
Sekilas Tentang AEON Deltamas
Semenjak AEON Deltamas dibuka hampir setahun yang lalu, saya dan keluarga jadi lebih sering nge-mall. Meskipun tak jauh dari rumah sudah ada Mall Lippo Cikarang (MLC) yang berusia dua puluhan tahun dan yang sudah khatam saya kelilingi berkali-kali, kelengkapan yang ada di AEON Deltamas begitu menggoda untuk selalu dihampiri. Khususnya untuk urusan jajan dan mencoba berbagai pilihan kuliner dari berbagai jenama dan negara. Seperti halnya masakan atau kuliner ala Jepang.
AEON Deltamas tentunya punya lebih banyak fasilitasnya karena memang dari segi ukuran, pusat pertokoan dan perbelanjaan ini (mungkin) enam kali lebih luas dari Mall Lippo Cikarang. Berdiri di atas tanah puluhan hektar, parkirannya juga lebih grande, tenant nya lebih berlimpah, tempat belanja serta nongkrongnya banyak, dan membuat para pengunjung merasa lebih nyaman. Bahkan untuk sekedar jalan-jalan tanpa belanja (rojali/rombongan jarang beli dan rohana/rombongan hanya nanya). Khususnya saat malam minggu dan akhir pekan yang biasanya dipadati oleh publik.
Kawasan Deltamas sendiri hanya berjarak sekitar 3-4 km dari kompleks perumahan saya. Tapi meskipun sedekat itu, pilihan berkendara dengan mobil adalah tetap yang terbaik karena di sini, area Cikarang, hampir setiap sudut (masih) dikuasai oleh industri dan pabrik non-limbah dengan cuaca/udara panas yang cukup mencabar.
Selain itu, Deltamas juga menjadi pusat kegiatan administratif Kabupaten Bekasi. Di sini, di satu area khusus, berdiri kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi, kantor DPRD Kabupaten Bekasi, berbagai kantor yang menangani dan membawahi ragam kepentingan masyarakat seperti kantor Samsat yang melayani publik kabupaten Bekasi, serta banyak kantor dinas yang berada di bawah kontrol Bupati Bekasi.
Ada juga beberapa kompleks perumahan (meski tidak banyak), pabrik-pabrik besar, perkantoran, dan ruko-ruko yang memfasilitasi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Letaknya yang berdampingan dengan Lippo Cikarang, membuat Delta Mas bisa mengimbangi eksistensi Lippo yang sudah lebih dulu berkembang. Dari yang dulu sepi dengan bangunan rumah yang sedikit dan ruko yang tampak hidup segan mati tak mau, akhirnya menjadi bangkit kembali nadi kehidupannya dengan kehadiran AEON Deltamas.
Kuliner Cikarang : Mengecap Sushi Premium di GION The Sushi Bar AEON Mall Deltamas Cikarang
Kuliner Cikarang : Eksplorasi Rasa Vietnam di Pho Ba Ba AEON Deltamas Cikarang

Area Favorit untuk Berkunjung
Setelah beberapa kali tawaf di AEON Deltamas, saya menemukan beberapa tempat yang jadi favorit kunjungan saya dan keluarga. Dan itu jatuh pada lantai dasar.
Apa saja yang ada di lantai dasar?
Selain ada fresh and super market milik AEON yang lengkap dengan berbagai sajian fast food yang bisa dimakan di tempat ataupun dibungkus, AEON Deltamas juga menghadirkan banyak outlet atau kedai makan yang bertebaran di hampir 1/2 lahan lantai paling bawah dan dua lantai di atasnya. Termasuk food court di tempat paling atas yang hampir selalu ramai saat saya berkunjung.
Kedai atau resto di lantai bawah ini sebagian besar sudah saya datangi. Mereka adalah jenama yang sudah cukup populer dan jadi favorit publik. Seperti Gion the Sushi Bar, People’s Cafe, Pho Ba Ba, Han Guksu, Zenbu, Chadol Gujeol Pan, Pusaka Rempah, Yakiniku Like, Nanny’s Pavilion, dan masih banyak lagi.
