Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Banyak teman yang mereferensikan saya untuk mampir ke Bumi Aki Heritage Bandung. Semua menyampaikan bahwa resto yang berada di kawasan Riau ini memiliki penggabungan sempurna antara estetika visual dan kelezatan rasa. Dua kompetensi menarik yang membuat resto ini hadir bagai magnet para penjelajah kuliner khas Sunda yang umami tiada dua

Makan Siang yang Kesorean

Perjalanan hari ini, seperti biasa, sebelum meluncur ke rumah di Cimahi – Bandung Barat, kami (saya, suami, dan si bungsu) jalan-jalan dulu ke Bandung dan sekitarnya. Menepati janji yang sudah lama disampaikan suami berbulan-bulan yang lalu, rute kali ini adalah ke Masjid Raya Al Jabbar yang berlokasi di Gedebage, lalu menikmati makan siang di Bumi Aki Heritage di Jl. L.R.E. Martadinata (kawasan Riau). Keduanya ada di kota Bandung tapi dengan jarak yang lumayan jauh. Apalagi jika disertai dengan kemacetan khas weekend yang selalu menerpa kota wisata yang satu ini, Jadi saat tiba di Bumi Aki Heritage, waktu sudah menunjukkan pkl. 15:00wib. Makan siang yang sungguh kesorean.

Sebuah parkiran yang amat sangat terbatas tampak di depan mata. Bangunan sebuah rumah yang terlihat melebar dan masih dengan rancangan orisinal menyambut kedatangan kami. Di atap depan rumah ini ada logo dan tulisan Bumi Aki Heritage yang menandakan bahwa saya sudah tiba di tempat yang tepat. Dengan teras yang memanjang di bagian depan, Bumi Aki Heritage menyediakan beberapa tempat duduk serta meja yang cukup nyaman. Tampaknya sangat bermanfaat digunakan untuk menunggu atau area khusus untuk para perokok. Dengan posisi terpisah dan langsung terhubung dengan udara lepas, kondisinya sangat pas untuk ngopi dan ngobrol bagi para ahli hisab.

Saya cukup beruntung karena pas tiba, parkiran terlihat lowong. Jadi tidak mengalami kesulitan apapun untuk menitipkan kendaraan. Gak kebayang saat datang di jam-jam makan ya. Pasti sulit banget untuk parkir. Yah paling tidak kudu numpang di pinggir jalan/bahu jalan atau di gedung lain yang ada di sekitarnya. Ini, menurut saya, jadi pe-er buat Bumi Aki Heritage Bandung.

Melangkah masuk, beberapa orang petugas menyambut kami dengan ramah. Tidak ada barisan antrian karena memang bukan jadwalnya makan. Saya, suami, dan si bungsu langsung di tunjukkan beberapa tempat untuk makan di tempat. Di dalam rumah ini, di teras belakang, atau di bangunan/rumah yang terpisah dan ada di bagian belakang.

Karena matahari sedang cerah ceria menyinari bumi, kami akhirnya memilih bagian dalam bangunan depan karena hawanya terasa adem. Estetika visualnya pun sungguh menarik hati. Saya serentak membayangkan bahwa tempat/sudut yang saya pilih ini bakal cakep juga untuk foto-foto. Setidaknya meski berada di dalam gedung, cahayanya cukup proporsional.

Tak lama beberapa buku menu yang besar pun langsung kami susuri. Sayangnya ada beberapa sajian yang ingin saya coba sudah habis. Duh padahal pengen banget menikmati masakan per-daging-an (iga bakar) yang sudah bikin ngiler sejak berangkat dari rumah. Apalagi sejatinya saya tahu bahwa menu yang ditawarkan oleh Bumi Aki Heritage Bandung ini sama persis dengan Bumi Aki Heritage Puncak yang beberapa bulan lalu pernah kami sambangi.

Tentang Bumi Aki Heritage Puncak : Bumi Aki Heritage Puncak. Estetik Tempatnya Umami Sajiannya.

Setelah melewati beberapa pertimbangan, saya memesan Rujak Kangkung Cirebon (Rp27.500,00), Ayam Baby Isi Liwet Ketan (Rp110.800,00), Mie Kocok Bandung (Rp43.145,00), Sate Maranggi (Rp100.300,00) seporsi isi lima tusuk, Nasi Liwet (Rp16.800,00), Tahu Susu Lembang (Rp32.333,00) seporsi isi empat, Ikan Gurame Kecombrang (Rp168.833,oo) dengan minuman teh hangat (free flow), Dawegan (es degan dalam batok kelapa) (Rp36.975,00), dan Es Cendol (Rp34.600,00). Semua harga ini ditambahkan dengan 7% service charge dan 10% PPn.

