Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi

Photo of author

By Annie Nugraha

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi | Restaurant and Culinary Review & Featured | March 2026

Langit mulai menggelap dengan titik hujan yang perlahan datang, saat saya dan keluarga tiba di kedai Sop Mak Garang di Jatiasih, Bekasi. Kabar tentang lezatnya Sop Beremah yang pedas itu sampai di telinga suami yang hari itu bersemangat untuk membuktikannya sendiri

Suara teriakan dan tiupan peluit tukang parkir terdengar nyaring di telinga. Saya mendadak terjaga dari kantuk yang sempat hinggap selama dalam perjalanan dari Cikarang ke Jatiasih. Kemacetan yang cukup mengular sejak keluar dari pintu tol Bekasi Barat dan kemudian terhubung dengan Jl. Raya Jati Asih, membuat saya tak mampu menahan diri untuk tetap terjaga.

“Ayok bangun. Kita sudah sampe.” Telapak tangan kiri suami yang hangat tampak menggenggam tangan kanan saya dengan begitu eratnya. Saya mengangguk sembari menguap lebar. Melempar pandangan ke arah kiri, saya menemukan barisan mobil dan motor yang berjajar begitu rapat. Suara kesibukan memasak dan obrolan para tetamu pun terdengar pelan menyusup di telinga.

Dari tempat saya berdiri, kedai Sop Beremah Mak Garang tampak begitu luas melebar. Ada spanduk panjang menampilkan jenama Sop Mak Garang terpampang di ujung atap dengan barisan lampu yang tersusun rapi. Sementara di samping kiri pintu masuk terbuka itu terdapat sebuah bakaran kecil dengan seorang petugas yang sibuk mengipas otak-otak. Persis di atas di mana petugas ini berdiri, saya bisa membaca tulisan “Spesial Sop Pedas Beremah” yang terpasang begitu merasuk pandangan kita akan hidangan lezat yang disediakan tempat ini.

“Mau pesan Bu?” ujar sang petugas ramah.

Sebagai seorang penggemar sejati ikan dan olahannya, saya tersenyum lebar dan mengangguk ramah.

“Nanti saya antarkan ya Bu,” sambungnya tanpa menoleh dengan tangan gesit yang terus mengipas-ngipas.

Keramahan ini kemudian disambung oleh seorang petugas berseragam hitam dan mengarahkan kami ke tempat duduk yang berada tak jauh dari kolam ikan. Sebuah meja kecil dengan empat dudukan yang berada persis di tengah-tengah area makan.

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi

Sebuah lembar menu berwarna dilapisi plastik sampai di tangan kami. Si bungsu mengangguk lalu menyampaikan bahwa sejatinya kami bisa melihat menu dan melakukan pemesanan lewat sebuah bar code yang tersedia/tertempel di meja. Karena masih dalam kondisi mengantuk, saya memutuskan untuk tidak mengajak otak untuk berpikir lebih jauh dan memesan menu yang mirip dengan apa yang dipesan suami. Jika suami memilih Sop Beremah Pedas ukuran sedang, saya memesan Sop Beremah Tidak Pedas ukuran jumbo.

“Beneran Bunda mau pesan yang jumbo?” Tegur si bungsu dengan nada sedikit khawatir. Saya mengangguk dengan mata setengah tertutup. “Kalau gak habis kan ada Aa (anak sulung saya) yang menghabiskan.” Jawab saya enteng lalu menguap dan menunjuk si ganteng tersayang.

Astaga. Kok ngantuknya gak hilang-hilang sih ya.

“Mesen yang beda dong biar foto-fotonya cakep,” sahut suami sembari menjawil tangan saya dan kembali mengintip menu yang terpampang di handphone si bungsu. “Pesan Sate Garang Ayam aja kalau gitu,” ujarnya riang penuh semangat. “Buat dimakan rame-rame. Keliatannya juga enak dengan potongan daging yang besar-besar.”

Si bungsu segera mengangguk dan melengkapi pesanan kami siang itu dengan dua porsi Iga Bakar Garang untuk dia dan kakak nya. Sementara untuk minuman kami memesan Es Kelapa Jeruk, Es Timun Selasih, dan Teh Tawar Hangat.

Betewe, Es Timun Selasih nya ternyata menyegarkan betul loh. Minuman inilah yang akhirnya perlahan membantu saya menghilangkan kantuk. Kesegarannya juga nonjok banget di lidah.