Kelasnya juga bermacam-macam. Mulai dari fast food, resto ala carte yang berkonsep cafe, tapi ada juga yang kelas premium ke atas. Jenisnya juga beragam. Mulai dari ala western, selera nusantara, rasa korea, jepang, dan beberapa lainnya. Tapi yang pasti yang 100% mengusung makanan tradisional Indonesia tuh bisa dihitung jari. Mungkin hanya 10% dari total food tenant yang ada di lantai dasar berikut dengan beberapa yang buka counter di food court.
Semua resto di ground floor ini ditempatkan berjejer dalam sebuah food promenade dari ujung ke ujung. Di antara kesemuanya ada tiga resto yang interior design nya sangat mengesankan dan terlihat (sangat) megah. Ketiganya adalah Pho Ba Ba, Gion the Sushi Bar, dan Gyukatsu Kyoto Katsugyu. Semua selalu membuat pengunjung menoleh dan langsung terkesan dengan dine-in area nya. Gak kaget sih karena semua jenama ini memang terkenal dengan fasilitas, harga dan asupan premium, serta kualitas pelayanan kelas atas yang tak mengecewakan. Bahkan hingga plating nya pun terlihat mendapatkan sentuhan chef professional. Baik dari segi peletakan maupun komposisi warnanya.
Termasuk untuk urusan harga. Jadi jika memutuskan untuk bertamu ketiga resto ini, pastikan untuk menyiapkan dana setidaknya 350-400K/orang. Itu dalam hitungan 1 main course, 1 dessert, dan 1 minuman.
Kuliner Cikarang : Dua Rumah Makan dengan Sajian Bebek yang Enak di Cikarang

Bertamu ke Yakiniku Like
Di hari itu si sulung menemani saya belanja kebutuhan bulanan di super market milik AEON kemudian ke toko buku dan stationeries di lantai 3 (Paperclips), ke DIY, ke OH!Some, dan diakhiri dengan makan siang bareng. Repotnya adalah si sulung tidak punya preferensi tertentu. Pasrah sama keputusan emaknya. Jadilah emaknya yang bingung.
Emak lain gitu gak sih? Suka malah jadi bingung sendiri karena harus serba memutuskan. Enaknya makan apa ya?
Belum bisa memutuskan akhirnya saya kembali ke parkiran dulu untuk menaruh belanjaan. Baru setelah itu saya langsung kepikiran dan ingat dengan salah satu resto ala Jepang di lantai dasar, yang belum pernah saya coba. Terakhir, jika tidak salah ingat, saya dan anak-anak berencana makan di sana tapi saat itu tempat duduk sudah penuh. Jika pun berminat, setidaknya harus antri selama 30 menit bahkan lebih.
Yakiniku Like.
Yap. Setelah pernah gagal masuk dan lewat beberapa kali saya memilih Yakiniku Like. Resto yang sudah eksis sejak 2019 yang mengusung slogan “Fast-serving Japanese BBQ Restaurant with premium meats and affordable price”
Cus lah. Kami, saya dan si sulung, langsung masuk ke resto ini tanpa ragu. Dan kok kebetulan situasinya sedang agak sepi.
Keraguan itu justru muncul saat akan memesan karena ternyata pilihan menunya banyak banget. Bisa paket dan bisa juga ala carte. Saya dan si sulung sempat berjibaku dengan berbagai pilihan. Hingga akhirnya menunggu usulan dari pelayan resto.
Baiklah.
Kami akhirnya memilih Karubi & Skirt (93K), Bonito Nori Rice (19K), Gyoza Ayam isi 5bh (30K), Fried Platter (49K), Cheese Fondue Karubi Set (79K), dengan cold ocha @15K yang free flow.
