Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Photo of author

By Annie Nugraha

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Jika ada yang bertanya atau meminta referensi tentang hotel terbaik di Prawirotaman Yogyakarta, saya akan segera merekomendasikan Greenhost Boutique Hotel sebagai pilihan teratas. Mengapa? Yuk, baca cerita dan ulasan saya tentang hotel ini di bawah ya. Selamat membaca.

Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta | Hotel Review & Travel | 2025

Kamar yang Sophisticated

Izinkan saya membicarakan tentang kamarnya dulu. Karena terus terang, impresi pertama saya tentang keistimewaan Greenhost Boutique Hotel di Prawirotaman ini adalah tentang kamarnya.

Menempati ruang tipe Superior Art Design seluas 20 m2, mulut saya tak henti mengagumi setiap sudut kamar selangkah setelah masuk. Hadir dengan sentuhan industrial modern (rancang dalam ruang industrial dilengkapi dengan ornamen kayu), kamar ini sudah dalam kondisi sejuk ketika saya datang. Lampu-lampu redup dalam ruang pun kemudian menyala setelah kartu digital yang saya pegang masuk ke dalam slot kartu elektronik yang sudah disediakan di dekat pintu masuk.

Berbagai titik kecil lampu sorot pun langsung menyala seketika. Keindahan dan estetika unik kamar mendadak tersaji di depan mata. Decak kagum langsung meluncur. Saya mendadak teringat unggahan beberapa influencer di media sosial tentang kamar serasa villa ini. Pujian mereka inilah yang kerap bikin saya penasaran dan membuat saya terjebak dalam keinginan yang kuat untuk menginap di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta.

Saya berdiri di pinggir jendela untuk melihat sekeliling.

Dinding tanpa plester begitu sempurna menemani langit-langit kamar yang terbentuk dari rangkaian beberapa lempengan kayu. Deretan kayu ini sedikit bergelombang yang memberikan kesan seolah-olah tak terpasang dengan sempurna. Warnanya pun dibuat tidak seragam. Tapi kombinasi semuanya menghadirkan satu nuansa yang tidak biasa. Dinding di belakang bed head ini hadir polos aja. Tanpa cat dan dekorasi apapun seperti lukisan atau benda artistik yang biasa terlihat di hotel bintang 4 lainnya.

Mendapatkan kasur ukuran king dengan sprei putih dan bed cover putih serta empat buah bantal berkualitas dan standard hotel berbintang, kamar yang saya tempati juga menyediakan nakas di sisi kanan dan kiri ranjang, begitupun dua buah side lamp yang ditaruh di atas nakas tersebut. Tersedia juga reading lamp kecil berwarna hitam yang bisa digerak-gerakkan, menyesuaikan posisi duduk kita saat ingin membaca di atas kasur. Cahayanya tidak berlebihan tapi lebih dari cukup untuk membaca, meski sebagian besar lampu kita matikan.

Ah kebetulan banget. Tadi siang saya sempat membeli beberapa buku di salah satu library and book store yang hits di Yogyakarta. Tangan saya pun ligat membuka semua plastik bungkusan lalu memilih salah satu buku untuk membuka rangkaian kantuk di malam itu.

Berseberangan dengan tempat tidur, terhidang kayu panjang dengan dekorasi tanaman yang ditopang oleh besi sebagai penyanggah. Pot putih tanaman hidup ini ditaruh di atas piring-piring putih kecil. Di salah satu ujungnya ada tatakan kayu yang cukup besar untuk menampung penanak air, dua cangkir, dua botol kaca berisikan air putih, berbagai compliments (kopi, teh, gula sachet) kemudian dilengkapi dengan buku menu untuk room service. Seperti biasa, menjawab rasa penasaran, saya memesan fresh orang juice untuk menemani saya mengisi quality times selama berada di dalam kamar. Pilihan yang sungguh tepat karena sentuhan kesegaran jeruk murni yang saya pesan begitu memanjakan indera perasa. Tak terlalu manis dengan sensasi asam yang sedikit saja. Perfect untuk menyemangati tubuh yang sudah begitu lelah menyusur kota Yogyakarta.

