Menemukan film dengan tema yang berbeda dari biasanya itu bikin penasaran. Karena dari film-film seperti ini biasanya lahir banyak pengetahuan baru meskipun alur ceritanya adalah sebuah fiksi atau gabungan dari fiksi dan non-fiksi. Begitupun untuk The Royal Tailor. Korean movie yang meluncur ke khalayak pada 2014 yang menceritakan pergolakan dunia fashion dan sekelumit kisah cinta yang terjadi pada lingkungan keluarga kerajaan di masa dinasti Joseon, Korea.

Dibuka dengan sebuah press conference yang dihadiri puluhan wartawan, seorang official tampak sedang mempresentasikan sebuah gaun haute couture milik seorang Ratu bernama Jeongseong 정성 atau Jung-sung , istri dari Raja Yeongjo 조영 Raja ke-21 dari dinasti Joseon. Sekilas tampil di layar kaca sebuah gaun dengan keindahan rancangan dan warna yang indah tak terkira. Gaun yang dipercaya menjadi titik awal munculnya design adidaya selama dinasti Joseon menguasai dan memimpin Korea.

The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Busana haute couture untuk Ratu Jeongseong | Photo source : crazyjcgirl.com

Sekilas Tentang Aktor dan Aktris Serta Peran yang Dimainkan

The Royal Tailor menghadirkan 4 orang tokoh penting yaitu Park Shin-hye sebagai Ratu Jeongseong, Han Suk-kyu sebagai Jo Dol-seok (fashion designer dan tailor utama kerajaan), Go Soo sebagai Lee Gong-jin (fashion designer dan tailor muda yang berbakat), dan Yoo Yeon-seok yang memerankan tokoh Raja Yeongjo.

Park Shin-hye (Shin-hye), Queen Jeongseong/Jung-sung

Buat para penggemar KDrama dan KMovie, nama Shin-hye sudah tidak asing lagi. Banyak drakor dan film yang dia perankan dan rata-rata mendapatkan perhatian yang besar dari publik. Mengutip dari tautan brilio.net 10 film dan drama terbaik yang diperankan oleh Shin-hye adalah Memories of The Alhambra, Heart Blackened, My Anoying Brother, Doctors, Pinocchio, The Heirs, Miracle in Cell No. 7, Flower Boys Next Door, Heartstrings dan You’re Beautiful. Saya sendiri sudah menonton The Heirs, My Anoying Brother dan The Call. Semuanya jempolan. Satu yang paling saya suka dari acting nya Shin-hye adalah sorot matanya. Berbicara banget. Terutama saat dalam kesedihan atau tekanan.

Selain sukses sebagai aktris, Shin-hye juga ternyata bersinar dibidang tarik suara dengan menyanyikan beberapa OST (Original Sound Track) dari sederetan KDrama. Dia juga sering menjadi Ambassador dari beberapa kegiatan seni termasuk untuk Universitas Chung-Ang dimana dia pernah menuntut ilmu. Membuka laman tentang dirinya di Wikipedia, gadis yang satu ini (ternyata) sudah sarat berita dan prestasi yang runut bisa kita baca. Profile nya sebagai aktris sudah gak kaleng-kaleng lah pokoknya.

Di film The Royal Tailor, Shin-hye, aktris kelahiran 1990 ini, berperan sebagai Ratu Jeongseong/Jung-sung. Seorang Ratu yang cantik berusia 20an tahun, istri pertama seorang Raja, tapi hidup dalam kesedihan karena ketidakpedulian Raja (si suami) padanya. Bahkan dikisahkan tidak pernah disentuh sang Raja sejak resmi menjadi Ratu. Entah apa yang membuat Raja memperlakukannya seperti itu. Sampai di klimaks ceritapun saya tetap tidak begitu paham akan alasan yang disampaikan oleh Raja. Karena toh sebenarnya, sang Raja sudah menyukai Ratu saat dia entry sebagai calon Ratu untuk Kakaknya (Raja sebelumnya) tapi tidak lolos.

