Salah satu drama sentimental yang begitu menyentuh hati. Drama korea yang mengangkat topik tentang keberadaan seorang lelaki berkebutuhan khusus dan yatim piatu ini, sudah menghadirkan greget yang tak terlupakan mulai dari episode pertama.

Lahir dari sebuah essay yang berjudul Nothing’s Left Behind yang ditulis oleh Kim Sae-byul seorang trauma cleaner, 10 episode yang dihadirkan mengajak kita untuk lebih memahami arti kasih sayang dalam sebuah keluarga, antar sahabat dan antar manusia meski tidak saling mengenal sebelumnya. Bagaimana kita akan direkatkan satu sama lain dalam suatu ikatan, baik itu sebagai saudara sekandung maupun tanpa ikatan darah. Inilah yang menjadi satu bagian penting yang ingin dihadirkan oleh Move To Heaven, korean drama yang dibuat oleh Netflix.

Baca juga: PAWN. Saat Cinta dan Kasih Sayang Tak Terbatas Oleh Hubungan Darah

3 Pemeran Utama dengan Penokohan yang Maksimal

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Main Role (left to right): Lee Je-hoon sebagai Cho Sang-gu, Tang Joon-sang sebagai Han Geu-ru, Hong Seung-hee sebagai Yoon Na-moo

Tang Joon-sang (Han Geu-ru)

Saat melihat wajah Geu-ru ditampilkan di episode pertama, saya sempat memutar otak, berpikir dimana ya pernah lihat wajah aktor yang satu ini. Mendadak buru-buru buka profil Joon-sang dan menemukan bahwa aktor kelahiran 2003 ini pernah main sebagai salah seorang prajurit/anak buahnya Kapten Ri (Hyun-bin) di drama Crash Landing On You (CLOY). Meskipun belum diberikan slot peran yang dominan tapi kehadiran Joon-sang untuk CLOY cukup menyita perhatian. Raut dan garis wajahnya yang polos dan selalu mengingat ibunya yang tinggal jauh di sebuah desa, sempat menghadirkan keharuan tersendiri.

Karakter Geu-ru yang diberikan kepada Joon-sang menurut saya sangat menantang. Geu-ru dikisahkan sebagai seorang lelaki berusia 20 tahun yang memiliki asperger syndrome (AS) atau yang disebutkan juga sebagai asperger. Sebuah gangguan saraf yang ditandai dengan kesulitan yang signifikan dalam interaksi sosial dan komunikasi non-verbal. Diikuti juga dengan pola perilaku dan minat yang terbatas dan berulang. Tapi meskipun begitu, syndrome ini tidak mengganggu kecerdasan. Dari sebuah tautan yang saya baca, asperger biasanya terlihat/dimulai sebelum seorang anak berusia 2 tahun dan dalam banyak kasus tidak pernah sembuh.

Tokoh Geu-ru yang dideskripsikan di drama ini adalah seorang penderita AS dengan ingatan yang kuat luar biasa, sangat logis dalam memikirkan sesuatu, dan sangat sulit beradaptasi dengan orang baru terutama mereka yang memiliki kebiasaan berbeda. Geu-ru adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menelaah sebuah benda bahkan bisa menceritakan uraian keberadaan dan hubungan suatu benda pada atau bagi seseorang. Jadi disetiap dia melaksanakan tugasnya sebagai “pembersih barang” mereka yang sudah wafat, Geu-ru selalu berhasil memecahkan teka-teki atau kisah yang membelakangi sebab musabab seseorang itu mengakhiri hidupnya.

Geu-ru bukanlah seorang paranormal atau indigo, tapi lewat kelebihannya dalam mengingat dan menelaah menggunakan cara berpikir yang logis, dia berhasil menghubungkan apa yang tersimpan dan belum terselesaikan oleh almarhum/almarhumah. Dengan mengumpulkan dan menyortir barang-barang pribadi yang wafat dalam sebuah kotak kuning, Geu-ru seringkali mendapatkan banyak rangkaian kisah yang belum terungkap atau diketahui oleh keluarga atau ahli waris mereka yang sudah wafat tersebut.

Penemuan-penemuan inilah yang menjadi jalan cerita terkuat dari berbagai kisah yang dihadirkan dalam Move To Heaven. Selain tentu saja chemistry yang terbangun antara Geu-ru dan orang tua sambungnya atau wali yang ditunjuk oleh kedua orang tuanya (sang Paman) beserta beberapa tokoh pendukung yang mendampingi Geu-ru meneruskan bisnis Ayahnya yang diberi nama Move To Heaven.

