Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

Photo of author

By Annie Nugraha

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

Kala itu, suami ada jadwal pelatihan trading di area Kota – Jakarta Pusat, saat mendadak saya mendapatkan ide untuk berkunjung ke PIK (Pantai Indah Kapuk). Salah satu kawasan di Jakarta Utara yang ligat berkembang dengan aneka fasilitas publiknya. Termasuk salah satunya adalah bisnis kuliner yang hadir dengan konsep beraneka rupa

Saya memutuskan menghabiskan waktu di PIK juga dalam rangka menunggu suami. Daripada membiarkan dia pulang sendiri, lebih baik saya tunggu sekalian dengan melakukan kegiatan mandiri yang bermanfaat. Toh saya tidak punya kegiatan lain di hari itu.

Demi tujuan di atas, melihat tempat yang layak untuk dikunjungi dan dituliskan, memotret dengan hasil yang indah, saya memutuskan untuk menyusur PIK 2. Setelah kurang lebih satu jam menyusur berbagai sumber informasi digital, saya akhirnya bertandang ke tiga tempat. Salah satunya adalah bertamu ke Republik Seafood PIK, resto milik food youtuber Nex Carlos. Salah seorang pejajan dan pejalan Cindo asal Pontianak bertubuh tambun, yang terkenal dengan konsep keliling Indonesianya.

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

Sekilas Tentang Republik Seafood

Ditemani si bungsu, saya tidak mengalami kesulitan yang berarti saat mencari lokasi Republik Seafood PIK. Saya mengarahkan mobil menuju jalur tol bandara Soetta, kemudian keluar di pintu tol khusus PIK. Tadinya ingin mencoba menyusur Muara Karang dan Pluit yang terhubung langsung dengan PIK sembari bernostalgia karena pernah tinggal di daerah ini saat masih SD. Tapi ternyata setelah mengintip GMaps, jalur satu ini berwarna merah. Sebuah pertanda kemacetan yang lahir sebagai indikasi untuk kita menghindar dari jalur tersebut.

Saat keluar tol, si bungsu mengarahkan saya untuk terus menyusur hingga bagian ujung PIK 2. Sepanjang perjalanan, saya melihat ribuan kesibukan dan gedung-gedung megah yang berada di sisi jalan. Sebagian besar diisi oleh ruko yang berfungsi sebagai kantor dan tempat hiburan, pertokoan atau mall yang padat dengan antrian, berbagai lahan wisata, serta gedung megah dengan rancang design ala Eropa yang dimiliki oleh Yayasan Tzu Chi. Gedung – yang saya sebutkan terakhir ini – memilik barisan tiang penyanggah tinggi dengan fasad yang bikin kita mendangak, mengadu indera penglihatan dengan garangnya matahari.

Mobil saya jalankan perlahan agar bisa menikmati setiap jengkal pembangunan kawasan – yang kabarnya – (sempat) dijadikan/ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Terlihat juga beberapa jembatan yang berada di atas pantai atau pinggir lautan yang memungkinkan kita melihat sejumlah kompleks perumahan yang dibangun di PIK. Rumahnya besar-besar dengan harga yang bisa dipastikan akan merogoh kantong dalam-dalam.

Sekitar 20-30 menit menyusur, Republik Seafood mulai terlihat dari kejauhan. Bangunan berwarna merah maroon yang dikombinasikan dengan garis-garis hitam yang berkolaborasi dengan indahnya.

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos
Di depan fasad Republik Seafood | Megah, terlihat luas, dengan warna eye-catchy

Bangunan besar berwarna merah dengan atap landai dan warna yang eye-catchy ini langsung menembus netra. Ada logo Republik Seafood yang tersusun dari kombinasi warna putih dan kuning yang begitu mencolok saat berpadu dengan warna merah maroon yang diusapkan ke dinding bangunan. Dua warna (putih dan kuning) yang tanpa lampu pun bisa dimantulkan oleh penerangan sekitar. Inilah juga alasan mengapa garis pinggir atau tengah jalan menggunakan putih dan kuning. Karena dengan lampu kendaraan saja, garis itu akan terlihat jelas dan bisa menjadi penanda.

