Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?

Photo of author

By Annie Nugraha

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Nikmatnya masih terasa di lidah. Sajian sederhana yang pas dengan selera

Menyesap nikmatnya kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, sajian apa saja yang jadi pilihan saya dan keluarga? | Restaurant and Culinary, Travel | Februari 2026

Agenda liburan singkat saya dan keluarga ke Garut tersusun sederhana saja. Minat utama sebenarnya adalah mencoba kereta Panoramic KAI dengan rute Bandung – Garut yang kabarnya begitu nyaman untuk dinikmati. Selebihnya tentu saja soal menikmati kuliner, menyusur sudut-sudut kegiatan publik, berbelanja produk kulit, dan mencoba kolam air hangat dari sumber air alam yang menjadi salah satu ciri khas Garut.

Karena hanya dua hari semalam, agenda liburan keluarga ini wajib diatur serapat, seefisien, dan seefektif mungkin. Apalagi nyatanya tidak ada seorang pun di antara kami yang pernah menjelajah Garut. Hanya sekedar lewat. Mampir ke sentra kerajinan kulit Sukaregang karena ingin belanja produk kulit asli. Itu terjadi tahun lalu saat kami dan keluarga berkunjung ke Ciamis dan bersengaja melewati Garut untuk tujuan ini.

Atas usulan salah seorang keponakan yang memang lihai menyusur banyak referensi yang tersedia on-line, kami memutuskan untuk makan siang di RM Saung Nyimas yang berada di Jl. Proklamasi, Jayaraga, Tarogong Kidul.

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Sebagian dari tawaran menu yang ada di kotak kaca area pelayanan

Datang persis di jam makan siang, parkiran terbatas yang berada persis di depan pintu masuk utama sudah mulai dipadati oleh kendaraan pengunjung. Lahan parkirnya tidak begitu luas memang, hanya cukup untuk menampung sekitar empat hingga lima mobil saja. Tapi kami cukup beruntung karena mobil Hiace – yang biasa digunakan oleh jasa travel dengan sekitar dua belas tempat duduk yang kami tumpangi itu – mendapatkan slot yang cukup strategis. Persis di depan pintu utama.

Sayangnya kondisi ini membuat saya lumayan sulit untuk memotret area pintu masuk ini selega mungkin. Termasuk beberapa signage yang ada di dinding dalam karena lalu lintas pengunjung tak henti terjadi. Satu demi satu pengunjung mondar-mandir, bahkan ada rombongan keluarga yang heboh, ribut bersuara cukup keras, dan berfoto tanpa henti, sementara perut saya mulai keroncongan.

Ah ya sudah. Mari langsung masuk aja kalau begitu.

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Beragam kerupuk, jajanan jadul, kue kering, dan ornamen jadul

Beberapa langkah ke dalam saya melihat dominasi kayu dan bambu di hampir setiap sudut ruang restoran. Area duduk dan lesehan ada di sisi kiri keseluruhan ruangan, sementara untuk pelayanan ada di kanan. Syukurnya meski pengunjung mulai mengular, kami mendapatkan tempat duduk lesehan dengan tiga meja panjang yang pas betul untuk sepuluh orang.

Sementara anggota keluarga yang lain duduk manis menunggu, saya dan adik ipar memutuskan untuk menyusur daftar menu yang terpampang di atas sebuah rak display kaca. Lebih cepat ketimbang menyusur dan membaca buku menu.

Sajian apa saja yang menjadi pilihan saya dan keluarga?

Tak ingin berlama-lama, kami memilih sajian Paket Liwet Djawara untuk lima orang. Paket Liwet Ayam Goreng senilai 243K yang meliputi satu kastrol nasi liwet, lima buah ayam goreng, lima tahu bacem, lima tempe bacem, sepiring jengkol goreng, sepiring peda merah, sambal dadak, dan lalapan. Menggenapkan hitungan menjadi sepuluh, saya kemudian memesan Paket Liwet Nila Goreng seharga 225K. Paket ini menyajikan lima nila goreng, satu kastrol nasi liwet, lima tahu bacem, lima tempe bacem, sepiring jengkol goreng, sepiring peda merah, sambal dadakan, dan lalapan.