Terselip diantara rangkaian kisah tentang kegiatan Geu-ru dalam bisnis pembersihan ini, kita diajak mengharu biru saat bagaimana Geu-ru bisa bertemu dengan keduaorangtua angkatnya. Bayi Geu-ru ditemukan di dalam sebuah saluran air oleh Jeong-woo saat sedang bertugas sebagai seorang fire fighter (petugas pemadam kebakaran). Meskipun Jeong-woo menyerahkan bayi temuannya itu kepada Dinas Sosial, ternyata hatinya sudah terpaut. Mengikuti perkembangan si bayi, Jeong-woo dan istrinya, yang kebetulan saat itu belum dikaruniai keturunan, memutuskan untuk mengadopsi Geu-ru. Dalam beberapa waktu kemudian, apalagi setelah mengetahui bahwa Geu-ru menderita AS, Jeong-woo jadi tambah iba dan sayang pada Geu-ru. Saat sang istri wafat, Jeong-woo memutuskan untuk membangun usaha mandiri karena telah berjanji akan merawat dan membesarkan Geu-ru dengan tangan dan caranya sendiri.

Baca juga: Mencabar Keberanian Lewat THE DIVINE FURY

Lee Je-hoon (Cho Sang-gu)

Saya baru mengenal aktor kelahiran 1984 ini lewat drama Taxi Driver (yang belum lama selesai masa pemutarannya) kemudian dilanjutkan dengan film Architecture 101, film romansa keluaran 2012 yang dia bintangi bersama Bae Suzy dan akan saya buatkan reviewnya secara terpisah.

Je-hoon menurut saya memiliki wajah menawan dan unik yang khas Korea banget. Mata sipit yang tajam, shape wajah lonjong dan pointed nose yang jarang dimiliki oleh para lelaki. Visual wajahnya bisa sangat berubah saat dia hadir dengan potongan rambut yang berbeda. Di Move To Heaven, tokoh Sang-gu dideskripsikan sebagai mantan narapidana, seorang underground MMA fighter, orang yang cenderung hidup tak teratur, berantakan penampilannya dengan memori yang masih terkunci pada masa lalu.

Sang-gu mendapatkan waris atau hak wali atas Geu-ru dari kakak tirinya (Jeong-woo atau Ayah angkat Geu-ru). Tapi dengan masa percobaan 3 bulan. Hal ini disampaikan oleh pengacara Oh saat Jeong-woo wafat karena serangan jantung. Sang-gu ditemukan oleh pengacara Jeong-woo dan diminta untuk mencoba hidup bersama Geu-ru. Sang-gu pun langsung menerimanya karena dia tak punya tempat tinggal setelah keluar dari penjara. Sebagai orang yang belum berpenghasilan, pada awalnya Sang-gu hanya mengincar harta waris yang dimiliki oleh Geu-ru. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Sang-gu ternyata jatuh sayang pada keponakannya ini.

Suasana menjadi melankolis saat Sang-gu yang awalnya benci pada Jeong-woo, si kakak tiri, meninggalkan dia di rumah dengan orangtua yang kurang bertanggungjawab. Jadi saat dewasa Sang-gu hidup dalam penderitaan dan harus menjadi seorang fighter untuk menyambung hidup. Tapi akhirnya dendam pada sang kakak tiri mendadak terhapus saat dia menemukan beberapa bukti tentang bagaimana Jeong-woo sesungguhnya sangat mencintai Sang-gu. Dia yang dulu berpikir bahwa sang kakak telah melupakannya menjadi menangis tersedu-sedu. Dari sinilah Sang-gu semakin kuat tekadnya untuk melanjutkan tugas Jeong-woo dalam merawat dan menjaga Geu-ru. Rangkaian adegan ini sempat membuat air mata saya tak henti mengalir. Meski lahir dari ayah yang berbeda, marga yang akhirnya juga berbeda, nyatanya kasih sayang Jeong-woo pada adiknya tidaklah diragukan.

Sang-gu juga awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan Geu-ru. Apalagi hal itu menyangkut dengan kebersihan dan keteraturan di dalam rumah karena masing-masing punya kebiasaan yang berbeda-beda. Karena melihat pamannya yang jorok bukan kepalang dan perasaan yang belum iklhas melepaskan almarhum Ayahnya, Geu-ru tidak mengijikan Sang-gu untuk menggunakan kamar almarhum. Jadilah selama proses menjalani masa percobaan hidup bersama, Sang-gu tidur di tengah rumah dengan menggunakan tenda.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Sang-gu yang harus tidur di tenda yang dipasang di tengah-tengah rumah.

Hong Seung-hee (Yoon Na-moo)

Kehadiran aktris Seung-hee sebagai Na-moo, seorang sahabat dan tetangga Geu-ru memberikan warna tersendiri untuk drama ini. Perempuan periang ini sangat menyayangi dan menjaga Geu-ru terutama saat mengetahui bahwa akan ada orang asing yang akan mengambil alih pengasuhan sahabatnya itu. Berteman sejak kecil tentunya melahirkan suatu ikatan yang begitu kuat, bahkan terkadang jauh lebih bermakna ketimbang saudara kandung sendiri.

Na-moo adalah salah seorang yang begitu memahami apa yang disukai – tidak disukai, boleh dilakukan – tidak boleh dilakukan, serta senang atau tidaknya Geu-ru. Dan itu begitu terasa dan terlihat saat Jeong-woo, ayah angkat Geu-ru meninggal dunia. Geu-ru sendiri sepertinya cukup bisa mandiri karena telah diwariskan beberapa kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Tapi kehadiran Na-moo bisa menjadi jembatan komunikasi yang baik antara Geu-ru dan sang paman, Sang-gu. Na-moo jugalah yang mewakili pengacara pribadi ayah angkat Geu-ru dalam mengawasi sepak terjang Sang-gu selama mendampingi Geu-ru.