Baca juga : THE TRUTH BENEATH. Kuatnya Kasih Ibu yang Mampu Mengungkap Sebuah Misteri

Han Suk-kyu (Suk-kyu), Jo Dol-seok (Dol-seok)

Aktor senior berusia 56 tahun ini berperan sebagai Jo Dol-seok. Seorang fashion designer dan tailor yang jasanya sudah dipakai oleh pihak kerajaan selama 30 tahun (3 dekade). Saat Raja Yeongjo naik tahta, Dol-seok dipanggil ke istana untuk menjadi Kepala Sanguiwon (departemen/bagian/kelompok kerja khusus yang menangani busana Raja, Ratu dan keluarga kerajaan).

Dol-seok ditampilkan sebagai orang yang perfeksionis, kaku dan keras hati. Satu-satunya orang yang berhasil melunakkan hatinya adalah Gong-jin. Seorang pria yang berprofesi sama dengannya tapi jauh lebih muda. Dol-seok berubah menjadi seseorang yang berhati kelam setelah terperangkap oleh sifat iri dan ketakutan yang dibangunnya sendiri.

Suk-kyu, menurut saya, berhasil banget memerankan tokoh Dol-seok. Gak heranlah. Karena Suk-kyu sebelumnya banyak memenangkan Daeksang Arts Awards (penghargaan tinggi untuk dunia seni di Korea) dan beberapa festival seni lainnya. Deretan filmography nya pun bererot kayak semut panjang berbaris. Sekali scroll down satu halaman itu gak cukup untuk membacanya.

Baca juga : THE CLASSIC. Takdir dan Warisan Cinta Ji-hye dan Sang-min
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Gong-jin mengajarkan teknik penenangan diri kepada Dol-seok | Salah satu scene yang saya paling suka | Photo source : hancinema.net

Go Soo, Lee Gong-jin (Gong-jin)

Lelaki kelahiran 1978 ini nyenengin banget deh ekspresi wajahnya. Kalau dalam bahasa Jawa itu sebutannya sumeh (gampang tersenyum) dengan garis muka yang warm dan friendly. Daftar film, drama, dan pencapaian awards nya juga bererot. Kalau ngeliat gayanya yang petantang petenteng di film ini, gak bakalan nyangka kalau dalam real life nya Go Soo sudah memiliki 3 anak dan sudah berusia 40an tahun.

Pemilihan Go Soo sebagai Gong-jin menurut saya pas banget. Bermodalkan wajah yang rupawan bonus gesture dan body language layaknya seorang lelaki flamboyan dan high quality jomblo, karakter Gong-jin berhasil diperankan dengan begitu baiknya. Penonton langsung dibuat gemes saat tokoh tampan ini pertama muncul di layar. Asik ngumpul, becandaan, kegatelan dengan banyak perempuan yang banyak mengidolakannya karena ketampanannya. Perempuan disekitarnya itu pun sangat bergantung pada Gong-jin karena lelaki inilah yang membuat mereka fashionable mengenakan busana dengan rancangan yang out-of-the-box dan tentu saja sexy buat dipakai.

Baca juga : THE LAST PRINCESS (Deok-hye Ongju). Mengungkap Kisah Sejarah Ye Deok-hye. Putri Bungsu dari Kaisar Terakhir Joseon, Korea.
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Gong-jin | Sang fashion designer and tailor yang revolusioner dan flamboyan dengan gadis-gadis penghibur yang jadi pelanggan baju rancangannya | Photo source : fareastfilm.com
Baca juga : ENCOUNTER. Romansa Cinta Mengharu Biru

Yoo/Ahn Yeon-seok (Yeon-sok), King Yeongjo

Aktor kelahiran 1984 ini ternyata juga bererot loh prestasinya. Tak kalah jika dibandingkan dengan 3 pemeran utama yang sudah disebutkan di atas. Banyak penghargaan yang telah diraihnya dari dunia perfilman. Yeon-seok bahkan sempat menulis sebuah buku berjudul Yoo Yeon-seok’s Dream di 2014. Suatu pencapaian yang berbeda dari aktor-aktor Korea kebanyakan.