Pricey? Yup. Untuk beberapa menu menurut saya over price. Tapi in second consideration, Bumi Aki Heritage tidak hanya menawarkan kuliner khas Sunda yang diolah dengan sentuhan premium – khususnya dari unsur plating dan visual – resto ini juga “menjual” kenyamanan dan keindahan tempat plus pelayanan yang lebih prima. Suami sempat meminta agar resto menghangatkan kembali rujak kangkung yang sempat diantarkan dan itu ditanggapi oleh pihak dapur dengan sesegera mungkin. Tapi karena jika dihangatkan akan berpengaruh kualitas kangkungnya, Rumah Aki Heritage memutuskan untuk langsung menggantinya. Respect!! Makasih loh.

Dari semua pesanan hanya Ayam Baby Isi Liwet Ketan yang kurang begitu pas di lidah. Kebetulan pula menu ini baru pertama kali kami coba. Meski penyajiannya menarik dan indah secara visual, rasanya serba nanggung. Tidak asin, manis, pedas, maupun gurih. Mungkin akan terasa “kena” di lidah saat dimakan dengan sambal dengan rasa atau gaya tertentu seperti misalnya sambal mangga, sambal matah, atau bahkan sambal setan yang terkenal super pedas menonjok lidah. Secara hitungan porsi Ayam Baby Isi Liwet Ketan milik Bumi Aki Heritage ini cukup besar. Lebih cocok untuk dinikmati berdua biar tidak terlalu mengenyangkan bagi si pemesan sehingga dia bisa mencicipi menu lainnya. Isi ketan juga – menurut saya – kurang pas. Diganti dengan nasi liwet seharusnya lebih dari cukup.

Favorit suami adalah Rujak Kangkung Cirebon. Entah kenapa belakangan bulan suami sepertinya ngidam sama yang namanya rujak kangkung. Kalau sambal rujaknya habis – tidak ada stok di rumah – biasanya dia langsung ngelencer ke Dapur Coet – resto Sunda yang gak jauh dari rumah – khusus untuk membeli sambalnya aja. Sementara untuk karbonya, suami menyantap mie kocok bandung dengan potongan kikil yang sudah bersih. Kuahnya juga pas gurihnya.

Saya sendiri menikmati nasi putih dengan ikan gurame kecombrang. Terutama bagian kepala dan leher yang dagingnya gurih. Gorengannya juga pas dan garing. Lalu tentu saja Tahu Susu Lembang. Doyan banget deh sama tahu dari jenama ini. Bentuknya semog, kulitnya garing meski hanya dikukus dan rasa susu di “daging” tahunya tuh menyentuh sekali di lidah. Saya hampir selalu stok tahu ini di rumah. Setidaknya setiap pulang dari Bandung, Tahu Susu Lembang menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa. Saya sering menikmati tahu susu yang cukup dibenamkan ke air mendidih dalam 5-10 menit dengan nasi putih hangat atau nasi goreng beserta ikan asin dan sambal. Sungguh kenikmatan makan yang luar biasa.

Untuk sate, rasanya juga oke. Pas dinikmati dengan gorengan oncom. Sama seperti saat saya menikmati jenis sate ini di Warung Sari Asih yang lokasinya bersebelahan dengan Warung Nasi Alam Sunda di seputaran Pacet, Cipanas atau di resto Sate Maranggi Hj. Yetti di Purwakarta. Yang bikin menarik adalah wadah sate yang mirip dengan wadah bakaran.

Kuliner Cikarang : Menyesap Lezatnya Masakan Rumahan di Dapur Coet Jababeka Cikarang

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Ayam baby isi liwet ketan ala Bumi Aki Heritage Bandung

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Es cendol ala Bumi Aki Heritage Bandung

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Sate maranggi ala Bumi Aki Heritage Bandung. Di sebelahnya adalah sambal oncom

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Tahu susu lembang yang dihidangkan oleh Bumi Aki Heritage Bandung. Saya selalu suka dengan tahu ini.
Kulitnya rada garing tapi isinya lembut banget. Sentuhan susunya juga sangat terasa.