Semenjak Geu-ru yatim piatu, perhatian Na-moo menjadi begitu luar biasa. Menanggalkan kegiatan kuliahnya, Na-moo malah turut membantu Geu-ru menjalankan bisnis yang diwariskan oleh ayah angkatnya. Kebersamaan Geu-ru, Sang-gu dan Na-moo inilah yang melahirkan banyak kisah penuh makna dalam 10 episode yang disajikan kepada pemirsa.

Baca juga: THE OFFICIAL SECRETS. Saat Nurani Memerangi Sumpah Profesi

Ulasan Singkat dari Berbagai Cerita yang Dihadirkan untuk Publik

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru yang begitu peduli pada luka yang diderita oleh pamannya

Setiap drama yang kita tonton biasanya akan meninggalkan kesan bagi kita. Terkadang kita menyadarinya tapi bisa jadi maknanya hanya terlewat begitu saja. Ada yang begitu nancep di hati tapi ada juga yang kita nikmati hanya sebagai hiburan belaka. Tapi bagi saya, Move To Heaven, adalah salah satu serial besutan Netflix yang sangat tersusun rapih mulai dari tema cerita yang berbeda per episode atau per 2 episode, sampai ulasan rinci dan pesan moral yang terselip di dalamnya. Yang pasti ada, bahkan banyak, pelajaran hidup yang bisa kita dapatkan mulai dari episode 1 hingga 10.

Geu-ru dan Jeong-woo. Cinta Ayah dan Anak yang Tak Terbatas Pada Hubungan Darah.

Meskipun Geu-ru adalah anak yang bukan berasal dari darah dan dagingnya, Jeong-woo tampak begitu sabar menghadapi “keunikan” dan keistimewaan Geu-ru sebagai anak penderita SA. Lelaki yang dikisahkan sangat penyabar ini, melimpahkan kasih sayang yang begitu luas melalui berbagai tindakan termasuk mengajarkan Geu-ru akan kemandirian serta hidup yang rapih dan teratur.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru dan Jeong-woo (anak dan ayah) yang selalu berhikmat dulu sebelum melaksanakan tugas pembersihan mereka

Tokoh Jeong-woo memang “dimatikan” sejak episode 1. Tapi Jeong-woo hadir di beberapa episode yang menggiring kita kepada flash back kehidupannya. Mulai dari masa kecil, saat-saat penting yang menghadirkan Geu-ru, juga berbagai kisah saat dia bekerja. Lewat episode ke-1 hati kita pilu melihat betapa besar arti sang ayah bagi Geu-ru. Ditinggalkan wafat secara tiba-tiba, ternyata Jeong-woo sudah mempersiapkan segala hal agar Geu-ru dapat melanjutkan hidupnya dengan baik, termasuk warisan harta yang dititipkan lewat pengacaranya. Geu-ru juga dibimbing untuk meneruskan usaha keluarga sebaik-baiknya dengan ikut aktif membantu Ayah angkatnya saat bertugas.

Dikisahkan juga saat awal Jeong-woo menemukan Geu-ru di tangki air. Suara yang tadinya dikira adalah suara kucing, tapi ternyata adalah seorang bayi yang dibuang oleh orangtua kandungnya. Flash back ini sangat mengharu biru. Termasuk saat Geu-ru mengambil seragam Move To Heaven milik Jeong-woo kemudian mencium dan memeluknya. Duh saya tak tahan untuk tidak tersedu-sedu.

Dibagian terakhir saat pemakaman telah selesai dan memasangkan nama Jeong-woo di salah satu pohon, Geu-ru tak kuasa untuk tidak menoleh kembali, lagi dan lagi untuk melihat pohon yang dipersembahkan untuk almarhum Ayahnya tersebut. Saat berjalan, Geu-ru merasakan kehadiran almarhum disisinya yang dengan sabar menyampaikan beberapa nasihat lewat sebuah rangkaian percakapan.

Geu-ru: “Sangat sulit untuk berbicara dengan orang. Aku tak tahu pikiran orang lain”
Jeong-woo: “Saat kau ingin memahami perasaan atau pikiran orang lain, cobalah menempatkan diri di posisi mereka”
Geu-ru: “Geu-ru bukan orang itu. Jadi mustahil”
Jeong-woo: “Coba bayangkan saja. Jika aku sesakit itu, seberapa sedih aku? Jika seseorang membohongiku, seberapa marah aku? Jika seseorang memujiku, seberapa bahagia aku? Kira-kira begitu. Jangan gugup. Kau hanya perlu memberi tahu bahwa kau tak membencinya ataupun takut. Selama kau mengingat mereka, mereka tak akan menghilang. Meski kau tak bisa lihat seseorang, bukan berarti mereka tak disisi kita”

