Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas

Adzan maghrib baru saja berlalu. Saya bersegera menuntaskan waktu berbelanja di Raja Factory Outlet di Cimacan dan Ramayana yang berada di Jl. Raya Puncak. Tadi, sesuai kesepakatan dengan suami dan anak-anak, sehabis maghrib kami akan makan malam di Rumah Makan Alam Sunda yang sempat beberapa kali kami lewati.

Sejak rumah makan ini buka dan saya beberapa kali mengunjungi Ibu yang tinggal di Cipanas, saya belum pernah sama sekali makan di sini. Padahal bukan sekali dua kali saya melihat ramenya restoran dengan bau gorengan yang menyusup ke dalam indera penciuman. Mantab dan menggoda.

Berada persis berseberangan dengan Pasar Cipanas dengan jalur lalu lintas yang ramai dan lajur yang lumayan sempit, saya sering melihat parkiran di Rumah Makan Alam Sunda ini padat banget, baik mobil apalagi motor. Suara peluit tukang parkir sering banget terdengar nyaring.

Tapi kali ini sepertinya harus mampir karena rasa penasaran yang belum terjawabkan. Asumsinya sih kalau rame terus-terusan begini, pastinya sajian yang ditawarkan enak. Raos kata urang Sunda mah.

Yuk ah, Pengen tak buktikan sendiri.

Baca Juga : Spatula Coffee Roaster & Resto. Tempat Nongkrong dengan Makanan Enak, Istagenic dan Layanan Berkualitas di Cipanas

Ruang yang Lapang dan Luas

Alih-alih takut tak bisa memarkirkan mobil, persis saat kami datang, beberapa mobil tampak keluar dari area parkiran. Beruntung banget. Tadinya, kalau memang tak dapat parkir, kami akan kembali dulu ke rumah mengembalikan mobil kemudian naik angkot untuk mencapai Rumah Makan Alam Sunda. Toh rumah kami hanya berjarak sekitar 500 meter dan berada di jalur jalan yang sama. Naik angkot satu jurusan yang mengarah ke Pasar Cipanas. Simpel banget.

Seperti yang terlihat dari kejauhan, ruang makan di Rumah Makan Alam Sunda ini ternyata lapang dan luas. Plong dan tidak ada sekat yang membatasi. Di sisi luar ada beberapa penjaja makanan dorongan. Di sisi kiri dari arah masuk ada serangkaian meja panjang yang menyajikan pilihan makanan/masakan. Bagian tengah diisi oleh banyak meja panjang untuk makan dan ada kios khusus untuk melayani minuman. Sementara sisi yang menempel dengan sebuah dinding besar adalah beberapa area yang berisikan meja-meja pendek jika customer ingin makan sembari duduk di atas tikar. Lesehan istilahnya.

Tapi karena mempertimbangkan daging di perut yang membulat, saya memutuskan untuk duduk dan makan di atas meja seperti biasa aja.

Baca Juga : Sate Maranggi SARI ASIH. Warung Sate Murah, Meriah, Seru dan Berlemak di Cipanas

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Deretan meja layanan yang panjang dengan pilihan asupan yang sangat beragam

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Foto beberapa pilihan sajian dari jarak dekat. Ada sate usus, ati, ampela, cumi dalam ukuran yang cukup besar, udang, ikan asin. Semua tampak menyelerakan banget deh

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Tawaran aneka tumisan. Mulai dari sayuran dan lauk dengan berbagai saus dan topping. Makglek. Bingung gak sih milihnya

Melihat meja yang masih banyak kosong dan belum ditempati, saya langsung menuju ke sisi terujung dimana terdapat serangkaian pilihan sajian yang ditata dengan konsep buffet khas rumah makan Sunda.