Takut ukurannya hidangan dua paket ini terlalu sedikit, saya akhirnya menambah gepuk, sate usus, tumis kangkung, dan karedok. Tapi eh ternyata Paket Liwet Djawara nya banyak juga loh. Nasi di dalam kastrol itu aja padet banget. Membumbung hampir bersentuhan dengan tutup kastrol nya.

Potongan ayam goreng dan nila gorengnya juga besar-besar. Terhidang masih hangat. Bumbu ungkep nya meresap sempurna dan saat digoreng bagian luar dan dalam dua sumber protein ini tetap renyah. Sensasi rasa manis, asin, serta gurih yang diolah mampu berkolaborasi dengan apiknya. Memanjakan lidah dan membangkitkan selera.

Saya betul-betul ketagihan saat melanjutkan kunyahan untuk potongan ikan nila yang kedua. Hidangan utama pilihan saya yang kemudian berpadu apik dengan jengkol goreng, tahu bacem, tumis kangkung, potongan peda yang bertemu sempurna dengan sambal dadak. Astaga.

Tak tahan rasanya untuk menambah sesendok besar nasi liwet yang dimasak dengan kematangan yang sesuai dengan selera saya. Tidak terlalu pera tapi juga tidak kelembekan. Pulen banget.

Melirik sekilas ke para saudara, kecocokan kualitas masakan tampaknya dialami oleh sembilan anggota keluarga lainnya. Setiap dari kami terlihat khusyuk dan sibuk mengambil sajian berulang kali. Lahap dengan berulangkali mengambil setiap lauk tanpa henti. Semua bahkan sepakat bahwa menyesap nikmatnya kuliner di RM Saung Nyimas ini adalah salah satu jelajah kuliner keluarga terbaik selama kami melancong bersama. Khususnya di Garut yang jaraknya hanya dua jam berkendara di Cimahi, di mana rumah keluarga berada.

Saya bahkan sempat membagikan cerita ini kepada suami setelah tiba di Cikarang. Dia tampaknya meleleh juga melihat foto-foto yang tersimpan di handphone saya. Berniat untuk mencoba sendiri dengan kembali berkunjung ke Garut bersama saya dan anak-anak.

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Sebagian area makan (kiri) dan ruang pelayanan tamu (kanan)

Tadi, sembari menunggu paket pesanan datang, seperti biasa, saya menyusur setiap sudut resetoran yang dikunjungi. RM Sunda Saung Nyimas ini sesungguhnya tidak terlalu luas tapi juga tidak bisa digolongkan kecil.

Sepertiga bagian ruangan diperuntukkan bagi tempat pelayanan. Mulai dari sebuah kotak kaca besar yang menampilkan beberapa pilihan protein, area kasir yang sedikit mojok, dan beberapa rak yang menawarkan aneka kerupuk serta camilan lainnya. Beberapa di antaranya adalah jajanan jadoel yang dalam sejarahnya pernah saya nikmati saat masih SD. Ada juga gerobak es cincau. Pengen sih nyobain tapi takut manisnya membuyarkan selera makan.

Area makannya sendiri terbagi atas dua pilihan. Duduk seperti biasa dan lesehan seperti yang keluarga saya lakukan. Kalau disuruh milih sih saya lebih suka makan di meja dan bangku seperti biasa karena gak repot mobilisasinya. Gampang bergerak plus akomodatif untuk saya yang boncengannya tepos (baca: minim daging).

Yang saya lihat sih letak setiap tempat makan saling merapat satu sama lain. Saya sempat melihat bagaimana terbatasnya orang harus duduk rapi di antara sela-sela ruang untuk melangkah. Bisa jadi pe-er betol untuk para petugas yang mengantarkan makanan.

Secara keseluruhan saya suka menghabiskan waktu bersama keluarga untuk makan siang bersama. Tempatnya tidak terlalu hectic sehingga pelayan bisa lebih berkonsentrasi melayani konsumen dan suasana resto tidak terlalu bising. Para petugas juga ramah dan cekatan. Responsif terhadap permintaan yang datang.

