Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Photo of author

By Annie Nugraha

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta | Restaurant, Culinary, and Featured | April 2026

Jika bukan karena rutin mendatangi Jakarta Eye Centre (JEC), saya mungkin tidak akan pernah bertamu ke Anomali Coffee Menteng. Keduanya berada di satu jalan dengan posisi yang tidak berjauhan. And what had happened then?

Semua bermula saat suami mengalami gangguan dalam penglihatan yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Tadinya kami mengira bahwa ini disebabkan oleh tingkat gula darah tinggi yang diidap belakangan tahun. Tapi ternyata mata suami diserang oleh katarak. Tidak hanya satu tapi kedua bola mata. Usia memang tidak menipu ya.

Setelah melewati berbagai pertimbangan dan fasilitas asuransi yang disediakan kantor, suami memutuskan untuk memanfaatkan jasa Jakarta Eye Centre yang berada di Menteng Jakarta sebagai fasilitas dan tempat untuk berobat.

Karena proses operasi tidak bisa langsung dilaksanakan, suami harus melewati berbagai pemeriksaan, berminggu-minggu, harus minum obat dulu, vitamin ini dan itu, hingga kemudian dinyatakan layak untuk dioperasi di rangkaian waktu yang sudah ditetapkan oleh dokter.

Prosesnya bertahap hingga akhirnya kedua mata tuntas dioperasi. Itu pun kemudian disambung dengan proses pemeriksaan ulang dan kontrol yang rutin harus dilakukan. Jadi jangan ditanya ya betapa semua rangkaian proses dan peristiwa tersebut memakan kesabaran yang luar biasa. Semua harus dilalui setiap akhir pekan, bahkan terkadang Minggu pun harus datang ke Jakarta Eye Centre karena ada appointment khusus dengan dokter yang bersangkutan.

Lah jadi panjang betul preambule nya ya.

Cerita setiap akhir pekan inilah yang akhirnya menghubungkan dan mendekatkan saya dengan Anomali Coffee Menteng yang posisi segaris/satu jalan dengan Jakarta Eye Centre. Jarak antara keduanya palingan cuma sekitar 100 meter. Walking distance. Gak heran jika disela-sela waktu menunggu ataupun menantikan pesanan obat selesai, saya seringkali ngacir ke Anomali Coffee Menteng. Membuang kebosanan hanya buat ngopi dalam tak lebih dari 30 menit.

Singkat saja pastinya, agar suami gak resah menanyakan keberadaan saya sementara saya bisa merasakan jeda menunggu selain menghabiskan berlembar-lembar buku. Maklum. Suami tuh melekat banget sama istrinya ini. Lagian gak mungkin juga kan saya mempercayakan suami nyetir sendiri setelah berobat atau proses operasi tersebut di atas.

Di lain waktu, jika sedang lowong, tidak ada kegiatan, dan tidak capek, si bungsu atau si sulung terkadang menemani. Nah kalau sudah dengan mereka, waktu berkunjung ke Anomali Coffee Menteng diisi dengan makan siang. Gak banyak sih. Hanya sekali dua kali. Tapi meski jarang, kesan anak-anak tentang menu Anomali Coffee Menteng sudah menjerat rasa yang begitu berkesan bagi mereka. Komentar mereka adalah enak, enak banget, dan gila banget enaknya.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Kedai Kopi dengan Sajian Nikmat

Di kedatangan pertama bersama suami, saya hanya sempat menikmati sepotong croissant dan secangkir kopi hitam. Sementara suami memesan paket kopi dan roti jenis lainnya (saya lupa namanya). Saat itu kami sudah tiba di RS pagi-pagi banget tapi dokter baru praktek satu jam kemudian. Jadi setelah melapor dan mengambil nomor antrian, kami pun mampir sebentar ke Anomali Coffee untuk bersantai sembari ngopi.

Selain menghaturkan dua jempol untuk kopi yang kami pesan, komentar suami saat itu adalah “Ke sini aja kalau bosan menunggu.” Saya hanya membalas dengan tersenyum. Bener banget. Di RS mata itu memang ada kedai kue dan kopi kecil di lantai dasar. Bahkan RS sering kali menyediakan kopi gratis di area menunggu praktik dokter atau bisa beli cold pressed juice dari sebuah jenama yang cukup ternama. Tapi kan tetap aja saya butuh masa untuk keluar dalam beberapa waktu.