Tidak ada meja dan kursi dengan sandaran untuk bekerja karena sepertinya Greenhost Boutique Hotel ini menginginkan tamunya murni beristirahat di dalam kamar. Menikmati waktu-waktu menyenangkan sembari merasakan satu malam bahkan mungkin bermalam-malam yang istimewa. Lantai parquette yang juga hadir dengan warna teduh dan memberikan efek hangat di telapak kaki, meski tidak mengenakan room slipper.

Rasa nyaman itu juga saya nikmati saat menghabiskan sekian menit untuk membasuh wajah dan tubuh. Nuansa putih bersih dan abu-abu terlihat di setiap sudut ruang basuh ini. Semua terlihat bersih, clean and clear, dengan peralatan yang tanpa debu serta berfungsi dengan baik. Rain shower air hangatnya menyenangkan menyentuh kulit. Mampu membantu melepas rasa lelah setelah seharian berpetualang ke banyak tempat wisata. Saya sempat berlama-lama menikmati shower air hangat ini sembari berulangkali menggosok tubuh dengan shower puff yang melahirkan begitu banyak busa sabun dengan hujanan air dari ujung kepala hingga ujung kaki.

By the way, saya selalu membawa shower puff saat hendak menginap di luar rumah. Mandi dengan limpahan busa tuh jadi satu titik kebahagiaan dan kenyamanan tersendiri buat saya. Apalagi saat air hangat menyapu semua busa dan menghadirkan sensasi bersih serta lembut di kulit.

Benar-benar kamar yang entertaining banget lah. Jadi jika bersengaja dengan niat “ngadem aja di kamar” dilengkapi dengan kebersihan yang paripurna, Greenhost Boutique Hotel tentu saja jadi tempat yang tepat.

Malam itu saya bisa beristirahat dengan suka cita. Setelah lelah melewati hari dengan berkunjung ke beberapa tempat dan business meeting dengan calon pelanggan dan rekanan, nikmat tidur lelap pun jadi berkah yang patut disyukuri. Mandi dengan air hangat, mengenakan piyama, menyempatkan 1 jam membaca yang menyusur buku-buku yang saya beli, memesan segelas fresh orang juice, hingga akhirnya terlelap di atas kasur dengan beberapa bantal yang sungguh istimewa nyamannya.

Comfort ambience yang sungguh tidak terbantahkan.

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Fasilitas Hijau yang Menyejukkan

Bangun pagi dengan kondisi badan yang segar, saya kembali memutuskan untuk membaca sebelum mandi. Melanjutkan beberapa bagian buku yang bikin saya penasaran tapi tak bisa dilanjutkan semalam karena kantuk yang mendera. Plus tak ingin segera meninggalkan kamar karena niat tinggi untuk menikmati precious times yang saat itu sedang saya nikmati.

Waktu sudah menjejak pkl 09:00 WIB, saat naga-naga di lambung mulai berontak. Saya meneguk bergelas-gelas air putih untuk “mendamaikan” warga “kampung tengah” ini. Sekali lagi saya menghamburkan diri di bawah pancuran air yang menghadirkan air hangat yang jujurly tak ingin ditinggalkan. Namun mengingat bahwa saya butuh waktu ekstra menyusur hotel untuk memotret, menikmati sarapan, serta bersiap dijemput menuju Yogyakarta International Airport (YIA), saya harus rela tak menghabiskan waktu banyak untuk mandi pagi itu.

Semalam, sebelum terlelap, saya sempat menyusur official website www.greenhosthotel.com dan akun resmi Instagram @greenhosthotel. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan. Tapi poin terpenting di antara ke semua hal adalah bahwa Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman begitu peduli akan pelestarian lingkungan serta nuansa slow living yang bisa dirasakan oleh semua tamu.

