Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

Photo of author

By Annie Nugraha

Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

2025 menjadi kesempatan pertama saya ke Indramayu. Salah satu kabupaten yang terkenal dengan buah mangganya dan berada di Jawa Barat. Provinsi sama di mana saya tinggal. Atas undangan sebuah acara pernikahan salah seorang staff di kantor suami dan menimbang jarak yang cukup jauh dari rumah, saya dan suami memutuskan untuk menginap saja. Atas beberapa pertimbangan, pilihan pun jatuh pada Swiss-Belinn. Hotel bintang tiga dengan lokasi strategis di Indramayu

Swiss-Belin Hotel Indramayu | Hotel Review & Feature | Desember 2025

Saat keputusan menginap ini kami ambil, saya langsung semangat luar biasa karena terus terang saya belum pernah sama sekali ke Indramayu dan menginap di sana. Pernah lewat sekepotan tanpa mampir sama sekali. Itu pun melewati jalur antar provinsi karena belum ada jalan tol yang memotong waktu untuk mencapai daerah-daerah lain di Jawa. Apalagi menginap. Satu hal yang memperkuat tidak punya alasan untuk menginap adalah karena tak ada saudara, tak ada kerabat. Jadi tidak ada alasan khusus bersilaturahmi yang bisa jadi penyemangat untuk ke Indramayu.

Antusiasme ini terus menyerang diri saat berusaha menemukan berbagai titik wisata di sana. Berhari-hari saya menjelajah informasi secara daring tapi sayangnya tidak menemukan informasi lengkap tentang wisata di Indramayu. Yang ada hanya tulisan-tulisan singkat dan/atau cuplikan yang kurang membangkitkan rasa penasaran atau beberapa tulisan yang diterbitkan oleh institusi pariwisata pemerintah saja.

Kalau sudah ketemu kondisi seperti ini, terasa banget ya kalau kegiatan menulis tuh esensial betul. Jika tidak ada yang mau/berkenan menulis dan meninggalkan jejak literasi, bagaimana publik dan/atau generasi berikutnya bisa membaca tentang serangkaian sejarah. Atau menemukan data yang sekiranya bermanfaat untuk dibaca dan diurai kembali atau menjadi data pendukung lahirnya tulisan berikutnya. Bahkan bisa jadi satu tulisan secara resmi menjadi referensi kuat yang bisa dipertanggungjawabkan.

Tapi ya sutralah. Dengan begini saya jadi tambah semangat untuk menulis dan melahirkan produk literasi. Sekarang dan nanti.

Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu
Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

Hotel dengan Lokasi Strategis

Dua hari sebelumnya, saya dan suami bertandang ke Cirebon terlebih dahulu. Ada beberapa tempat wisata edukasi serta sejarah dan wisata kuliner yang ingin saya sambangi. Meski sudah sekitar tiga kali ke Cirebon, ternyata ada beberapa tempat yang sempat terlewati.

Check out dari hotel di Cirebon menjelang tengah hari, suami memutuskan untuk menyusur jalan biasa ketimbang jalan tol untuk menggapai Indramayu. Saya setuju dengan keputusan ini karena sejatinya dengan menyusur perkampungan, tempat tinggal penduduk, saya bisa melihat berbagai geliat hidup masyarakat sekitar. Bahkan seringkali menemukan hal-hal yang unik dan belum pernah saya ketahui sebelumnya. Terkadang juga – tanpa sengaja – mata tertuju pada kedai atau warung dengan asupan yang menggugah selera. Mampir lalu bersantap sejenak.

Namanya juga jalan-jalan kan ya?

Menurut perkiraan sih jarak tempuh antara Cirebon dan Indramayu lewat jalur ini adalah sekitar dua jam saja. Hitungan waktu yang menurut saya masih well-acceptable dan tidak terlalu menguras tenaga. Jadi jika diperhitungkan di atas kertas, tanpa kemacetan atau kepadatan lalu lintas yang berarti, saya akan tiba di Indramayu sekitar pkl. 15:00 WIB setelah diisi tiga puluh menit untuk makan siang.