Di kunjungan kesekian, bersama anak-anak, saya pun menyediakan waktu lebih banyak untuk dine-in. Pesanan tersebut adalah Mexican Corn Salad, Sesame Chicken Salad, dan Anomali Platter, dilengkapi dengan fresh orange juice, coffee latte, dan beberapa botol air mineral. Makan banyak ceritanya.

Hasilnya? Saya jadi ketagihan sama saladnya. Beneran seenak itu dan begitu melegakan rasa.

Bagi beberapa orang pandangan tentang asupan sehat ini bisalah dibuat di rumah. Tapi buat saya tidaklah segampang itu. Apalagi urusan masak dan dapur adalah pilihan kegiatan kesekian yang tidak masuk dalam kesukaan saya. Potongan sayuran dan number of ingredients nya mungkin bisa kita tiru. Tapi komposisi dan racikannya punya lain cerita.

Si bungsu sampai terniat memesan dua salad untuk take-a-way karena ingin “meniru resep” atau komposisi sajiannya. Sempat juga bela-belain ke salah satu supermarket kelas A yang menjual semua bahan baku yang dibutuhkan tanpa terkecuali. Tapi entah kenapa, si bungsu merasa ada bagian yang terlewatkan dan itu tidak dia temukan. Si bungsu merasa kecolongan padahal dia pembuat salad yang seluruh keluarga idolakan.

Tuh kan. Sesungguhnya selalu ada rahasia di setiap sajian ya. Ada kok yang tak mudah kita temukan meski paham akan sajian tersebut. Layaknya sebuah DNA. Chef in charge pastinya “menyelipkan sesuatu” agar hasil karyanya jadi sesuatu yang istimewa.

Gimana dengan platter nya?

Jangan ditanya. Hidangan serba gorengan ini juga tampaknya adalah olahan sederhana. Bahkan bahan-bahannya juga bisa kita temukan di supermarket. Isinya adalah keripik, sosis, kentang, dan cumi-cumi yang digoreng tepung. Semua kemudian dihidangkan dengan dua mangkok kecil berisikan sambal instan dan mayonaise.

Yang istimewa adalah kuantitasnya. Banyak banget. Saya awalnya underestimate dan tidak menganggap bahwa Anomali Platter ini hanya akan jadi menu sambilan. Tapi ternyata butuh tenaga, appetite, dan waktu ekstra untuk menghabiskannya. Apalagi saat itu saya menganggap bahwa platter ini hanyalah bagian kecil dari dua mangkok salad yang juga hadir dalam porsi heboh.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Suasana yang Mengasyikkan

Jika menilik banyak info yang tersebar di banyak tautan, Anomali Coffee Menteng beroperasi di waktu-waktu yang sangat strategis. Buka pukul 07.00 WIB, kita bisa numpang sarapan di sini. Tutup pukul 22.00 WIB. Waktu yang pas untuk tidak lagi makan malam.

Ah mendadak teringat. Dulu kantor saya ada di kawasan yang sama. Tapi mungkin waktu itu Anomali Coffee Menteng ini belum berdiri. Ah, seandainya sudah ada ya. Bisalah mengadakan breakfast meeting di sini.

Yang pasti sejak pertama kali berkunjung, kesan saya akan tempat ini selalu mengasyikkan dan menyenangkan. Tempatnya sendiri, secara fisik, tidaklah istimewa. Mereka menempati bangunan lama. Layaknya banyak bangunan vintage yang dimiliki oleh lingkungan Menteng. Lahannya luas dengan parking space yang cukup lega di halaman depan. Jika pun tamu banyak, kendaraan roda empat bisa parkir di bahu jalan. Kebetulannya, jalan Cik Ditiro di mana coffee shop ini berada, lalu lintas dibuat satu jalur. Jadi tak rentan dengan kemacetan.

Bangunan inti nya pun lebih tinggi dari jalanan depan. Ada teras depan yang luas betul. Bisa menampung banyak sekali tamu sekaligus tempat yang cocok untuk para ahli hisab. Di dalam full AC. Di bagian tengah ada pusat pelayanan minuman sementara di sekelilingnya ada tempat luas untuk para tamu duduk. Ada juga spot khusus untuk merchandise termasuk kopi bubuk, beragam kopi nusantara, yang bisa kita adopsi. Kemudian ada toilet dan musala kecil.

Saya seneng banget duduk tak jauh dari berderet mesin pembuat kopi ini. Setiap terdengar bunyi nnyyesss disertai oleh asap yang mengepul dari mesin itu, hidung saya seperti mendapatkan hiburan langka. Wangi kopi yang mengepul membuat saya serasa kembali ke masa di mana dulu masih sering bertamu ke kampung halaman almarhum Ayah di Pagaralam, Sumatera Selatan. Di sana, di kampung ini, minuman itu ya kopi. Atau ngeteh. Jarang banget lihat air putih dikonsumsi masal.