“At Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman, slow living isn’t just an idea. It’s a feeling. Experience say it all”

Saya meresap slogan yang dihadirkan. Banyak makna yang tersembunyi di balik serangkaian kata tersebut. Sejatinya adalah bahwa staycation – di manapun kita menikmatinya – ketenangan hati sembari menikmati betapa berharganya alam bagi kita, adalah rangkaian pengalaman yang akan terus membekas di kepala.

Baik. Mari kita buktikan slogan nan apik ini.

Penelusuran saya dimulai dengan Creative Farming yang ada di roof top.

Sejenak saya keluar dari lift dan melangkah ke sisi sebrang, saya melihat barisan berbagai jenis tanaman yang tumbuh di dalam/atas pipa paralon. Berada di ruang semi-terbuka, saya melihat betapa suburnya lettuce, spinach, mint, basil, berbagai rempah, dan sayur-sayuran yang ditanam sangat tertata serta terlihat begitu terawat. Semua tampak dalam usia siap panen.

Creative farming ini terlihat luas sekali. Dalam kondisi setengah terbuka, setiap sisi kebun tampak cukup disinari mentari dan tetap mendapatkan udara yang tak berlebihan. Mendadak saya ingin mengambil keranjang kecil, memetik setiap jenis tanaman satu persatu – khususnya lettuce favorit saya – membawanya ke dapur dan menatanya di piring sebagai fresh salad lalu menambahkan sedikit mayonaise. Satu hidangan wajib yang saya usahakan menjadi salah satu menu sarapan di manapun berada.

Saat saya berkeliling di area ini, terlihat satu keluarga (ayah, ibu dan dua orang anak) juga asyik menyusur beberapa bagian kebun. Sepasang orang tua muda ini terlihat memberikan informasi yang juga ikut saya dengarkan. Mereka mengenalkan beberapa jenis tumbuhan sekaligus menekankan betapa pentingnya mengkonsumsi sayur untuk kesehatan. Salah seorang anak mereka bahkan minta dibuatkan kebun seperti ini meskipun kecil di teras depan rumah mereka.

Saya tersenyum manis dan ramah ke arah sang Ibu yang kemudian meminta saya untuk memotret mereka. Tentu saja saya sambut dengan hati lapang dan gembira. Bahkan – tak terasa – saya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk memotret dan berbincang hangat dengan keluarga kecil ini.

It’s always a huge pleasure to have precious times with this cute little family.

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Usai membalas kekaguman di Creative Farming ini, kaki kemudian mengajak saya untuk menyusur ground floor. Lantai bawah di mana beberapa karya seni ditampilkan, Art Kitchen Resto berada, a long-shape swimming pool hadir, lobby and receptionist area yang ringkas tapi tetap cantik, dan green art space dan sekelilingnya yang belum sempat saya sambangi dan potret di saat kedatangan kemarin sore.

Saya mengulang langkah seperti saat kemarin datang. Satu pertanda yang begitu gampang terbaca dari kejauhan adalah suburnya tanaman rambat yang menutupi sebagian besar fasad hotel. Dari luar bentuk bangunannya biasa saja. Persegi panjang dengan beberapa ruang dan/atau jendela yang mengintip dari balik tanaman tersebut.

Melewati pintu depan, netra kita akan dihibur dengan berbagai art products dan area lobby/penerimaan tamu dengan dudukan kayu non-sofa. Di sebelah kanan arah masuk terlihat Art Kitchen Resto dengan atmosphere yang menyegarkan. Sementara di sebelah kiri, ada ruang khusus untuk para perokok. Luas dengan tempat duduk serta asbak yang bertebaran rapi dan bersih serta berdinding tanaman rambat. Lalu juga ada ruang kerja para penerima tamu. Outlook nya sederhana saja. Meja panjang lengkap dengan peralatan elektronik yang mendukung kegiatan administrasi. Di belakangnya ada rak kayu dan besi yang simpel dan fungsional.