Saat memarkirkan mobil tepat di depan restoran, saya kembali melihat ke arah logo besar yang dipasang di dinding depan resto. Potongan-potongan ornamennya membentuk imajinasi kita akan sebuah ikan yang sudah dicacah dalam beberapa bagian, mulai dari kepala sampai buntut. Sentuhan kreatif yang kaya akan konsep dan menyajikan makna di mana titik awal Republik Seafood berdiri.

Design yang sering terlihat dari banyak karya handmade negeri Papua ini, membawa kisah tentang apa dan mengapa Republik Seafood ini berdiri. Dari beberapa referensi yang saya tilik, keberadaan resto ini terinspirasi dari sajian kuliner khas Sorong, Papua di bagian timur tanah air. Hidangan laut yang disajikan fresh dengan bumbu otentik Papua dan kemudian dibawa oleh Nex Carlos saat menyusur, menyicipi aneka masakan seafood, serta menemukan memorable culinary presentation saat berada di sana. Hingga akhirnya pada Januari 2025, Republik Seafood berdiri resmi dengan megahnya di Pantai Indah Kapuk (PIK) di kawasan 2.

Ada sebuah bangku panjang berbahan kayu dan berwarna merah maroon diletakkan persis di depan resto. Jaraknya diatur sedemikian rupa dan lebih dari cukup untuk kita memotret sembari mendapatkan logo Republik Seafood dari kejauhan. Spot yang apik betul.

Beruntungnya saya. Saat dipotret, langit kawasan PIK sedang garang-garangnya. Mentari terik bersinar disertai oleh langit biru dan awan putih yang ayu bertengger. Sempurna.

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

Resto yang Padat Pengunjung

Saya dan si bungsu bersengaja datang awal. Sekitar hampir 1 jam sebelum waktu makan siang. Dengan harapan bisa mudah mendapatkan meja dengan posisi ter-apik dan memesan dengan lebih leluasa, tanpa terburu-buru. Apalagi baru kali itu saya bertamu. Jadi pas melangkah masuk resto tuh saya nyantai aja, jalan petantang-petenteng.

Ternyata. Asumsi ini tidak berlaku di Republik Seafood, restoran milik Nex Carlos di PIK ini. Setidaknya di saat saya datang.

Selangkah masuk yang kemudian disambut oleh beberapa orang staff dan berbagai pilihan live seafood yang berada di dalam deretan akuarium kaca, keriuhan obrolan para tamu langsung menyentuh gendang telinga.

Sepi di luar dan parkiran ternyata berbeda betul dengan kondisi di dalam restoran.

Suara desing cipratan minyak dan semburan api terdengar mendominasi, bersusul-susulan dengan celotehan tamu. Hantaman spatula dengan wajan pun terdengar bernyanyi meski tak kelihatan langsung dari pandangan mata. Yup. Dapurnya Republik Seafood semi tertutup. Ada sisi yang bisa ditonton tamu, tapi sebagian tidak.

Seorang petugas mengarahkan saya dan si bungsu untuk memilih tempat. Ada tiga opsi area yang bisa dipilih. Di dekat pintu masuk searah dengan tempat saya parkir, ruangan tertutup (VIP) yang wajib pesan dulu, atau di lahan yang lebih besar yang mendekat ke kasir. Tempat yang juga berhadap-hadapan dengan sebuah space kecil dengan sound system yang sepertinya bisa dipesan untuk small party.

Petugas yang menemani saya masuk ini kemudian menyodorkan sebuah buku menu yang besar dan berat. Sudah langsung terbayang, berapa banyak menu yang bisa dipilih. Seperti biasa, memangkas waktu memilih, saya meminta sang petugas membocorkan info tentang menu terlaris atau yang jadi favorit para pengunjung.

Dan itu jatuh pada Rahang Tuna yang dimasak dengan bumbu otentik Papua. Dia juga mengarahkan saya untuk membuka sebuah lembaran yang berjudul “pilihan masak” agar bisa menikmati ragam bumbu serta opsi sajian digoreng, disteam (dikukus) atau dibakar.