Di sini terdapat aneka masakan setengah matang yang bisa kita taruh di piring besar kemudian meminta petugas untuk mengolahnya kembali. Berderet aneka lauk terhidang seperti ayam, bebek, ikan, cumi, udang, tahu, tempe, telur dan masih banyak lagi. Di satu meja khusus ada layanan masakan berbahan dasar sayuran. Lalu ada satu meja khusus untuk aneka sambal serta pilihan sop dan soto. Banyak dan berlimpah ruah. Sampe bingung milihnya.

Surga menikmati kuliner meski masing-masing memiliki preferensi yang berbeda-beda.

Satu yang saya lihat cukup mengesankan adalah board panjang dengan dominasi warna kuning yang terpasang besar di atas area buffet. Berbagai tulisan yang menegaskan bahwa Rumah Makan Alam Sunda memang menyajikan aneka opsi hidangan Sunda yang raos dan spesifik.

Sesaat setelah menerima kertas bon yang panjang dengan daftar yang bererot itu, saya melihat ada 52 pilihan sajian makanan dan tumisan sayuran dengan 15 pilihan minuman. Luar biasa.

Harga yang tertera pun gak bikin jantungan. Dari list yang tercetak pada lembaran bon berbentuk persegi panjang, saya mencatat bahwa harga terendah adalah untuk teh tawar di harga Rp 2.000,- dan tertinggi adalah udang dan tengkleng yang ditawarkan di harga Rp 55.000,-/porsi.

Di bagian atas struk bon ini tertulis dengan jelas bahwa Rumah Makan Alam Sunda adalah warung nasi khas Cianjur. Ah ternyata Cianjur pun punya ke-khas-an sendiri ya. Disamping tentu saja tidak beranjak dari konsep uniknya masakan Sunda yang sudah terkenal se-tanah air.

Pesanan Saya dan Keluarga yang Raos Tak Terkira

Kalau gak ingat daya tampung perut yang mulai terbatas, pengen deh rasanya dicobain semua. Hadeh hadeeehh. Saat berdiri di depan sederetan pilihan itu, saya mendadak terpaku. Pilihannya itu loh. Alamak. Tak ada yang tak menyelerakan.

Tapi akhirnya pilihan jatuh pada bebek goreng, ikan nila goreng, sate udang, ikan asin sepat, tahu goreng lalu dilengkapi dengan tumisan atau cah brokoli.

Selesai berkoordinasi dengan salah seorang petugas yang mencatat, saya pun bersegera menuju salah satu meja. Dan, tanpa disangka, tadi pas datang terlihat sepi. Tapi baru saja selesai memilih makanan, meja-meja yang tadinya banyak kosong tetiba penuh dan padat hingga ke bagian belakang (lesehan).

Sesaat setelah kami duduk. Datanglah satu petugas lagi dengan membawa sebakul nasi yang penuh membunjung. Dia juga menghidangkan lalapan yang terlihat segar dan bersih, cobek besar berisikan sambal setengah matang dengan potongan cabe dan bawang putih yang masih terlihat besar-besar, dan teh tawar.

Terus terang, baru kali ini saya lihat cobek batu yang besar dengan kantung yang begitu dalam. Apalagi terus berisi sambal merah merona menggoda. Astaga. Apa ini ya keunikan Rumah Makan Alam Sunda? Bisa jadi sih karena sepanjang pengetahuan dan pengalaman saya makan di sebuah rumah makan ala Sunda, saya belum atau tidak pernah menemukan cobek seheboh itu.

Lalu seperti apa penampakannya rangkaian pesanan kami tadi?

Sungguh diluar dugaan.

Awalnya saya berpikir, semua pilihan lauk tadi akan digoreng seperti biasanya. Tapi ternyata setelah digoreng, semua lauk ditaburi kriukan yang raos pisan. Meski lembut kriukan ini tetap crunchy. Nyaman banget untuk dikunyah. Apalagi tidak ada yang keras dan menggumpal. Renyah dan kaya rasa. Gabungan antara gurih dan asin yang tercampur dengan sempurna.