Saya pertama kali nonton aktingnya Yeon-seok adalah di KDrama Mr. Sunshine. Di drama ini Yeon-seok memerankan karakter seorang samurai tapi memiliki garis darah atau keturunan Korea. Dia tampil layaknya gangster yang menjadi mata-mata bagi pemerintahan Jepang yang saat itu begitu getol menguasai Korea. Wajahnya yang cenderung Japanese dengan tinggi yang menjulang dan ukuran badan yang proporsional, menjadikan Yeon-seok cocok ditampilkan sebagai jagoan yang memakai busana tradisional. Termasuk sebagai Raja Yeongjo yang dia bawakan untuk film The Royal Tailor ini.

Tak kalah dengan 3 pemain inti di atas, Yeon-seok berhasil menjiwai karakter yang dipercayakan kepadanya yaitu sebagai Raja Yeongjo. Raja ke-21 dari Dinasti Joseon yang memiliki kepribadian labil dengan suasana hati yang sering berubah-rubah, uncapable dalam memimpin negara, dan cenderung kejam. Sejak kecil sang Raja sebenarnya sudah banyak mengalami tekanan sebagai pewaris tahta ke-2 setelah kakak lelakinya. Kakak lelaki inilah yang sering melakukan beberapa hal yang merendahkan harga dirinya. Mungkin ini yang akhirnya membentuk dia menjadi seorang pribadi yang tak elok untuk dijadikan contoh.

The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Baju berburu yang dirancang oleh Gong-jin untuk Raja Yeongjo | Photo source : pinterest.co.uk

Resensi The Royal Tailor

Rangkaian konflik dimulai saat Jubah Naga atau Gon-bok 곤복 milik Raja terkena api lilin saat sedang dirapihkan oleh beberapa orang petugas wanita di dalam istana Ratu. Jubah yang seharusnya dipakai keesokan harinya itu tampak mengalami kerusakan di sana-sini.

Ratu memanggil Dol-seok, si kepala Sanguiwon, untuk melakukan perbaikan tapi lelaki itu menyatakan tidak sanggup. Masalah ini akhirnya terpecahkan setelah salah seorang petugas keamanan kerajaan mereferensikan Gong-jin kepada Ratu. Karena waktu sudah sangat mendesak, Gong-jin pun diajak menghadap Ratu hingga menyatakan kesanggupannya untuk memperbaiki Gon-bok Raja itu dalam semalam saja.

MYEON-BOK 면복 adalah pakaian seremonial Raja yang dipakai untuk upacara pengorbanan kenegaraan yang diadakan di Kuil Jongmyo atau Altar Sajikdan atau untuk upacara resmi lainnya di Jeongjo (Pagi Bulan Pertama), Dongji (Titik Balik Matahari Musim Dingin), Johoe (Audiensi Istana) atau Napbi (Pernikahan) | Pranala : aindhae.com
MYEON-BOK 면복 dikenakan bersamaan dengan MYEOLLYUGWAN 명류 관 (mahkota Raja dengan manik-manik) dan jubah yang disebut GON-BOK 곤복, yang meliputi GONUI 고누이 (jubah dengan sulaman desain naga), JUNGDAN 중단 (jubah bagian dalam), PYESEUL 피슬 (ornamen sabuk), ikat pinggang, PAEOK 패옥 (ornamen giok), DAEDAE 대대 (sabuk lebar), SU (hiasan warna-warni), MAL (kaus kaki), SEOK (sepatu) dan GYU (pita jubah luar) | Pranala : aindhae.com
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Dol-seok mengenakan Myeon-bok dan perlengkapannya untuk Raja Yeongjo | Photo source : koreaifilmdrama.blog.hu