Kesimpulannya adalah saya bisa mereferensikan RM Sunda Saung Nyimas ini untuk teman-teman yang sedang berkelana di Garut. Bisa sih melakukan reservasi terlebih dahulu karena saya lihat ada beberapa tempat lesehan yang di mejanya terpasang tanda “reserved.” Pilihan ini tampaknya workable apalagi jika yang memesan bisa datang tepat waktu sesuai rencana sehingga tidak mempersulit tamu lain yang datang duluan dan tidak mendapatkan tempat duduk.

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Pintu masuk dan logo Saung Nyimas (kiri) | Nasi liwet yang penuh di dalam kastrol

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Tahu dan tempe bacem yang umami. Ukurannya besar-besar loh (kiri foto)

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?
Nila goreng dan ayam goreng favorit saya

Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?

IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com

20 thoughts on “Menyesap Nikmatnya Kuliner Sunda di RM Saung Nyimas Garut, Sajian Apa yang Jadi Pilihan Saya dan Keluarga?”

  1. Kalau disuruh milih sih saya lebih suka makan di meja dan bangku seperti biasa karena gak repot mobilisasinya. Gampang bergerak plus akomodatif untuk saya yang boncengannya tepos (baca: minim daging).

    Baca itu aku jadi inget diri sendiri, Bu, haha, Samaan deh.

    Aku penasaran sama kastrol itu bentuknya kek apa, dicari2 fotonya rupanya ada di bagian bawah. Oalah ternyata periuk (kami orang Medan nyebutnya periuk) ..

    BTW, secara visual hidangannya kurang menarik ya, Bu, karena warnanya monoton. Padahal cuma kurang sambel merah dan lalapan ijo2 aja. Tapi aku yakin rasanya maknyussss semua, apalagi kalo udh dicocolin sambel …

    Reply
    • Hahahaha. Bencana tepos adalah koentji Ci. Sakit kalau duduk lama di tempat atau kursi yang gak ada joknya. Tersiksa akutu hahahaha.

      Saya malah tak teringat dengan kata PERIUK. Ah itu dia yang harusnya terlewat di pikiran.

      Betul sekali. Secara visual dan plating, tampaknya memang kurang representatif. Bagusnya memang pakai wadah tradisional aja yang di atasnya dikasih daun pisang gitu. Gak banyak tapi secara photography sudah cukup estetik.

  2. Kalau ke Garut emang sebaiknya nyari makanan khas Sunda ala sana ya mbak :D
    Manteb banget nih ada lalapan dengan protein ikan, ayam nyaaam. Ada jengkol gorengnya juga, dengan tumis sayur kangkung :D
    Mana harga paketannya termasuk miring, di Jakarta mana ada segitu 200an bisa buat 5 orang :D
    Ooo jadi daripada zonk gak dapat tempat duduk sebaiknya reservasi dulu aja ya mbak, noted :D Aku pun lebih suka lesehan kalau datang ke resto kyk gitu :D

    Reply
    • Yup. Harga paket itu terhitung murah loh dengan banyak sajian dihadirkan. Praktis dan gak pening milah milih lagi. Pelayanannya juga lebih cepat juga kan karena sudah jadi standarisasi pelayanan.

  3. sebagai orang yang lahir dan besar bahkan menua di tanah Parahyangan, kuliner Sunda emang the best sih
    nasi liwetnya, pepesnya, termasuk ayam gorengnya yang khas

    ntar Lebaran anak-anakku ngumpul mau saya ajak kesini ah,
    eh buka gak ya?

    Reply
    • Wajib cobain kalau pas ke Garut Mbak. Sungguhan enak masakannya. One of the RM Sunda yang pernah saya sambangi.

  4. Suka sama suasana RM Saung Nyimas Garut ini. Apalagi melihat penampakan menunya. Pasti saya bakal lupa kalau satu sendok nasi liwet cukup, enggak tahan euy, pasti nambah satu sendok lagi ..dan lagi hihihi
    Lalu saya baca harga paketnya, terjangkau ini, untuk berlima lho…wah, bisa jadi jujugan kalau pas ke Garut nanti.