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Gurame Goreng Kecombrang. Gorengannya garing, renyah, dan memanjakan selera para penggemar ikan

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Plating yang photogenic

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Tentang Kuliner Bandung : Surga Jajan Pasar di Toko Kue Lakker Braga Bandung

Membuktikan Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Keindahan Interior

Tadi, pada saat datang dan melihat area receptionist (penerima tamu), mata saya langsung terpaku pada keramik dengan sentuhan motif filigree. Nuansanya klasik dan begitu menyatu dengan ornamen bambu (chandelier dan wadah-wadah penerangan), lukisan, list kayu dan warna ruangannya. Untuk furniture nya sendiri didominasi oleh warna-warna alam, diantaranya cream, coklat dan turunannya, serta sedikit abu-abu yang melengkapi hitam.

Meja-meja kayunya juga terpasang rapi dengan nuansa klasik. Bangkunya dibuat beragam, baik dalam hal bentuk maupun warna dasarnya. Jadi di setiap sudut kita akan menemukan kursi dengan “bentuk”wajah” yang berbeda. Tapi meskipun ada perbedaan, keindahan interiornya sangat memanjakan netra.

Kekaguman saya bersambung saat memasuki satu ruangan makan yang sarat dengan sentuhan kayu, bambu, dan dinding bata merah. Mulai dari lantai, tiang, dinding, dan materi-materi penunjang. Untuk lampu/penerangan, Bumi Aki Heritage Bandung menampilkan kerajinan tangan wadah lampu yang terbuat dari bambu. Cakep banget. Jika pun ada tambahan dekorasi berbahan dasar besi, pemilihan penggabungan warna gold dan hitam, menjadikan nuansa area makan menjadi lebih homy dan adem.

Oia, di setiap meja makan disediakan alat pemanggil (seperti alarm atau jam meja) saat pesanan kita sudah tercatat ke dalam sistem dan tersampaikan ke bagian dapur dengan baik. Saya tidak begitu memperhatikan alat ini karena saat itu tamu sedang tidak banyak. Jadi proses pemesanan tidak memakan waktu banyak.

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Naksir berat sama keramiknya. Warnanya pun senada seirama dengan warna ruangan secara keseluruhan

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Area receptionist

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Saya terpaku di sudut ini. Kali ini memperhatikan kesesuaian antara keramik dan tempat duduknya.
Horden serta chandelier bambunya juga apik banget.

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Salah satu sudut interior design yang sangat saya sukai di Bumi Aki Heritage Bandung

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Sentuhan dekorasi berbahan dasar bambu untuk lampunya membuat ruangan ini jadi apik dan memanjakan visual.
Warna bohlamnya juga pas dengan warna bambu itu sendiri. Selera rancang dalam ruang yang butuh sentuhan tertentu.

Tentang Kuliner Bandung : Sesaat Menyesap Wanginya Kopi di Toko Kopi Djawa Braga Bandung

Menjelajah Eksterior yang Mengagumkan

Rampung memotret dan mengagumi interior apik milik Bumi Aki Heritage Bandung, saya bergegas melangkah keluar, menjelajah eksteriornya.

Dari bangunan depan – yang sepertinya adalah rumah lama – saya melangkah ke belakang. Saya menemukan sebuah dapur yang terdengar sibuk di sisi kiri. Ruangannya setengah terbuka tapi tak mudah juga untuk diintip. Di kanan atau berseberangan dengan dapur ini, berjejer meja dan bangku yang jumlahnya melimpah. Mereka diletakkan di pinggir sebuah taman dengan kolam kecil berisikan ikan-ikan yang ligat bergerak. Tak jauh dari kolam dan taman ini ada area main anak-anak. Gak besar sih tapi cukuplah untuk menghilangkan penasaran dan waktu menunggu bagi anak-anak yang cenderung cepat bosan.

Dari tempat saya memotret taman ini tampak sebuah bangunan dua lantai, berdinding putih dengan jendela krepyak jadul yang dikombinasi dengan kaca. Di lantai bawahnya ada sebuah area makan yang sangat luas. Sementara di terasnya berjejer tempat duduk lesehan dengan daya tampung yang cukup banyak. Setidaknya cukup untuk 8-10 orang dalam kondisi duduk melantai. Kalau udara sejuk dengan sinar matahari yang tidak begitu garang, lesehan di sini tuh pastilah nyaman banget.