Awalnya Dol-seok meragukan kemampuan Gong-jin dan pengetahuannya tentang Myeon-bok. Tapi ternyata Gong-jin menguasai semua informasi tentang Myeon-bok. Bahkan berkat bakat dan keahliannya Gong-jin bisa melaksanakan tugasnya tepat waktu dengan tetap mengikuti pakem dan aturan adat baku untuk sebuah Jubah Naga. Hasil jahitannya pun dipuji oleh Raja Yeongjo. Raja sempat berucap bahwa Jubah Naga yang dikenakannya terasa berbeda dari yang biasa dikerjakan oleh Dol-seok. Begitu halus jahitannya dan pas di tubuh. Mendengar ini Dol-seok hanya menggangguk tanpa suara.

Ada satu kejadian yang juga sangat menarik adalah pada awalnya Gong-jin mengira bahwa Ratu pastilah orang yang sudah berumur dan tidak menarik. Jadi dia sempat pesimis dan underestimate tentang fisik Ratu saat diajak masuk ke dalam istana. Maklum Gong-jin kan biasa bergaul dengan cewek-cewek penuh polesan dan dengan tubuh aduhai. Alih-alih stuck dengan pemikiran itu, Gong-jin malah langsung jatuh terpesona saat matanya pertama kali melihat Ratu dari jarak dekat. Sejak itulah Gong-jin meneguhkan cintanya untuk Ratu Jeongseong. Dan bertambah cinta setelah tahu bahwa sang Ratu idamannya tak diperlakukan selayaknya oleh Raja Yeongjo. Apalagi ketika dia diinformasikan akan kehadiran seorang selir utama, anak kepala keamanan Raja, yang sering menghembuskan hasutan ke telinga Raja dan berlaku semena-semena dalam lingkungan kerajaan.

Berhasilnya Gong-jin memperbaiki Jubah Naga akhirnya membawa dia menjadi bagian dari Sanguiwon. Jadi anak buahnya Dol-seok. Ada satu scene yang menunjukkan ruang kerja Sanguiwon. Menarik banget deh untuk diamati. Di sebuah rumah khusus terdapat beberapa orang (mungkin puluhan) bekerja dengan semangatnya. Bagian tengah, dengan area yang lebih rendah, diisi oleh banyak orang dengan meja kayu dan keliatannya sedang menggambar atau menggunting pola. Sebagian besar pegawai di bagian ini adalah perempuan. Sementara di atasnya terdapat beberapa ruang bersekat untuk para penjahit. Kebanyakan penjahitnya adalah laki-laki. Mereka duduk khusuk dengan tumpukan benang dan kain yang siap dijahit. Nah salah satu ruang sekat tersebut ditempati oleh Gong-jin. Sementara di luar gedung/rumah ada sebuah halaman luas untuk memintal benang, pewarnaan dan pengeringan kain serta gentong-gentong besar yang berisikan air yang sudah diwarnai.

Duh keren banget deh. Baru kali ini loh saya nonton film Saeguk yang menghadirkan scene dengan latar belakang kisah mereka yang bertanggungjawab atas royal attire dari sebuah kekaisaran. Sesuatu yang berbedalah pokoknya.

Oiya, setelah menjadi anggota Sanguiwon, hubungan persahabatan antara Dol-seok dan Gong-jin pun semakin berkembang erat. Gong-jin sering mengajak Dol-seok yang berkepribadian kaku untuk lebih rileks menikmati hidup dengan salah satu caranya adalah menutup mata, mendangak dan mendengarkan semilir angin. Gong-jin pun diajarkan beberapa trik dan tip tentang menjahit pakaian resmi kerajaan dan memperhatikan bagaimana pintarnya Dol-seok dalam hal membuat hand embroidery. Gong-jin pun sempat memperhatikan jari jemari Dol-seok yang bentuknya rada aneh dengan ujung dan seputar kuku yang rusak akibat menjahit. Persahabatan yang terlihat begitu sempurna, saling mengisi dan saling mengagumi.