    Reply
    • Setuju Mbak. Beneran terjangkau. Apalagi kalau datang sekompi. Gak usah repot milih-milih lagi. Langsung aja bagi ber-5. Pilihan lauk utama ikan dan ayam aja sudah cukup kok. Apalagi porsinya besar-besar. Pokoknya wajib cobain pas ke Garut Mbak Dina. Recommended indeed.

  5. Kalau paketan seperti itu jatuhnya lebih terjangkau ya. Ikan nila-nya yang oke jumlahnya, belum lagi hidangan lainnya. Jadinya buat datang bareng keluarga memang lebih mantap yang paketan sih ya.

    wuaah Bu Annie ternyata diuji kesabarannya ketika akan mengabadikan momen di lokasi ya hehe. Memang begitu sih ya, adakalanya kala kita akan berfoto di tempat yang asik, eh ternyata kendalanya suka unik dengan kedatangan pengujung juga hihi.

    Reply
    • Bener Fen. Potongan dan kuantitas sajian paketnya juga banyak banget. Puas, kenyang, dengan harga ramah di kantong.

  6. Masya Allah, seru banget itu suasananya mbak. Berasa benar-benar lagi pulang kampung. Saya penasaran pengen coba nasi liwetnya itu, lihat fotonya saja sudah berasa aromanya. Kapan yaa bisa ke Garut. Huhuhu

    Reply
    • Semoga suatu saat nyampe ke Garut ya Mbak. Sekalian mampir dan makan di Saung Nyimas ini. Recommended dari saya pokoknya.

  7. Istilah-istilah yang dipakai di beberapa restoran sunda ada yang sama ya Mbak Annie. Kastrol nasi ini aku juga dipakai di beberapa resto.

    Aduh, sambal dadak ketemu ikan peda ama jengkol, ini mah selera aku bangetttt. Huwaaaa. Kalo ke restoran sunda kayaknya nyaris pasti ada jengkol dan peda-nya. Hahahaha.

    Salfok, naik kereta Panoramic Mbak Annie? Luar biasa. Happy banget pastinya. Terima kasih sudah review juga minusnya. Parkiran sempit. Jadi tahu dan bisa menyesuaikan jadwal kunjungan kalau semisal mau ke sana someday. Nuhun Mbak Annie.

    Reply
    • Sambal dadak dan peda itu padanan seimbang ya Mut. Apalagi ditambahi jengkol goreng. Alamak. Nasi berpiring-piring juga gak sadar habis hahahaha.

      Yup. Naik KA Panoramic jalur Bandung-Garut. Ceritanya nanti tak hadirkan di artikel terpisah ya. Salah satu dari pelayanan terbaiknya KAI deh.

  8. Membayangkan menunya aja udah bikin saya langsung kangen dengan masakan sunda. Ngumpul bersama keluarga besar. Udah kebayang itu nikmatnya. Apalagi suasana Garut yang dingin bikin nafsu makan semakin besar.

    Reply
    • Beneran cocok untuk makan bareng keluarga Myra. Ambil yang paket aja biar layanannya cepat dan gak pake mikir. Harganya juga ramah (banget) di kantong. Recommended pokoknya.

  9. Meski saya orang jawa Timur, beberapa kuliner sunda cocok di lidah saya
    Sayangnya di surabaya, pilihan resto sunda seperti RM Saung Nyimas Garut ini nggak banyak

    Reply
  10. Haduh salah nih mampir ke blog yuk Annie menjelang berbuka, malah ngiler duluan.
    Saya suka baceman yang potongannya besar. Selain suka rasanya, nenurut saya bisa sekaligus menilai skill yang masak, ahlinya bisa membuat bumbu meresap hingga ke tengah tanpa membuat tempe/ tahu hancur.

    Reply
    • Nah bener nian Nis. Masak lauk bacem tuh menurut aku idak mudah. Gulo merahnyo harus meresap nian. Jadi pas makan rasonyo lengkap di lidah.

Leave a Comment