Hampir 2 minggu belakangan saya asik mengutak-atik Canva. Sebelumnya (dah lama sekali) pernah menggunakan aplikasi ini untuk membuat cover video dan template presentasi program pengajaran, proposal atau sekedar having fun dengan gambar-gambar yang tersedia. Tinggal nambahin teks. Lalu lahirnya materi presentasi menarik dengan keindahan warna dan figure tambahan yang beragam.

Apa Itu Canva?

Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA
Canva description

Nah udah dapetkan definisinya Canva? Intinya sih Canva ini adalah sarana untuk kita membuat graphic design untuk berbagai keperluan. Tinggal download aplikasinya lalu telusuri semua fasilitas-fasilitas yang disediakan.

Cerita sedikit tentang Canva ya. Menilik informasi yang ada di Wikipedia, Canva headquarter itu ada Sydney, Australia. Perusahaan swasta yang didirikan dan dikelola oleh Melanie Perkins pada 2012 ini, per Agustus 2020 telah memiliki karyawan sejumlah 1.157 orang. Mentasbihkan diri sebagai usaha industri dengan platform graphic design, saya bolak balik takjub dengan inovasi yang mereka lakukan. Mengelompokkan 4 services base yaitu Canva (free), Canva Pro, Canva for Enterprise dan Canva for Education, jasa layanan mereka dapat kita nikmati secara gratis atau berlangganan senilai IDR 75K/bulan atau sekitar IDR 500K/tahun.

Dengan fasilitas template sekitar 60.000 bahkan lebih, Canva bolehlah berbangga diri karena banyak designnya atau hasil karyanya telah membantu masyarakat menghadirkan infografis cantik untuk kepentingan pribadi. Bahkan mungkin juga untuk organisasi berlaba. Sekedar berekspresi ria memanfaatkan fasilitas-fasilitas gratisnya atau serius berlangganan untuk tujuan profesional, seperti mengembangkan bisnis dan atau promosi produk.

Ruang Imajinasi

Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA
Mask for Health

Di artikel ini, saya hanya ingin membahas tentang Canva yang sudah berbaik hati memberikan akses gratis untuk membuat gambar/lukisan penuh imajinasi dengan memanfaatkan banyak foto/gambar ilustrasi. Persis seperti apa yang telah saya kerjakan di atas.

Pengen sih beralih ke sistem berbayar, tapi hingga membuat artikel ini, saya sudah cukup puas dengan apa yang bisa saya olah sebagai illustrator amatir. Pengerjaannya juga saya lakukan di handphone/smartphone. Asik aja gitu loh, bolak balik mencari gambar lalu menempelkan di bidang kosong tempat kita “melukis” ilustrasi yang kita inginkan, sambil gegoleran di tempat tidur atau bersantai ria di sofa. Memindahkan rangkaian imajinasi dalam suatu wadah yang menggembirakan. Yang pasti, meskipun fun dan tidak mengejar target tertentu, nyatanya mengerjakan ilustrasinya juga harus diiringi dengan kemampuan bereksplorasi dan bonus kesabaran tingkat tinggi.

Karena masih menikmati layanan tanpa bayar, ada beberapa catatan yang ingin saya bagikan sebelum memulai kegiatan membuat ilustrasi:

  1. Pengerjaannya dimulai dari sebuah draft kasar atau konsep tertentu. Misal, ingin membuat ilustrasi dengan nuansa dapur, maka bersiaplah dengan beberapa keyword yang berhubungan dengan tampilan dapur pada saat mencari gambar ilustrasinya. Yang perlu diingat tentang keyword ini adalah kita bisa menggunakan kata benda atau kata kerja. Layanan gratis lebih banyak disediakan saat kita menggunakan 1 kata saja. Misal table (saja) bukan coffee table (yang mengandung 2 suku kata);
  2. Tentukan background yang kita inginkan. Baik untuk warna maupun untuk ornamen pelengkapnya;
  3. Rancangan dikerjakan dari titik paling belakang kemudian tengah, baru setelah itu gambar bagian depan. Hal ini dilakukan karena gambar belakang akan tertutup oleh bagian di depannya;
  4. Anggaplah kita mengerjakan ilustrasi seperti kita sedang memotret. Perhatikan proporsi penampakan obyek yang kita buat. Semakin ke belakang berarti semakin kecil obyek tersebut terlihat;
  5. Perhatikan bahwa gambar ilustrasi yang gratis, ada tertulis kata “free” di kanan bawahnya. Sementara jika berbayar, ada foto mahkota di bagian tersebut. Object berbayar akan memunculkan rangkaian garis dan watermark Canva. Kalau kita gunakan, otomatis akan mengurangi estetika ilustrasi yang sudah kita buat.

Supaya dapat gambaran yang lebih jelas, kita bahas lewat contoh hasil karya saya seperti di bawah ini aja ya. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA
  1. Membuat background dengan 2 warna di lembar kosong yang sudah disediakan;
  2. Menempelkan gambar jendela karena saya ingin meninggalkan cerita bahwa dapur ini memiliki jendela/sirkulasi yang besar. Lalu menambahkan gambar bunga di pot bagian tengah supaya lebih terlihat fresh;
  3. Menaruh gambar jam dinding;
  4. Menaruh semua gambar di level ke-2 (depan jendela). Karena temanya dapur, maka saya memutuskan untuk menghadirkan gambar peralatan dapur (coffee maker, juicer) lalu diikuti dengan botol-botol bumbu, makanan kalengan, daging dalam mangkok, nasi dalam mangkok besar, dan sayur-sayuran. Posisinya bendanya bebas aja. Sesuai dengan selera kita;
  5. Meletakkan gambar seorang Ibu yang sedang masak di bagian terdepan. Di mejanya saya tambahkan gambar mangkok, saos, bawang bombay, dan kacang-kacangan. Lalu sejajar dengan foto ini, saya taruh meja kecil yang di atasnya ada magic jar.

