
Kereta api Argo Dwipangga yang membawa saya dari stasiun Gambir Jakarta ke stasiun Tugu Yogyakarta terlambat hampir satu jam. Para penumpang yang sudah bersiap di peron tampak mulai (sangat) gelisah. Apalagi teriknya mentari menembus setiap sisi tempat menunggu yang ada di jalur 3, di mana Argo Dwipangga akan datang dari arah stasiun Kota Jakarta.
Saya mengusap butiran keringat sebesar jagung yang tak henti menitik membanjiri hijab dan baju yang saya kenakan. Hingga akhirnya memutuskan untuk melipir ke salah satu sudut yang redup dan meninggalkan kursi yang saya duduki karena terpapar sinar matahari. Karena bergeser inilah kemudian saya bertemu dengan Andy Flores Noya (Andy F. Noya). Salah seorang jurnalist senior favorit saya yang populer dengan acara televisi “Kick Andy” Saya izin berfoto tapi sayangnya tidak sempat ngobrol banyak karena di sekitar saya berdiri beberapa bapak yang sudah menunggu, mengantri untuk mendapatkan kesempatan yang sama.
Saya kemudian melirik jam yang ada di gawai. Sudah hampir pkl. 10:00 wib. Wooaahh beneran hampir satu jam melenceng dari jadwal keberangkatan awal, pkl. 08:50 wib. Keterlambatan pertama yang saya alami setelah sekian kali menggunakan jasa KAI.
Saya dan si sulung, yang kali ini menemani perjalanan saya, bergegas menuju gerbong eksekutif 7 di mana tempat duduk kami tersedia. Kami pun langsung melepas lelah, selonjor selesa mungkin karena untuk mengejar waktu aman berada di stasiun Gambir, saya harus berangkat dari rumah setidaknya 3 jam sebelum waktu keberangkatan kereta.
Baiklah.
Here we go. Mari nikmati 6 jam perjalanan di kelas eksekutif yang nyaman dan menyenangkan.
Tentang Yogyakarta : Sate Pak Pong. Tujuan Utama Wisata Kuliner di Yogyakarta

Kembali ke Yogyakarta
Hampir 4 minggu yang lalu saya ke Yogyakarta dalam rangka pelatihan menulis bersama OM Institute di Kaliurang. Jadi acara kembali ke Yogyakarta saat ini sesungguhnya tidak terduga. Si sulung mendadak ada undangan pertemuan yang memang harus dihadiri secara langsung.
Tak menyangka bahwa dalam hitungan hari setelahnya saya harus kembali ke Yogyakarta. Kota pelajar sarat jejak sejarah yang fasilitas dan destinasi wisatanya semakin berkembang dari waktu ke waktu.
Menjawab rasa penasaran si sulung yang ingin mengeksplorasi kawasan Malioboro, saya memutuskan untuk menginap di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro. Salah satu hotel bintang 4 dan hotel terbaik di Yogyakarta yang letaknya sekitar 500 meter dari stasiun Tugu. Cukup jalan kaki santai selama 10-15 menit, menyusur pinggir stasiun, nyebrang sebentar, lalu bertemu sederetan ruko dan selasar panjang yang menjadi ciri khas Malioboro. Sederetan andong yang berbaris rapi pun membuat kawasan wisata ini semakin menarik untuk dinikmati.
Selamat datang kembali di Yogyakarta.
Menengok google maps yang menyala di gawai, saya begitu terkesan dengan lokasi Novotel Suites Yogyakarta Malioboro ini. Selain posisinya yang walking distance dengan stasiun Tugu yang ada di Jl. Pasar Kembang, saya bisa mengajak si sulung untuk menikmati serangkaian lingkungan dekat hotel Malioboro ini sembari menjejak setiap langkah seasyik mungkin.
Apalagi di saat kami menyusur, waktu sore menjelang malam, banyak sekali Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedang menyiapkan diri. Jejeran gerobak pun memenuhi hampir setiap sudut jalan. Ada wedang ronde, ibu-ibu bakulan sate, mie ayam dan bakso, berbagai gorengan, soto, angkringan, dan masih banyak lagi. Semua penjual tampak sibuk beberes sambil tak lupa menawarkan dagangan mereka.
Jika tidak memikirkan rempongnya menggeret 2 koper besar saat itu, mungkin saya akan langsung duduk di salah satu bangku PKL dengan tawaran bakso urat dan mie ayam yang terlihat begitu menyelerakan.