Baca juga : THE HYMN OF DEATH. Tragedi Cinta Seorang Soprano dan Sastrawan Korea
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Gong-jin yang dengan khusuk memperhatikan Dol-seok mengerjakan hand embroidery | Photo source : hancinema.net
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
SANGUIWON untuk Kekaisaran Joseon | Photo source : hancinema.net

Setelah bergabung dengan Sanguiwon, nama Gong-jin pun semakin tenar dan berkibar di masyarakat. Gong-jin membuat Hanbok untuk Ratu dengan rancangan yang garis potongannya sangat jauh berbeda dengan yang biasa dipakai. Keceh tak terbilang pokoknya. Kecantikan busana Ratu ini akhirnya menjadi trend fashion baik di lingkungan dalam kerajaan (baca: ibu-ibu pejabat istana) maupun sampai di masyarakat umum khususnya kaum wanita. Baju-baju buatan Gong-jin yang nyentrik pun laris bak kacang goreng. Rancangannya pun akhirnya menyentuh kaum lelaki. Banyak diantara kaum ini menikmati jahitan Gong-jin yang ternyata sesuai dengan bentuk tubuh dan tidak mengganggu gerakan di saat mereka berjalan maupun bekerja.

The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Hanbok rancangan Gong-jin untuk Ratu Jeongseong | Speechless deh dengan kecantikan design, bahan, serta padupadan warnanya | Photo source : hancinema.net

Mendengar berita bahwa selir yang jahat itu sering menyombongkan diri di hadapan Ratu bahwa dia telah berkali-kali tidur dengan Raja, Gong-jin membalaskan sakit hati Ratu dengan caranya sendiri. Dengan sengaja Gong-jin membuatkan baju Hanbok dengan model yang mempertunjukkan bagian dada untuk para pelayan wanita istana. Tujuannya hanya satu yaitu merontokkan iman Raja. Akibatnya Raja pun tak kuat menanggung godaan dan meniduri banyak perempuan berbusana yahud tersebut sehingga strata mereka yang tadinya pelayan mendadak naik menjadi selir. Kenyataan ini membuat si selir utama geram bukan kepalang.

Kekesalan dan rasa persaingan selir utama mendadak terlonjak pongah saat mengetahui akan ada acara penting dalam menyambut tamu Raja. Si Selir, yang akan mendampingi Raja dalam acara itu, meminta Dol-seok membuatkan gaun terindah supaya bisa menarik kembali perhatian Raja dan tentu saja semua undangan yang hadir. Gong-jin yang mendengar bahwa Ratu Yeongseong tidak diharapkan kehadirannya, mendesak wanita yang dicintainya itu agar mau datang ke acara tersebut dan berjanji akan mempersembahkan sebuah adibusana bagi Ratu jika dia meng-iya-kan permintaannya. Ratu pun setuju meski dengan keraguan dan berat hati.

Kesepakatan ini melahirkan satu scene yang sarat arti banget. Potongan adegan yang meskipun tidak lebih dari 10 menit tapi penuh dengan kesan istimewa. Apa sih adegannya? Itu loh saat-saat mendebarkan ketika Gong-jin harus mengukur tubuh ratu dalam rangka membuat busana yang dijanjikan untuk pesta yang disebutkan di atas.

The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Adegan saat Gong-jin mengukur tubuh Ratu Jeongseong | Photo source : viewofthearts.com

Awalnya Ratu meminta salah seorang gadis pelayan yang seukuran tubuhnya untuk melakukan pengukuran. Tapi Gong-jin menolak karena dia ingin mendapatkan ukuran presisi tubuh sang Ratu. Jadilah Ratu, yang tak pernah dekat dengan lelaki ini, tampak begitu gemetaran ketika Gong-jin pelan-pelan mendekatinya. Scene pun dibuat a bit slow motion dengan perpaduan sorot mata Ratu dan Gong-jin yang sesungguhnya sarat cinta terpendam. Meleleh hati ngeliatnya.