Memandang ke seluruh kondisi luar ruang yang berada di dalam keseluruhan bangunan resto, saya kemudian (sangat) memahami mengapa banyak teman-teman yang mengatakan bahwa Bumi Aki Heritage Bandung memiliki penggabungan sempurna antara estetika visual dan kelezatan rasa dari hidangannya. Meskipun terasa padat oleh area bersantap, pihak resto tentunya tak ingin melepaskan satu sudut pun tanpa melewatkan kesempatan menerima tamu yang ingin bersantap di sini.

Tak bisa saya bayangkan berapa jumlah tetamu yang mampu ditampung saat akhir pekan atau di waktu-waktu liburan. Kesibukan maha dahsyat pasti sangat terasa di area luar ruang ini. Saya duduk di salah satu tempat lesehan yang sedang kosong lalu sekali lagi menebarkan pandangan. Persis berseberangan dengan titik saya duduk, saya melihat satu teras kecil yang disediakan khusus untuk live performance. Setidaknya di sana ada sound system lengkap dengan amplifier, keyboard, dan dua buah gitar listrik. Ada asumsi bahwa Bumi Aki Heritage memang sering menyajikan live music mengiringi waktu-waktu bersantap. Cuma saya lupa menanyakan kapan pertunjukan di sana itu berlangsung.

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Bangunan tambahan di taman belakang. Terlihat bersih dengan warna putih.

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Taman dan kolam ikan yang berada di antara bangunan depan dan belakang. Suara gemercik air hadir membangkitkan kenyamanan

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Taman dan bangunan depan yang saya foto dari toilet yang ada di belakang

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa
Area makan dengan tenda sarnafil yang cakep banget dan udara terbuka. Cocok untuk para perokok.
Kalau duduk di sini malam-malam tampaknya asik ya. Ngobrol dengan lampu-lampu penghias taman dan kolam

Tentang Kuliner Bandung : Rela Mengantri Demi Dim Sum Enak di Bandung

Rumah Kakek yang Menyenangkan

Bumi Aki alias Rumah Kakek yang belum lama saya kunjungi itu sungguh meninggalkan kesan untuk saya pribadi. Sajian otentik khas Sunda yang diwakilkan oleh kata Heritage, tentunya membawa kita – para penggila kulier asli nusantara – semakin mencintai masakan khas bumi parahyangan. Sentuhan kesederhanaan yang biasanya saya kecap dari banyak warung nasi di sepanjang jalur provinsi Jawa Barat, seperti misalnya Warung Nasi Alam Sunda dan Dapur Coet Jababeka Cikarang, kemudian terdongkrak eksistensi kelasnya dengan kehadiran resto Sunda premium seperti Bumi Aki Heritage ini.

Seperti yang sempat saya tuliskan di awal, Bumi Aki Heritage Bandung tak hanya unggul di cara menyajikan asupan, berkelasnya pelayanan dan waiter crews nya itu sendiri, mereka juga menghadirkan tempat yang sophisticated dan ambience resto skala premium. Itu yang pada dasarnya yang mereka tawarkan kepada publik. Untuk memanjakan lidah dan indera perasa, bisa toh kita dapatkan dengan mudah di banyak warung nasi ala sunda yang bertebaran dimana-mana. Dengan ruang makan yang dirancang sederhana, presentasi rasanya tak kalah berkualitas dengan premium restaurant seperti Buki Aki Heritage Bandung ini.

It’s us to decide. Kalau saya sih orangnya fleksibel dan bukan picky eater. Kecuali apapun yang mengandung susu pekat yang terkadang membangkitkan alergi saya. Makan di warung hayok, makan di resto mahal juga oke aja. Selama itu halal dan ada rezekinya, saya dan suami selalu menyempatkan diri untuk mencoba aneka kuliner di berbagai tempat yang direferensikan oleh banyak orang atau yang memang (sangat) layak untuk dicoba.

Yang sering menggoda dan menjadi sumber rasa penasaran adalah unggahan beragam destinasi kuliner yang hadir di Instagram (IG). Apalagi saat melihat tempatnya istagenic, estetik dengan rekaman-rekaman penyajian asupan yang bikin ngiler dan tempatnya gampang/mudah untuk dijangkau, biasanya saya dan suami langsung tergoda. Dan itu tentunya bonus semangat agar saya semakin rajin memotret, melatih skill di dunia food photography yang terus berjalan seiring sejalan dengan keinginan kuat untuk menuliskannya, menceritakannya kembali, dan menjadi pertinggal bahwa di tempat itu ada jejak dan rasa saya yang tertinggal.