Tentang Yogyakarta : Jajang dan Nongkrong di Tempo Gelato Prawirotaman Yogyakarta

Disambut Kemegahan Novotel Suites Yogyakarta Malioboro
Tingginya fasad dan logo Novotel Suited Yogyakarta Malioboro terlihat dari kejauhan saat kami berbelok ke arah Jl. Perwakilan yang berada persis berdampingan Mall Malioboro. Lampu-lampu jalan mulai menyala dengan kesibukan para pedagang di akhir pekan. Denyut nadi, atmosphere, dan vibes destinasi wisata andalan begitu nyata terlihat. Dengan kondisi seperti ini, tak heran jika salah satu promosi andalan hotel ini adalah tentang stategisnya lokasi.
Melewati sederetan mobil yang tampak terparkir di bagian depan, seorang petugas menyambut kami dengan keramahan yang luar biasa. Saya membalas senyum semringah sang petugas sebelum akhirnya melapor ke seorang receptionist untuk mendapatkan kamar tipe superior studio room yang sudah disiapkan.
Sebelum melanjutkan langkah dan memasuki lift, saya menyempatkan diri menikmati segelas kecil welcome drink dingin dan memotret area lantai dasar hotel dekat Malioboro ini.
Langit-langit yang tinggi menyempurnakan hadirnya ornamen bergelombang yang kokoh disanggah 2 buah tiang besar. Di area menunggu ini disediakan banyak sofa empuk dengan karpet bermotif salur garis yang dibuat meliuk. Di salah satu sudut saya juga melihat sebuah cool storage yang berisikan banyak pilihan ice cream serta yoghurt. Tawaran yang nampaknya pas selagi menunggu atau sedang berada di cuaca panas siang hari.
Saya kembali menghamburkan pandangan ke sekeliling lobby.
Berbeda dengan beberapa jaringan hotel Novotel yang pernah saya kunjungi sebelumnya di berbagai daerah, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro memiliki ground floor dengan interior design yang berbeda. Di sini sentuhan nuansanya lebih modern dengan warna-warna terang. Sementara di tempat lain touch of design nya lebih menonjolkan suasana natural dengan warna-warna homy yang lembut.
Tapi yang pasti kemegahan lantai dasar ini sudah meninggalkan kesan serta kekaguman untuk diri saya pribadi. Sebuah keindahan tata ruang yang patut dapat pujian.
Yuk sekarang intip kamar tipe studio apartment yang saya tinggali.
Tentang Yogyakarta : Lezatnya Ramen Otentik Jepang di Roka Ramen Yogyakarta
Semalam Bertandang yang Begitu Berkesan
Pendingin ruangan sudah dinyalakan saat saya membuka pintu. Perasaan nyaman langsung menyelinap, khususnya untuk saya yang hampir 11 jam berada di jalan. Rasa lelah tetiba meluruh. Terhibur dengan penampakan kamar berkualitas yang bersih, terlihat hangat, dan nyaman.
Dominasi warna abu, sentuhan warna tanah dan alam, melebur serta menyatu dengan begitu indahnya. Karpet yang tebal serta bersih menggoda saya dan si sulung untuk langsung leyeh-leyeh. Tapi kami berdua memutuskan untuk tidak “mengacaukan” kerapihan kamar walau mata sudah mulai kriyep-kriyep dan bersihnya kasur tampak sangat menggoda. Ada rencana mengunjungi angkringan soalnya. Makan sembari menikmati suasana malam di Malioboro.
Sebelum ranjang diobrak-abrik, saya memutuskan untuk memotret sekeliling sembari mengamati setiap sudut kamar seluas 32m2 ini. Selain twin bed dengan bed cover dan sprei putih bersih, ada sebuah meja kecil dan kursi kerja dengan lampu ber-bohlam kuning menggantung di atasnya. Warna bohlam yang syahdu tersebut melengkapi sepiring welcome cake bertuliskan “enjoy your stay” dengan sebuah greeting card yang sungguh personal, bertuliskan nama saya.
Duh, nyenengin banget deh. Serasa menjadi tamu istimewa dan spesial yang sudah dinanti-nantikan.
Makasih banget Novotel Suites Yogyakarta yang sudah menyambut saya. Sentuhan personal yang sungguh manis, semanis kue coklat yang tertata dengan cantiknya.

Saya kemudian berdiri beberapa langkah dari pintu masuk.
Di sisi kanan, lewat sebuah pintu geser, saya menemukan sebuah mini pantry yang dilengkapi dengan microwave, sink (tempat mencuci peralatan makan), penanak air, serta mini bar berisikan berbagai complimentary seperti kopi, teh, dan gula sachet berikut dengan 2 cangkir bersih yang cukup besar. Persis di sebelahnya, tersedia area khusus untuk menaruh koper dan beberapa gantungan baju. Di bagian bawah rak juga disediakan safety box. Rangkaian perlengkapan standard hotel bintang 4.
Mari sekarang menengok ke sisi kiri.