Dan sesuai dengan moto “fast serving” saya dan si sulung tak perlu menunggu lama. Gak lebih dari 5 menit semua hidangan satu persatu hinggap di meja. Padahal saat itu saya lagi “berseteru” dengan si sulung tentang beragam pilihan sambal yang ditaruh apik di atas meja. Banyaklah pokoknya. Sampe kami harus menelaah isi dan olahannya agar tidak salah pilih. Apalagi untuk saya yang lidahnya gak kuat menghadapi kejamnya sambal.
Semuanya tasty, segar, dan mouth watering yet entertaining. Tapi yang paling saya suka dan jadi favorit saya adalah gyoza ayam, bonito nori rice, dan tentu saja kimchi nya. Kulit gyoza nya gak ketebalan dengan kematangan isi ayam yang sudah termarinasi dengan sangat baik. Bonito nori rice nya juga bikin nagih. Nasinya ada efek gurih serta kenyal. Tidak lengket tapi juga tidak pera. Gampang buat disumpit sekalipun. Kalau nori nya biasa lah ya. Asin gurihnya nendang betul. Kemudian tentang kimchi. Sayurnya kriuk-kriuk dengan kombinasi asam, asin, dan pedas yang pas. Tidak berlebihan.
Untuk pilihan daging sayangnya porsinya kurang banyak menurut saya. Dengan dua set yang kami pesan, semua habis dalam sekali panggang. Dagingnya segar sih dan kita bebas menentukan tingkat kematangannya karena setiap meja disediakan peralatan self grill yang cukup.
Plus bisa mencampurkannya dengan authentic & delicious japanese sauces yang tersedia di meja. Si sulung yang akhirnya bereksplorasi cukup banyak dengan mencampur beberapa saus. Dan itu tampak sangat dia nikmati. Bahkan terkadang kaget sendiri dengan hasilnya.
“Saus Yakiniku Like ini berbeda dari yang lainnya. Dia punya rasa dan resep sendiri kayaknya,” ujar si bungsu saat mencoba setiap saus langsung tanpa dibarengi oleh asupan apapun.
Sebagai emak yang “banci dapur” saya cuma mengangguk dan nyegir seadanya. Maklum, sudah setua ini saya tak pun paham dengan segala perangkat bumbu.
Bagaimana dengan plating nya? Tidak ada yang istimewa sih. Tapi yang pasti dengan menggunakan wadah putih, semua tampak atau terlihat bersih dan rapi, juga gampang untuk dipotret. Sayangnya di antara putih ini terselip wadah hitam. Ah seandainya bisa sewarna ya. Pasti lebih proporsional. Karena menurut saya keseragaman plating, atau tidaknya dalam tipe yang mirip, hidangan jadi terlihat well-prepare untuk difoto.
Untuk harga menurut saya a bit pricey ya. Ini khusus untuk menu paketnya seharga 79K dan 93K. Comparison dan atau rujukannya bukan ke jenis hidangannya tapi lebih kepada quantity nya. Untuk harga yang ditetapkan, kuantitasnya bisalah dibanyakin sedikit lagi. Menurut anak saya, kuantitas menu paketnya belum bisa dikatakan mengeyangkan. Untung kami menambahkan menu ala carte (gyoza ayam dan fried platter). Jadi sebagian sisi lambung bisa terpenuhkan oleh pesanan ini.
Hal ini yang ingin saya usulkan kepada para tamu yang ingin dine-in di Yakiniku Like yang berada di lantai dasar AEON Deltamas.
Kangen sama kuliner Jepang dan sedang berada di AEON Deltamas Cikarang? Boleh banget mampir ke Yakiniku Like yang ada di lantai dasar ini. Apalagi buat yang gak ingin lama menunggu pesanan dan merasakan masak daging sendiri plus merasakan japanese sauces yang otentik dan lezat.