Menemukan hotel ini juga gampang sekali ternyata. Dari arahan GMaps yang terus saya nyalakan di gawai. saya akan melewati jalur utama masuk ke arah kota dengan alur yang lurus saja. Nanti dari arah saya datang, Swiss-Belinn Hotel berada di kanan jalan. Bangunannya yang menjulang, yang saya lihat di tautan resmi jaringan Swiss-Bel Hotel, membuat saya mudah mengenali hotel ini dari kejauhan.

Dari sisi luar, fasadnya memang terlihat tidak terlalu mewah tapi sangat menarik perhatian untuk skala kota kecil seperti kabupaten. Seorang satpam mengarahkan mobil saya untuk mengikuti jalur kedatangan dengan jalan menukik untuk mencapai kawasan penerimaan tamu. Di halaman depan, yang dilewati tadi, terdapat tempat parkir yang cukup luas. Belum lagi area basement/lantai terbawah hotel yang memang disediakan untuk parkir kendaraan para penginap.

Sembari menunggu proses administrasi selesai, saya sempat melirik jam yang menyala di gawai saya. Sudah pkl. 16:00 WIB. Masih ada sekitar dua jam lebih sedikit untuk membasuh tubuh, beristirahat di dalam kamar, sebelum akhirnya bersiap-siap menghadiri undangan pernikahan. Saya malah akhirnya sempat terlelap setelah seperti biasa memesan segelas besar fresh orange juice kesukaan saya.

Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu
Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

Kamar Baru, Bersih, dan Nyaman

Kesan pertama saat masuk kamar tipe Superior King seluas 22-24 m2 ini adalah tentang kenyamanan, rancang dalam ruang yang begitu homy, warna yang menyejukkan, dan kebersihan yang begitu terjaga. Rasa tentram langsung bersarang di hati.

Ceiling tinggi, lantai parquette yang adem, dan perlengkapan yang indah serta fungsional, menumbuhkan kesan pertama yang tak terlupakan. Kepiawaian interior designer nya sungguh patut dipuji. Satu yang paling saya suka adalah tentang penataan area basuhnya. Wastafel, kaca, dan bath compliment nya diletakkan di ruang terbuka dengan dinding kaca yang disamarkan, sementara shower room dan perlengkapan buang air dibuat di bilik terpisah. Jadi kalau kebelet ingin buang air tidak akan mengganggu orang yang ingin/sedang mandi atau sekedar mencuci muka dan menggosok gigi. Disediakan juga hair dryer di area ini. Nyaman dengan komposisi letak yang menyatu tapi tidak saling merusuhi satu sama lain.

Saya mendadak teringat. Jika kamar tipe studio di apartemen diatur begini, sepertinya oke banget. Tinggal ditambah dengan mini bar dan dapur kecil untuk melengkapi kebutuhan saat tinggal di sebuah apartemen. Suami bahkan sempat ngomong, jika ada unit studio apartemen dirancang seperti kamar ini dengan luas dan fasilitas yang sama, langsung cus akan dibeli.

Dilengkapi oleh smart tv, meja bulat dan kursi untuk bekerja atau menaruh makanan, serta sofa panjang yang bisa berfungsi sebagai tempat tidur tambahan, Swiss-Beliin Hotel Indramayu sejatinya telah mempersembahkan kamar yang terasa lega dan menyenangkan. Beneran bikin betah.

Pendingan ruangannya juga berfungsi dengan baik plus tempat tidur yang bersih dan kasur yang melelapkan masa tidur. Tidak banyak ornamen yang bisa dilihat di kamar. Hanya sebuah pajangan atau hiasan dinding yang ditaruh di atas bed head. Ada juga meja kecil di pinggir kasur serta dua lampu gantung dengan bohlam bulat yang akomodatif untuk membaca di atas tempat tidur.

Gak heran jika setelah mandi saya begitu tergoda untuk melelapkan diri di atas tempat tidur, meski hanya dalam hitungan satu jam saja. Nyenyak sembari diselimuti dan dipeluk oleh bed cover putih nyaman, sprei putih bersih, satu bantal empuk di kepala, dan satu lagi bantal panjang yang saya fungsikan sebagai guling. Nikmat istirahat berkualitas seperti apa lagi yang bisa saya dustakan.

Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu
Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

Sarapan yang Padat Tamu

Karena akan menempuh perjalanan pulang selama kurang lebih 4-5 jam ke depan, saya memutuskan untuk sarapan lebih awal. Setidaknya tidak lebih dari pkl. 08:00 WIB agar bisa early check out dan makan siang di sepanjang jalan pulang. Ah sama satu lagi, suami sudah mengatur sedemikian rupa agar kami bisa beranjangsana ke Masjid Islamic Centre Syekh Abdul Manan. Masjid kebanggaan dan ikon warga Indramayu, yang kemarin kami lewati dan akan kami lalui dalam perjalanan siang nanti.

Swiss Bistro Resto tempat sarapan pagi ini adalah di ground floor hotel. Letaknya persis berdampingan dengan play ground mini buat anak-anak.

Saat saya masuk, resto ini ternyata sudah dipenuhi oleh banyak tamu. No wonder. Saat itu adalah akhir pekan yang biasanya dipenuhi oleh banyak keluarga yang menikmati happy family staycation. Jadi sepagian itu resto dimeriahkan oleh suara anak-anak yang terdengar hampir di setiap meja. Celotehan riang dengan aura gembira yang dulu juga sering saya lakukan bersama suami dan anak-anak. Kegiatan akhir pekan yang asyik, mengajak anak-anak mengisi weekend dengan menginap di hotel, membiarkan mereka berenang sepuas mungkin, makan banyak, lalu meninggalkan hotel dengan hati yang mencelat sarat cerita.

Menu yang ditawarkan oleh Swiss Bistro Resto Swiss-Belinn Hotel ini tidak begitu banyak. Malah cenderung sedikit dibandingkan dengan hotel-hotel setara yang pernah saya sambangi. Pilihan menunya berkisar antara masakan/sarapan ala nusantara (nasi beserta lauk pauk dan bubur dengan berbagai pilihan condiment), American breakfast sederhana, berbagai cereal dan pilihan minuman dingin (susu, air mineral, sirup) serta minuman hangat seperti teh dan kopi.

Masakannya enak dengan bumbu yang tidak berat di lidah. Tidak terlalu menohok. Saya suka sarapan seperti ini agar perut tidak begah. Jadi meskipun mendapatkan kesempatan breakfast yang begitu menggoda, saya biasanya memutuskan untuk mengambil sedikit-sedikit saja tapi lambung bisa merasakan beberapa pilihan. Tentu saja dengan fresh salad (buah atau sayuran) dan omelette yang selalu jadi favorit. Produk bakery yang biasanya berada di urutan teratas, sekarang sering saya hindari atas anjuran dokter yang meminta saya untuk lebih bisa mengontrol gula darah. Maklumlah. Sudah di golden age yang butuh penjagaan asupan nutrisi, self awareness agar lebih bisa menjaga kesehatan tubuh.

Pulang dengan Suka Cita

Usai makan pagi, saya memperhatikan area ground floor dengan lebih seksama. Memandang sekitar, saya suka dengan apa yang disajikan oleh Swiss-Belinn Indramayu. Counter receptionist nya estetik, tebaran sofa kecil empuk yang manis, serta berbagai dekorasi dan produk seni yang cukup, serta sebuah area kecil penjualan batik khas Indramayu dan sedikit suvenir. Harga produk kreatif ini ramah kantong. Dalam skala yang sama saat kita mengunjungi butik fashion misalnya.

Tapi ada satu yang saya lewatkan adalah memotret dan berfoto di kolam renang yang mereka miliki. Padahal dari tautan swiss-belhotel.com saya bisa melihat cantik dan photogenic nya kolam renang ini. Ah, kok bisa kelupaan begitu ya. Jadi kalau ingin melihat lebih jauh tentang fasilitas yang mereka sediakan, mampir aja ke akun IG @swissbeliin.indramayu ya.