Di sisi ini, dengan pintu geser di tipe yang sama, tersedia satu sudut khusus dengan wastafel putih lengkap berikut kaca dan toiletries. Pintu geser ini juga berfungsi membatasi koneksi ke ruang jamban dengan pintu tambahan di sisi lain khusus untuk shower. Apiknya pengaturan seperti ini. Jadi kalau kita kebelet BAB/BAK tidak harus menunggu orang lain yang sedang mandi. Bahkan jika hanya ingin membasuh tangan, mencuci muka, dan sikat gigi, kita tidak perlu masuk ke ruang basuh. Karena memang wastafel berada di luar bilik BAB/BAK dan bilik mandi.
Ah mendadak saya kepikiran untuk merenovasi kamar mandi yang ada di lantai bawah rumah. Pengaturan seperti ini kayaknya nyaman banget ya. Menjaga personalisasi setiap orang yang menggunakan toilet.

Yuk. Sekarang “menikmati” setiap sudut area tidur.
Melengkapi semua fasilitas dalam ruang tidur yang nyaman dan sudah saya uraikan di atas, saya kemudian dibuat begitu terkesan dengan TV LED 55 inch yang terpasang kokoh di dinding, persis berhadapan dengan kasur. Pilihan channel dan jenis tontonannya banyak. Ada kali sekitar 40 local channel dan banyak internasional channel . Duh, berasa banget asyiknya selonjoran di kasur, menjelang tidur, sembari menikmati berbagai hiburan, sebelum akhirnya terlelap.
Kamar tipe superior studio room yang berjumlah sekitar 132 unit ini juga dilengkapi dengan living room yang cukup spacious. Ada sofa 2 seaters dengan sandaran sebahu orang dewasa, meja kecil untuk menaruh barang-barang (baca: belanjaan), dan dudukan/bangku single. Kalau melihat ukuran sofa sih bisa banget loh itu difungsikan sebagai tempat tidur tambahan.
Kehadiran pembatas estetik antara living room dan tempat tidur bikin suasana di kamar apik betul. Dinding semi terbuka dengan ornamen rajutan bambu berwarna krem dan coklat muda yang menjulang hingga ke langit-langit kamar ini menghadirkan sentuhan yang menghibur mata dan rasa. Begitu pun dengan serangkaian stiker bergambar di dinding. Gambar ini membuat nuansa kamar hadir dengan kecantikannya.
Satu lagi nih yang bikin saya suka banget. Kebersihan dan empuknya karpet di dalam kamar. That makes all perfect deh. Saya yang biasanya memilih menggunakan slipper saat berada di dalam kamar, kali ini lebih memilih bertelanjang kaki.
Yang pasti dengan segala kenyamanan beristirahat yang saya dapat selama semalam bertandang di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro kala itu jadi staycation di sebuah kota pelajar melegenda yang unforgettable.


Tentang Yogyakarta : Menyusur Keindahan Taman Sari Yogyakarta
Sarapan Umami yang Berlimpah Ruah


Subuh sudah menyapa tapi kenyamanan tidur di kasur yang super empuk sungguh sulit untuk dikalahkan. Usai salat, hati dan pikiran tak kuasa menahan keinginan untuk menarik selimut kembali. Merungkel, meringkuk, atau apa pun itu diksinya, jadi complimentary yang tak terbantahkan setelah kemarin fisik rasanya remuk redam karena kelelahan. Pendingin ruangan yang bisa diatur sendiri itu, membuat saya dan si sulung bisa merasakan hingga setingkat mana rasa dingin yang tercipta mampu memberikan tidur nyenyak yang sungguh berharga.
Saya memutuskan untuk merasakan kenikmatan ini sepanjang mungkin. Tidur mendalam merasakan tentramnya tubuh di balik top quality bedsheet dan duvet milik salah satu hotel terbaik di Yogya ini.
Saya melirik ke arah si sulung yang tampaknya memutuskan untuk meng-copy paste kelakuan emaknya.
Tapi sebelum kami berdua meneruskan misi merajut bulu mata, saya mengingatkan si sulung untuk menyalakan alarm pkl. 08:00 wib. Waktu yang pas untuk setengah jam mandi dan bersiap diri, sejam sarapan, plus sejam berkeliling fasilitas hotel sembari memotret berbagai sudut istagenic milik Novotel Suites Yogya ini, sebelum akhirnya check out dan berkendara menuju Sleman.
Puluhan menit sebelum melanjutkan tidur, saya sempat mengecek beberapa email dan WA yang masuk ke gawai. Setidaknya menyempatkan diri membalas pesan-pesan yang saya anggap penting dan perlu ditanggapi segera. Bersyukurnya jaringan internet di hotel kencang dan lancar. Jadi saya tidak butuh waktu lama untuk terkoneksi dengan dunia kerja seperti biasanya.