Seperti biasa, saya meminta waktu untuk menyusur menu sebelum menentukan pilihan.

Usai berdiskusi dengan si bungsu dan menunggu pesanan kami datang, saya memutuskan untuk berkeliling dan memotret. Karena padatnya pengunjung, saya tak begitu leluasa mengambil banyak sudut resto. Pe-er banget kalo sudah begini. Secara ya ada aturan tak tertulis dan pakem yang wajib kita hormati tentang memotret di area publik. Plus harus bisa menghargai privacy orang lain.

Yang pasti selain deretan kotak akuarium kaca besar-besar dan area dapur di dekat pintu masuk tadi, saya kembali meyakini banyaknya meja yang bertebaran di sana-sini. Perlu kehati-hatian saat ingin berjalan di antara area duduk. Saking padatnya, ada baiknya kita berjalan miring agar tidak bersenggolan. Apalagi saat berpapasan dengan petugas yang sedang membawa nampan yang penuh dengan berpiring-piring masakan.

Dekorasi ruangannya sendiri relatif biasa saja, tidak wah atau karya ornamen. Yang terlihat berbeda adalah beberapa kain yang dipasang panjang dan dibentuk layaknya gelombang di langit-langit resto. Ada beberapa wastafel marmer di beberapa titik. Tanaman artificial ditaruh di beberapa sudut ruangan sehingga mata tidak melulu dipadati oleh pemandangan furniture. Pencahayaannya cukup tapi tidak terlalu terang karena dibantu oleh dinding kaca yang berada di sisi luar resto.

Berdiri di tengah ruangan dan menghamburkan pandangan ke seluruh sudut, saya mencatat bahwa Republik Seafood ini sejatinya tampil sederhana saja. Rancang dalam ruangannya mementingkan faktor fungsional dan menghadirkan daya tampung pengunjung semaksimal mungkin. Bukan fancy resto yang ingin ditampilkan tapi kualitas sajianlah yang diutamakan.

Saya yakin Nex Carlos tentunya punya pertimbangan matang untuk membawa konsep kuat ala Papua untuk mereka yang tinggal di sisi barat nusantara. Setidaknya kita tidak perlu keluar uang banyak, terbang ke Papua, hanya untuk menikmati berpiring-piring Rahang Tuna yang lezat seperti yang disampaikan oleh Nex Carlos. Tau aja kan betapa mahalnya tiket pesawat untuk menggapai timur Indonesia.

Baiklah. Sekarang apa saja dan bagaimana rasa dari serangkaian asupan seafood pesanan saya dan si bungsu.

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

Sajian Umami Tak Pelit Bumbu

Setelah melewati serangkaian pertimbangan, saya dan si bungsu akhirnya memesan Rahang Tuna Bakar Papua ukuran L (128K), Kerang Bambu dimasak saus padang (58K), Udang Peci/Jerbung digoreng telor asin (118K), Kangkung Cah Bawang (28K), Sayur Asem (38K), Nasi Putih 1 porsi (10K) dengan minuman Lychee Tea (28K/gelas), dan Kelapa Batok (38K).

Semua sajian umami tak pelit bumbu. Bisa dinikmati untuk setidaknya 2-3 orang. Dengan catatan kuota makan dan lambungnya gak gila-gilaan. Setidaknya rakusnya gak seperti Bara (Tanboy Kun). Seorang food youtuber yang jumlah subscriber nya lebih banyak dari Nex Carlos dengan konsep mukbang.

Seperti layaknya resto seafood kelas premium, Republik Seafood juga menyediakan beragam tambahan bumbu dan sambal yang membangkitkan nafsu makan juga menghibur lidah. Si bungsu sengaja mengambil enam jenis yang ditaruh dalam wadah kecil-kecil, agar makan siang kali ini tambah seru dan nikmat. Dan itu sungguh berhasil.

Keputusan untuk memesan nasi hanya satu porsi ternyata sangat membantu. Hanya penambah menu agar saya bisa menuntaskan aneka lauk dan sayur yang sudah dipesan.