Saya berulang-ulang memutar balik bagian percakapan ini. Sungguh barisan makna yang begitu bernilai untuk tertanam dengan baik di sanubari siapapun yang telah menyaksikan dan menyimaknya.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Sang-gu dan Geu-ru. Paman dan keponakan yang saling mengasihi

Jeong-woo dan Sang-gu. Saudara Tiri dengan Limpahan Cinta Tak Terbatas Waktu

Kedua lelaki ini dilahirkan oleh ibu yang sama. Hanya berbeda Ayah. Beberapa tahun setelah Ayah Jeong-woo wafat, sang ibu menikah dengan Ayahnya Sang-gu. Suami kedua ini dikisahkan sangat kejam dan sering menyiksa ibu mereka. Jeong-woo yang saat itu sudah remaja, berusaha melindungi Sang-gu dan berniat untuk membawa Sang-gu keluar dari rumah. Tapi malah dia sering ikut dipukuli.

Di setiap ulang tahun Sang-gu, Jeong-woo selalu berjanji membelikan hadiah. Termasuk saat Sang-gu meminta sepatu kets Nike. Setelah wafatnya ibu mereka, Jeong-woo bertekad untuk membawa lari Sang-gu dari panti asuhan. Mereka telah berjanji di sebuah pojokan stasiun kereta api tepat di hari Sang-gu berulangtahun. Tapi ternyata nasib berkata lain. Jeong-woo yang pergi ke sebuah mall di Seoul, ternyata mengalami nasib nahas karena mall itu roboh persis di saat Jeong-woo ada di dalamnya. Akibatnya merekapun saling kehilangan kontak. Apalagi berikutnya Jeong-woo harus berbulan-bulan dirawat di rumah sakit karena kecelakaan itu.

Sang-gu akhirnya menyimpan dendam kepada kakaknya yang dianggap telah meninggalkan dan melanggar janji. Tapi pada kenyataannya, Jeong-woo bertahun-tahun mencari Sang-gu dengan menyebarkan pamflet dimana-mana. Sebagai pembuktian janji tersebut, Jeong-woo juga membeli sepatu kets Nike di setiap hari ulang tahun Sang-gu. Jadi betapa tersedusedannya Sang-gu saat menemukan barang-barang ini di sebuah lemari yang ada di gudang rumah mereka. Acting Je-hon di bagian ini total banget. Sangat menjiwai. Saya yakin, jika saya hadir disaat pengambilan gambar ini, saya bakalan gak kuat menyaksikannya.

Baca juga: ENCOUNTER. Romansa Cinta Mengharu Biru

Kim Seon-u si Anak Berbakti

Cerita tentang lelaki pekerja pabrik ini hadir di episode 1. Terlahir dari orangtua yang tuna wicara dan miskin, Seon-u memutuskan untuk bekerja di pabrik untuk meringankan beban orangtuanya. Dan demi kehidupan yang lebih baik, Seon-u telah menabung dan berniat kuliah. Tabungan inilah yang kemudian diwariskan kepada orangtunya.

Hingga suatu saat, Seon-u mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan kaki kanannya patah, robek dan dia kehilangan banyak darah. Seon-u wafat malam itu juga karena tidak sempat berobat ke dokter. Prosesi pemakaman Seon-u jadi satu cerita sedih saat supervisor dan rekan-rekan kerjanya sengaja memanfaatkan kondisi fisik orangtua Seon-u untuk tidak menuntut akan kelalaian mereka. Jeong-woo dan Geu-ru yang saat itu hadir di tempat penghormatan terakhir menegur mereka.

Lee Yeong-sun dan Anak Lelaki Tunggalnya, Park Cheol-u

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru saat menyerahkan kotak kuning yang sempat hilang kepada Cheol-u

Kisah seorang ibu renta, penderita demensia, yang tidak diurus oleh anak lelaki dan menantu perempuannya di Episode ke-2 dan ke-3. Meskipun sebatangkara, si Ibu tetap mencintai anaknya sepenuh hati. Dia rajin mendatangi bank dan menarik 50.000won (setiap hari kerja) dari tabungannya untuk membelikan setelan jas yang sangat mahal dan apik terlihat. Bu Yeong-sun telah berjanji dengan si penjahit bahwa setelah uangnya terkumpul dan cukup untuk membuat jas tersebut, dia akan mengajak sang anak untuk melakukan pengukuran badan.

Sedihnya lagi uang yang diambil tersebut, disimpan oleh Yeong-sun di bawah kasur yang lembab sehingga menimbulkan bau dan lengket oleh berbagai macam cairan. Maklum karena kamar yang ditinggali oleh Yeong-sun jauh dari kata layak. Tumpukan uang itu akhirnya ditemukan oleh Geu-ru dan Sang-gu lalu kemudian dibersihkan menggunakan berbagai cairan kimia. Proses pembersihan yang ternyata membawa Geu-ru pada rasa penasaran. Karena di setiap lembar uang ada tulisan tangan Yeong-sun tentang harapannya membelikan jas untuk anaknya, Cheol-u.

