Yah kecuali undangan dari saudara dekat dan gak mungkin ditolak. Kecuali yang satu inilah. Terpikat karena venuenya. Jadi waktu pertama datang, ngeliatnya bangunannya dari parkiran, aku dah gatel aja pengen motret. Ya ampun.

      Ternyata memang tidak mengecewakan. Gak nyangka aja ada venue seestetik ini di Indramayu. Kota kecil dengan jumlah penduduk yang tidaklah banyak.

  4. seneng banget bacanya
    Walau semula agak heran kok ada bangunan kolonial di Indramayu

    sempat searching, ternyata memang banyak, karena di kota ini terdapat benteng dan sumur minyak

    kerennya VOC 1836 ini dilestarikan ya? Beda dengan di Bandung, banyak bangunan dihancurkan untuk dijadikan bangunan komersil

    Reply
    • Aku pun begitu Mbak. Gak nyangka bangunan lama warisan penjajah terus dilestarikan dengan sebaik-baiknya. Setidaknya nafas dan kualitas bangunannya terus terjaga karena digunakan untuk hal-hal bermanfaat.

      Ah betul banget Mbak. Suka sedih luar biasa saya kalau dengar ada bangunan bersejarah yang dihancurkan demi kepentingan komersial. Padahal bisa kan dirapihkan seperti VOC 1836 ini.

  5. Aku tuh pengen loh kayak Mb Annie gini, slow travelling. Seputaran Bandung aja belum semua dijelajahi. Belum pernah juga ke Indramayu. Amazing ada bangunan secakep itu, ternyata memang hasil renovasi dan memang ada kisah sejarah di baliknya. Seru juga ya, kalau ke sana, walaupun engga ada yg nikah…

    Reply
    • Untuk orang yang terlibat di dunia rancang bangun, VOC 1836 ini pasti dibisa dikulik dan diulas lebih mendalam sama Mbak Hani. Artikelnya bakal lebih mantab dan meaningful. Kapan ada rezeki waktu dan kesempatan ke Indramayu keknya kudu mampir Mbak Hani. Sama ke Masjid Islamic Centre nya juga.

  6. Salah seorang teman adik saya pernah mengupload foto menghadiri pernikahan di gedung ini mbak. Kebetulan kita berteman di sosmed dan saya sempat ngebatin keren banget di Indramayu ada venue nikahan segini cakep dengan vibes mevvah. Mau nanya lebih jauh, segan jg karena aslinya tak seakrab itu irl.
    Ternyata saya jadi tahu latar belakang gedung dan kisahnya di postingan ini. Makasih mbak Annie

    Reply
    • Bagus ya foto-fotonya. Saya juga tergerak datang karena penasaran dengan keindahan dan keunikan bangunannya. Dari situ saya tahu bahwa VOC 1836 ini adalah gedung warisan dari zaman Belanda yang dulu namanya adalah THUUR. Sempat dimiliki oleh seorang pengusaha berdarah Tionghoa. Tapi sekarang jadi milik seorang pengusaha pribumi.

Leave a Comment