Oia semua kemudian dilengkapi dengan sepiring otak-otak bakar isi sepuluh buah yang tadi ditawarkan kepada saya di depan pintu masuk.

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi
Sop Beremah Pedas ukuran kecil (kiri) dan sepiring otak-otak bakar (kanan)

Apa yang Membuat Sop Beremah nya Begitu Populer?

Saat pesanan kami datang satu persatu, saya langsung bersegera mencoba kuah Sop Beremah nya. Tentu saja setelah “menjatuhkan” potongan daun bawang dan cabe merah serta rawit yang ditebarkan di atas daging iga dan mengaduknya. Setelah itu saya menyiramkan kuah yang sudah tercampur dan diaduk tersebut ke atas daging lengkap dengan tulang yang gagah dan tebal itu. Wangi rempah langsung menyeruak, menggoda indra penciuman, dan memancing selera yang perlahan bangkit.

Karena yang saya cicipi ini adalah edisi pedas, kening saya langsung berkerut dengan mata memicing-micing. Lidah rasanya langsung terbakar, seperti berada di tengah-tengah api unggun yang sedang berkobar. Alamak. Mantab kali. Jujur saya akui kuahnya betulan seenak dan sesegar itu. Seperti sudah tercampur dengan serpihan atau remah-remah lemak dagingnya. Saat saya coba menyendok daging iganya, daging itu gampang terlepas dan super empuk saat dikunyah.

Sayangnya mangkok yang digunakan terlalu mini untuk ukuran iga sesemog itu. Gak sebanding dalam ukuran. Makanya saat dibawa dan dihidangkan di depan kita, daging iga seukuran itu besarnya terlihat istimewa bahkan dari kejauhan. Memang pada dasarnya besar sih tapi jadi tambah jumbo karena mangkoknya sempit. Dan yang bikin gemas adalah karena menggunakan mangkok kecil, kuahnya juga jadi terbatas. Padahal the most important point nya – menurut saya – adalah pada kuah sop nya. Karena jika pun di kuah sop hanya ada remahan rengginang daging sapinya, saya bakal cukup bersuka cita menikmati kuah ini dengan sepiring nasi putih dan membenamkan seluruh nasi dengan kuah sop yang berlimpah.

Yang tergila-gila pada tulang dan daging iga lengkap dengan kuah sop beremah dan berempah, makan di Sop Mak Garang bisa jadi pilihan yang jitu. Apalagi jika memang punya lambung yang dan fleksibel melar nya, pesan yang ukuran besar (isi dua potong iga) pasti memuaskan. Pastikan juga Anda menikmati sop berkuah daging ini saat masih panas ya. Sensasi gurih nya bakal lebih terasa.

Gak heran Sop Beremah ini begitu populer dan mencuri selera publik.

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi
Sate Garang Ayam (kiri) dan Iga Bakar Garang (kanan)

Bagaimana dengan pesanan lainnya?

Kedua menu (Sate Garang Ayam dan Iga Bakar Garang) yang diolah dengan mode bakaran ini, cukup menyenangkan. Bumbunya meresap dengan baik dan menggoda iman. Apalagi untuk saya dan keluarga yang memang menyukai iga dan olahannya. Keduanya lebih cocok dinikmati bersama kentang (kentang goreng atau mashed potatoes) karena lambung sudah overload dengan nasi berkuah yang didapat dari Sop Beremah. Apalagi iga bakarnya. Untungnya kedua anak saya memesan iga bakar ini dengan kentang goreng. Jadi secara “sentuhan rasa” kentang goreng ini langsung melengkapi presentasi sang iga.

Otak-otaknya gimana? Yah standar aja sih. Rasa ikannya “dipaksa kalah” dengan terigu yang digunakan sebagai campuran. Ukurannya juga langsing-langsing betul. Buka satu langsung masuk ke mulut semua. Nah yang enak itu justru kuah kacangnya. Gak terlalu kental tapi juga gak encer sangat. Pas banget.

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi
Area kasir (kiri) dan sebagian area lesehan (kanan)

Tempat yang Butuh Perhatian Lebih

Apa yang butuh perhatian lebih? Kebersihan dan penataannya.