Gong-jin tampak menarik tali ukur, hingga hampir bersedekap dengan Ratu. Acting Shin-hye di bagian ini keren banget loh. Gerak tubuh tanpa suara, sorot mata, dan kerutan dahinya, bener-bener bisa menyampaikan pesan betapa groginya dia berdiri berdekatan dengan lelaki ganteng itu. Lelaki yang sesungguhnya juga (mulai) mengisi relung hatinya.

Berita tentang Gong-jin yang membuatkan Ratu sebuah adibusana inipun sampai ke telinga Dol-seok. Karena takut kalah pamor dan bersaing, apalagi Dol-seok hanya membuatkan baju untuk seorang selir, lelaki penjahit senior inipun didera ketakutan yang muncul dari dirinya sendiri. Dia diam-diam mengejar dan mencari tahu lembaran-lembaran rancangan Gong-jin dan riweh semriweh, tak percaya diri dengan kemampuannya sendiri.

Dan ketakutan itu pun terjadi.

The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Ratu Jeonseong yang tampil dengan busana haute couture rancangan Gong-jin | Busana yang menghentak kekaguman Raja dan semua orang yang hadir di acara itu | Photo source : frockflicks.com
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Photo source : frockflicks.com

Tidak ada kata atau kalimat yang mampu mewakili keindahan busana yang dikenakan Ratu. Saat Ratu muncul dari sudut pintu itu dan baru terlihat dari kejauhan aja, mata ini langsung terbelalak. It’s so fabolous yet stunning. Cutting, ornamen (kristal dan high-quality pearls yang tersemat), handmade embroidery, hingga sebuah bros besar di bagian dada, terlihat sangat sempurna. Perpaduan apik antara warna emas dan putih gading untuk adibusana dengan sentuhan laksana gaun pengantin Monarch ini, membuktikan bahwa rona kehidupan dunia fashion di jaman lawas sudah eksis memesona.

Yok. Lanjut dan balik lagi ke cerita filmnya.

Telak dikalahkan oleh Gong-jin karena kejadian di atas, ketakutan Dol-seok pun semakin menjadi-jadi. Takut kalah pamor, kalah pengaruh, kalah pembuktian skill dan kapabilitas di dunia fashion. Dol-seok akhirnya gelap mata dan memunculkan rangkaian fitnah atas Gong-jin. Menyebarkan info bahwa Ratu telah merajut cinta dengan Gong-jin dan lelaki fashionable itu sudah membuat pakaian Raja dengan menyelipkan jarum beracun di bagian dalamnya.

Gong-jin keras membantah. Tegas dia menyebutkan bahwa setiap baju hasil pekerjaannya selalu ada cap/logo Daun Pakis sebagai ciri khas. Dan ternyata benar tidak ada di jubah yang dimaksud.

Tapi meskipun tak ada bukti secara fisik tentang niat Gong-jin untuk membunuh, sang Raja sudah kadung sangat emosional, memutuskan untuk memenggal kepala Gong-jin. Atmosphere ruangan tempat mengadili pun mendadak kelam. Ratu yang turut hadir demi membela Gong-jin tak pun mampu melunakkan hati Raja. Bahkan Raja semakin geram begitu melihat Ratu mengenak Binyeo emas di sanggul kepalanya. Binyeo yang sesungguhnya adalah kado Ratu untuk Gong-jin dengan pesan “Berikanlah Binyeo ini untuk orang yang mendapatkan kasih sayang mu”. Duh menyentuh hati banget.