Sementara si bungsu konsentrasi menghabiskan udang dan kerang, saya justru berjuang menuntaskan si Rahang Tuna yang dari penampakannya saja sungguh menggoda dan mencabar diri.

Sesungguhnya sih saya sudah beberapa kali makan Rahang Tuna ini. Pertama mencoba adalah waktu berada di Manado – makan di sekitar tiga restoran yang berbeda. Dari sini saya mulai ketagihan. Lalu disambung dengan sebuah warung nasi Manado yang ada di foodcourt kecil lantai 3 ITC Kuningan. Semua tak ada dan tak pernah gagal rasa. Edan lezatnya. Jadi saat Nex Carlos membawa edisi Rahang Tuna dengan sentuhan bumbu asli Papua, selera saya langsung melonjak. Penasaran maksimal.

Hasilnya? Beneran bikin nagih. Dari cubitan pertama aja saya merasakan adanya perbedaan dari beberapa Rahang Tuna yang pernah saya cicipi sebelumnya. Yang ala Papua ini bumbunya terasa lebih beragam/banyak dan terlihat begitu meresap ke dalam daging ikannya. Gorengan tunanya juga lebih garing/crunchy dibandingkan dengan yang pernah saya makan. Seperti halnya kepala kakap, daging Rahang Tuna ini banyak dan tebal betul. Saking padatnya saya sampai ngos-ngosan menghabiskannya. Kesegaran ikannya juga mantab betul. Bukan kualitas kaleng-kaleng pastinya.

Gimana yang lain? Semua hadir dengan tingkat kelezatan yang tak diragukan. Gorengan udangnya renyah. Bumbu saus padang untuk kerang bambunya hadir dengan sensasi pedas manis yang jempolan. Untuk saya yang baru pertama kali makan kerang bambu, sajian dari Republik Seafood ini bikin saya nagih. Setidaknya ingin mencoba kerang bambu yang dihidangkan dengan bumbu atau cara masak yang berbeda.

Sayur kangkung cah bayamnya mantab betul. Kematangannya pas. Dimakannya jadi kriuk-kriuk garing. Meskipun bumbu bawangnya standard aja. Yang tak saya duga itu adalah sayur asemnya. Kuantitasnya mini. Hanya semangkuk kecil. Terus terang awalnya saya kecewa dengan ukurannya. Tapi semua terobati dengan rasa khas asam manis sayur asem yang kuat betul. Kalau boleh saya ulaskan, this is one of the best sayur asem yang saya makan.

Cerita tentang sayur asem ini saya sampaikan ke suami. Bahkan saya bersengaja memesan satu bungkus agar dia turut menikmati. Tanggapannya sama. Lezat dengan komposisi sensasi kuah yang patut dapat pujian. Nah kan!!

Satu yang menyempurnakan dan memberi semangat saya untuk memotret adalah Kelapa Batok yang kulitnya dibakar oleh cap emboss panas bertuliskan Republik Seafood. Indah untuk mengimbangi plating yang tak begitu istimewa karena wadahnya tidak dirancang dalam warna dan konsep yang sama. Ini yang mungkin layak dapat perhatian dari Republik Seafood.

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos
Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos
Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos
Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos
Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos

PS: Saya menuliskan artikel ini di tengah sebuah bencana banjir besar yang terjadi di 3 provinsi tanah air (Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara). Perasaan saya terbanting sekaligus mengharu biru, saat sekian banyak warga di ke-3 provinsi ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan bantuan – khususnya makanan. Saya berdoa semoga orang-orang baik yang senantiasa bergerak tanpa pamrih dimudahkan rezekinya, dilembutkan hatinya, untuk terus membantu para korban bencana. InshaAllah dimana pun tempat yang berdampak dan yang menutup tahun 2025 bisa segera pulih dan bangkit seperti sedia kala. Aamiin Yaa Rabbalalaamiin.