Keramahan dan kecekatan para petugas penerima tamu ini sungguh nancep di hati saya. Sapaan mereka terdengar tulus dengan gaya dan irama bicara yang natural, tidak dibuat-buat. Salah seorang diantaranya bahkan sempat melihat saya yang terlihat lelah di hari itu dan melayangkan kalimat yang menyejukkan hati.

“Selamat beristirahat ya Bu. Jika ada yang perlu saya bantu lebih lanjut, please be comfortable to contact me here.” Duh adem banget denger nya ya. Bekerja di dunia hospitality memang butuh orang-orang yang peka dan bisa menata lisan dengan baik.

Satu lagi yang patut diacungi jempol adalah bahwa semua functional area and utilities ini tidak menggunakan pendingin ruangan. Kondisinya setengah terbuka. Tapi meskipun begitu, udaranya tetap adem di badan. Gak terasa sumuk sama sekali.

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Yuk mari kita lanjutkan penelusuran.

Tepat setelah area penerimaan tamu dan sebuah ruang lapang untuk memotret dan dipotret, indera penglihatan kita akan dibuat shock dengan hadirnya berlantai-lantai tanaman rambat di setiap pagar dalam lantai. Jika ditambah dengan tanaman tinggi yang berbaris memanjang di pinggir kolam, nuansa mini forest itu akan membuat sisi dalam hotel begitu istimewa. Lingkungan ini ada atapnya tapi terlihat tetap tidak kekurangan sinar mentari yang membuat mereka tetap bisa tumbuh sehat.

Suara denting sendok, garpu, dan kesibukan tamu mondar-mandir, akhirnya mengajak saya untuk segera menuntaskan penelusuran. Di satu sisi tertentu, sederetan dengan ruang kerja penerima tamu, saya melihat meeting room dengan dinding kaca dan creative space yang hadir dengan konsep artistic expressions. Di salah satu sisi dinding ada karya seni yang mengajak kita untuk bertemu sebuah ruangan khusus yang menawarkan berbagai produk fashion dan souvenir. Sayang saat saya tiba di pintu depan tidak ada seorang petugas pun di dalam. Jadi saya tidak sempat menyusur convenient store ini.

Di depan ruang penjualan produk ini juga ada lahan yang tampaknya pas banget untuk dijadikan venue dengan jumlah peserta yang terbatas. Bazaar kecil-kecilan atau handmade product workshops bisa banget. Atau launching produk dengan panggung mini dan beberapa meja display serta konsumsi pun masih cukup.

Lewat beberapa unggahan di media sosial, saya mengintip bahwa Greenhost Boutique Hotel telah beberapa kali mengadakan workshops berkonsep eco-conscious, mengangkat isu sustainability, and touch of local culture. Seperti misalnya eco printing, salad making, pottery clay, terrarium art class, dan masih banyak lagi. Terlihat juga event seperti Artisan Market yang menghadirkan berbagai produk kreatif di area semi terbuka ini. Menarik banget kan ya?

Seandainya ya saya (sudah) tinggal permanen di Yogyakarta, rasanya pengen banget mengajukan konsep pelatihan handcrafted wire jewelry, mengolah limbah kain menjadi kerajinan tangan atau produk fashion, dan kelas menulis travel writing and review. Ah, bakal seru banget pastinya.

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Sarapan Dulu Yok!!

Olga tipis-tipis dan memotret berkeliling selama hampir satu jam, ternyata mengundang lambung untuk segera minta diisi. Seperti biasa, setelah melapor ke petugas di pintu masuk lalu memilih dan menandai meja, saya berkeliling ke setiap sudut hidangan.