Baca juga : BINYEO. Yang Rupawan dari Fashion Klasik Korea

Beberapa Hal yang Berkesan Dari The Royal Tailor

Setiap hasil karya sinema yang saya tonton dan tuliskan di dalam blog, biasanya adalah sebuah karya seni layar lebar yang selalu meninggalkan kesan khusus di hati. Bisa jadi dari alur ceritanya, tema-tema unik, para pemerannya (aktor dan aktris yang berkualitas dalam standard penilaian saya), penokohan dan hal-hal lain yang membuat film atau drama tersebut jadi satu hidangan sinema yang patut untuk dipuji. Untuk The Royal Tailor berikut adalah beberapa keistimewaan yang begitu berkesan di hati saya pribadi:

  1. Tema unik tentang fashion. Mungkin sudah banyak film-film lain yang mengangkat tema ini. Tapi baru kali ini saya menonton film Saeguk Korea yang menghadirkan dunia fashion dan tailoring dengan bumbu kisah percintaan tersembunyi dan persahabatan yang hancur karena ambisi;
  2. Produk fashion, terutama adibusana atau haute couture yang ditampilkan;
  3. Kehadiran 2 orang tokoh fashion designer and tailor yang memiliki dunianya masing-masing. Seorang senior dengan pengalaman dan pengetahuan klasik dan otentik. Sementara di pihak lain ada si junior tapi besar dan berkembang dengan karya-karya busana yang cantik tak terbilang;
  4. Kenyataan bahwa ambisi pribadi mampu mengalahkan rasa kesetiakawanan, pertemanan, bahkan baiknya hubungan kerja yang sudah terbangun. Kadang ada sebab musabab nya tapi kadang juga hanya terpicu oleh sebuah kecemburuan, ketakutan diri sendiri dan alasan lain yang mengacaukan logika dalam berpikir.

Score saya untuk film ini adalah 9/10.

Layak banget untuk ditonton karena saratnya pesan moral yang ingin disampaikan dan tentu saja kehadiran busana-busana istimewa yang melengkapi tema utama dari film ini.

The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.
Photo source : Pinterest.com
The Royal Tailor.  Sekelumit Kisah Tentang Fashion dan Sepotong Cinta di Masa Dinasti Joseon, Korea.

#TheRoyalTailor #FilmKorea #ResensiFilm #KoreanMovie #ReviewFilmKorea

23 COMMENTS

  1. film bergenre klasik biasanya dijuarai oleh negara China, yg memiliki byk film populer klasik, namun kali ini menarik perhatian saya soal alur dan design baju hanbok nya yg sangat elegan

    • Kalo film Cina memang rata-rata klasik ya Mbak Gina. Saya juga suka. Film Korea yang satu ini temanya unik.

  2. Aakkk aku auto browsing tentang Go Soo setelah baca review ini.
    Ya ampunn, daebaakk banget nih. Ambu me-review-nya pakai hati bangeett
    aku beberapa kali dapat rekomendasi soal drakor penjahit baju Ratu ini, tapi blum tergerak buat nonton.
    kayakya ntar malam mau nonton ahhh
    ada park shin hye dan oppa Yoo Yeon Seok jugaaa duh, pasti bagus iniii

  3. Aakkk aku auto browsing tentang Go Soo setelah baca review ini.
    Ya ampunn, daebaakk banget nih. Mba Annie me-review-nya pakai hati bangeett
    aku beberapa kali dapat rekomendasi soal drakor penjahit baju Ratu ini, tapi blum tergerak buat nonton.
    kayakya ntar malam mau nonton ahhh
    ada park shin hye dan oppa Yoo Yeon Seok jugaaa duh, pasti bagus iniii

    • Tema yang unik selalu menghadirkan film yang juga istimewa. Para pemain utamanya juga jempolan. Jadi highly recommende lah untuk ditonton

  4. jika urusan fashion di Korea tentu memiliki trending sendiri apalagi seorang tailor menghasilkan karya spektakuler membuat kagum yang melihatnya. Apalagi kisahnya di kerajaan, penjahit ambil peranan penting untuk sebuah maha karya sebuah fashion. Penggunanya orang penting seperti ratu, bagus tentunya terlebih aktor dan aktrisnya memang profesional