Tempat duduknya juga lumayan banyak. Meja dan kursi kayu dengan beberapa tanaman di beberapa sudut ruang. Dekorasi dalam ruang nya gak ada yang istimewa. Biasa aja. Malah menurut saya cenderung oldiest. Sepertinya dibiarkan 80-90% seperti asalnya. Beda banget lah dengan kebanyakan coffee shop di banyak tempat. But it’s oke sih menurut saya. Yang penting ruangannya bersih dan tetap nyaman untuk dilihat. Tentu saja dengan kualitas masakan dan atau sajian yang layak dapat apresiasi.

Suasananya juga asyik. Nyaman untuk berlama-lama. Saya seringkali melihat sekumpulan anak muda yang meeting di sini. Berkelompok, berduaan, bertigaan, maupun sendirian. Ada juga yang fokus, sambil bekerja. Duduk diam sembari memperhatikan layar laptop. Entah berapa cangkir minuman yang mampir ke mejanya. Mulai dari air putih, kopi, dan segala minuman berwarna. Kerja sambil makan dan minum. Budaya WFA (Work From Anywhere) yang sudah menjadi rutinitas terbarukan. Gak perlu datang ke kantor yang penting kerjaan beres.

Ramenya juga gak kenal waktu. Sarapan rame. Makan siang apalagi. Kalau makan malam saya belum mengalami. Tapi yang pasti kalau makan pagi, entah berapa cangkir dan berapa roti yang dihidangkan. Wanginya roti yang hangat sering membuat saya tergila-gila. Di makan siang, saya juga sering melihat nasi goreng dalam beberapa versi dihidangkan.

Eh mumpung inget. Fresh juice di sini tuh juga jempolan banget. Minta gulanya dipisah ya. Atau tidak pakai gula sama sekali. Sayang kan unsur keaslian dan kesehatannya kita gugurkan hanya demi menikmati manis. Dan ini selalu saya lakukan.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Indonesia Specialty Coffee

Setiap sebelum masuk ke dalam ruangan, saya selalu menengok ke sisi kanan teras. Khususnya ke sebuah dinding yang bertuliskan “Indonesia Specialty Coffee” Dalam satu waktu, entah yang keberapa kali nya saya melewati teras ini, saya kemudian jadi berpikir.

Apa yang sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh Anomali Coffee untuk statement ini?

Baiklah. Mari kita telusuri sumber informasi digital mereka www.anomalicoffee.com.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta
Anomali Coffee Statement | Sumber www.anomalicoffee.com

Lewat tautan tersebut di atas, ada beberapa informasi singkat yang membuat perhatian saya terpusatkan. Anomali Coffee yang berdiri sejak 2007 (sekitar 19 tahun dari saya menuliskan artikel ini) mentasbihkan diri sebagai roaster (usaha yang memanggang kopi hijau/green bean menjadi kopi matang dengan mengangkat dan mengoptimalkan kualitas rasa dan aroma) mengolah dan menyajikan berbagai kopi yang tumbuh di seluruh tanah air. Misinya adalah memilih, memilah, dan mempromosikan melalui pendidikan/ilmu dan rangkaian pengalaman. Visinya adalah agar publik lebih (jauh) mengenal bagaimana kekuatan dari sekian banyak kopi asal Indonesia.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta
Single Origin Coffee Map | Indonesia Specialty Coffee

Lewat buku menu yang tersaji hard cover dan well qualified information yet presentation, selain daftar makanan dan minuman yang ditawarkan, saya kembali melihat beberapa informasi yang mendukung konsep, visi, dan misi di atas.

Apa itu?

Ada sebuah lembaran khusus yang menghadirkan peta nusantara dan menampilkan beberapa titik penting produsen kopi berikut dengan rangkaian flavor yang menyertai, menjadi keistimewaan dan tentu saja specialties nya. Seperti Gayo Aceh, Dolok Sanggul Sumatera, dan Kerinci. Lalu ada Gunung Halu, Frinsa, dan Ijen untuk Jawa. Ulian, Kintamani, Kintamani Natural, Kintamani Honey, dan Kintamani Ulian untuk Bali. Mialo dan Bihuang untuk Toraja. Lalu Colol untuk Flores.