Karena resto ini luas dan memanjang ke arah belakang, meja hidangan pun menyebar di sana-sini. Banyaknya gak ketulungan. Tapi yang sangat menarik perhatian dan minat saya adalah sajian healthy food and drinks nya. Salad? So pasti kudu dicoba. Setelah menyediakan sekian waktu untuk beranjangsana ke Creative Farming di roof top tadi, lidah sepertinya nagih buat membuktikan rasa dan kesegaran vegetables yang tertanam subur di atas. Not to forget to mention adalah tentang fresh juices nya. Saya sampe bolak-balik tanpa malu mengambil bergelas-gelas juice ini. Bahkan sempat memesan ala carte segelas besar fresh orang juice tanpa gula yang semalam saya minum. Ketagihan sama kesegarannya.

Pilihan produk bakery nya juga menggoda. Diletakkan dalam nampan kayu, presentasi beberapa kue kecil itu mengajak rasa tak henti untuk mencoba. Belum lagi beberapa opsi sajian nusantara dalam wadah dan tampilan tradisional turut meramaikan sarapan sepagian itu. Seperti biasa ada bubur, nasi dengan pilihan lauk pauk juga pilihan hidangan telur di satu pondokan khusus.

Seni penyajian setiap asupan tampak cukup representatif. Menggiring setiap tamu untuk semangat mencoba dan betah menikmati apapun yang disajikan. Jadi tak heran jika sepagian itu aktivitas mondar-mandir terasa bagai di sebuah rumah makan AYCE (All You Can Eat). Ah sayang banget saat itu saya sedang solo traveling. Kalau mengajak anak-anak pasti sepiring hidangan tak akan cukup buat mereka. Terlalu sayang untuk melewatkan aneka hidangan yang tampak memanjakan rasa begitu saja.

Saya sejatinya ingin duduk berlama-lama sembari menikmati suara riuh rendah di dalam resto. Mendengar jeritan halus emak-emak yang tampak menahan emosi melihat anak-anaknya tak henti berlarian kesana-kemari. Berusaha menahan mereka untuk duduk dan makan dengan tertib.

Saya tersenyum penuh arti. Mendadak terkenang pengalaman puluhan tahun yang lalu. Saat anak-anak masih batita dan diajak staycation over the weekend. Kelakuannya ya begitu itu. Meski hanya dua bersaudara, riuhnya seperti lomba tujuh belasan. Rakus dengan asupan setelah menceburkan diri ke kolam renang berjam-jam hingga kulit mengeriput. Tapi saya lihat pihak hotel sudah memasang larangan bagi tamunya berenang sembari dan/atau membawa makanan ke pinggir kolam. Ada seorang pengawas yang bertugas untuk ini.

Pemandangan itu jugalah yang kemudian saya nikmati saat saya duduk-duduk di pinggir kolam renang yang terlihat sangat bersih dan terjaga sepagian itu. Nyatanya melihat sebuah “pemandangan seru” yang membangkitkan memori, menumbuhkan rasa serta kehangatan keluarga yang akan selalu terkenang. Apalagi kala diingat bahwa kedua anak saya sudah di usia dewasa dan siap menyambut takdir kehidupan mereka masing-masing.

Matahari sudah mulai meninggi saat saya bergegas kembali ke kamar dan merapikan semua bawaan. Menghitung sisa waktu yang ada dan puluhan menit yang harus saya lalui menuju YIA, setidaknya, dalam 30 menit ke depan, sebuah mobil sewaan akan menjemput saya.

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Kesan Sarat Arti

Saya memutuskan untuk kembali memandangi apa yang tersaji di dalam kamar. Dari ruang sekecil ini saja saya paham bagaimana dan mengapa Greenhost Boutique Hotel yang berlokasi di Prawirotaman ini menggadang-gadang slogan sebagai “Eco-conscious Boutique Hotel where Sustainability Meets Creativity in the Heart of Yogyakarta.”

Contoh simpel nya bisa saya nikmati lewat eco-friendly amenities yang disediakan, rangkaian energy-saving features and devices, several buildings remain unpainted (bahkan infonya mereka gunakan water-based paints untuk sisi-sisi bangunan yang dicat), serta banyak ruangan – khususnya di ground floor – yang hadir tanpa pendingin ruangan.