Kesibukan tampak memenuhi resto Food Exchange yang berada di lantai 8. Salah satu tempat untuk menikmati layanan makan minum selain room service dan 10/10 Pool Bar yang ada di rooftop.
Dari hampir penuhnya setiap tempat duduk yang tersedia dan tak hentinya para tamu bolak-balik mengambil makanan, serta wanginya beberapa hidangan yang diolah on the spot, indera pengecap saya langsung bergolak. Suasana ini mengingatkan saya saat staycation di Novotel Bandung tahunan yang lalu. Salah satu hotel premium terbaik di Bumi Parahyangan yang pernah saya inapi dengan sarapan yang super duper jempolan.
Akan kah sarapan di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro bakal sesedap itu?
Seperti biasa, setelah menandai meja yang ditempati, kegiatan berkeliling di setiap sisi hidangan terlebih dahulu saya lakukan. Begitu banyak pilihan menu langsung menarik hati. Sarapan ala nusantara dengan sederetan menu rumahan ala Yogya, pilihan berlimpah produk pastry and bakery, bubur, soto, berjejer salad dan buah, serta pilihan minuman dingin, hangat, dan panas. Peletakannya juga tersebar di beberapa sudut jadi tidak mengakibatkan penumpukan antrian.
Sepagian ini saya dan si sulung memutuskan untuk tidak mengkonsumsi nasi. Kami menemukan hidangan berjudul Ratatouille dengan bumbu pekat yang membangkitkan rasa. Hidangan ala Perancis ini tampak terolah dengan potongan bawang bombay dengan kuah yang rada manis serta berlimpah. Saya jarang sekali menemukan Ratatouille ini. Apalagi disajikan sebagai salah satu menu buffet di hotel bintang 4 di Yogya.
Si sulung dengan lahapnya menikmati menu ini. Apalagi saat dikombinasikan dengan telur ceplok setengah makan dan sosis. Dia juga tampak (sangat) menikmati sajian ini hingga piring ke-2 yang kemudian dilengkapi dengan kentang goreng crispy berbentuk selongsong kecil.
Saya sendiri menikmati sejumput Ratatouille, kentang crispy, bihun goreng, dan omelette. Kemudian dilanjutkan dengan semangkok kecil soto, bubur, dan salad bercampur buah, serta tentu saja secangkir kopi hitam pekat dengan sedikit gula.
Kami berdua sempat menantang diri masing-masing untuk mencoba aneka produk bakery dan kue yang disediakan. Tapi ternyata keasikan menikmati aneka sajian ala american breakfast sudah membuat kami terkapar kekenyangan. Duh padahal sebarisan plain croissant itu tampak sangat menggoda untuk dikunyah dengan salah satu jenama butter favorit saya.
Tampaknya kudu balik nih ke Food Exchange. Resto milik Novotel Suites Yogya yang selalu siap melayani setiap tamu hotel dalam 1×24 jam, setiap harinya.
Eh, terus gimana soal rasa? Nothing’s fail menurut saya sih. Semua tastefully dengan standard yang pantas untuk hotel bintang 4. Penyusunan pilihan hidangannya rapi dan estetik dengan, tentu saja, tingkat kebersihan yang jempolan. Petugas pun rajin berkeliling dan mengumpulkan peralatan makan yang sudah tidak digunakan sehingga setiap meja yang ada selalu terlihat bersih. Clean and clear.
Sebelum melangkah keluar restoran, saya sempat mampir ke area makan yang berada di teras luar. Tempat yang memang diperuntukkan bagi para ahli hisab atau yang lebih memilih makan di area dengan suhu luar ruang.
Asyik juga loh tempatnya. Bersih dan menyenangkan dengan dekorasi ala outdoor kedai yang bikin betah. Setidaknya kalau ketemu teman-teman sefrekuensi, pengen ngobrol panjang, terbahak-bahak dalam waktu yang lama, dan tidak mengganggu tamu lain yang bersantap dengan keheningan, area teras ini tuh pas banget.
Oia, tata ruang, interior design, dan pilihan warna untuk resto Food Exchange ini juga oke betul. Keindahan abu-abu begitu menonjol di setiap sudut. Sentuhan nada dan keindahan sama yang kemarin saya lihat di ground floor. Namun saya berharap kerapatan tempat duduknya bisa sedikit dikurangi agar tamu lebih leluasa bergerak. Setidaknya tidak harus memiringkan badan saat berjalan di antara kursi.


Rooftop yang Mengesankan
Sesuai rencana dan pengaturan waktu yang saya tetapkan sepagian tadi, jadwal berikut setelah sarapan adalah menyusur rooftop di lantai 10 hotel. Bagian atap/tertinggi dari sebuah bangunan yang kabarnya adalah rooftop tertinggi di kawasan Malioboro.