Untuk saya yang selalu gelisah saat datang ke satu tempat kurang atau tak bersih, saya bakalan gak betah luar binasa. Apalagi saat melihat potongan sampah bertebaran dimana-mana sementara tak ada satu pun staff yang ringan tangan dan ligat untuk mengambil sapu dan pengki. Melihat namun membiarkan, tak tergerak untuk merapikan. Jujurly kondisi itu bikin saya gemas tak terkira.

Semua petugas berseragam hitam ini tampak repot dan kewalahan, mondar-mandir, menerima dan mengantarkan pesanan saja. Jika pun ada yang bebersih, ya cuma ngelap meja, membiarkan kotorannya jatuh, lalu tidak lekas menyapu.

Serangkaian hal fatal yang juga saya temukan kasusnya saat mencuci tangan dan berada di toilet. Alamakjang.

Untungnya saat itu mata saya lagi kriyep-kriyep dan kerap tak sadar tertidur karena kantuk yang teramat sangat.

“Untung Bunda lagi “gak sadarkan diri”,” ujar si bungsu sambil ngikik. “Kalau lihat tempat yang alergi sapu sama pengki, pasti udah ngomel-ngomel daritadi.” Kalimat ini disambut dengan tawa renyah suami dan si sulung.

Mata saya tetiba minta dibuka.

Saya akhirnya melihat bray. Omakjang. Apalagi saat melangkah ke wastafel kemudian memandangi area duduk plus memotret gubuk lesehan dengan kolam kecil yang warna airnya serba kecoklatan. Emosi saya langsung melayang-layang. Gatal mulut ingin memerintah beberapa petugas yang tegak mendiam karena sedang menunggu pesanan konsumen selesai dan siap diantarkan.

Lah daripada gak ngapa-ngapain kan mending bebersih bukan? Supervisor atau manajernya pada kemana ya?

Takut latah ngambil sapu, saya pun melambaikan tangan ke dua orang petugas yang lagi berdiri nganggur sembari ngobrol tersebut. Saya meminta bantuan mereka untuk, setidaknya, membersihkan dan mengangkat sampah-sampah yang ada di sekitar saya. Yah paling enggak di area kecil ini saja supaya mata saya gak sepet dan selera makan saya gak anjlok. Untungnya mereka paham apa makna sesungguhnya dari “perintah kecil” saya tersebut. Mereka berdua mendadak sregep, bergegas, membawa piring dan gelas kotor ke arah dapur serta menyapu lantai setaktis mungkin.

Suami pun terkekeh-kekeh gak jelas sembari menatap saya yang tanpa sadar memperhatikan kedua petugas ini dengan mata melotot dan bimoli (bibir moyong lima senti).

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi
Empat area makan. Gubukan, meja biasa, lesehan, dan ruang ber-AC di ujung sana (dinding kaca)

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi
Gubukan yang jumlahnya sangat terbatas. Kolam ikannya tolong dikondisikan kebersihannya ya

Kangen Sama Kuah Beremahnya

Belumlah tandas sop beremah di hadapan saya, niat untuk take away pun sudah tak tertahankan. Agar tidak lama menunggu, saya pun memesan sebungkus Sop Mak Garang dengan rempah-rempah dipisah dan tambahan kuah, lalu seporsi iga bakar tadi. Selain ingin menikmati sekali lagi kelezatan yang sedang bermain di indra perasa, saya ingin agar si Mbak di rumah bisa “mencuri resepnya” Maklum si Mbak ini mantan pegawai restoran. Sebagian besar masakan yang saya suka dan dibawa ke rumah bisa dia tiru dengan hasil hampir sempurna. Bahkan hingga kini, kuah rempah dengan serpihan lemak iga itu masih rajin dibuat. Tapi dia melengkapinya dengan potongan-potongan kecil sayuran agar lemak yang bercampur di kuah tidak menimbulkan efek seret di lidah.

Jadi kalau suatu saat kangen dengan Sop Beremah dari Sop Beremah Mak Garang, kami sudah punya solusi jitunya.

Eh iya, berapa harga setiap sajian yang kami nikmati?

Sop Beremah ukuran kecil Rp35.000,00, Sop Beremah ukuran besar Rp49.000,00, Sate Garang Ayam Rp29.000,00, Iga Bakar Garang Rp66.000,00, Es Timun Selasih Rp12.000,00, Es Kelapa Jeruk Rp15.000,00, dan Otak Otak Bakar isi 10 Rp50.000,00.