Geu-ru yang penasaran akan uang tersebut, melacak kegiatan almarhumah hingga menemukan si penjahit. Disinilah akhirnya Cheol-u sang anak terbuka dan tersentuh nuraninya. Ternyata selama ini, meskipun dia telah tak mengacuhkan ibunya, sang Ibu tetap sayang tanpa pamrih dan kerap memikirkannya. Merasa bukanlah seorang anak yang berbakti, awalnya Cheol-u menolak barang-barang peninggalan almarhumah ibunya, tapi setelah melihat ibunya masih menyimpan gaun yang dia belikan dengan gaji pertamanya, tangisnya langsung pecah.

Lee Seon-yeong dan Kekasih yang Posesif

Apapun yang berlebihan pastinya tidak baik. Beginilah yang terjadi pada Seon-yeong. Seorang guru TK yang juga adalah kekasih dari Kim Yong-u. Sifat Yong-u yang sangat mencintainya malah berubah menjadi posesif dan berubah sebagai siksaan bagi Seon-yeong. Dia sering dicemburui tanpa sebab dan menerima banyak siksaan karena hal ini. Jadi tak heran kalau beberapa rekan kerjanya sering menemukan lebam di tubuh Seon-yeong.

Hingga pada satu ketika, Yeong-u datang ke apartemen Seon-yeong dan menyerang perempuan itu dengan pisau dan menusuknya berkali-kali. Perempuan yang sangat dicintai oleh murid-murid TK nya itu langsung jatuh bersimbah darah. Yeong-u yang tadinya berbohong bahwa kejadian penusukan itu tidak disengaja, akhirnya tak mampu berkata-kata saat Geu-ru berhasil menemukan kamera CCTV yang disembunyikan oleh Seon-yeong di eternit apartemennya.

Momen haru di kisah Seon-yeong ini adalah saat Geu-ru menemukan sebuah lukisan anak-anak TK yang dibumbui dengan kesan mereka atas Seon-yeong. Semua ternyata sangat mencintai sang guru dan menganggap perempuan cantik ini adalah ibu kedua mereka, malaikat yang dikirim dari surga, wanita tercantik di dunia, bahkan hingga ada yang ingin menikahinya dalam 20 tahun kemudian.

Jung So-hyun dan Ian Park. Kekasih Sejenis yang Terpisahkan oleh Restu

Seperti negara Asia kebanyakan, kisah cinta sejenis (LGBT) masih menjadi hal yang sangat ditabukan. Termasuk salah satunya di Korea Selatan. Jung So-hyun (So-hyun) adalah seorang dokter yang dalam suatu waktu bertemu dengan Celloist bernama Ian Park (Ian). Pertemuan mereka terjadi saat Ian harus dirawat di rumah sakit tempat So-hyun bekerja. Singkat cerita mereka akhirnya menjadi pasangan gay.

Dalam satu waktu keduanya berjanji akan pergi ke San Fransisco bersama dan rencananya akan mengikat hubungan mereka di sana. Tapi atas tekanan dari orang tuanya, So-hyun memutuskan untuk tidak berangkat sekaligus hubungannya dengan Ian. Ian pun akhirnya meninggalkan Seoul dan kembali pulang saat So-hyun sudah wafat (tapi saat itu dia belum tahu).

Menelusuri catatan-catatan dan barang-barang peninggalan So-hyun, Geu-ru dapat melacak bahwa ada pesan cinta yang belum tertuntaskan. Geu-ru bersama Sang-gu dan Na-moo mencari yang bersangkutan lewat sekian banyak pamflet tentang pertunjukan Cello. Mereka menghubungi para celloist wanita. Tapi tak satupun yang kenal dengan So-hyun. Dan dugaan mereka jatuh pada Ian Park. Satu-satunya lelaki yang fotonya terpasang di pamflet.

Pada awalnya Ian tak ingin mengakui punya hubungan dengan So-hyun. Dia hanya berkomentar kenal tapi dia (So-hyun) bukan orang yang ingin dia ingat lagi. Tapi ini hanyalah ucapkan belaka karena setelah bertemu dengan Geu-ru, Ian memastikan kembali tentang info wafatnya So-hyun ke rumah sakit tempat So-hyun bekerja. Disinilah akhirnya Ian mengakui hubungannya dengan So-hyun dan mau menerima beberapa barang peninggalan almarhum. Yang paling spesial adalah sebuah kotak berpita yang berisikan surat cinta, sepasang cincin, dan sebuah tiket menuju San Fransisco tertanggal 2 hari setelah So-hyun wafat.

Di bagian akhir cerita tentang So-hyun dan Ian ini ada barisan kalimat yang sangat menyentuh hati. Sebuah pesan yang dituliskan oleh So-hyun untuk Ian.