Bahkan dari info salah seorang petugas yang saat saya datang sedang berjaga dan bebersih, tempat ini selalu ramai pengunjung ketika menjelang sunset. Duh sayang banget semalam saya tak punya tenaga dan energi untuk main ke sini. Padahal semalam itu langit terlihat cerah. Pasti sempurna banget gak sih sunset nya.
Tapi keberuntungan menjadi milik saya sepagian itu. Langit begitu cerah dengan awan putih yang berbaris indah. Infinite pool berbentuk persegi panjang pun hadir di rooftop ini. Kehadirannya tampak begitu leluasa untuk menikmati sepersekian persen dari pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian tertentu.
Tak jauh dari kolam renang, hotel Malioboro yang adalah bagian dari Accor Group ini, juga menyediakan banyak tempat duduk dan sun lounger bagi mereka yang ingin mencoklatkan kulit.
Selain ruang layanan spa dan gym, di area atap ini juga hadir 10/10 Pool Bar yang asyik betul buat hang-out. Kita bisa duduk di dalam atau di teras luar yang menghadap ke kolam renang. Bisa pesan makanan juga loh di sini. Lumayan banyak pilihannya.
Saya sempat ngobrol dengan sepasang bule di teras 10/10 Pool Bar. Mereka berasal dari Perancis dan sudah berhari-hari nginap di hotel ini. Betah tinggal di Novotel Suites Yogya karena menyukai suasana Malioboro. Mereka bekerja di Jakarta. Jadi sudah paham untuk menggunakan jasa kereta api untuk datang dan pergi ke/dari Yogyakarta. Short escape yang menyenangkan. Mudah dan murah.
Saya mengangguk setuju.
Tentang Yogyakarta : Obelix Hills, Destinasi Wisata dengan Pemandangan Alam yang Menawan di Yogyakarta



Novotel Suites Yogya dan Malioboro
Menginap semalam rasanya beneran gak cukup. Waktu terasa berlari dan saya belum puas menikmati setiap fasilitas yang ada di hotel. Padahal ingin banget menghabiskan valuable times di hotel sembari menyusur kawasan Malioboro berikut beberapa fasilitas yang sangat dan begitu dekat untuk diraih.
Publik tentunya paham bahwa Malioboro adalah magnet wisata di Yogyakarta. Setelah beberapa kali mengunjungi kawasan ini, saya melihat banyak sekali perubahan yang terjadi di Malioboro. Tak cuma tentang banjirnya berbagai jenis jasa dan aktivitas perdagangan, tapi juga kegiatan penataan kawasan agar terlihat lebih rapi dan layak untuk menjadi destinasi wisata andalan.
Karena memiliki keterbatasan waktu, saya dan si sulung, hanya menyusur setengah bagian Malioboro. Khususnya yang berada di seputaran Stasiun Tugu, toko-toko dan para pedagang di berada di dekat hotel.
Selain menikmati makan malam di Loko Cafe yang berada sejajar dengan Stasiun Tugu, saya dan si sulung mampir di beberapa toko yang berderet di sepanjang jalan menuju hotel. Membeli kaos dan beberapa celana batik yang ditawarkan dengan harga yang cukup murah.
Kami juga masuk ke salah satu pertokoan yang ada di kawasan ini karena saya harus mengganti tempered glass handphone yang terkelupas. Pusat pertokoan ini, meskipun tidak begitu besar, isinya cukup lengkap loh. Ada beberapa resto kekinian, toko kebutuhan sehari-hari, produk digital, dan masih banyak lagi.
Menempel di gedung yang berdampingan dengan Novotel Suites Yogyakarta Malioboro kita akan terhubung dengan Krisna Oleh-oleh Nusantara Jogja yang berada di upper ground dan lantai 1 Mall Malioboro. Untuk ke sini bahkan mudah banget karena dari pintu utama hotel, kita hanya perlu berbelok sedikit ke sisi kiri untuk menemukan jalan khusus yang disediakan oleh Krisna.
Pokoknya kalau nginap di sini tuh kudu siapkan hati dan dompet digital yang isinya penuh karena di setiap sudut bertebaran godaan belanja. Gak cuma produk fashion tapi juga handicraft, aneka jajanan, dan oleh-oleh.
Tapi sekali-sekali boleh lah ya. Berbelanja dan menikmati banyak masakan enak tuh salah dua dari sekian banyak healing yang bisa kita lakukan. Gak harus yang mahal karena banyak kok produk dagangan di Malioboro yang ramah di kantong. Saya bahkan sempat membeli daster batik dengan harga 100K untuk 3 lembar/buah. Lumayan untuk dipakai di rumah sehari-hari. Si sulung juga begitu. Membeli celana pendek batik dengan tawaran yang sama.