Hotel dengan 115 kamar berkonsep contemporary rooms dan masuk dalam jaringan Swiss-Beliin Hotel ini saya rekomendasikan jika teman-teman sedang berkunjung ke Indramayu. Selain memiliki kolam renang dan area bermain anak, hotel ini juga dilengkapi dengan ruang olah raga, layanan spa and massage, serta beberapa function rooms jika ingin mengadakan official meeting atau private party and conceptual event.

Di seberang hotel juga berderet beberapa kedai makanan dan walking distance supermarket jika ingin bereksplorasi. Tidak banyak tapi setidaknya cukuplah untuk menghabiskan waktu dengan jajan-jajan ringan, menikmati bergelas-gelas minuman dingin, atau sekedar nongkrong di warung kopi sederhana.

Saya sejatinya masih penasaran dengan kota Indramayu ini. Ingin menelusur lebih jauh tentang batik/produk fashion dan creative product mereka. Tapi sayang, setelah menyusur berbagai opsi yang disajikan oleh beberapa tautan, tempat-tempat itu tutup. Saya pun tak punya kesempatan untuk mampir meliput dan memotret kecuali ke VOC 1836venue pernikahan yang saya datangi yang juga adalah bangunan warisan zaman penjajahan Belanda – serta Masjid Islamic Centre Syekh Abdul Manan destinasi wisata religi dan ikon dari Kabupaten Indramayu dan saat kunjungan saya sudah butuh peremajaan bangunan.

Adakah di antara teman-teman yang punya referensi wisata apik di Indramayu?

Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu
Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu

20 thoughts on “Swiss-Belinn, Hotel Bintang Tiga dengan Lokasi Strategis di Indramayu”

  1. Jadi keinget sehari sebelum jalan2 ke kota Tanjung Balai, bener2 minim informasi dfi google tentang kotanya.
    Yaaa selain emang ngga banyak destinasi ya karna memang jarang juga yang nulis tentang daerahnya.
    Mungkin begini juga saat Ibu mau ke Indramayu, ya.
    Bedanya Indramayu meski sedikit informasi tapi ada hotel cakep begini.
    Tandanya sebenarnya “banyak kehidupan” di wilayah ini hanya saja emang kurang diekspos aja ya…

    Reply
  2. Swiss-Belinn Indramayu memang pilihan yang sangat tepat, terutama karena lokasinya yang strategis. kemudahan akses ke berbagai area di Indramayu jadi kelebihan utama.
    Meskipun bintang tiga, fasilitasnya selalu terasa premium—mulai dari kolam renang yang bersih hingga sarapan yang variatif.

    Reply
  3. Hoooo…Lokasinya yang strategis benar-benar membuat hotel ini terasa praktis untuk berbagai keperluan ya kak. Dari foto dan ulasan yang kakak tulis jadi berasa ada di sana, belum lagi kamar serta fasilitasnya terlihat nyaman dan terawat. Oke noted kak, nanti kalau misalkan ada rezeki ke Indramayu bisa coba menginap di sana. Pasti mahal nih per malamnya ya kak?

    Reply
    • Harga standard hotel bintang 3. Tapi fasilitas kamarnya oke banget. Lokasinya juga jempolan. Beneran gak susah nyarinya.

  4. Hotel Swiss Belinn di Inramayu nyaman banget, mana lokasinya strategis pula.
    Gara-gara buah mangganya yang terkenal, plus auto kebayang ikon Indramayu yg artis dangdut, hehehe. Kalau saya selama ini jg merasa sudah tau dan dekat dengan Indramayu, padahal seringnya lewat dan singgah sebentar doang.
    Begitu membaca pertanyaan terakhir di artikel, kepala juga jadi mikir, “wisata keren di Indramayu apa ya?” Jadi ikut penasaran.

    Reply
    • Nah itu dia Mbak Salma. Saya kesulitan menemukan details destinasi wisata di sana. Khususnya wisata alam ya. Ada beberapa tapi kurang menarik rincian dan foto-fotonya. Keknya Dispar harus bekerja lebih baik lagi nih. Biar kita gak lost.

  5. Saya belum pernah ke Indramayu.
    Tapi ketemu hotel yang area mandi dan Toilet bisa terpisah tuh kalau buat saya, sangat menyenangkan. Karena nggak perlu nungguin teman sekamar selesai mandi kalau pengen nongkrong di toilet.