“Aku punya harapan mengenai hari esok untuk pertama kali setelah bertemu kau. Dan aku berharap lebih berani dari kemarin untuk kau. Aku tak akan bersembunyi seperti pengecut lagi. Aku tak akan melepaskan tanganmu sampai aku mati. Aku, Jung So-hyun, memilihmu sebagai teman sehidup dan semati. Aku akan menyayangi dan mencintaimu selamanya”

Kim In-su dan Lee Mi-seon. Sepasang Pasutri Berusia Lanjut yang Merenggang Hidup Bersama

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Kim In-su dan Lee Mi-seon di sebuah taman kecil tersembunyi di rumah mereka

Saya kembali tergugu saat menyaksikan alur cerita yang satu ini. Luar biasa menyentuhnya.

Adalah seorang lelaki tua, Kim In-su (In-su) yang bekerja sebagai janitor di sebuah apartemen. Karena sudah tua, gerakan-gerakannya pun melambat dengan kemampuan meresponse yang juga semakin melemah. Karena inilah akhirnya In-su diberhentikan. Setelah kejadian ini, lelaki tua ini menjemput istrinya dari rumah sakit untuk kembali ke rumah mereka. Di rumah inilah mereka berdua meminum obat tidur melebihi dosis dan wafat dalam kondisi bergandengan tangan di tempat tidur mereka.

Bunuh diri ini ternyata sudah pasutri itu rencanakan karena In-su sempat menelepon Sang-gu (Move To Heaven) agar datang kerumahnya dalam 3 hari kemudian untuk mengadakan pembersihan di rumahnya. Yang tidak disadari oleh Sang-gu adalah bahwa dia ternyata harus membersihkan jenazah In-su sendiri.

Dalam proses pembersihan ini, Sang-gu menemukan pintu khusus yang ternyata tersambung dengan sebuah taman kecil dengan banyak bunga-bunga yang indah, banyak jenisnya dan sangat terawat. Bunga-bunga ini memiliki keistimewaan sendiri-sendiri dan menjadi penghias altar di ruang penghormatan untuk In-sun dan istri.

Sedihnya pasutri ini tidak memiliki keturunan dan tak ada catatan mengenai keluarga. Pilu banget ngeliatnya. Tapi Geu-ru tak kehilangan akal. Berkat kecerdikannya, akhirnya banyak orang sekitar yang bersedia datang ke ruang penghormatan In-sun.

Baca juga: THE HYMN OF DEATH. Tragedi Cinta Seorang Soprano dan Sastrawan Korea

Kang Seong-min/Mathew Green. Pencari Orang Tua Kandung

Kang Seong-min (Seong-min) meninggalkan dunia fana tanpa pernah berhasil mewujudkan mimpinya. Mimpi untuk bertemu dengan orang tua kandung.

Sejak masih bayi Seong-min diadopsi oleh sepasang pasutri asal Amerika. Tapi nasibnya luntang-lantung setelah orangtua angkatnya mengetahui bahwa Seong-min memiliki kelainan jantung. Setelah belasan tahun berada di negeri Paman Sam, Seong-min akhirnya dideportasi kembali ke Korea Selatan. Dia pun kemudian bertekad untuk mencari orang tua kandungnya. Tapi sayangnya dia hanya memiliki jejak yang sangat minim yaitu berupa fotonya dengan Kang Eun-jeong (Eun-jeong). Seorang anak perempuan yang tampak begitu lekat dan sayang akan Seong-min.

Saat Seong-min sampai di Korea, Eun-jeong telah menjadi perempuan dewasa, sukses sebagai anchor TV terkenal dan menjadi seorang penulis. Hanya sayang Seong-min tak berani berterus terang saat berhadapan langsung dengan Eun-jeong.

Setelah Seong-min wafat, Geu-ru pun melanjutkan misi Seong-min untuk menemukan ibu kandungnya. Dia dan Sang-gu pun berhasil bertemu dengan Eun-jeong. Dari mulut Eun-jeong lah akhirnya diketahui bahwa dia bukanlah ibu kandung Seong-min. Dulu sekali, saat Eun-jeong masih remaja, orang tuanya memang sering menjadi rumah sementara bagi bayi-bayi yang akan diadopsi. Tapi istimewanya adalah dari sekian banyak bayi yang dititipkan di rumahnya, Eun-jeong jatuh sayang pada Seong-min. Perempuan ini sangat menyesalkan kenapa Seong-min tak berterus terang saat mereka sempat bertemu.

Sang-gu dan Kim Su-cheol

Peristiwa hidup Sang-gu sebagai seorang petinju under ground dimunculkan dalam beberapa episode. Satu rangkaian kisah yang mengungkapkan sisi lain dari sejarah hidup Sang-gu dan sebuah alasan yang menyebabkan dia harus masuk penjara.

Terikat hutang pada seorang bandar judi, Sang-gu tak bisa melepaskan diri dari profesi sebagai seorang petinju. Setelah sempat menolong seorang lelaki bernama Su-cheol dan menjadikannya sebagai muridnya dan petinju profesional, Sang-gu akhirnya terpaksa berhadapan langsung dengan Su-cheol untuk sebuah pertarungan yang mengakibatkan Su-cheol harus mengalami koma berlarut-larut. Rasa berdosa yang besar pun terus menghinggapi pikiran Sang-gu. Dia pun nekad mempertaruhkan akta kepemilikan rumah warisan Geu-ru untuk sebuah pertarungan akhir dan sebagai pelunasan atas hutang-hutangnya selama ini.