Accor Live Limitless Membership
Pengen nginep di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro dengan harga yang kompetitif? Bisa banget. Accor menyediakan Accor Live Limitless Membership dengan berbagai level dan fasilitas. Mulai dari classic, silver, gold, platinum hingga diamond yang adalah kasta tertinggi keanggotaan. Semakin tinggi kelas keanggotaan tentu saja akan mendapatkan convenient facilities yang lebih baik.
Dengan mendaftar secara gratis lewat bit.ly/all-nsym para anggota akan mendapatkan harga kamar yang lebih murah bahkan bisa jadi kelas kamarnya diupgrade/dinaikkan, reservasi yang lebih cepat, fasilitas plus dibandingkan apa yang didapatkan publik awam yang non-anggota, serta berbagai promo khusus yang disediakan oleh Accor.
Menarik banget kan ya? Apalagi jika merinci kenyamanan yang didapatkan saat mencari tempat menginap selama dalam perjalanan.
Tentang Yogyakarta : Keseruan Berwisata Swafoto di Svargabumi Yogyakarta


IG @annie_nugraha | Email : annie.nugraha@gmail.com



Bukan hanya dimanjakan oleh hasil jepretan yang sangat bagus, melainkan serasa diajak jalan-jalan dari Jakarta ke Jogja. Bertemu Pak Andy dan sempat foto bareng tentu kasih kesan baik setelah sempat menunggu lumayan lama kedatangan kereta ya mba.
Kemudian pemilihan penginapannya pun oke punya. Jelajah area Novotel Suites Yogyakarta dengan segala fasilitasnya yang keren banget, worth it nginap di hotel yang satu ini. Secara lokasi super strategis pula.
Design kamar, cerdas dan nyaman. Bikin betah banget ini sih mba đ¤Š
Ternyata ada kejutan menarik bisa nginap di Novotel dan menjadi member dengan ragam fasilitas yang wow juga. Tentu part ini nggak boleh di lewatkan, langsung ku catat Accor Live Limitless Membership bahkan mba memberikan info linknya juga mantap.
Banyak poin plus yang bisa didapatkan dari menginap di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro selain lokasinya. Berjam-jam berkegiatan di kawasan Malioboro tuh selalu menarik dan challenging. Gak cuma soal belanja tapi juga menikmati berbagai hiburan dan wisata kuliner.
Seneng deh La punya kesempatan menjelajah Malioboro. Apalagi ditambah dengan kamar yang berkualitas dan berbagai fasilitas di dalam hotel.
Mengesankan sih ini staycation di Novotel.
Kamarnya aja se-apik itu, membuat apa tidur bisa nyenyak dan mimpi indah.
Kalo membicarakan makanannya, daku mah gak nolak dah, soalnya enak² hehe.
Namun, yang jadi uniknya adalah bagian rooftop nya ini nih, membuat momen menginap makin terasa nyaman bisa kelilingan dulu sambil berjemur ceria.
The bestnya ada di kamar deh. Bersih dan nyaman banget. Kasur, sprei dan bed covernya top markotob. Bikin tidur tuh nyenyak betul. Apalagi pas dari perjalanan jauh seperti yang aku alami. Fix. Kudu nginap lagi di sini deh.
Dari lobbynya wae sudah keren banget. Jelas sih. Bakalan berasa kurang kalau cuma nginep semalam doang di Novotel Yogyakarta. Aku pingin berenang di kolamnya.
waktu antar anak mau ke Padang dari Yogyakarta setelah dari bandara nunggu jadwal bus ke Cianjur saya juga dari Stasiun Tugu ke Malioboro jalan kaki saja sambil menikmati suasana, (dari bandara kan naik kereta jadi turun di Tugu) eh sempat lewat Novotel Suites Yogyakarta Malioboro itu dan saya hanya melihat sambil lewat aja. ga sangka ini dalemnya bagus banget ya… di atas pemandangannya juga indah sekali
Iya Teh. Dari luar bangunannya biasa aja. Kotak tinggi begitu. Tapi di dalamnya keren betul. Kapan ada rezeki ke Jogja lagi cobain nginep di sini The Okti.
Waduh, kalau saya bisa nginap di hotel ini, rezeki banget Bu
Hehe, tapi sepertinya kalau pun ada budgetnya saya pilih nginap di tempat lain yg lebih terjangkau, dananya buat yg lain aja yg juga perlu
Saya lumayan sering ke Yogyakarta karena ada saudara juga yg dari Cianjur sini tinggal di sekitar Jogokariyan, eh lebih dekat ke Ponpes Krapyak sih …
Kalau ke sana, saya paling nginap di pondok, hehehe …
Alhamdulillah saya mendapatkan compliment untuk menginap semalam di sini Teh Okti. Dan sebagai balasannya, saya menuliskan pengalaman tersebut di blog ini. Semoga nanti banyak teman-teman blogger mendapatkan kesempatan yang sama.