Hotel ini mengingatkan saya bahwa sesungguhnya, jika kita niatkan dan konsepkan dengan baik, makna cinta dan pelestarian lingkungan itu dapat kita mulai dari mencontoh apa yang ada di sekitar kita. Jika Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta telah menghadirkan begitu banyak konsep ini, mengapa kita – setidaknya – pelan-pelan melakukan hal yang sama meski masih dalam skala kecil.

Saya menyempatkan diri ngobrol sebentar dengan seorang petugas saat menunggu mobil sewaan saya datang. Resmi berdiri sejak 2014 dengan 4 tipe kamar (Superior Art Design, Deluxe Mint, Premium Green, dan Green Art Suite) dan total jumlah kamar sekitar 137 buah, hotel ini selalu mencapai occupancy rate yang cukup tinggi. Apalagi saat musim liburan sekolah. Hotel bahkan butuh mengatur sesi/jam makan bagi para tamu agar tidak terjadi penumpukan masa di waktu sibuk tersebut.

Layaknya bertemu dengan tempat yang telah memberikan kesan sarat arti, saya ingin kembali ke Greenhost Boutique Hotel ini untuk periode menginap yang lebih lama. Melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan setelah sempat merasakan semalam istimewa menginap di sini. Kebayang nikmatnya melakukan berbagai kegiatan personal, seperti leyeh-leyeh sembari membaca di pinggir kolam renang. Lalu melengkapinya dengan meminum bergelas-gelas fresh juice, memesan nasi goreng istimewa atau bertumpuk-tumpuk sandwich berisikan potongan daging – salad – telur yang ditemani oleh sepiring french fries , serta berpiring-piring camilan yang bisa membuat berat badan bertambah.

Kalau sudah begitu. Nikmat hidup mana yang mampu kita dustakan?

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta
Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta

31 thoughts on “Semalam Istimewa di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman Yogyakarta”

  1. Ya ampun… Kolam renangnya berasa di tengah hutan gitu tapi membahagiakan saking hijaunya…
    Belum nuansa ruangan lain yang beneran begitu nyaman bikin betah. Gak salah Bu Anni merekomendasikan hotel Greenhost Boutique Hotel ini sebagai pilihan teratas kalau ke Yogyakarta
    Pelayanan dan fasilitas nya maksimal abis ya

    Reply
  2. Wow kawasan Prawirotaman memang tidak diragukan lagi, ada banyak hotel keren sih di sana. Saya beberapa kali stayed di sana tetapi belum cobaik Greenhost Boutiqe, semoga bisa deh berjodoh dengan Greenhost next.

    Reply
    • Bener banget. Prawirotaman memang dipenuhi oleh hotel-hotel yang estetik. Ada satu lagi incaran saya yang lokasinya gak jauh dari Greenhost. Masuk di agenda berikutnya deh.

  3. wah saya tidur di sini waktu ikut Danone Blogger Academy

    kalo gak salah tahun 2018, sayang waktu itu masih fokus ke niche tulisan environment, jadi gak kepikir untuk eksplorasi bahkan gak sarapan pagi (sebelum IF saya gak pernah sarapan)

    sekarang nyesel deh, walau seinget saya Greenhost Boutique Hotel emang lebih nyaman dibanding hotel standar, mungkin karena penghijauan intensif yang dilakukannya

    Reply
    • Waahhh sayang banget kalau gak explore ya Mbak. All the best dari apa yang dimiliki Greenhost itu adalah kamarnya. Mewah dengan sentuhan kayu dan alam yang menyenangkan. Semoga suatu saat bisa kembali ke hotel ini ya Mbak. Saya aja pengen banget nginep dalam waktu yang lebih lama.

  4. Kamarnya emang tenang banget tuh kayaknya, Kak. Nyaman buat istirahat. Aku suka ambience nya. Menenangkan banget.

    Ntar kalau main ke Yogyakarta, pingin dah nginep di sini.