    • Betul Mas Ferry. Dan ternyata di jaman dahulupun dunia fashion sudah mendapat tempat sendiri dalam sejarah itu sendiri

  5. Daku belum pernah nonton drakor tentang fashion dengan setting kerajaan seperti ini. Kalau dipikirkan jadinya lebih mewah malah ya persaingan tentang fashionnya, apalagi yang main malah si Go Mi Nam, alias Park Shin-hye hehe

    • Park Shin-hye film nya bagus-bagus menurutku. Apalagi film The Royal Tailor ini punya tema khusus juga unik.

  6. Hai, Mbak Annie. Wah, aku salut deh sama mbak. Menuliskan The Royal Tailor ini dengan ketjeh. Meskipun aku agak gimanaa gitu sebab aku ga mengikuti drama2 ini hehehe. Ceirta kerajaan, selir, fashion dan segala intrik2nya memang menjadi pusat perhatian cerita ya. Apalagi jika ditambah bumbu yang lain seperti pembunuhan, pengkhianatan dan sebagainya. Kasih 2 jempol hehehe :D

  7. Jadi ingat saya belum nonton ini
    Hampir semua drama Park Shin-hye udah saya tonton karena suka banget dengan acting nya
    Aktris dan actor Korea emang berdedikasi penuh dengan profesinya ya?
    Begitu memantapkan masuk Dunia hiburan Sebagai actor /Aktris mereka Kuliah di jurusan ybs

    • Film ini bagus banget menurutku Mbak Maria. Tema utamanya berbeda dari film-film Korea lain yang biasa kita tonton

  8. Jadi gimana akhirnya nasig Gong Jin, mbak? Jadi dihukum atau bebas.

    Mengambil latar belakang busana yang dipakai di jaman kerajaan, topik yang nggak umum ya mbak. Tapi tetap keren dan jadi tahu juga bahwa dari jaman dahulu pun, busana itu menjadi perhatian penting dan bisa menunjukkan kelas sosial pemakainya

    • Akhirnya dipenggal. Mati sia-sia untuk sebuah kecemburuan Dol-seok yang gak masuk akal.

      Iya. Kalau nonton filmnya, mata kita dimanjakan dengan visual fashion Saeguk dan tradisional yang luar biasa indah.

  9. Temanya agak antimainstream ya tentang fashion..dan ternyata detil banget penggambarannya. Mulai dari proses desain, hasil akhir diimbuhi cerita personal desainer dan pemakai bajunya. Penasaran jadinya sama barisan adibusananya…wah!!
    Aku bayangin scene betapa ndredegnya si Gong-Jin sama Ratu waktu ngukur tubuh itu.
    Dan poin terbaiknya, senang baca review The Royal Taiolor ini ditulis oleh Mbak Annie. Berasa nonton sendiri karena ngreviewnya daleem akai hati. Kan jadi kepo kalau begini hihihi

  10. Kalau mau menonton film kadang emang perlu mengenali pemainnya terlebih dahulu. Nah kalau pemainnya berprestasi seperti ini biasanya filmnya bermutu. Dan benar saja, dari membaca reviewnya aku jadi kepingin nonton…

    • Aahh bener Mbak Retno. Saya juga beberapa kali, sering malah, memutuskan nonton film setelah tau siapa aja pemainnya.

  11. Ini alur ceritanya agak beda sama drama kolosal biasanya ya mbak. Mengangkat tema fashion klasikal dengan akting aktris dan aktor papan atas ya wajar kalau dikasih nilai 9/10. Dan permasalahannya lebih ke persaingan antar selir ya, bukan perebutan kekuasaan seperti drama kolosal biasanya.

    • Iya Mbak Jasmi. Film Saeguk dengan tema berbeda dari yang biasanya. Persaingannya lebih ke para tailor yang bekerja untuk istana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here