Novotel memang ‘seng ada lawan’, selalu menjamu tamu dengan fasilitas dan layanan yang nyaman dan memanjakan. Ada membership-nya pula, yang menawarkan program loyalitas untuk hotel di bawah grup Accor yang sangat menguntungkan pastinya
Poin utama bagi akutuuu lokasinya yang strategis di Jalan Malioboro, jadi tinggal ngesot aja kan kalau mau jalan kaki ke seputaran ikon wisata Yogya ini.
Noted, isi saldo dompet digital, siapkan cash juga..biar kalau tergoda belanja ke Krisna atau area Malioboro lainnya tinggal sat set scan QRIS atau bayar (meski pulang liburan saldo rekening kebakaran kwkw)
Standard Novotel bintang 4 sama dimana-mana ya Mbak. Homy dan nyaman dengan hidangan yang gak pernah gagal.
Bener banget. Lokasi strategis tuh andalan utama mereka. Seharian main di seputaran Malioboro aja udah nyenengin banget. Segala ada pokoknya.
Bisa bertemu dengan Pak Andy adalah point plus dari keterlambatan kereta ya, Kak. Terus Yogyakarta memang daerah yang selalu dirindukan.
Aku bacanya serasa beneran ada di dalam kamar hotel Novotel sih, Kak. Lengkap sama foto-fotonya yang memanjakan sekali.
Iya Mbak Yuni. Jurnalis senior yang humble banget. Awalnya saya ragu untuk menegor beliau, tapi saat saya sapa, mashaAllah ramahnya. Suaranya itu khas banget. Istri beliau pun ramah menyapa. Sayang gak bisa ngobrol lama karena yang pengen foto bareng tu ngantri banget.
Cakep banget rooftopnya. Keliatannya panas ya, mungkin kalau sore atau pagi lebih nyaman di sana buat bersantai atau berendam. Kamar Supieror Studio nya juga terlihat nyaman, makanan pun oke, sesuai bintang 4 nya ya yuk. Novotel pilihan yang gak pernah gagal buat nginep, di daerah mana pun.
Ohiya aku inget itu ayuk pernah post foto di IG bareng Pak Andy F Noya. Semoga kalau lain kali ayuk ketemu lagi, bisa ngobrol dengan leluasa ya yuk.
Yuk, ke Jogja udah cobain kereta panoramic? Aku pengen lho.
Iyo Rien. Rooftop itu jadi salah satu andalan saat langit cerah dan sunset. Sayang Fauzi ngajak ngukur Malioboro dari ujung ke ujung, jadi emaknyo mati langkah. Ini jugo kunjungan perdana dio ke Jogja.
Kalo menurut aku sih kurang worth it naik panoramic jalur KIA ke Jogja ini Rien. Pemandangannyo biaso bae. Katek yang istimewa. Aku pernah nyubo yang Luxury. Ai biaso bae. Tiketnyo kemahalan. Cukup kelas eksekutif bae. Itu la nyaman nian.
kebetulan saya sedang di Yogyakarta nih Mbak
mungkin seminggu-2 minggu….. sebosennya deh :D :D
maklum udah gak ada tanggung jawab ngurus anak, jadi bisa suka-suka
Yogya memang sedang gencar membangun pariwisata
Di samping hunian keluarga ada The Malioboro, nyeberang dikit ketemu hotel bertingkat yang sedang dibangun
Eniwei Ratatouille menggoda iman yang sedang intermitten fasting
Udah 2 hari di Yogya, gagal melulu mempertahankan baru makan jam 12 an siang
Woaaahhh puas2in jelajah Jogja Mbak. Kalau punya waktu panjang, bisalah 1-2 tempat aja dengan 1-2 kuliner khas yang bikin selera kita bergejolak hahahaha. Duuhhh jadi pengen saya ikutan berlama-lama di Jogja.
Oh kalo saya intermitten fastingnya tuh dari pkl. 17:00 wib sampe pkl. 09:00 wib Mbak. Jam2 yang saya memang jarang makan. Lebih manjur di saya.
Membaca ulasan ttg Novotel Malioboro ini jadi ingat jaman sekian tahun lalu. Jaman kuliah di Jogja, setiap kali naik bis arah Malioboro, selalu lihat bangunan Novotel ini. Terus sama teman-teman kuliah, saling berkomentar, intinya kapanlah kita jadi orang sukses dan bisa masuk Novotel ini, masa lewat terus.