    Reply
    • Kalau lihat tata kotanya sih mirip dengan Cirebon Mbak. Tapi ini skalanya lebih kecil. Indramayu tuh – kalau baca dari beberapa tautan – punya beberapa bangunan peninggalan VOC. Tapi saya baru nemu satu. Itu pun dijadikan tempat event pernikahan yang saya datangi. Selebihnya tidak begitu kelihatan.

      Nah pengaturan toilet dan shower itu asyik banget deh. Pengen niru buat di rumah.

  6. Suka sama interior design dan ambience hotel nya.. kayanya nyaman banget staycation disana..
    Padahal pas ke Indramayu hotel nya ini aja yaa huhu
    Aku waktu itu ngambilnya losmen tapi enak juga sih penginapannya, asri dan private

    Reply
    • Losmen asal bersih menurutku asyik juga Fah. Malah kadang kita menemukan sudut foto yang hommy dan khas gitu. Pernah ngalamin gini saat tinggal di Ubud, Bali. Rumah biasa tapi ditata cantik dengan lingkungan hijau. Nyamannya terasa banget.

  7. Dari review yuk Annie, aku jadi tahu ternyata Swiss-Belinn di Indramayu ini lumayan lengkap buat hotel bintang tiga. Dari ulasannya, yang paling aku suka itu justru lokasinya dekat banyak titik penting, jadi nggak perlu ribet kalau cuma staycation 1-2 malam. Kamar juga kelihatan bersih dan modern kalo dari foto, pas buat istirahat nyaman tanpa harus cari yang mahal. Jadi tahu satu pilihan aman kalau ntar jalan ke Indramayu.

    Reply
    • Betul Ded. Aku juga gak nyangka kalau kamarnya seapik itu. Luas, fungsional, dan estetik. Gak keliatan kalau itu bintang 3.

  8. menu breakfastnya standar banget ya?

    jadi penasaran kuliner khas Indramayu, ternyata banyak ada Nasi Lengko, Pindang Gombyang Manyung, dan Pedesan Entog, serta camilan unik seperti Keripik Tike, Burbacek, Mie Ragit, dan jajanan manis seperti Kue Koci

    ternyata Swiss-Belinn termasuk hotel bintang tiga ya? Saya lupa-lupa ingat terakhir ke Swiss-Belinn yang di Wahid Hasyim untuk acara Danone

    Reply
    • Nah waktu hunting resto gak berhasil saya tuh Mbak. Kalau gak tutup, musti mereka belum siap masakannya. Gagal dah jadinya.

  9. Pantes deh Bu Annie sempet boboan sebelum kondangan, ya kamarnya bikin happy gitu buat beristirahat, jadinya terlelap manis hehe.

    Cuss dah sambil mencicipi mangga Indramayu yang langsung di lokasi aslinya di Indramayu ini, sambil staycation ceria, kan sekalian juga menikmati liburan akhir tahun hehe

    Reply
    • Ya Fen. Kalau berangkat langsung dari Cikarang, terlalu capek untuk PP. Dah gitu kan butuh tempat buat ganti baju dan dandan juga. Jadi memang pas lah sekalian staycation semalam.

  10. Gak nyangka deh kalau hotel ini bintang 3. Terlihat premium banget. Pengen sesekali jalan-jalan ke Indramayu. Kayaknya enak pas lagi musim mangga, ya

    Reply
  11. Aku kalau ke Kuningan ke rumah emakku, yang pastinya selalu lewatin Swiss-Belin Hotel Indramayu ini kak, nyaman banget ya hotelnya. Ini bisa jadi pilihan kalau pas travelling ke daerah Indramayu ya.. next klo dikasih kesempatan mau banget staycation disini

    Reply
    • Nyaman banget Teh Utie. Kalau dalam skala bintang 3 sih menurutku levelnya di bagian atas. Kamarnya juga menyenangkan banget. Apalagi ada pemisahan antara toilet dan shower. Sungguh bikin nyaman.

Leave a Comment