Ikan nilanya terasa segar dengan kualitas gorengan yang garing di luar tapi tetap lembut di dalam. Daging bebeknya lembut dengan bumbu yang sudah meresap. Mungkin karena sudah dibumbui dengan baik dan meresap sempurna sebelum digoreng. Ikan asin sepatnya pun empuk tapi tidak basah. Jangan tanya soal tahu nya. Di Jawa Barat rata-rata tahu nya selalu pada dengan rasa kedelai yang sarat. Tumisan brokoli yang diberi tambahan jamur nya pun terolah dengan sangat baik. Tak keasinan sama sekali. Nasi nya juga pulen deh. Pengen ngambil banyak, tapi sayangnya kami sekeluarga bukan pemakan nasi. Di rumah aja, 25kg itu bisa habis lebih dari dua bulan.

Suami sangat menyukai sambal cobeknya. Pihak Rumah Makan Alam Sunda bahkan membungkuskan sambal tersebut untuk dibawa pulang.

Berapa biaya yang saya keluarkan untuk makanan sebanyak itu?

OK saya rincikan ya.

Nasi sebanyak yang kami ambil dihargai Rp 14.000,- (kalo dari catatan bonnya sih tertulis untuk dua porsi). Bebek goreng Rp 35.000,-. Nila goreng Rp 30.000,-. Sate udang Rp 25.000,-. Ikan asin sepat Rp 10.000,-. Tahu goreng Rp 2.000,-/potong (saya ambil dua porsi). Cah brokoli Rp 25.000,-. Teh tawar dihitung gratis. Jadi total biaya yang kami keluarkan adalah Rp 143.000,-.

Kemahalan gak?

Menurut saya sih malah murah. Kalau mau dihitung rata per orang (kami bertiga) berarti dana yang saya keluarkan adalah Rp 47.000,-/orang.

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Tampak hidangan yang kami nikmati. Aneka gorengan : bebek, nila, tahu dan ikan asin sepat (sate udang tidak terlihat karena datang belakangan). Lalu ada cah/tumisan brokoli, secobek besar sambal, lalapan dan nasi sebakul penuh juga teh tawar

Baca Juga : Jelajah Rasa dan Kenyamanan di Resto Bumi Aki Puncak

Pengalaman Kuliner yang Menyenangkan

Makan di Rumah Makan Alam Sunda nyaris tak ada yang mengecewakan.

Tempat dan atmosphere nya asik. Memang sih setting up di dalam ruangannya tidak kekinian. Tapi sudah cocok lah dengan konsep warung makan. Karena biasanya warung makan lebih mengutamakan banyak tempat duduk. Simpel aja. Yang penting bersih dengan alur pelayanan yang juga gak ribet.

Kalo kualitas masakan sih sudah sesuai dengan selera saya, suami dan si bungsu. Raos lah pastinya. Harganya juga tidak berlebihan. Sayangnya saat kami berkunjung ke Rumah Makan Alam Sunda, si sulung tidak ikutan karena bercengkrama dengan Ibu di rumah. Kalau dia ikutan, dijamin nasi sebakul itu lahap dia habiskan. Apalagi dia penggemar kriukan dan goreng-gorengan yang kaya rasa.

Yang perlu sedikit dipoles adalah para petugasnya. Keramahannya masih di bawah standard untuk sekelas usaha di lini pelayanan. Meski repot dan super sibuk, mungkin manajemen Rumah Makan Alam Sunda bisa melatih para karyawan untuk lebih ramah dalam menyapa dan berkomunikasi dengan pengunjung. Gak usah yang berlebihan. Secukup dan sewajarnya saja. Setidaknya raut wajah terlihat adem dan tidak tegang seperti tutup salep.

Kebersihan ruang makan juga sebaiknya lebih ditingkatkan. Karena, menurut saya, unsur kebersihan berada di barisan teratas saat kita berbisnis kuliner. Siapkan beberapa petugas khusus yang memang menangani soal kebersihan ini. Mereka yang rajin serta cekatan membersihkan meja dan menyapu. Karena tidak setiap orang, dalam hal ini customer, yang sadar akan masalah kebersihan saat meninggalkan meja.