Kawasan malioboro sekarang emang banyak berubah, tapi tetap aja ngangeni, terutama dengan murahnya jajanan di sana
Malioboro juga sudah banyak berubah ya Mbak. Sudah lebih rapi, bersih, dan tertata. Nyaman untuk sekedar jalan-jalan menikmati setiap sudut yang cakep buat difoto. Buat jajan-jajan juga lengkap betul. Mulai dari yang emperan sampe ke restoran. Semua nyenengin lah pokoknya.
Itu sudut pastrynya bikin lapaaaar! cantik nian
Juga berbagai sudut yang ada di Novotel Suites Yogyakarta…kamarnya, rooftop, resto, IG-able yaa, bikin makin betah tamu nginep di sini pastinya.
Sebagai bagian dari jaringan Novotel dari Accor Group, memang dirancang untuk menghadirkan tingkat kenyamanan dan relaksasi yang tinggi bagi tamu bisnis maupun liburan ini….
Iya Mbak. Apalagi di kota wisata ya. Biasanya sarapan ini jadi sudut memanjakan yang selalu diutamakan. Incaran lah pokoknya buat para penginap.
Ahli hisabđ¤Ŗđ¤Ŗ aih bisa aja julukannya nih Bu Annie.
Pilihan pastry-nya buanyak ya.. biasanya jadi suka lapar mata gara-gara bingung mau pilih yang mana semua kelihatan enak-enak
Buat para penggemar sarapan dengan roti dan produk pastry lainnya, pasti betah duduk berlama-lama. Pilihannya berlimpah ruah.
Sukaa sama warna kamarnya, hitam abu2 dan suasana rooftopnya keknya enak untuk nongkrong malam2. palagi klo ada live musik dengan lagu2 selow… kan jadi menghayal.
Rindunya sama Jogja dan malioboro
Bu, kalo daster di malioboro 100k dapet 3 biji, nyampe Medan harganya jadi 100k sebiji hahaha
Ho oh. Aku pun suka banget dengan sentuhan warna kamarnya. Adem dan berkesan mewah dengan dekorasi yang berkelas. Maklumlah ya hotel bintang 4 di kawasan yang populer di Yogyakarta.
Hahahahaha bener itu Ci. Sebenarnya ada yang lebih murah Ci. Tapi harus benar-benar blusukan di pasar tradisional dan wajib jago nawar. Kalau aku sih menyerah sudah. Beli yang selihatnya aja.
walah lihat tahu tempe bacem jadi ngeces
padahal hampir sebulan saya di Yogyakarta nih, setiap hari jalan kaki paginya keliling malioboro dan kawasan wisata Dagen, Suryowijayan, jadi sering ketemu tempe tahu bacem
tapi gak ngeces seperti ketika lihat foto di atas
Saya juga pengen berlama-lama di Yogya Mbak. Pengen nge-kos dan stay setidaknya 1 bulan lamanya. Santai menyusur setiap sudut kota dan mengunjungi kuliner-kuliner pinggiran yang punya sajian istimewa. Gak diburu-buru waktu sambil nangkring di banyak tempat untuk menulis.
Wow, lengkap banget ya kak. Kelihatanya juga nyaman banget dan pas deket dengan salah satu titik wisata terpenting di Jogja. Sukses deh untuk Novotel Suites Yogyakarta.
Iya, kayaknya harus balik lagi supaya bisa komplit mencoba menu sarapannya. Novotel memang sepertinya enak-enak semua. Anak saya pernah wisuda sekolah di salah satu hotel Novotel. Semua makanannya enak.
Lokasi yang âsekitar 500 meter dari Stasiun Tuguâ itu power bangetâbikin gw merasa kayak bisa langsung nyelonong ke Malioboro tanpa repot alat transportasi! Gw kebayang gimana asiknya jalan sore, liat-liat toko, atau nyebrang bareng siluet Malioboro yang iconic.
Kayaknya seru banget ya An, malam ngopi di rooftop sambil nikmatin suasana Jogja! Kuy dong gasskeeeeuuun ajak anak anak PAPI buat launching di sini! Gimana gimanaa ide gw wkwk..
Oh..karena ada label suites nya ini yaa.. jadi trasa “kemewahan”nya.
Karena Novotel Surabaya juga jujur B aja siiyh, ka Ann.. malah pernah ada kejadian yang bikin banyak versi crita horor brikutnya.
Jadi pada menghindar menginap di sana. Ytta siiyh yaa..
Tapi Novotel Suites Jogja memang istimewaaa.. vibesnya senyamaan ittuuh.. jadi pingin extend gasiii, ka Ann??
Hihii…alasannya, mengejar sunset dari rooftop hotel.