Harga standar sih menurut saya. Kecuali untuk otak-otaknya. Over price menurut saya sih. Apalagi jika dibandingkan dengan kualitasnya.

Recommended gak?

Bolehlah. Apalagi untuk yang doyan dengan sop kaya rempah dengan daging yang umami, gurih, dan menggugah selera. Datang di saat akhir pekan memang keinginan orang banyak. Asal sabar mendapatkan tempat parkir yang terbatas dan menunggu pesanan sajian diantarkan. Ramenya bukan main.

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi

Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi

IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com

9 thoughts on “Mencicipi Lezatnya Sop Beremah di Sop Mak Garang Jatiasih Bekasi”

    • Bener Mbak. Saya mulai menyukai es timun serut gara-gara makan di kedai ini. Duh seger banget deh. Bisa mengurangi atau setidaknya mengurai lemak-lemak iga yang nempel di lidah. Jadi penasaran pengen bikin sendiri di rumah.

  1. Buu semua fotonya mewakilkan suasana pulau Jawa yang lagi musim hujan ya…
    Emang cocoknya makan yang anget2 dan gurih2.
    BTW, kondisi resto yang jorok memang selalu bikin “ilfil”. Kalo ketemu manusia yang bersihan ya persis ke Ibu, langsung merintah bahkan tangan gatal pingin bersihin sendiri. Kalo area meja sendiri aku sellau bantu bersihin sendiri setelah makan, begitu jg area bawah meja. Tapi kalo area lain kek toilet dan sekitarnya ya ogah yaa…
    Makanya aku suka kena anyang2 mungkin krn keseringan nahan pipis karna selalu “takut” berhadapan dengan toilet umum, takut ketemu jebakan betmen yang bentuknya macem2.
    Di berastagi ada resto yang ramenya masyaallaah tapiiii semua tempat tetep terjaga kebersihannya. Makanya jadi langganan kalo main kesana ngga pingin makan tempat lain

    Reply
    • Wah sama Ci. Aku pun kalau toilet gak bersih, langsung hilang semangat buang airnya. Apalagi saat lihat peralatan dan perlengkapan toiletnya gak diperhatikan kebersihannya. Lantai gak dibersihkan dan airnya kecil. Duuhhh mending nahan dan nyari tempat lain dah.

      Beruntung ya ketemu resto yang menjaga kebersihan di Berastagi itu. Nyaman kita jadinya.

  2. jadi ingat kasus Warung Oseng Nyak Kopsah yang jorok dan jadi rame di media sosial

    emang bikin illfeel sih ya? Selera makan langsung ngedrop ngelihat area jorok di resto

    saya dan keluarga pernah gak jadi makan di nasi liwet Wongso Lemu Solo gara-gara jorok banget. Enggak selalu sih, mungkin waktu itu kebetulan sedang hujan dan pegawainya gak sat set bersihin lokasi makan

    Reply
    • Berasa ya Mbak. Ngefek banget antara kebersihan dan selera makan. Untungnya si petugas sregeb liat saya minta bantuan nyapu. Itu juga gak semua tempat. Ah entahlah. Semoga ini jadi perhatian si pemilik tempat ya. Sekali2 memang harus ngontrol. Toiletnya juga butuh banget perhatian. Tersedianya tisue, air yang banyak buat cebok, dan peralatan yang bersih di dalam kamar mandi. Air juga mengalir dengan baik.

  3. Sepakat, mangkoknya kurang gedhe tuh, daging iga melimpah sampai nggak muat, jadi nggak terendam sama kuahnya. Apalagi kuahnya cuma setengah mangkok gitu.

    Semoga kebersihan resto Sop Mak Garang ini lebih ditingkatkan lagi ya. Jadi kan pengunjung makin betah dan bakal balik lagi kalau menunya lezat, harga juga menurut saya nggak terlalu mahal. Eh otak-otak 50 ribu dapat 10 kan artinya cuma 5 ribuan. Sebagai orang yang jarang makan otak-otak, masih murah menurut saya mbak

    Reply
    • Iya Mbak. Tulang iga nya jadi keliatan penuh karena memang gak muat di mangkoknya. Padahal kalau terendam, menurut aku, bakal jauh lebih enak deh. Kuahnya juga harus ditambah biar puas menikmati remahan dagingnya dengan nasi yang lagi hangat.

Leave a Comment