Kemampuan Pemda Bali mengembangkan dan membuka area-area wisata baru memang patut diacungi jempol.  Bahkan untuk sebuah pantai, yang tadinya tersembunyi, dengan sebagian besar area adalah bukit kapur dan dijadikan tambang pasir dan batu untuk materi/bahan bangunan.  Hal ini terlihat sepanjang jalan menuju pantai.  Banyak beberapa spot pengerukan batu kapur yang terlihat semakin menipis dengan bongkahan-bongkahan kecil yang tersebar dimana-mana.

Diapit oleh 2 bukit batu kapur yang sudah dibelah dan diaspal dengan rapih, kita akan memasuki area wisata ini dengan rasa penasaran yang membuncah. Pada kunjungan kali pertama saya ke pantai ini, sambil menikmati jalan menurun sedikit berkelok, setidaknya saya punya perasaan penasaran seperti itu. Walaupun sebelumnya sudah pernah dikirim foto-foto pantai ini pada waktu uji coba pembukaan dan dari beberapa teman yang sudah berkunjung terlebih dahulu.

Saya pun terbuai dengan de ja vu, ketika menikmati jalan baru lintas selatan dari Pacitan menuju Ponorogo yang juga membelah bukit (tapi bukan bukit kapur) dengan pemandangan pantai di sisi kanan (jika kita berkendara dari arah Pacitan).  Bedanya adalah jika di sini suasana kering perbatuan kapur terlihat di berbagai sudut, sementara di Pacitan pemandangannya jauh lebih hijau.  Meskipun masih tergolong baru, jalur selatan tersebut mulai ditumbuhi pohon-pohon, bahkan terlihat banyak pohon kelapa ketika kita sudah mendekati Jembatan SOGE, yang menyisir pantai.

PANDAWA 9  PANDAWA 8PANDAWA 7

Berada di wilayah Kuta Selatan kabupaten Badung, tadinya saya mengira Pandawa adalah bagian dari Uluwatu.  Tapi ternyata saya salah.  Pandawa masih tergabung dan lebih dekat ke arah Nusa Dua.  Wah, pelajaran peta saya tentang wilayah Bali harus diupgrade nih hehehehehe.

Nama Pandawa sendiri tentunya diambil dari pewayangan yang begitu populer dalam budaya Hindu.  Tampaknya, untuk mensosialisasikan nama Pendawa itu sendiri, pada bagian sisi kiri jalan dinding batu, dengan jalan aspal menurun, kita dapat melihat ke-enam patung besar (sekitar 7-9meter) dari masing-masing anggota Pandawa.  Menurut info dari pecalang setempat, urutan patung adalah berdasarkan pangkat dan hirarki atau kedudukan. Jadi wayang dengan posisi tertinggi berada di tempat yang paling tinggi.  Ini berarti dari titik pertama kali kedatangan.  Berturut-turut patung yang nampang di situ adalah DEWI KUNTI, DHARMA WANGSA (yang kalo gak salah sering juga disebut YUDHISTIRA), BIMA, ARJUNA, NAKULA dan SADEWA.  Ketika saya berkunjung ke sana, patung-patung tersebut sedang dipoles dan dirapihkan, sehingga menutup kemungkingan bagi saya untuk mendapatkan foto terbaik.  Daaann…ini artinyaaaa…saya harus balik lagi ke pantai ini …hehehehehe….

PANDAWA - The HIdden Beach
PANDAWA – The HIdden Beach
PANDAWA - The Hidden Beach
PANDAWA – The Hidden Beach

Menuju pinggir pantai, memandang luas dari berbagai arah, kita disajikan bentangan payung-payung besar dengan puluhan tempat duduk. Angin panas terasa menampar-nampar pipi siang itu.  Bergelas-gelas soft drink dengan es pun asyik saya seruput sambil menunggui anak-anak yang larut bermain pasir bersih dan menikmati sentuhan busa-busa air laut.  Penjual minuman menuturkan bahwa biasanya pantai ini penuh mulai jam 3 sore, karena diantara jam 3sore menuju maghrib, pantai lebih berasa adem dan kulit tak terbakar panas matahari.

Di pelataran parkir, ada satu aula terbuka, yang digunakan oleh para penjaja makanan.  Karena terbilang masih baru, hanya 1/2 gedung yang sudah dipakai.  Jualan-jualan pun beragam.  Ada camilan anak-anak, rujak, gado-gado, nasi goreng, lotek lengkap dengan menu makan besar.  Yang merajai adalah penjaja minuman dingin terutama es kelapa muda.  Di seberang jalan dari aula ini, ada beberapa kios permanen berdinding semen yang sepertinya sudah disiapkan untuk kios cenderamata.  Terakhir saya kesana, akhir November 2014, kios-kios tersebut belum terisi.

Apa sih yang istimewa dari pantai ini?

Kalo menurut pendapat saya sih, karena uniknya batu kapur yang terbelah di sisi kanan dan kiri area masuk.  Jalan yang sedikit berkelok memberikan kesan tersendiri. Bahkan di ujung kelokan, disediakan space untuk parkir, sehingga kita dapat berhenti sebentar, berfoto dan memandang laut dengan scene yang lebih luas.

Selain itu, landainya area pantai terbentang panjang, bersihnya pasir dengan background dinding karang dan batu kapur, menjadikan lokasi ini bagus banget untuk foto-foto.  Pengelolapun telah secara permanen membuat pijakan semen dengan 1 level lebih tinggi dari bibir pantai, membuat kita sangat leluasa nongkrong menikmati deburan ombak, tanpa harus berbasah-basah ria terkena air.

Bertanya pada beberapa orang yang berada di sana (bukan pengunjung tentunya), saya tidak menemukan jawaban kenapa pantai ini dinamakan PANDAWA.  Tapi paling tidak, dengan adanya jejeran patung anggota Pandawa, memberikan kesan kuat dan sedikit tambahan pengetahuan kita tentang pejuang-pejuang legenda perwayangan dalam kepercayaan Hindu.

Mudah-mudahan dikunjungan saya berikutnya, daerah wisata ini sudah dilengkapi dengan beberapa guest-house atau hotel-hotel kecil untuk menginap, plus beberapa permainan water sport untuk keluarga dengan KEBERSIHAN yang tetap terjaga.  At least bagi para pecinta pantai (seperti saya) bisa menghabiskan waktu lebih lama di sini.

PANDAWA 4  PANDAWA 5  PANDAWA 6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here