Na-moo yang sudah sejak lama curiga, berhasil menemukan area pertarungan ilegal tersebut dan mengajak Geu-ru untuk mengejar Sang-gu saat pamannya itu hampir babak belur dihajar lawan. Sang-gu pada akhirnya harus menerima kematian Su-cheol. Sementara tempat perjudian dan pertarungan bawah tanah tersebut berhasil dibekuk oleh polisi atas laporan Geu-ru.

Baca juga: THE TRUTH BENEATH. Kuatnya Kasih Ibu yang Mampu Mengungkap Sebuah Misteri
MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
Geu-ru yang selalu mendengarkan lagu lewat headphone saat melakukan pekerjaannya

Beberapa Hal yang Tak Boleh Dilewatkan

Dari sekian banyak rangkaian cerita yang dihadirkan lewat drama ini, ada beberapa hal yang menyempurnakan pemindahan pesan yang ingin disampaikan oleh para sineas yang terlibatkan dalam project ini.

Pertama adalah hadirnya sebuah kotak kuning. Kotak inilah yang digunakan oleh jas pelayanan Move To Heaven untuk memuat semua barang peninggalan mereka yang sudah wafat. Tentunya hanya untuk barang-barang yang memiliki arti dan mengandung pesan penting bagi yang menerimanya. Kotak ini akan dipersembahkan kepada pihak keluarga almarhum/almarhumah.

Kedua adalah kehadiran Pengacara Oh Hyun-chang yang bertugas menyampaikan wasiat, amanah dan memastikan bahwa Geu-ru mendapatkan seorang guardian selama hidupnya atas permintaan Jeong-woo. Meskipun sosoknya tidak muncul di setiap episode, pengacara ini memiliki peran penting akan atas hidup Geu-ru. Lewat pengacara Oh jugalah akhirnya Geu-ru memutuskan untuk tetap menjadikan Sang-gu, pamannya, sebagai living guardian.

Ketiga adalah chemistry yang terbangun antara tokoh Geu-ru dan ‘Sang-gu. Selaras dengan alur cerita yang terus berkembang, kita pun diajak untuk menyaksikan satu ikatan khusus yang terbangun antara kedua tokoh utama ini. Geu-ru yang awalnya takut dan tak yakin akan bisa hidup berdampingan dengan pamannya, akhirnya jatuh sayang dan mengasihi sang paman tanpa pamrih. Begitupun dengan Sang-gu. Dia pun mau merubah kebiasaan buruknya agar bisa diterima oleh Geu-ru.

Ada di satu waktu, saat ditanya oleh Na-moo, Geu-ru mengatakan bahwa pamannya itu adalah orang baik yang kebingungan. Geu-ru yakin dengan kebaikan hati pamannya tapi dia punya banyak masalah yang membuat dia kebingungan untuk menjalankan hidupnya.

Masih banyak hal lain tentang kebaikan, risalah hati, cinta dan makna kasih sayang sesungguhnya, yang bisa kita gali dari drama yang satu ini. Semuanya mengalir dengan manis tanpa harus menggurui atau memaksakan kita untuk menerima atau menolak satu pun beberapa pola pikir yang ada di dalam naskahnya. Tapi yang pasti drama ini terlalu berharga untuk kita lewatkan. Salah satu drama keluarga yang menitipkan pesan yang begitu sarat akan kasih sayang itu sendiri.

Score saya untuk karya sinema yang satu ini adalah 10/10.

MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya
MOVE TO HEAVEN. Menikmati Harunya Risalah Hati, Cinta dan Kasih Sayang yang Sesungguhnya

#MoveToHeaven #KoreanDrama #Netflix #ReviewDrama #NetflixDrama

46 COMMENTS

  1. mba Annie…terus terang saya tdak paham dg tokoh2 dan cerita2 korea tapi membaca tulisan mba annie ttg move to heaven ini kok ya menarik ya…ceritanya banyak mengajarkan ttg kebaikan trus kayaknya kok banyak cerita yg bakal bikin mewek seperti saat Seong-min yang diadopsi oleh pasutri asal Amerika ynag akhirnya luntang-lantung setelah orangtua angkatnya mengetahui bahwa Seong-min memiliki kelainan jantung…duuhhh nyeseeekkkk. Yang aku suka lagi kalimat yg dilontarkan Jeong-woo —Saat kau ingin memahami perasaan atau pikiran orang lain, cobalah menempatkan diri di posisi mereka—ijin copas buat status di wa ya mbakk…hahaha

    • KDrama yang menurut saya patut dapat banyak penghargaan Mbak Frida. Alur ceritanya runut dan sarat dengan pesan moral dan contoh-contoh kebaikan. Luar biasa.

      Monggo Mbak Frida. Semoga jadi banyak yang memahami isi dari drama ini juga

    • Gegara potongan rambutnya, Je-hoon jadi berbeda banget ya Nur. Padahal di Taxi Driver dia keliatan necis dan glowing sekale hahahaha. Sementara dramanya dibuat estafet dengan yang ini.