Tapi secara keseluruhan, saya mendapatkan pengalaman kuliner yang menyenangkan di Rumah Makan Alam Sunda. Poin tertinggi saya berikan pada masakannya. Khususnya gorengan kriuk yang super duper enak.

Harganya juga pas. Gak bangkrut buat nraktir orang sekompi atau makan sekeluarga besar.

Kapan kalian ada waktu main ke Cipanas, sempetin deh mampir ke Rumah Makan Alam Sunda. Lokasinya gampang banget untuk dicari. Persis di depan Pasar Cipanas. Signboard nya juga terlihat dari kejauhan. Keputusan untuk menggunakan warna kuning sebagai warna dasar logo/lambang juga sangat mudah untuk ditandai.

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Area makan yang luas dengan meja dan kursi panjang yang banyak

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Aneka gorengan pesanan kami dengan topping kriuk yang berlimpah ruah

Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas
Saya di salah satu sisi parkiran yang menghadap ke jalan raya. Signboard dan banyak tulisan dengan warna dasar kuning menjadi obyek pengenal yang dapat terlihat dengan mudah dari kejauhan

By the way, sembari menulis ini saya tetiba teringat saat ada undangan untuk berkunjung ke Lampung oleh pemerintah daerah Way Kanan. Saya pernah diajak menikmati hidangan khas Lampung yang dihidang seperti bancakan panjang dan dinikmati sembari duduk dan berkumpul. Ingin tahu lebih banyak tentang Lampung? Teman-teman bisa mampir ke tautan blogger Lampung yang juga adalah penulis Lampung.

Blogger, Author, Crafter and Photography Enthusiast

annie.nugraha@gmail.com | +62-811-108-582

30 thoughts on “Raosnya Sajian Rumah Makan Alam Sunda Cipanas”

  1. Murah mbak, makan bertiga dengan menu yang menggoda gitu cuma 143 ribu. Pantes aja rumah makannya selalu ramai pengunjung. Alhamdulillah nggak perlu berjuang naik angkot untuk bisa merasakan menu masakannya.

    Pilihan menunya banyak, jadi lain kali kayaknya mesti makan di situ lagi mbak

    Reply
  2. Harganya masih ramah, Mbak. Kalau ada jeroan, kayaknya saya bakal pilih juga. Sambal seperti itu termasuk yang saya suka. Tapi, kalau bikin sendiri di rumah nyaris gak mungkin, kecuali untuk diri sendiri. Karena suami saya sukanya yang diulek lebih halus. Jadi kalau saya bikin kayak gitu di rumah, pasti bakal dihalusin hehehe.

    Reply
    • Waahh jeroannya justru banyak Mbak Myra. Berlimpah ruah. Kalo Mbak Myra di sana pasti puas banget makannya.

  3. Hahaha daging di perut yang membulat :D

    Saya punkesulitan kalo lesehan, termasuk Duduk bersila untuk pengajian

    Padahal masakan Sunda enaknya sambil lesehan dan pake tangan ya, dan pakai alas daun

    Reply
    • Nah itu dia Mbak. Perut, pinggang dan kaki seperti sudah gak bisa diajak kompak lagi. Jadi ya kudu duduk di kursi biasa supaya nyaman hahaha

  4. Kalau menurut daku dari segi harga masih terjangkau itu Bu. Apalagi menu yang ditawarkan bikin segar untuk disantap. Bisa bolak-balik datang berkunjung hehe

    Reply
    • Betul. Terjangkau banget. Dengan kualitas asupan yang disediakan, pas lah ya. Kualitas dan harga sebanding lurus

  5. Makan makanan dari tanah sunda itu nikmat pisan. Bebek gorengnya menul menul terlihat nikmat. Untuk harga 143 ribu untuk menu yang variasi dan untuk 2 orang masih normal, kalau bentuk lauknya juga besar-besar gitu, hehehe. Ada harga ada rupalah ūüėĀ. Suka deh, baca wisata kuliner kayak gini dan tulisan bunda Annie selalu luar biasa.