Trik-trik lainnya adalah:

  1. Jika ingin mengubah warna gambar, kita klik di gambar tersebut kemudian muncul arahan warna-warna yang digunakan. Klik di atas warna yang ingin diganti kemudian tekan warna pengganti yang ada di kolom bawah (deretan pilihan warnanya banyak banget);
  2. Jika ingin memunculkan sebuah gambar yang berada di belakang ke depan adalah dengan menekan gambar yang diinginkan lalu menekan tombol copy paste yang biasanya berada di dekat gambar tong sampah (trash);
  3. Kita terkadang melakukan resizing untuk gambar-gambar yang sudah kita pilih demi kepentingan proporsi. Lakukan dengan menarik titik kanan bawah sehingga gambar otomatis akan mengecil secara proporsional. Jangan lakukan di titik yang lain (kiri atas, kiri bawah, atau kanan atas) karena bisa mengakibatkan terjadinya potongan gambar yang tidak wajar;
  4. Gambar yang sudah kita pilih bisa kita ubah posisi/kondisi tampilannya. Bisa kita miringkan, tenggakkan, atau beda hadapan. Caranya adalah dengan menekan tombol berbentuk bulat beranak panah. Putar atau gerakkan sesuai dengan posisi bentuk yang kita inginkan;
  5. Ketika gambar mengecil atau sudah semakin susah untuk kita pindahkan lewat gerakan jari, gunakan tanda + yang ada di salah satu sisi gambar. Sungguh sangat bermanfaat untuk mereka yang punya jari telunjuk segede jempol atau berukuran semog seperti jari jemari saya;
  6. Tambahkan watermark/text tulisan tema dan nama kita. Bukan buat sombong-sombongan. Tapi lebih kepada meninggalkan jejak bahwa karya yang sedang publik lihat adalah hasil pengerjaan kita.

Yang paling penting diantara kesemuanya, menurut saya, adalah meluaskan imajinasi dan eksplorasi, melebarkan kesabaran, serta berlatih berulang-ulang. Seperti 2 pepatah yang menjadi hukum sebuah karya seni yaitu, Practise Makes Perfect dan The Law of Repeatation. Semua bisa karena biasa. Semakin pintar karena sering mengulang ilmu yang sudah dimiliki.

Selamat mencoba. Sila hubungi saya jika ingin berlatih lebih lanjut ya.

Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA
Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA
Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA
Berimajinasi Lewat Ilustrasi Bersama CANVA

Logo Banner Fix Retina

#Canva #CanvaCreativeDesign #CanvaArt #CanvaDesign #PlayingCanva #CanvaWorld

32 COMMENTS

  1. Haloooo Mbak Annie :) Waaaahhhh…pas banget nih aku bacanya pelan2 banget biar paham. AKu belum ikutan mainin canva nih. Hasil karya mbak keren2 semua. Percaya deh practice makes perfect :D Kapan2 kalau aku tergerak hatinya bikin2 beginian, aku mampir lagi ah ke tulisan ini. TFS mbak Annie :)

    • Hai Nurul.

      Tulisan ini tak buat biar aku juga punya catatan sendiri tentang ilustrasi Canva. Sapa tau entar-entar lupa lagi hahahahaha.

      Semoga bermanfaat ya Nur. Mudah2an bisa seseruan bareng dengan Canva.

  2. Cantik cantik banget Mba hasil design-nya di Canva. Sepanjang pengalaman penggunaan Canva saya sampai hari ini, masih mentok untuk bikin infografis sama image pendukung lainnya di blog. Masih perlu banyak kenalan sama Canva nih saya.

    • Hai Mbak. Makasih untuk complimentnya.

      Iya. Canva ini inovatif banget deh. Wadah yang pas untuk kita berimajinasi dan berkreasi

  3. kereeennnnn, kirain pakai yang premium ternyata masih free

    Free pun kece kece ternyata ya?

    Saya juga sedang nguprek nguprek canva, tapi masih sebatas bikin infografis

    itupun sudah senang alang kepalang :D

    • Selama masih leluasa pakai yang free, udah yang ini aja dulu hahaha. Tinggal rajin kotak-katik aja nih Mbak. Terutama nyari keyword terus sambung dengan imajinasi dan kreasi kita.

    • Makasih complimentnya Mbak Lia. Nah bener itu. Harus banyak latihan dan mencoba ntar lancar dengan sendirinya

  4. Beberapa tahun lalu aku pakai canve tapi fiturnya masih nggak sebagus sekarang. Malah sempat ku-uninstall karena bosan. Pas balik lagi tahun ini ternyata udah banyak fitur baru dan makainya juga lebih mudah. Lebih seru.

    • Tadinya saya juga menggunakan Canva untuk presentasi dan materi mengajar aja. Sekarang ternyata dah lebih fun dan atraktif. Inovasinya keren lah pokoknya

    • Nah bener banget itu. Dunia kreatif memang fun dan bikin kita ketagihan. Makasih untuk complimentnya Mbak Rizka

  5. Asyik banget emang mainan Canva ini. Saya kenal Canva udah cukup lama, tahun 2015 apa 2016 kalau gak salah. Tapi waktu itu cuma dipakai bikin media kit, slide presentasi atau hal-hal yang serius. Baru di tahun ini saya coba pakai jadi ilustrasi dan membuat gambar yang apik. Nganva gini semacam jadi sarana refreshing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here