    Kalau lagi nginep di hotel tuh emang bagian sarapannya yang paling kutungguin. Apalagi kalau mereka menyediakan menu yang enak.

    Reply
    • Banyak poin positif yang saya rasakan saat menginap di sini. Meski cuma sebentar. Ah terbayangkan lah jika bisa menghabiskan waktu lebih banyak di hotel ini. Cus Mbak Yuni. Kapan ke Yogyakarta, sempatkan nginap di sini.

  5. Senang sekali kalau ada hotel yang benar-benar menghidupkan filosofi namanya begini ya mbak. Ijo royo royo dan semua area nyaman menyejukkan tak hanya mata tapi juga hati.
    Bookmark dulu buat rekomendasi.

    Reply
    • Suasana yang tercipta tuh bikin kita betah untuk menginap. Konsep penghijauan dan kepedulian akan lingkungannya juga begitu terasa. Cus Mbak Annisa. Kapan ke Yogyakarta sempatkan menginap di sini.

  6. 2018 saya pernah menginap di sini mbak, dan Creative Farming di atas tuh sudah ada juga dengan berbagai tanaman sayuran yang subur. Kata panitia penyelenggara, dulu tuh kegiatan kami pilih di sana karena hotel ini pernah dipakai syuting AADC 2

    Reply
    • Waahh pasti menyenangkan banget ya Mbak Nanik. Creative Farmingnya luas dengan tanaman yang subur-subur betul. Saya baru tahu loh kalau hotel ini pernah jadi venue untuk shooting AADC 2. Aih jadi penasaran pengen nonton.

  7. Greenhost ini juga salah satu wishlist aku kalau ke Jogja, soalnya dekat ke tempat tempat wisata sekitar Prawirotaman dan kesan bangunannya homey banget. Duh, sudah lama juga aku belum ke Jogja.

    Reply
    • Wajib cubo Ded. Aku bae rasonyo idak puas nginap cuma semalam. Berhari-hari di sini pun rasonyo betah nian.

  8. Wajar ih kalau kakaknya suka Greenhost Boutique Hotel. Konsep yang diusung tentang berkelanjutan bikin kamarnya jadi terlihat estetik banget.

    Vibesnya bikin betah tinggal di kamarnya. Cucok buat yang inginnya staycation sih ini.

    Reply
    • Iya. Sekedar leyeh-leyeh di kamar pun sudah asyik banget. Jadi pengen balik lagi dan mencoba tipe kamar yang lain.

  9. Tapi untuk orang penakut dan parnoan kek Suci ini ngga bakalan bisa tidur nyenyak di kamar yang menurut suci sedikit remang2 gitu (mungkin pengaruh warna dinding dan lantai).
    kalau disuruh milih lebih baik dinding pada umumnya yang dicat putih jadi bikin cerah dan terang. Duuuh payah emang ini orang penakut akuuuut, haha

    Tapi untuk dekorasi outdornya kereeeeen, Banyak tumbuhan hidup hijau2 pasti betah sih itu. Apalagi sarapan ditengah hijau2 gitu auto segerrr

    Apakah disana ada opsi kamar yang “normal”, Bu?

    Reply
    • Hotel dengan konsep boutique biasanya punya design interior kamar yang beragam. Jadi meskipun selevel, isi di dalamnya bisa jadi berbeda. Kalau mau lihat mungkin bisa menjelajah IG atau websitenya Ci.

      Dekorasi hijau dan kaya cahaya membuat hotel berkonsep eco living ini begitu nyaman dan hemat listrik. Apalagi area umum tuh gak pakai AC sama sekali. Nyenengin sih menurutku. Aku malah pengen niru untuk rumah hunian pensiun. Rumah minim listrik yang bisa berhemat.