  2. Scorenya 10/10, pasti bagus banget ini kisahnya ya.

    Hihi… Sang-gu harus tidur di dalam tenda, tapi di dalam rumah. Saya jadi teringat di masa pandemi ini anak-anak juga sering berkemah di dalam rumah.

    Saya ikut terharu baca bagian Jeong-woo yang setiap tahun membelikan hadiah sepatu buat Sang-gu. Padahal dia nggak tahu Sang-gu ada di mana

  3. Salah satu drakor yang harus nyiapin tissu pas nonton. Setiap episodenya punya pesan masing-masing. Nyesek beneran waktu ketahuan ibunya nyiapin jas untuk anaknya, padahal anak sama menantunya sudah menelantarkan kayak begitu. Semoga di saat orang tua kita nanti sudah renta, kita bisa merawat mereka dengan ikhlas, aamiin

    • Bener banget Mbak Lita. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari drama ini. Termasuk salah satunya menyayangi dan merawat orang tua.

  4. Wow penilaian yang sempurna 10/10.
    Ini baru masuk list tontonan ku, tapi sedikit2 dah lihat beberapa tayangan/adegannya
    Ini drama memang banyak yg merekomendasikan, punya sisi cerita yg unik dan juga sarat makna juga pesan akan pentingnya makna kebersamaan dan keluarga

    • Kemon Mbak Maria. Saya juga sekarang lagi seneng nonton actingnya Je-hoon. Apalagi setelah nonton Taxi Driver

  5. Belajar dari Jeong-woo yg sabar dan mau mengurusi geuru menurut sy adalah nilai2 yg penting dan bisa dipetik pelajaran dari film move to heaven. Belajar keteraturan hidup dan kerapihan memang saya setuju. Ulasan kak Annie banyak petikan nilai dan pelajaran hidup dari film tersebut. Thanks.

    • Setuju banget Mas Wahid. Meskipun sebenarnya mereka tak memiliki pertalian darah, tapi kasih sayang yang sesungguhnya bisa muncul diantara mereka. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita contoh di semua episodenya.

  6. Mbak nampaknya film “Move to Heaven” akan menyayat hati dan membuat air mata berlinang. Apa lagi tipe aku yang sensitive.

    • Kalau nonton ini mesti siapin tissue yang banyak Lel. Bisa bercucuran air mata dari episode 1

  7. Anak berkebutuhan khusus atau anak istimewa memang anugrah pencipta semesta alam yang perlu disyukuri, kisah k drama ini kaya akan cerita anak berkebutuhan khusus atau anak istimewa. Banget dapatnya hikmah film ini.

    • Betul Mas Ferry. Allah SWT menciptakan kita semua lengkap dengan keistimewaan dan kekurangan. Siapapun itu

  8. Ah, kalau ada lee jee hoon pasti langsung suka. Kan aku ngefans banget sama oppa sejak dia main drama bareng shin mih ah itu. Apa sih judulnya, lupa πŸ˜†

    Tapi ayndrome apapun kebanyak m3mang gak bisa sembuh karena belum ditemukan solusi atau obatnya, kak. Ya seperti asperger ini

    • Judul drama dengan Shi Min-ah itu TOMORROW WITH YOU. Itu juga masuk dalam list saya nih.

      Betul banget. Tapi ternyata anak-anak dengan syndrome khusus tuh justru istimewa banget ya. Seperti Geu-ru di Move to Heaven ini.

  9. Move to Heaven udah jadi watchlist saya bulan ini or bulan depan
    banyak temen saya yang bilang baguuuus

    awal-awal saya baca, tapi maaf waktu cerita tentang kisahnya saya skip ya mba, ga mau baca spoiler, hehehe

    • Alhamdulillah. Drakornya bagus banget menurutku Mbak Retno. Family drama yang kaya dengan pesan moral

  10. Pantesan ada sosok yang lagi in sama daku, ternyata ada si babang tamvan Je-hoon. Dia main di sini rupanya. Boleh nih, habis menyelesaikan taxi driver (tapi baru episode awal sih haha) mau nonton ini.

    • Hahahaha mainkan. Aku juga baru-baru ini terkesan dengan si Oppa Je-hoon. Apalagi setelah nonton Taxi Driver

    • Terimakasih kembali. Saya juga suka banget drakor ini. Family drama yang sarat dengan pesan moral

  11. Sukak banget sama drama bertema keluarga deh.. Termasuk Move to heaven ini.. Aku perlu nonton nih kayaknya…banyak banget lesson learnnya ya..

  12. Wuih, skornya 10/10.
    Tapi membaca sinopsis lengkapnya memang mengharu biru dan tidak biasa. pesannya juga sangat dapat. Ringan namun sarat makna, berat namun mudah ditangkap.

  13. Ooo ini drakor yg ditonton teman-teman di kantor saya, saya belum tahu ceritanya, tapi kok mereka kelihatan antusias banget, sampai ada yg nangis segala. Sekilas dari resensi singkat, sepertinya film ini recomended untuk dinikmati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here