    Reply
    • Nikmat luar binasa pokoknya Lit hahahaha. Muantab buangets. Nasi sebakul juga gak kerasa hahahaha

    • Banyak banget memang cabangnya. Barusan pas pulang via Tol Purbaleunyi dari Bandung ke Jakarta juga ada Alam Sunda di salah satu rest area.

  6. Mbak Annie, maaf. Itu foto-fotonya tolong dilengkapi dengan tombol yang bisa mengubah foto jadi makanan riil siap santap, ya. Jadi begitu diklik langsung bisa keluar dari layar laptop. Ya ampuuuun, ngabibita banget!

    Reply
    • Hahahahahaha. Seneng kalau foto-foto saya bisa menggoda hahahaha. Makanya paling seneng upload banyak foto untuk wisata kuliner, biar yang baca ngiler ya Mbak.

  7. Artikel ini benar-benar menggugah selera, mba. Hehe. Kuliner di Rumah Makan Alam Sunda Cipanas memang terkenal lezat yaa. Aku jadi tertarik pengon cobain menu-menu yang ditawarkan. Terutama karena pake bahan-bahan alami yang segar. Terimakasih atas informasi yang sangat bermanfaat, mba Annie

    Reply
  8. Pas baca ikan nila-nya segar tapi bumbu meresap, langsung kebayang wah rekomendasi oke nih, soalnya biasanya ada rumah makan kalo menyediakan masakan ikan ada aja kurangnya, uhh jadi kangen makan masakan warga Cianjur dulu waktu aku PKL di sana, disuruh makan di rumahnya, penyajiannya juga seperti ini, pake coet, pake bakul, rasa lapar langsung membuncah

    Reply
  9. Menunya semua terlihat menggugah selera Yuk.

    Sayang mereka nggak menyediakan kotak saran dan pendapat. Kalau ada, mending langsung diisi saja agar kedepannya para pelayan bisa di briefing untuk menjadi lebih ramah dan helpful ya

    Reply
    • Naaahhh bener tuh. Sepertinya wajib dilatih untuk soal keramahan itu ya. Pengen menyampaikan hal ini langsung ke mereka. Biar jadi lebih baik.

  10. Makanan Sunda inih memang bikin lupa kalo diet.
    Wkkwkk…sok-sokan diet ya, kak Annie.
    Aku mah suka banget disodorin macem sate-satean begini.. Jeroan pun hayuukk~

    Enaknya, menunya beragam dan puas banget makan di Rumah Makan Alam Sunda.
    Abis makan kenyang, alhamdulillah.. bobok semakin nyenyak.

    Reply
    • Kalau mampir kemari dan lambung ruangannya luas, semua pengen dicobain hahahaha. Apalagi nikmatin kremesannya. Makjleb enaknya.

  11. harganya ramah di kantong yaa, udah gitu pilihan makanannya juga banyak. duh saya ngiler lihat udang sama cuminya. seandainya dekat, saya mau banget makan di situ

    Reply
    • Semua menyelerakan Mbak Ira. Kalau gak ingat-ingat kemampuan lambung, semua pengen dicobain. Kapan ke Cipanas, wajib mampir kesini Mbak.

  12. Waduh, raos pisan sih ini mah ya makanan-makanannya kayaknya. Slurrrp. Dan iya, itu jatuhnya murah untuk ukuran makan di restoran. Makan di kaki lima aja sekarang mah bisa lebih dari itu. Dan aduh, kalo di Cipanas itu ya, enaknya memang makan. Aku kalo ke sana, makan apa pun kok rasanya enak. Bawaannya lapar mulu. ūüėĀ

    Reply
    • Hahahahaha. Bener Mbak Nia. Mungkin karena udaranya kali ya Mbak. Setiap ke Cipanas tuh pengennya makan terus sama minum minuman hanget. Ngeteh dan ngopi dah paling asik kalo di sana.

Leave a Comment