  10. kemarin anak ngajak staycation, dan saya teringat hotel ini karena dulu gak sempat eksplor malah breakfast pun saya lewatin

    anak udah setuju, sayang terpaksa batal karena mertua (besan saya) datang dan pingin lihat rumah mereka

    ya beginilah kalo anak2 udah gede dan udah married, mereka harus pinter berbagi waktu

    Reply
  11. Waktu ke Yogya ngga kesampaian nginep di Greenhost ini, waktu itu mungkin musim liburan – lawong aku kena macet dari Jakarta sampe Yogya itu sekitar 28 jam!

    Alhamdulillaah masih kebagian di galeri Prawirotaman, sama estetik juga tapi lebih family vibes .. kalo ini lebih industrial ya An.

    Nah setuju banget – aku orang yang juga sangat care sama peralatan mandi, samking parnonya semua peralatan mandi sampe handuk sebisa mungkin dibawa! Aku nyaman aja kalo tahu aku tuh “siap” gitu

    Reply
    • Astaga!! Edan sih kalau sampe terjebak di perjalanan darat selama 28 jam. Aku telat 1-2jam aja udah gelisah. Semua pengennya tepat waktu. Gak kebayang gimana kalau pas mau buang air. Pe-er banget itu pastinya ya.

      Kawasan Prawirotaman tuh memang sesuatu deh. Aku suka area ini. Lagi ngabsen hotel-hotel di sana buat diinepi satu persatu hahaha. Sudah ada beberapa incaran. For next trip pastinya.

  12. Saya selalu kagum dengan hotel yang berani mengusung konsep green lifestyle seperti Greenhost ini. Pemandangan tanaman merambat di area kolam renangnya memang ikonik banget dan bikin suasana terasa adem meski di tengah Jogja yang cukup terik. Desain ala industrial juga sekarang lagi digemari. Cakep banget ini jadinya perpaduan industrial dengan eco green.

    Reply
    • Iya, biasanya dinding tanpa plaster terkesan dingin tapi dari foto-foto yang diambil ruangan tetap terasa hangat.
      Dan jadi tahu konsep industrial dipadu dengan eco-friendly itu masuk banget.

    • Yup. Nuansa eco livingnya terasa banget. Dengan pengaturan cahaya yang proporsional, penggunaan listrik juga bisa diatur seminim mungkin. Bisa juga nih dijadikan contoh untuk hunian hemat.

  13. Mba kalau mau ke Greenhost Hotel Prawirotaman ini rutenya gimana? Saya pengen ke sini kalau suatu saat ke Yogyakarta. Suka banget deh dengan suasana kamarnya, makanannya, kolam renangnya juga. Rekomended banget.

    Reply
    • Kalau di GMaps, saat mengetik Greenhost Prawirataman, petunjuknya akan otomatis muncul. Kawasan Prawirotaman sendiri tuh sangat populer buat para pejalan, rental mobil, maupun taxi. Kawasan yang menjadi salah satu incaran pewisata. Saya sudah beberapa kali nginap di kawasan ini. Menyenangkan banget. Banyak tempat jajannya, banyak juga fasilitas jalan-jalannya.

  14. Dengan servis yang mantap dari para petugas, udah jadi 1 kunci rasa nyaman buat staycation di sana padahal belum tidur di sana, atau belum melihat kamarnya ya. Hal yang seperti ini memang harus dikuatkan oleh penginapan, selain dari segi fasilitas kamar dan pendukung lainnya. Dengan begitu pengunjung bisa datang kembali… lagi… dan lagi… Bahkan bisa merekomendasikan ke banyak orang.

    Reply
    • Betul banget Fen. Hal penting yang harus disadari oleh para pebisnis jasa dan penginapan bahwa promosi dari mulut ke mulut tuh ampuhnya luar biasa. Ulasan dari para pejalan yang pernah menginap pun biasanya dapat perhatian publik. Seringkali penyampaian mereka tuh jujur apa adanya.

  15. Dua kali ke jogja aku sekali dapat penginapan di prawiroratman menurutku hotel nya nyaman sekali.
    assessment jalannya pun mudah cukup dekat gam terlalu jauh kedestinasi wisata-wisata di jogja.

    Reply

Leave a Comment