14 thoughts on “Bertamu ke Republik Seafood PIK, Resto Milik Food Youtuber Nex Carlos”

  1. Aku suka liat video-video Nex Carlos, mbak. Jadi pas tahu dia buka restoran, rasanya udah yakin aja kalo bakalan oke. Pas liat pesanan menu Mb Annie, aku rasa kita sehati mbak๐Ÿ˜† Seneng banget kalo liat resep luar pulau disajikan di pulau lainnya. Kaya konsep resto ini. Soalnya ga semua orang mampu jalan-jalan ke destinasi impian masing-masing. Buat aku, tempat makan kaya gini tuh bisa jadi pengobat sementara buat rasa penasaran kita sama kuliner nusantara yang belum bisa kita kunjungi langsung ke daerah asalnya.

    Reply
    • Wah tos kita Mbak Retno. Saya juga semangat mencoba menu dari daerah lain yang jauh untuk kita jangkau. Penasaran dengan presentasi dan bagaimana makanan khas itu disajikan.

  2. Wow deretan penampakan menu dari Republik Seafood yang sungguh menggoda. Foto-foto Mba Annie seperti biasa selalu bikin pembaca merasa melihat aslinya.
    Republik Seafood PIK pas jadi destinasi kuliner nih, menggabungkan kualitas bahan, rasa yang unik, dan suasana yang nyaman, tepat buat bersantap bareng kesayangan.
    Kapan hari saya makan di salah satu resto di PIK.. Full juga.. Memang lagi jadi jujugan kulineran nih PIK.. Beragam pilihan restoran ada

    Reply
    • Bener Mbak Dian. Belakangan hari malah saya lihat semakin menjamur tempat-tempat makan aesthetic di kawasan PIK. Selalu ada hal baru yang disajikan di media sosial. Bikin tambah penasaran.

  3. Republik Seafood mengusung konsep lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas atau ukuran porsinya ya mbak..
    Selain dukungan nama besar Next Carlos, pengunjung yang datang kemungkinan akan kembali jadi lebih besar karena memang suka rasa dan ambience restonya.

    Reply
    • Dan tempat serta sajiannya memang seasyik itu. Gak pelit bumbu dengan standard kualitas yang juga patut diacungi jempol. Tak percuma Nex Carlos berani mengusung kuliner legenda Papua untuk dicicipi oleh warga Jakarta.

  4. menarik konsepnya Republik seafood ini, terinspirasi kulihas seafood khas Sorong.

    Dulu pas ada tugas ke Sorong, saya juga pernah dipesankan menu rahang tuna mbak. Kalau di malang kan, ikan tuna tuh kecil-kecil ya, jadi waktu itu saya pikir, apa istimewanya. Pas udah disajikan, baru deh ter wow wow karena ukurannya yang besar.

    Reply
    • Nah kalau saya pertama nyoba itu di Manado. Sama besar-besarnya dengan yang di Sorong Mbak Nanik. Bumbunya juga terasa betul. Gurih dan manis bercampur jadi satu. Bikin nagih pastinya.

  5. Nex Carlos tuh acara favorit cucu banget. Makan jadi ikutan lahap dong. Baru tahu kalo buka resto seafood. Duh, beruntung sekali Mbak Annie udah nyicipin menuยฒnya. Penasaran nih, makan Rahang Tuna…

    Reply
    • Kudu nyobain Mbak Hani. Saya pertama nyoba menu Rahang Tuna ini pas menjelajah Manado. Ya ampun. Di setiap resto yang saya hampiri, menu ini tuh seperti jadi pesanan wajib deh. Tapi memang seenak itu.

  6. Cerdik ya Nex Carlos, merangkak dari nol sebagai YouTuber

    kontennya juga biasa-biasa aja lho, sekadar bisa ngomong masakan enak dan enak banget.
    Mungkin penampilannya yang humble yang bikin kontennya disukai

    Sesudah punya nama, subscribers 5 juta lebih, dia buka beberapa resto, dan laris!

    Keren sih, saya suka anak muda yang seperti ini

    Reply
    • Ya Mbak. Saya juga senang dengan cara dia yang simpel. sederhana, dan tidak meledak-ledak saat mempresentasikan apa yang dia makan. Cara dia makan juga tenang, gak kelihatan rakus, dengan tata bahasa yang sopan dan jelas. Pengalaman dia keliling Indonesia sering saya jadikan acuan saat berada di tempat yang sama.

Leave a Comment