Kuliner Cikarang : Menyesap Lezatnya Masakan Rumahan di Dapur Coet Jababeka Cikarang






IG @annie_nugraha | Email : annie.nugraha@gmail.com



rojali/rombongan jarang beli dan rohana/rombongan hanya nanya
Ahhaaaaa nemu istilah baruu, hahahha
BTW, karena Suci kenalnya (doyan) cuma ayam bakar, seafood udang dan cumi , dah itu doang
Jadi kalo ngeliat yang “aneh” menurut lidah ini bahkan belum dirasa pun udah pede bilang ngga mau dan ngga suka hehe. Payaah lah kalo untuk kuliner ngga bisa diajak2 :D
Tapi kalo disuruh nemenin aja ya ayok laah, sama halnya dengan kopi. Ke warkop kan ngga mesti ngopi, bisa juga ngeteh…
Hahahahaha. Yang penting serunya Ci kalau pas makan bareng. Kapan ada rezeki ke Cikarang, kabarin saya ya. Pengen ngajak makan sambil ngobrol seru.
Wah, ini dia hidden gem yang nggak cuma satisfying cravings, tapi juga healing after hectic weekdays buat yang BUKAN sodaranya Rojali dan Rohana!
Vibes Jepang-nya dapet, plus sistem order digitalnya tuh very on point buat fast-paced lifestyle ( ยฐโยฐ)/ minim drama, maksimal kenyang.
Thanks somad An, nulisnya tuh kayak soft pitch yang elegan, insightful banget buat team foodies squad yang FOMO tapi nggak mau salah pilih resto.
Fix, next team lunch langsung sync schedule buat nyobain Yakiniku Like ini.
Nungguin mulu sharing bergizi tinggi dengan style yang relatable dan eye-opening kek gini!
Chiaobellaaa *dikeplak
Aku baca tulisan lo sambil senyum-senyum. Ingat generasi X yang kalau nulis kalimat penuh dengan perbendaharaan kata yang seru-seru hahahaha.
Anyway, thanks to drop those entertaining words. I am flattered. Jadi kangen ngobrol seru lagi ya Tan. Keknya dah lama juga gak ketemuan.
Ih sama lagi saya kayak si sulung, gak punya preferensi, malas milih, tim ngikut aja. Mana klo ditanya rasa makanan, jawaban template “enak semua” belum bisa selihai kayak si bungsu. Klo mau coba makanan luar, saya tu butuh cerita2 review macam gini karena masih atut coba-coba Beda klo makanan lokal, ya ayo-ayo aja
Hahahahaha saking malasnya berpendapat dan gak mau rusuh sama emaknya. Jadi itulah strategi amannya ya.
Diumur yang makin tua ini saya belum pernah sekalipun ke Cikarang, Mbak
Parah ya?
Pernah ada aktivitas bareng Blogger Crony ke Cikarang, karena acaranya didukung Lippo. eh batal gara gara pandemi
Semoga bisa ke sana ya? Anak sulungku sekarang pindah ke Bekasi
Pingin ke sini , gak tahan lihat gyoza nya yang melamba-lambai nyuruh nyicipi :D
Wooww gede banget ukuran mall AEON Delta Mas ya mbak. Belum pernah ke sana nih :D
Akhirnya ya mbak nemu tempat makan hehe, suka kalau fast serving yang beneran fast serving apalagi emang udah kerasa laper abis keliling mall.
Ala jepang tetapi mereka juga menyediakan kimchi yaa.
Kalau nyampur2 saus gitu apalagi di meja disediakan banyak persausan aku juga seneng mbak, jadi kalau nyoba2 lama2 tahu padanan saus yang tepat apa buat makanan itu hehe.
Jadi harganya mayan agak mihil ya, porsinya juga kurang banyak. Untung ketolong rasa dan bahannya yang segar hehe.
Sebenarnya tuh aku ingin nyobain gyoza ayam dan bonito Nori rice yang autentic gitu.
Ada nggak ya, Yakiniku Like di kota tempat tinggal ku? Biar nggak perlu terbang jauh ke Cikarang