Mengiringi informasi di atas, Anomali Coffee ternyata juga menyediakan jasa dan sarana pelatihan tentang pengolahan kopi menjadi siap saji. Indonesia Coffee Academy namanya. Beberapa kelas regular yang ditawarkan adalah Basic Espresso, Basic Roasting, Advanced Espresso, Latte Art, Coffee Cuping, dan Manual Brewing. Kemudian ada juga Special Training Package seperti Full Training, Barista Technique, dan Barista Technique plus Coffee Cuping. Info lengkap tentang kelas-kelas ini bisa diintip via IG @Indonesia_Coffee_Academy.

Lewat official website mereka, Anomali Coffee juga menawarkan penjualan on-line produk-produk mereka. Khususnya untuk semua jenis kopi yang masuk dalam daftar specialty mereka dan tertera di buku menu yang apik itu. Baik yang berupa bubuk dan drip.

Cukuplah untuk mensosialisasikan Anomali Coffee kepada khalayak ramai dan tentu saja kepada para pecinta dan penggila kopi. Outlet mereka yang tersebar di beberapa lokasi penting di Jakarta dan juga di Bali, menjadi identifikasi bahwa jenama ini well managed dan mampu berkembang seiring dengan persaingan ketat di dunia coffee shop nusantara.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Tentang Ngopi yang Selalu Dirindukan

Rutin bolak-balik ke sini dalam beberapa bulan nyatanya kembali mengajak saya untuk semakin mencintai kopi. Mengingat kembali bagaimana dulu kopi hitam sudah menemani saya sejak balita. Beberapa orang dewasa di rumah saya, termasuk almarhum Ayah dan almarhumah Ibu, selalu memberikan saya secangkir kopi hitam setiap hari.

“Biar jantungnya kuat.” Begitu sih alasan yang membelakangi kebiasaan ini. Jujurly hingga kini saya belum menemukan teori sahih yang mendukung pendapat ini.

Dulu sekali, nenek di kampung (ayah dan ibu almarhum Ayah) suka mengirimkan sekarung kopi untuk kami nikmati di rumah. Yang tinggal di rumah kami juga banyak. Selain Om dan Tante kandung, juga ada beberapa saudara yang sekolah sekaligus tinggal bersama kami di Palembang. Rumah tuh terasa penuh banget. Ada yang kerja, kuliah, dan masih SMA. Sementara saya dan dua saudara lelaki saya masih TK dan SD.

Sekali hingga dua kali dalam sehari biasanya semua anggota berkumpul di ruang TV yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga. Tidak ada sofa yang empuk. Hanya ada karpet dan TV hitam putih yang layarnya ada di dalam box dan punya jendela geser untuk ditutup. Karena program TV hanya ada TVRI dan baru aktif menjelang sore hari, kami pun berkumpul di masa itu hingga selesainya program Dunia dalam Berita.

Nah sambil nonton inilah biasanya salah seorang tante menyiapkan kopi dan menghidangkan banyak camilan atau jajanan yang seringnya dia buat sendiri. Tante yang satu ini memang sekolah kejuruan masak, jadi adonan apa pun yang dikerjakannya selalu jadi rebutan orang serumah.

Akhir pekan biasanya lebih banyak lagi kopi dan waktu ngopi yang hadir. Sebentar-sebentar ngopi. Apalagi kalau pas ada tamu dari kampung. Ngopi tuh dah disiapkan di termos. Kalau di termos sudah mendingin, kopinya akan dipanaskan lagi. Herannya stok kopi tuh gak pernah habis. Kiriman dari kampung tak pernah putus karena memang kakek dan nenek tuh punya kebun kopi yang luas banget.

Jadi wanginya kopi dan keberadaan kopi sudah menjadi bagian dari nafas keluarga.

Saat saya bertamu di Anomali Coffee Menteng ini, saya mendadak ingat akan masa kecil. Saya menyesap kopi terbaik dan hidangan nikmat di jantung Jakarta. Pusat kota yang menjadi salah satu sentra kesibukan publik ibu kota.

Makasih Anomali Coffee Menteng untuk eksistensi nya. Tetaplah bertumbuh di banyak tahun ke depan. Hadirkan kopi yang menggugah rasa, menjawab kerinduan akan asupan hitam yang menyentuh banyak sisi kehidupan publik negeri ini yang sebagian besar adalah pecinta kopi sejati.

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta
Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

Anomali Coffee Menteng, Menyesap Kopi dan Hidangan Nikmat di Jantung Kota Jakarta

IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com

Leave a Comment