Tentang Kuliner ala Sunda : Menyesap Lezatnya Masakan Rumahan di Dapur Coet Jababeka Cikarang

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa

Blogger, Author, Crafter and Photography Enthusiast

annie.nugraha@gmail.com | +62-811-108-582

13 thoughts on “Bumi Aki Heritage Bandung. Penggabungan Sempurna Antara Estetika Visual dan Kelezatan Rasa”

    • Saya motret pakai dua HP aja Mbak Irra. Satu iphone, satu lagi android (Oppo). Yuk belajar motret Mbak biar bisa support tulisan kita. Apalagi jika membahas tentang traveling dan culinary.

  1. Hmmm, padahal daku penasaran sama si Ayam Baby Isi Liwet Ketan itu, mengingat kok ayam dengan ketan kan jadi mupeng. Ee.. tapi rasanya nanggung ya Bu Annie. Padahal tetbilang lumayan juga harganya

    Reply
    • Iya Fen. Menurutku gabungan antara ketan dan ayam goreng tepung itu kurang pas. Mungkin bisa ditambah dengan aneka sambal yang unik ya biar rasanya bisa lebih bisa dibangkitkan. Lebih nendang gitu.

  2. sering ngelewatin nih Bumi Aki Heritage

    untung Mbak Annie nulis review-nya, karena kayanya harus sekeluarga ya kalo makan di sini

    Memang pricey sih, karena kita juga membayar suasana dan pelayanan yang ramah ya?

    dan yang pasti rasanya lezat, karena tujuan pengunjung kan buat makan, bukan sekadar cari kenyamanan resto

    Reply
  3. Sebagai yg tinggal di Bandung, saya malah belum pernah nih ke Bumi Aki Heritage nih…
    Es cendolnya pakai nangka endes banget. Gurame gorengnya paling suka nih. Aku td bingung, apa sih Baby Ayam? Taunya ayam isi, tapi isi ketan ya? Hum…penasaran juga tapi…
    Foto¬≤ Yuk Annie selalu lengkap dan keren…

    Reply
  4. Kayanya aku justru makan di Bumi Aki Heritage bukan di Bandung, tapi perjalanan menuju Sumedang apa yaa.. Kalau untuk lokasi sih, mantap. Nyaman banget dengan semua fasilitasnya. Tampilan makanannya pun oke. Aku suka banget menu-menu sunda yang beneran bikin jatuh cintaaa.. made by lafff bangeettt…

    Reply
    • Mereka ini ada dua kualifikasi Len. Nama resto yang disertai dengan kata HERITAGE khusus menghidangkan menu-menu otentik Sunda. Sementara yang tanpa kata Heritage masakannya lebih umum atau ada yang non-sunda juga.

  5. Awalnya saya kira berada di propinsi Riau Mbak. Ternyata di Bandung kawasan Riau. Dan Saya setuju estetika visualnya dari foto yang terpajang, dapat sekali. Dari situ saya malah bisa membayangkan rasanya. Pasti enak-enak semua.

    Reply
    • Fasilitas dan keindahan visual yang bikin kita betah berada di dalam restonya. Jadi Bumi Aki Heritage selain menjual sajian yang sedap, atmosphere di dalam restonya juga sedap untuk direkam lewat kamera. Paduan dan strategi sales yang sempurna.

  6. Waaah saya sering lewat depannya aja ke bumi aki heritage ini kak Annie. Dalemnya keliatan cozy banget buat makan. Duh jadi penasaran sama rujak kangkungnya deh. Di setiap meja ada alarm buat manggil ya. Unik dan jadi lebih mudah buat manggilnya

    Reply
    • Kapan2 mampir Mbak. Sajian2nya oke banget. Tempatnya juga bikin betah. Kalau cuaca sedang ramah, duduk di teras belakang tuh pastinya asik banget.

  7. Desain interiornya banyak dari kayu ya Bu Annie, pastinya seperti menyatu dengan alam. Lalu saya ngiler banget sama hidangan satenya. Yakin deh itu pasti lezat banget untuk disantap. Bandung memang selalu menawarkan kenyamanan untuk wisatawan menginap di hotel maupun penginapan lainnya

    Reply

Leave a Comment